Hewan Jangkrik: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya

Diposting pada

Hewan Jangkrik

Jangkrik merupakan salah satu serangga yang berasal dari anggota keluarga gryllidae. Arti hewan ini pasti sudah sangat dikenal banyak orang, terlebih bagi jangkring juga sering dicari karena digunakan untuk pakan burung lovebird, kacer, dan lain sebagainya.

Jangkrik juga dinamakan sebagai hewan omnivora. Artiya yaitu hewan pemakan berbagai arti tumbuhan dan berbagai jenis hewan.

Hewan Jangkrik

Hewan jangkrik pada dasarnya mempunyai nama lain yaitu cengkerik atau jengkerik. Hewan ini dianggap sebagai serangga yang berkerabat dekat dengan belalang.

Jangkrik juga dikenal sebagai hewan yang sejak lama sudah dipelihara manusia baik karena hoby atau untuk permainan laga yang diminati oleh anak-anak. Selain itu perlu anda ketahu bahwa sebetulnya jangkrik adalah jenis hewan yang sudah tersebar luas hampir ke seluruh wilayah di dunia.

Jenis Jangkrik

Berikut dibawah ini merupakan macam hewan jangkrik, antara lain;

  1. Jangkrik Alam

Jenis jangkrik yang pertama yaitu jangkrik alam yang tidak asing lagi bagi sebagian besar kalangan karena jangkrik ini memang sangat mudah untuk ditemukan. Jangkrik alam menyukai tempat yang lembab seperti sawah, ladang, samping rawa dan lainnya.

Ciri-ciri jangkrik alam salah satunya yaitu memiliki warna kekuningan dan sedikit abu. Nama lain jangkrik ini yaitu jangkrik karet.

  1. Jangkrik Kalung

Jangkrik kalung adalah jangkrik yang banyak diperdagangkan. Hewan ini mempunyai ciri paling menonjol diantara jenis lainnya, yaitu pada saat masih kecil akan memiliki garis putih yang bentuknya melingkar di bagian tubuhnya. Sedangkan pada saat usianya sudah menginjak dewasa maka kaki dan lehernya akan mulai mengeras dan warna putih pada tubuhnya mulai berubah menjadi hitam.

  1. Jangkrik Seliring Teleogryllus Mitratus

Jenis jangkrik yang selanjutnya adalah jangkrik seliring teleogryllus mitratus. Jangkrik ini pada umumnya memiliki ciri khas yaitu warnanya tidak begitu hitam seperti jangkrik kalung, akan tetapi sedikit kecoklatan. Leher pada jangkrik ini juga memiliki tekstur yang terasa lebih lunak dan suaranya memang nyaring.

  1. Jangkrik Jaliteng

Jangkrik jaliteng adalah hewan jangkrik yang sering kali tinggal di tempat lembab. Jenis jangkrik yang satu ini tidak mudah stress, sehingga untuk menerapkan jenis hewan ternak jangkrik modern bisa dilakukan dengan lebih gampang daripada jenis jangkrik yang lainnya.

Selain itu jumlah telur yang bisa dihasilkan jangkirk jaliteng dalam satu waktu bisa mencapai 60 sampai dengan 100 butir.

  1. Jangkrik Jerabang

Jangkring jerabang adalah jenis jangkrik ke lima yang memiliki warna dominan merah pada tubuhnya. Selain itu jangkrik jerabang juga dikenal memiliki tubuh yang kokoh, namun sayangnya bukan termasuk golongan jangkrik yang pemberani. Beberapa orang menggunakan jangkrik jerabang untuk pakan ikan di aquarium atau untuk memancing.

  1. Jangkrik Gangsir

Jangkrik ini menjadi salah satu jenis jangkrik yang paling direkomendasi sebagai pakan burung agar menjadi lebih rajin dalam berkicau. Gerakan jangkrik gangsir memang tidak gesit, mudah stres, mudah mati, akan tetapi jenis hewan yan satu ini memiliki kualitas suara yang cukup nyaring.

  1. Jangkrik Kidang

Jenis jangkrik yang terakhir adalah jangkrik kidang. Jenis jangkrik yang ini memiliki suara nyaring apalagi pada saat musim kawin, mereka akan saling bersahutan untuk menarik lawan jenisnya. Jangkrik kidang juga tidak membutuhkan masa panen yang lama yaitu hanya butuh kurang lebih satu bulan saja.

Klasifikasi Jangkrik

Klasifikasi hewan jangkrik, antara lain;

Kingdom Animalia
Filum Arthropoda
Kelas Insecta
Ordo Orthoptera
Familia Gryllidae
Super famili Grylloidea
Subordo Ensifera

Ciri Morfologi Hewan Jangkrik

Ciri morfologi hewan jangkrik menggambarkan karakteristik atau keunikan dari setiap bagian tubuh yang ada pada hewan tersebut. Yaitu;

  1. Tubuh

Pada umumnya hewan jangkrik memiliki arti tubuh yang rata dengan sepasang antena panjang. Tubuh jangkrik juga dilengkapi dnegan sayap dua pasang, satu pasang sayap depan dan satu lagi sayap terletak dibelakang. Akan tetapi ada pula jenis jangkrik yang tidak bersayap. Selain itu tubuh jangkrik juga memiliki rangka luar yang disebut eksoskeleton, yang tersusun dari bahan kitin.

  1. Kepala (Caput)

Jangkrik memiliki kepala yang mana pada bagian tersebut terdapat sepasang antena, mata majemuk, mata oseli, labrum atau bibir atas, labium atau bibir bawah, dan mandibula atau gigi.

Di dalam kepala jangkrik juga terdapat otak yang terdiri dari otak depan, otak tengah, dan otak belakang. Masing-masing otak tersebut memiliki fungsi masing-masing yang berbeda namun semuanya berkaitan dengan sistem indera dan hormon yang ada pada tubuh jangkrik.

Cara Berternak Hewan Jangkrik

Berikut dibawah ini merupakan cara ternak hewan jangkrik, yaitu;

  1. Membuat Kandang Jangkrik

Proses pertama yang perlu dilakukan saat anda ingin berternak hewan kecil jangkrik ialah membuat kandangnya terlebih dahulu. Pada dasarnya kandnag adalah tempat tinggal yang digunakan hewan tersebut untuk melindungi dirinya dari segala cuaca, maupun dari berbagai gangguan hewan yang lainnya. Untuk membuat kandang jangkrik, maka anda bisa menggunakan papan atau tripleks dengan rangka dari kayu kaso atau kayu reng.

Buatlah kandang dengan bentuk kotak yang luasnya yaitu panjang 100 cm, lebar 60 cm dan tinggi sekitar 30 sampai dengan 40 cm. Gunakan lem untuk menyambungkan kerangka kandang jangkrik tersebut. Berikan ruang ventilasi agar jangkrik juga bisa memperoleh udara dari luar. Untuk bagian permukaan atas harus bisa dibuka tutup dengan menggunakan engsel.

  1. Pembibitan Jangkrik

Cara kedua untuk beternak jangkrik yaitu menyiapakan bibit jangkrik. Pastikan bahwa anda memilih bibit yang sehat, berkualitas, tidak cacat dan umurnya sekitar 10 sampai dengan 20 hari. Sebetulnya calon induk jangkrik yang baik adalah jangkrik-jangkrik yang asalnya dari tangkapan alam bebas, karena biasanya jangkrik semacam itu mempunyai ketahanan tubuh yang lebih baik.

Berikut dibawah ini beberapa ciri-ciri calon indukan jangkrik yang bagus adalah:

  1. Sungut atau antena jangkrik ukurannya masih panjang.
  2. Pastikan bahwa seluruh anggota badan masih lengkap dan berfungsi dengan baik.
  3. Jangkrik bisa melompat jauh dan gesit.
  4. Warna badan jangkrik mengkilap.
  1. Mengawinkan jangkrik

Cara selanjutnya yaitu mengawinkan jangkrik. Pastikan bahwa tempat untuk mengawinkan jangkrik sebaiknya terpisah dengan tempat pembesaran anakan jangkrik nantinya.

Selain itu buatlah kondisi kandang untuk mengawinkan jangkrik persis atau mirip dengan habitat jangkrik di alam. Dinding kandang bisa diolesi tanah liat, semen putih serta diberi daun-daun kering, seperti daun jati, daun pisang atau serutan kayu agar jangkrik merasa lebih nyaman.

Perhatikan pula bahwa jangkrik yang akan dikawinkan harus berasal dari jenis atau spesies yang sama. Apabila indukan jantan dan betina jangkrik dari jenis atau spesies yang berbeda maka perkawinan tidak akan terjadi. Pada proses pengawinan jangkrik anda bisa masukan indukan betina dan jantan dengan perbandingan 10 : 2.

Siapkan pula bak pasir atau tanah dalam kandang perkawinan yang nantinya dipakai untuk tempat peneluran. Pastikan semala proses pengawinan ini jangan mengganggu jangkrik, agar jenis jangkrik yang betina segera bertelur. Apabila telur sudah berhasil dikeluarkan maka bisa diletakkan dalam pasir atau tanah. Sebagai informasi bahwa telur jangkrik akan menetas setelah 7 sampai dengan 10 hari, terhitung sejak perkawinan.

  1. Proses pemeliharaan dan pembesaran

Pastikan bahwa jangkrik yang anda ternakan selalu dipelihara dengan baik. Hal ini agar jangkrik segera tumbuh dengan besar. Pada proses pembesaran, jangkrik bisa diberi pakan yang cukup. Salah satu pakannya yaitu sayur wortel, tanaman gambas, daun katuk, daun pepaya, tanaman sawi, dan lain sebagainya.

Itulah tadi deskripsi tentang hewan jangkrik, macam, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, dan teknik berternak yang bisa dilakukannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *