Hewan Kepiting: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya

Diposting pada

Hewan Kepiting

Bagi sebagian besar pecinta arti makanan seafood pasti tidak asing mendengar kata kepiting. Hewan yang satu ini memang dikenal sebagai salah satu makanan yang begitu menggiurkan dan sangat lezat. Hal ini terbukti banyaknya penggemar dari makanan kepiting.

Perlu anda ketahui bahwa kepiting pada dasarnya merupakan anggota krustasea yang memiliki kaki dengan jumlah 10 buah dan ekornya sangat pendek. Nama lain kepiting dari bahasa yunani adalah brachy artinya pendek dan ura yang berarti ekor. Hal menarik lainnya dari hewan yang satu ini yaitu bagian tubuhnya dilindungi oleh cangkang dengan tekstur keras.

Hewan Kepiting

Definisi hewan kepiting sebetulnya juga memiliki nama lain yaitu ketam. Kepiting ini mempunyai nilai ekonomis yang sangat baik, karena seringkali digunakan untuk bahan utama suatu makanan yang diolah dengan berbagai macam bumbu. Ukuran kepiting juga sangat beragam mulai ada yang kecil sampai besar.

Persebaran kepiting sendiri juga sudah meluas yaitu pada semua samudra dunia. Sebagai informasi bahwa hewan kepiting ada dua kelompok yaitu kepiting air tawar dan kepiting darat, khususnya bagi daerah-daerah yang mempunyai iklim tropis.

Jenis Kepiting

Beberapa macam dan berikut dibawah ini merupakan beberapa arti spesies kepiting yaitu:

  1. Kepiting jangkang

Jenis hewan kepiting yang pertama bernama kepiting jangkang. Spesies kepiting yang satu ini dikenal memiliki ukuran yang kecil dan biasa hidup di air tawar. Hewan ini juga bisa diolah untuk dijadikan masakan, biasanya dibuat dengan bumbu pepes maupun dimasak botok.

  1. Yuyu

Jenis kepiting yang kedua bernama yuyu. Nama ini sangat dikenal oleh masyarakat Jawa, mungkin bagi sebagian orang masih asing mendengar nama kepiting yang satu ini. Sebagai informasi bahwa yuyu biasanya lebih mudah ditemukan di sekitar sawah.

Selain itu hewan ini sering disebut sebagai hama bagi petani, akan tetapi yuyu termasuk jenis kepiting yang layak untuk dkonsumsi. Masih sama dengan kepiting jangkang, biasanya yuyu juga diolah menajdi masakan pepes yang sangat enak jika dipakai untuk lauk.

  1. Kepiting soka

Kepiting soka merupakan jenis kepiting yang selanjutnya dan spesies yang satu ini juga layak untuk dimakan  banyak orang. Hal unik dari kepiting ini dan membedakannya dengan spesies kepiting lainnya yaitu cangkangnya lebih lunak.

Cagkang lunak tersebut membuat orang-orang yang mengonsumsi kepiting ini lebih mudah dan bisa dimakan secara langsung tanpa harus memisahkannya dengan daging. Makanan akan terasa lebih lebih apabila kepiting soka yang sudah dimasak dimakan bersama dengan sushi.

  1. Kepiting bakau

Jenis hewan kepiting yang berikutnya adalah kepiting bakau. Sama dengan namanya, binatang yang satu ini biasanya hidup di sekitar hutan bakau. Tubuhnya berukuran cukup panjang, akan tetapi secara umum ukurannya sangat bermacam-macam.

Warna dari kepiting bakau juga sangat banyak ada yang cokelat, orange kecoklatan, hijau dan lain sebagainya yang mana semua itu tergantung dari jenisnya masing-masing.

  1. Kepiting rajungan

Spesies kepiting yang kelima adalah kepiting rajungan. Jenis kepiting ini masih aman untuk dikonsumsi, sehingga banyak restoran-restoran yang menggunakan kepiting rajungan sebagai menu seafood handalannya. Hal unik yang dimiliki kepiting rajungan salah satunya adalah motif titik-titik pada tubuhnya. Bagian cangkangnya juga memiliki warna biru keputihan yang terkesan menampilkan kecerahan.

  1. Kepiting kenari

Jenis kepiting yang terakhir adalah kepiting kenari. Nama lain dari kepiting yang satu ini adalah kepiting kelapa. Bagian tubuh kepiting yang menjadi ciri khasnya adalah cangkangnya yang berukuran besar. Selain itu kepiting ini juga menyukai makanan buah kelapa, maka dari itu nama lainnya adalah kepiting kelapa.

Klasifikasi Kepiting

Klasifikasi hewan kepiting diuraikan sebagai berikut ini:

Kingdom Animalia
Filum Arthropoda
Kelas Malacostraca
Ordo Decapoda
Infraordo Brachyura

Ciri Morfologi Kepiting

Berikut dibawah ini yang termasuk ciri morfologi hewan kepiting adalah :

  1. Kaki

Ciri morfologi kepiting yang pertama adalah bagian kakinya. Perlu anda ketahui bahwa hewan kepiting pada umumnya mempunyai 5 pasang kaki. Sepasang kaki kepiting yang pertama biasanya diubah menjadi sepasang capit. Maka dari itu tidak bisa digunakan untuk bergerak bagian tersebut.

  1. Perut

Bagian kedua yang menjadi ciri khas dari kepiting adalah perutnya. Walaupun tidak Nampak dengan jelas, karena letak perut yang ada dibawah, namun bagian ini memiliki keunikan. Biasanya perut kepiting bentuknya lebih terlipat-lipat dan tidak rata.

  1. Mulut

Hewan kepiting juga memiliki ciri khusus pada bagian dalam arti mulutnya. Biasanya pada mulut hewan ini ditutupi oleh maxilliped yang bentuknya rata. Sedangkan bagian depan berasal dari carapace serta tidak terbentuk rostum yang panjang.

  1. Cangkang

Bagian akhir dari kepiting yang memiliki karakteristik unik adalah cangkangnya. Bagian ini adalah hal terpenting dari kepiting, karena cangkang digunakan sebagai tempat berlindungnya badan atau tubuh hewan tersebut.

Biasanya hewan ini mempunyai cangkang yang keras. Selain itu warnanya juga tidak selalu sama, karena masing-masing jenis kepiting memiliki cangkang yang berbeda – berbeda sesuai dengan bawaannya. Ukuran cangkang juga sangat pas untuk menutupi tubuh kepiting sehingga jika diumpamakan cangkang adalah baju untuk kepiting itu sendiri.

Cara Berternaknya Hewan Kepiting

Beriktu dibawah ini beberapa cara ternak hewan kepiting agar keberadaannya selalu bertambah adalah :

  1. Pembuatan media budidaya hewan kepiting

Cara budidaya kepiting yang bisa dilakukan untuk pertama kali yaitu membuatkan media atau kolam untuk hewan tersebut. Pada dasarnya kolam itu nanti dijadikan sebagai habitat baru bagi kepiting. Buatlah kolam dengan ukuran yang pas, tidak terlalu kecil untuk pertumbuhan kepiting pada nantinya.

Selain itu pastika agar kolam dibuat masuk kedalam tanah dengan menggalinya terlebih dahulu, agar kolam bisa lebih tinggi, mengingat kepiting termasuk hewan yang bisa memanjat.

Apabila kolam sudah selesai dibuat atau dipersiapkan maka anda bisa memberinya pupuk kandang di dasar kolam dan isi dengan air besih serta diamkan selama kurang lebih 3 hari. Proses pembiaran kola mini bertujuan agar tumbuh plankton yang nantinya bisa dikonsumsi kepiting.

  1. Pembibitan hewan kepiting

Setelah kolam dipersiapakan dengan baik, maka masih ada beberapa langkah selanjutnya yaitu pembibitan hewan kepiting terlebih dahulu. Berikut dibawah ini beberapa hal yang harus diperhatikan agar bisa memperoleh bibit kepiting yang baik adalah sebagai berikut :

  1. Bibit kepiting bisa diperoleh dengan cara pemijahan dan penetesan telur kepiting. Akan tetapi jika proses tersebut dirasa membutuhkan waktu yang lama, maka anda bisa membeli bibit di toko khusus kepiting.
  2. Beberapa hal penting agar anda tidak salah memilih bibit yaitu pastikan bahwa kepiting sehat, tidak cacat, dan bisa bergerak dengan sangat baik atau aktif.
  3. Pastikan juga bahwa bibit kepiting diperoleh dari induk yang berkualitas juga. Karena hal ini akan sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dari bibit kepiting nantinya.
  4. Bibit kepiting yang sudah ditentukan sleanjutnya bisa ditebarkan ke kolam hingga pertumbuhannya semakin jelas dan menjadi kepiting yang dewasa.
  1. Pemeliharaan hewan kepiting

Penebaran bibit kepiting yang sudah dilakukan bukanlah cara ternak yang terakhir. Justru setelah proses ini anda harus menyiapakan tenaga yang lebih banyak lagi untuk memperhatikan pertumbuhan dari bibit kepiting tersebut.

Beberapa hal yang bisa anda lakukan agar bisa menjaga pertumbuhan kepiting yaitu dengan memelihara dan merawatnya dengan baik.

Anda bisa memberikan pakan pada bibit kepiting secara rutin. Selain itu perhatikan pula kualitas air dalam kolam, karena air tersebut juga akan mmpernagaruhi kenyaman dari kepiting. Apabila air bersih maka bibit bisa berkembang dengan baik berbeda jika airnya keruh.

Demikinalah saja artikel yang bisa diberikan pada semua kalangan berkenaan dengan deskripsi hewan kepiting, jenis, klasifikasi, ciri morfologi, dan cara untuk melakukan ternaknya.

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *