Hewan Kura-Kura: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Kura-Kura

Kura-kura merupakan hewan bersisik dan berkaki empat serta masuk dalam golongan reptil. Pastinya hewan kura-kura ini bukan hal asing bagi banyak orang dan namanya sudah sering didengar oleh banyak telinga. Hewan ini juga sangat mudah dikenali karena rumah atau batok keras dan kaku yang dimilikinya.

Kura-kura biasa hidup diberbagai tempat mulai dari daerah gurun, padang rumput, hutan, rawa, sungai dan laut. Kura-kura juga memiliki beberapa jenis yang hidupnya ada di air tawar maupun di lautan.

Kura-kura

Kura-kura adalah jenis hewan yang berkembangbiak dengan cara ovipar atau bertelur. Biasanya telur kura-kura biasa diletakkan pada lubang pasir di tepi sungai atau laut yang kemudian ditimbun dan dibiarkan menetas dengan bantuan panas matahari.

Sedangkan jenis kelamin anak kura-kura yang akan lahir sering ditentukan oleh suhu pasir tempat telur kura-kura itu tersimpan.

Biasanya pada suhu diatas rata-rata maka jenis kelamin anakan kura-kura yang dihasilkan yaitu hewan betina. Sedangkan suhu di bawah rata – rata maka cenderung akan menghasilkan anakan kura-kura yang berjenis kelamin jantan.

Jenis Kura-Kura

Setelah mengenal kura-kura secara singkat, maka untuk lebih jelasnya berikut dibawah ini adalah jenis kura-kura yang diuraikan sebagai berikut:

  1. Red Ear Slider

Jenis kura-kura yang pertama yaitu red ear slider. Hewan ini berasal dari negara Brazil dan merupakan jenis kura-kura yang sangat populer di Indonesia. Red ear slider ini memiliki warna merah pada telinganya, sehingga hal ini membuat orang-orang Indonesia merasa tertarik dengan keunikan tersebut.

  1. Trachemys Scripta Elegans

Jenis kura-kura ini lebih sering diminati karena motifnya yang sangat unik dan indah. Selain itu harga kura-kura trachemys scripta elegans juga sangat terjangkau sehingga bisa mudah untuk didapatkan.

  1. Leopard Tortoise

Leopard tortoise adalah jenis kura-kura yang memiliki corak seperti macan tutul pada bagian cangkang atau batoknya. Hewan reptil ini asli dari Afrika dan tidak menyukai suasana lembab. Sehingga untuk merawat hewan ini diperlukan tempat yang hangat.

  1. Indian Star Tortoise

India star tortoise adalah jensi kura-kura yang mempunyai corak berbentuk bintang. Selain itu jenis hewan ini juga bisa mencapai panjang sekitar 38 cm dengan berat kira-kira 8 kg pada saat tumbuh dewasa.

  1. Aldabra Tortoise

Jenis hewan kura-kura yang satu ini memiliki warna yang gelap dan coraknya tidak mencolok. Selain itu leher kura-kura yang satu ini juga bisa memanjang.

  1. Forsten’s Tortoise

Kura-kura memiliki jenis lain yang dinamakan forten’s tortoise. Hewan ini sangat lucu dan menggemaskan. Jenis kura-kura yang satu ini berasal dari Sulawesi dan Halmahera. Walaupun dari tempat yang memiliki iklim tropis, namun hewan ini lebih menyukai tempat yang lembab.

  1. Spurred Tortoise

Kura-kura ini berasal dari Afrika dan lebih sering diminati pada saat usianya masih kecil.

  1. Cuora Amboinensis

Cuora amboinensis biasa ditemukan keberadaanya di Benua Asia terutama negara India. Walaupun demikian, kura-kura jenis ini juga biasa ditemukan di di Indonesia. Sedangkan daya tarik hewan ini ada dibagian warna cangkangnya yang hitam polos.

  1. Cherry Head Tortoise

Cherry head tortoise adalah jenis kura-kura dari negara Brazil. Jenis hewan ini mirip dengan buah cery, hal ini dikarenakan corak oranye pada cangkangnya.

  1. Asian Forest Tortoise

Kura-kura yang memiliki tempurung dengan warna hijau gelap ini sering ditemukan di wilayah Asia, salah satunya di negara Indonesia. Habitat asli jenis kura-kura ini yaitu ada di semak belukan dan rerumputan. Hewan ini juga salah satu jenis kura – kura yang cara budidayanya paling mudah.

  1. Alligator Snapping

Alligator snapping adalah jenis hewan kura-kura yang memiliki penampilan paling menakutkan. Selain itu hewan ini juga bisa menggigit dan cukup berbahaya.

Klasifikasi Kura-kura

Kura-kura mempunyai klasifikasi yang diuraikan sebagai berikut ini:

Kingdom Animalia
Filum Chordata
Kelas Reptilia
Ordo Testudines

Ciri Morfologi Kura-kura

Berikut dibawah ini adalah karakteristik morfologi kura-kura yang dijelaskan sebagai berikut;

  1. Tubuh

Tubuh kura-kura adalah jenis tubuh pada hewan yang unik. Hal ini dikarenakan kebaradaan tubuhnya tertutupi dengan cangkang. Selain itu tubuh yang terdiri dari kepala ini biasanya bagian tersebut bisa dikeluar dan dimasukan dalam cangkangnya. Kura-kura juga memiliki ekor yang fungsinya yaitu untuk penyeimbang saat berenang.

  1. Kaki

Kura-kura memiliki ciri morfologi bagian kaki. Hewan ini memiliki empat buah kaki  yang juga berfungsi ganda sebagai sirip.

  1. Cangkang

Kura-kura juga memiliki cangkang yang berguna untuk melindungi tubuhnya. Cangkang pada hewan ini bertkstur sangat keras dan memiliki warna serta corak yang sangat beragam.

Cara Budidaya Kura-Kura

Kura-kura memiliki beberapa tahapan untuk melakukan budidayanya yang dijelaskan sebagai berikut;

  1. Memilih Indukan yang Siap di Kawinkan

Sebelum melakukan budidaya kura-kura pastikan bahwa anda sudah menyiakan induk yang siap dikawinkan. Hal ini sangat penting karena melalui induk, akan diperoleh anakan kura – kura yang bisa dirawat dengan baik. Satu hal yang penting lagi bahwa induk kura-kura harus memiliki sifat yang berkualitas dan kondisinya sehat, agar hasil yang diperoleh bisa memuaskan.

  1. Menyiapakan Lokasi Budidaya

Apabila induk kura-kura sudah tersedia dengan baik, maka proses yang selanjutnya yaitu pembuatan kolam dengan cara dibawah ini:

  1. Kolam dibuat dengan ukuran sekitar 2 meter untuk panjangnya dan 3 meter untuk lebarnya.
  2. Kolam dibuat sekat atau dibagi menjadi dua bagian.
  3. Satu bagian untuk daerah yang diisi air, sedangkan yang satunya diisi dengan pasir.
  4. Pastikan bahwa pasir tidak tercampur dengan air atau harus kering.
  5. Pasir ini nantinya bisa digunakan untuk meletakkan telur kura-kura yang sudah dilahirkan.
  6. Buatlah saluran air pada kolam sekatan yang berisi air, agar bisa menjaga kolam tetap bersih dan tidak mudah keruh.
  7. Pada kolam tambahkan lampu atau bohlam dengan daya 5 atau 10 watt.
  8. Letakkan lampu dengan jarak pada kolam sekitar 10 cm diatas kolam berpasir.
  1. Mengawinkan Indukan

Tahapan selanjutnya yang perlu dilakukan untuk budidaya kura-kura yaitu mengawinkan induk yang sudah diap. Berikut dibawah ini cara mengawinkan induk kura-kura agar segera bisa bertelur :

  1. Masukkan induk kura-kura kedalam kolam dengan perbandingan antara yang betina dan jantan 2: 1.
  2. Biarkan kedua induk bercengkrama dan saling tertarik satu sama lain hingga akhirnya menghasilkan pembuahan.
  3. Hasil pembuahan yang akan diperoleh yaitu berupa telur-telur yang terletak di kolam pasir.
  4. Apabila induk telur sudah bertelur maka jangan lupa untuk selalu memberinya pakan, agar bertumbuhannya semakin bagus dan tahapan selanjutnya yaitu anda bisa melakukan penetasan telur secara buatan.
  1. Memelihara Anakan Kura-kura

Pemeliharaan anak kura-kura sangat penting dilakukan. Berikut dibawah ini merupakan cara merawat anakan kura-kura yang baru menetas yaitu :

  1. Telur yang sudah menetas akan menjadi anakan kura – kura yang masih kecil. Biarkan anak kura-kura tersebut selama 1 hari.
  2. Selama proses pembiaran tersebut jangan diberi makan apapun anak kurang selama kurang lebih 1 sampai dengan 2 hari, karena anakan kura-kura masih memiliki cadangan makanannya sendiri yang ada dalam telurnya.
  3. Pakan baru bisa diberikan setelah memasuki usia ke 3 hari, dan berikan pakan khusus untuk bayi kura-kura.
  4. Lakukan perawatan dan pemeliharaan secara rutin dan intens.
  5. Pastikan juga bahwa kondisi kolam selalu bersih dan perhatikan perkembangan anakan kura-kura, jika ada yang sakit maka segera pisahkan dan beri penanganan yang baik.

Itulah tadi artikel yang bisa kami bagikan pada semua pembaca berkenaan dengan deskripsi hewan kura-kura, jenis, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberi penjelasan yang mendalam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *