Hewan Cacing: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Beternaknya

Diposting pada

Hewan Cacing

Hewan cacing pastinya sudah dikenal dan diketahui banyak orang. Bentuknya yang kecil namun menggelikan ini seringkali ditakuti lantaran jijik maupun tidak berani menyentuhnya.

Biasanya arti hewan ini bisa ditemukan di tanah dan memakan bahan organik yang masih hidup maupun sudah mati. Selain itu hewan yang satu ini juga termasuk binatang invertebrate dengan arti tubuh yang sangat lunak dan tidak memiliki kaki sama sekali. Walaupun sudah dikenal banyak orang, namun scara umum belum ada yang terlalu banyak mengetahui tentang hewan cacing mulai dari jenis sampai dengan cara ternaknya. Maka berikut dibawah ini adalah artikel lengkap yang bisa and abaca untuk menambah wawasan tentang cacing.

Hewan cacing

Pada hakekatnya hewan cacing memiliki bentuk tubuh yang sedikit menggelikan, karena kelunakan yang dimilikinya. Namun hewan ini juga sangat bermanfaat khususnya untuk para nelayan. Hal ini dikarenakan cacing seringkali dijadikan umpan untuk menangkap ikan.

Selain itu hewan ini juga memiliki ragam bentuk diantaranya yaitu mulai dari pipih, beruas-ruas, sampai bentuk gilig. Kelebihan yang ada pada cacing salah satunya adalah mempunyai indra penciuman dan perabaan yang sangat baik.

Jenis Cacing

Adapun untuk beberapa macam hewan cacing, antara lain;

  1. Cacing lumbricus rubellus

Jenis hewan cacing yang pertama dinamakan cacing lumbricus rubellus. Umumnya spesies hewan cacing yang satu ini  memiliki ciri pada ekornya yang bewarna kuning. Jenis cacing lumbricus rubellus pada dasarnya berasal dari negara Eropa dan sudah banyak dibudidayakan serta tersebar ke beberapa negara yang lain.

Perlu anda ketahui bahwa spesies cacing yang ini ternyata juga selalu dikembangkan dalam industry farmasi, untuk pakan hewan, dan uniknya juga bisa dikonsumsi manusia. Karakteristiknya sendiri hewan cacing memiliki panjang tubuh sekitar 8 sampai dengan 14 cm. sedangkan bagian punggungnya bewarna cokelat muda dan unggu kemerahan.

  1. Cacing eisenia fetida

Jenis hewan cacing yang kedua adalah cacing eisenia fetida. Spesies cacing yang satu ini mempunyai ukuran tubuh yang begitu kecil yaitu sekitar 7 hingga 8 cm. Badannya biasanya bewarna cokelat kemerahan dan terlihat cerah. Cacing eisenia fetida juga mempunyai nama lain atau sering disebut dengan panggilan cacing tiger atau cacing merah.

Keberadaan cacing ini bisa ditemukan disekitar kehidupan manusia. Tempat-tempat tersebut diantaranya adalah di sekitar tumpukan sampah rumah tangga, tumpukan bahan organik, maupun dibawah batang pohon pisang yang sudah tidak tumbuh dengan subur.

  1. Cacing eudrilus eugeniae

Jenis cacing yang selanjutnya merupakan cacing eudrilus eugeniae. Nama lain dari cacing ini adalah African nightcrawler. Secara umum jenis cacing yang satu ini memiliki ciri atau karakteristik pada tubuhnya yang lebih panjang dari cacing ekor kuning yaitu mencapai angka sekitar 20 cm.

  1. Cacing perionyx exavatus

Cacing perionyx exavatus adalah jenis hewan cacing yang selanjutnya. Spesies yang satu ini adalah hewan cacing terbanyak yang ada di negara Indonesia. Nama lain dari cacing perionyx exavatus adalah cacing kalung. Selain itu ukuran  tubuhnya juga cukup besar jika dibandingkan dengan ukuran tubuh jenis cacing lainnya.

Ciri morfologi lainnya dapat dilihat dari bentuk tubuhnya yang membulat. Kemudian cacing perionyx exavatus juga memiliki warna yang sangat kombinasi yaitu mulai dari cokelat keunguan hingga warna kelabu.

  1. Cacing pheretima sp

Jenis cacing yang kelima adalah cacing pheretima sp. Jenis cacing yang satu ini juga termasuk salah satu hewan cacing yang banyak ditemukan di negara Indonesia. Umumnya kulit cacing ini bewarna kuning kecoklatan. Selain itu mereka juga mempunyai ukuran yang sangat kecil dan sering dimanfaatkan sebagai umpan untuk mendapatkan ikan.

  1. Cacing tubifex sp

Jenis cacing yang terakhir adalah cacing tubifex sp. Cacing tubifex sp sendiri merupakan cacing sutera yang mempunyai tektur tubuh begitu lembut dan ukuran badannya sangat kecil. Ukuran tersebut yaitu sekitar 1 sampai dengan 2 cm.

Perlu anda ketahui pula bahwa jenis cacing ini juga meyukai hidup berkelompok dan bisa ditemukan di sekitar kubangan air lumpur maupun saluran air.

Klasifikasi Cacing

Berikut dibawah ini yang termasuk klasifikasi cacing, antara lain;

Kingdom Animalia
Filum Annelida
Kelas Oligochaeta
Ordo Megadrilacea
Sub Kelas Haplotaxida
Sub ordo Lumbricina dan moniligastrida

Ciri Morfologi Cacing

Ciri morfologi hewan cacing, yaitu;

  1. Tubuh

Ciri morfologi hewan cacing kemungkinan memang sulit untuk dijelaskan, karena pada dasarnya binatang ini mata maupun kaki seperti hewan pada umumnya. Akan tetapi pada artikel ini akan dibahas secara umum bentuk dan karakteristik dari tubuh cacing.

Secara bentuknya, maka cacing adalah hewan yang bentuknya beragam, mulai dari pipih, gilig, dan memanjang. Selain itu bagian tubuh cacing bertekstur cukup licin. Binatang yang satu ini juga menyimpan lender dalam tubuhnya untuk memberikan kemudahan pada setiap gerakannya di dalam tanah. Selain itu bagian samping tubuhnya juga terdapat pola garis-garis melingkat sebagai salah satu keunikan dari hewan cacing tersebut.

  1. Otot

Bagian ciri morfologi yang kedua pada hewan cacing adalah ototnya. Perlu anda ketahui bahwa otot cacing bentuknya adalah melingkar dan longitudinal dibagian sampingnya sehingga hal ini memudahkan cacing untuk bisa bergerak kesana dan kemari.

Cara Ternak Hewan cacing

Beberapa cara untuk melakukan pemeliharanaan dan ternak cacing. Yakni;

  1. Pemilihan indukan hewan cacing

Cara pertama yang perlu anda lakukan dalam melakukan ternak cacing adalah menentukan bibit cacing terlebih dahulu. Apabila anda ingin ternak cacing dalam jumlah yang banyak maka bibit yang harus dipersiapkan juga harus banyak. Sebaliknya jika ternak yang anda buat dalam skala kecil, maka pilih bibit cacing yang ada dialam dengan jumlah yang secukupnya.

Bibit cacing yang sudah dipilih, sebaiknya selalu dirawat terus menerus agar tetap sehat dan mengalami pertumbuhan dengan baik. Salah satu cara merawat cacing yaitu anda bisa menempatkannya di kandang. Biasanya 1 kandang bisa langung diisi dengan cacing yang jumlahnya begitu banyak, hal ini dikarenakan ukuran tubuh cacing yang begitu kecil.

Jika anda membuat kandang dengan ukuran p x l x t sekitar 2,5 m x 1 m x 0,3 m maka cacing yang bisa tertampung di kandang tersebut bisa mencapai 10.000 ekor cacing.

  1. Perkawinan/reproduksi hewan cacing

Sebagai informasi bahwa cacing termasuk hewan hemaprodit artinya adalah mempunyai alat kelamin ganda. Akan tetap hewan tersebut tetap tidak bisa melakukan pembuahan sendiri. Biasanya anakan cacing akan didapatkan dari hasil perkawinan sepasang hewan cacing.

Proses perkawinan atau reproduksi cacing yang berhasil akan menghasilkan 1 buah kokon dengan telur – telur yang ada didalamnya.

Kokon yang dihasilkan tersebut bentuknya adalah lonjong dengan ukuran sangat kecil yaitu sekitar 1/3 lebih besar dari ujung atas korek api. Kokon tersebut dalam waktu sekitar 14 sampai dengan 21 hari nantinya akan menetas dengan sendirinya, dan bisa menghasilkan anakan cacing sampai mencapai angka antara 2 hingga 20 ekor.

  1. Pemeliharaan hewan cacing

Tahapan selanjutnya agar hewan cacing selalu mengalami pertumbuhan dan perkembangan dengan baik maka anda harus selalu melakukan pemeliharaan dengan baik pula. Salah satu pemeliharaan yang bisa dilakukan adalah memberi pakan cacing dan mengganti media.

Pemberian pakan pada cacing bisa diberikan 1 kali saja selama  1 hari. Pakan cacing harus yang halus atau bisa berupa serbuk yang kemudian bisa dicampur dengan air. Selain itu anda juga harus rutin membersihkan kandang cacing, terlebih lagi jika didalamnya sudah banyak kokon yang keluar maka harus segera diganti dengan kandang yang baru.

Itulah tadi artikel yang bisa diberikan tentang deskripsi hewan cacing, macam, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, dan teknik beternak yang bisa dilakukannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *