Hewan Bekicot: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya

Diposting pada

Hewan Bekicot

Pada hakekatnya hewan bekicot termasuk jenis hewan yang mudah untuk ditemukan terutama di sekitar sawah bencah ataupun sawah lebak.

Oleh karena itulah bekicot pada umumnya adalah binatang yang berasal dari kelompok moluska. Hewan ini juga sering mengeluarkan lendir dan sangat mudah ditemukan pada lingkungan yang lembab. Selain itu, apabila anda melihat bekicot maka secara sekilas penampilannya sangat mirip dengan keong, padahal keduanya memiliki karakteristik masing-masing.

Hewan Bekicot

Hewan bekicor pada umumnya mempunyai cangkang dan hidup di daratan. Sebagi informasi walaupun bekicot tersebar luas di kawasan Indonesia, terutama di persawahan, namun habitat asli dari hewan ini bukanlah dari Indonesia. Binatang ini dipercaya bahwa asalnya dri negara Afrika Timur dan sudah tersebar luas ke berbagai negara.

Perlu anda ketahui bahwa hewan ini pada dasarnya tidak menyukai paparan sinar matahari, maka tidak heran jika keberadaannya lebih suka untuk bersembunyi dan di tempat-tempat yang lebih teduh. Selain di sekitar sawah, hewan ini bisa ditemukan pada kawasan sekitar hutan, bebatuan, tanah, dan batang pohon.

Jenis Hewan Bekicot

Jenis hewan bekicot memang ada beberapa macam-macam. Antara lain;

  1. Archantina variegate

Jenis hewan bekicot yang pertama bernama archantina variegate. Perlu anda ketahui spesies bekicot yang satu ini berasal dari genus archatina dan keunikan yang paling menonjol adalah bagian cangkangnya. Cangkang pada hewan ini umumnya bewarna coklat gelap.

Selain itu ukuran tubuhnya juga tidak besar yaitu sekitar 90 sampai dengan 130 mm dengan berat antara 150 hingga 200 gram.

  1. Helix aspersa

Jenis bekicot yang kedua bernama helix aspersa. Spesies bekicot ini berasal dari genus helix dan cangkangnya bewarna coklat muda hingga kehitam-hitaman.

Pada cangkang bekicot helix aspersa ini juga terdapat motif garis yang bentuknya rata dan teratur di sepanjang cangkang. Ukuran dari tubuh hewan ini rata-rata sekitar 30 sampai dengan 45 mm dengan berat antara 4 hingga 20 gram.

  1. Helix pomatia

Heix pomatia meruakan jenis hewan bekicot yang terakhir. Umumnya tubuh hewan ini memiliki cangkang yang warnanya coklat keputih-putihan dengan tekstur yang kuat. Maka dari itu cangkang bekicot seringkali dijadikan sebagai tempat perlindungan dari serangan musuh.

Tidak jauh berbeda dari spesies bekicot yang lainnya. Hewan ini mempunyai ukuran tubuh yang kecil hanya sekitar 40 hingga 45 mm dengan berat antara 15 sampai dengan 25 gram.

Klasifikasi Hewan Bekicot

Berikut dibawah ini merupakan penggolongan klasifikasi bekicot, antara lain;

Kingdom Animalia
Filum Mollusca
Kelas Gastropoda
Ordo Sytromatophora
Familia Achatinidae
Genus Achatina
Spesies Achatina fulica

Ciri Morfologi Hewan Bekicot

Penjabaran dari ciri morfologi bekicot antara lain yaitu;

  1. Cangkang

Bagian paling utam yang menjadi ciri khas dari bekicot adalah cangkangnya. Mengapa demikian? Karena hewan ini memang identik dengan cangkang yang melekat pada tubuhnya. Selain itu cangkang bekicot juga memiliki bentuk dan warna yang berbeda-beda. Perlu anda ketahui umumnya bentuk cangkang bekicot mirip dengan tabung kerucut yang bagian bawahnya telihat sedikit lancip. Ada beberapa orang yang menyebut bahwa cangkang bekicot bentuknya juga mirip dengan konde atau sanggul.

Sebetulnya cangkang bekicot terdiri dari 3 bagian, yaitu apex atau puncaknya yang berbentuk kerucut, columella atau sumbu dari kerucut, dan body whorl atau bagian cangkang yang bentuknya mirip dengan gelungan besar. Sedangkan untuk body whorl sendiri juga masih mempunyai cabang bagian lainnya yang ukurannya lebih kecil – kecil.

Apabila dihitung, maka cangkang pda bekicot terdapat sekitar bentuk 7 putaran yang mengelilinginya atau bisa disebut juga dengan nama spiral. Warna cangkang sangat beragam mulai dari coklat muda, coklat tua, coklat kehitam-hitaman, coklat keputih-putihan, dan coklat kehijau-hijauan.

Semua warna tersebut tergantung dari spesies bekicot masing-masing. Kemudian anda juga harus tau bahwa dalam cangkang bekicot pada dasarnya dipenuhi dengan unsur penyusun yang sangat kuat dan kokoh, maka tidak heran jika jangkang sangat baik untuk perlindungan tubuh bekicot dari berbagai benda-benda yang akan menghantanmnya.

  1. Tubuh

Bagi orang awam, yang hanya pernah melihat hewan ini mungkin akan bingung dengan bentuk tubuhnya, karena selalu tertutupi dengan cangkang. Pada dasarnya arti tubuh hewan ini memiliki tekstur yang sangat lunak dan tidak memiliki tulang belakang.

Tubuh bekicot pada umumnya terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian kepala dan bagian perut atau badannya. Kepala hewan bekicot terbagai lagi menjadi 2 macam yaitu tentakel dan mulutnya. Akan tetapi bagain mulut dari bekicot ini tidak terlalu Nampak akan tetapi bisa dirasakan dengan jelas apabila diraba.

Sedangkan untuk bagian tubuhnya sendiri yaitu terdiri dari leher dan kaki perut. Perlu anda ketahui bahwa leher bekicot sebenarnya terdapat lubang yang disebut juga dengan istilah porus genitalis. Sedangkan bagian kaki perutnya memiliki ciri-ciri yang lebar, letaknya rapat atau berdekatan, pipih, dan otot-ototnya kuat.

Kesimpulan

Dari penjelasan tersebut, dapatlah dikatakan bahwa ciri hewan bekicot pada dasarnya terbagi menajdi dua bagian tubuhnya yaitu struktur cangkang dan tubuh yang teksturnya lunak. Secara umum ukuran tubuhnya sangat kecil dan otomatis beratnya juga tidak besar. Rata-rata ukuran tubuhnya adalah 90 sampai dengan 130 mm dengan berat sekitar 150 hingga 200 gram.

Cara Berternak Bekicot

Cara ternak hewan bekicot bisa anda pelajari melalui beberapa langkah, yakni;

  1. Pembuatan kandang bekicot

Yang bisa anda lakukan agar segera dapat melakukan ternak bekicot yaitu menyiapkan kandangnya terlebih dahulu. Pembuatan kandang bekicot adalah bagian yang tidak terlalu sulit untuk anda lakukan, apalagi kandang tidak harus menyita lokasi yang luas. Pastikan saja agar kandang ditempatkan pada situasi yang aman dan tidak mudah diganggu orang.

Pembuatan kandang juga bisa anda lakukan dengan beberapa macam jumlahnya. Maksudnya seperti ini, apabila anda berkeinginan untuk memisahkan ukuran bekicot dari mulai yang anakan hingga dewasa, maka kandang yang diperlukan ada beberapa macam. Akan tetapi jika anda mau mencapur bekicot dalam satu kandang maka tidak ada salahnya pula.

  1. Pembibitan bekicot

Kandang yang sudah dipersipakan, selanjutnya bisa anda isi dengan bibit bekicot yang berkualitas. Perlu anda ketahui bahwa tidak semua jenis bekicot bisa untuk diternakan, maka dari itu anda harus mencari terlebih dahulu jenis bekicot yang bisa dibudidayakan.

Setelah mengetahui jenis-jenisnya, maka anda juga harus memilih spesies yang paling baik, sehat, tidak cacat, dan warna tubuhnya masih terang.

Pemilihan bibit yang baik akan sangat memperngaruhi hasil bekicot di kemudian hari. Maka dari itu usahakan untuk lebih teliti dan hati-hati pada langkah kedua ini, dan jika anda kurang paham maka harus mencari informasi yang banyak atau bisa mengajak orang yang sudah paham tentang penanganan hewan bekicot.

  1. Pemeliharaan dan perawatan

Langkah yang berikutnya yaitu pemeliharaan dan perawatan bekicot. Pada dasarnya cara ini bisa anda lakukan dengan 2 teknik yaitu terpisah atau secara tercampur. Tercampur artinya semua jenis bekicot berada dalam satu wadah baik yang masih kecil ataupun yang dewasa. Sedangkan terpisah berarti kandangnya disendiri-sendirikan sesuai umur dan ukurannya masing-masing.

Pemeliharaan akan lebih enak jika menggunakan teknik terpisah, karena anda bisa lebih fokus mengurusi setiap jenis bekicot tergantung dari tingkat usianya. Apalagi bagia anak bekicot anda juga dapat memberinya perawatan yang lebih intensif, salah satunya dengan memberinya makan berupa lumut ataupun ganggang.

Itulah tadi deskripsi tentang hewan bekicot, jenis, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, dan teknik berternak yang bisa dilakukannya.

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *