Hewan Nyamuk: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya

Diposting pada

Hewan Nyamuk

Pernahkah anda menednegar suara nginggg, ngingg, nginggg disekitar atau sekeliling anda? Suara tersebut merupakan suara arti hewan nyamuk yang sedang bertebangan dan mencari mangsa untuk dihisap darahnya. Nyamuk merupakan jenis hewan serangga yang masuk dalam anggota ordo diptera. Selain itu hewan yang satu ini juga termasuk dalam family culicidae.

Anda pasti sudah mengenal dan mengerti bentuk dari hewan nyamuk. Mengapa demikian? Karena nyamuk adalah hewan yang berada disekitar kehidupan sehari-hari manusia. Terlebih lagi jika lingkungan atau kondisi yang mengelilingi diri anda adalah kumuh, tidak bersih dan gelap maka disanalah akan menjadi sarang nyamuk.

Hewan Nyamuk

Hewan nyamuk seringkali dihindari banyak orang dan hal paling dibenci karena bisa menyebabkan penyakit seperti demam berdarah. Maka dari itu banyak orang-orang yang akan mengeluarkan senjata ampuhnya pada saat nyamuk datang, baik mulai dari semprotan pembasmi, lotion untuk menghindari nyamuk, dan alat penangkap nyamuk.

Sebagai informasi bahwa nyamuk itu sendiri selain menganggu kenyaman manusia, ternyata keberadaannya sudah sangat banyak ditemukan di berbagai belahan dunia. Maka dari itu hewan yang satu begitu dikenal dan dalam Bahasa Inggris dinamakan mosquito.

Jenis Hewan Nyamuk

Hewan nyamuk ternyata memiliki beberapa macam diantaranya;

  1. Nyamuk aedes

Jenis nyamuk yang pertama adalah nyamuk aedes. Umumnya spesies nyamuk yang satu ini lebih sering berkembang biak di wilayah yang memiliki iklim tropis. Hal ini dikarenakan mereka hanya bisa bertelur pada darah yang cenderung mempunyai suhu hangat.

Karena hal itulah nyamuk ini akan lebih sering muncul di waktu pagi sampai sore hari, diman jam-jam tersebut masih terasa kondisinya yang hangat karena adanya cahaya matahari. Nyamuk aedes ini memiliki keunikan pada tubuhnya salah satunya adalah terdapat bintik-bintik putih. Nyamuk aedes juga dikenal sebagai nyamuk yang membawa penyakit yaitu demam berdarah.

  1. Nyamuk anopheles

Jenis nyamuk yang kedua dinamakan nyamuk anopheles. Sebutan lain untuk spesies nyamuk yang satu ini yaitu nyamuk rawa. Nyamuk anopheles ternyata juga masih memiliki sub spesies yang jumlahnya ratusan yaitu sekitar 46o jenis.

Jenis hewan yang satu ini akan bertelur di air yang bersih seperti di kolam, sawah, kamar mandi, dan rawa. Salah satu ciri khas dari nyamuk anopheles ini adalah warnanya yang pucat dengan sayap gelap.  Perbedaan nyamuk anopheles dan nyamuk aedes terletak di waktu menyerang manusia.

Biasanya nyamuk anopheles akan menyerang atau mengganggu orang-orang di malam hari, pada saat mereka akan tidur. Nyamuk ini juga bisa menimbulkan penyakit yaitu malaria.

  1. Nyamuk culex

Jenis nyamuk yang ketiga bernama nyamuk culex. Spesies nyamuk yang satu ini disebut juga sebagai nyamuk rumahan karena mereka bisa berkembang biak pada bak yang airnya kotor. Maka dari itu banyak sekali slogan – slogan agar setipa rumah bisa menjaga kesebersihan kamar mandinya, dan hal tersebut bertujuan agar nyamuk tidak mudah bersarang ditempat tersebut.

Nyamuk culex akan mencari mangsa di malam hari, dan ternyata yang digigit bukan hanya manusia tetapi juga berbagai jenis unggas.

  1. Nyamuk culiseta

Jenis nyamuk yang keempat adalah nyamuk culiseta. Nyamuk culiseta adalah salah satu jenis nyamuk yang lebih menyukai daerah beriklim dingin. Maka dari itu negara-negara yang beriklim dingin seperti Autralia menjadi habitat dari nyamuk culiseta.

Spesies yang satu ini lebih sering menyerang hewan, baik dari burung, reptile, tikus, dan hewan ternak lainnya. Mangsa yang berhasil digigit oleh nyamuk culiseta akan terkena infeksi.

  1. Nyamuk psorophora

Spesies nyamuk yang berikutnya adalah nyamuk psorophora. Perlu anda ketahui bahwa nyamuk psorophora termasuk salah satu jenis nyamuk yang memiliki ukuran paling besar dibandingkan spesies lainnya. Lebar sayapnya yaitu antara 7 sampai dengan 9 mm dan biasanya mereka lebih suka menghisap darah hewan mamalia maupun manusia. Nyamuk psorophora juga memiliki kemampuan yang baik dalam terbang yaitu bisa sampai berkilo-kilometer.

  1. Nyamuk mansonia

Jenis nyamuk yang terakhir adalah nyamuk mansonia. Ciri utama pada nyamuk ini yaitu warna tubuhnya yang hitam atu cokelat dan terdapat pancaran atau kilauan di bagian sayapnya. Kemudian nyamuk mansonia ini hanya bisa berkembang di air saja yang didalamnya terdapat tumbuh – tumbuhan air seperti rawa maupun danau.

Klasifikasi Nyamuk

Klasifikasi hewan nyamuk, antara lain;

Kingdom Animalia
Filum Arthropoda
Kelas Insecta
Ordo Diptera
Sub ordo Nematocera
Infra ordo Culicomorpha
Super family Culicoidea
Familia Culicidae

Ciri Morfologi Hewan Nyamuk

Berikut dibawah ini yang termasuk ciri morfologi hewan nyamuk, antara lain;

  1. Tubuh

Karakteristik pertama pada hewan nyamuk dijelaskan oleh bagian arti tubuhnya. Umumnya nyamuk memang berukuran sangat kecil, karena ukuran yang kecil itulah kadang manusia sangat susah untuk menepuk atau membunuh nyamuk tersebut.

Selain tubuhnya yang kecil ternyata nyamuk ini juga memiliki beberapa warna pada bagian badannya itu. Secara rata-rata warna tubuh nyamuk adalah hitam, cokelat dan lainnya. Uniknya bukan hanya warna saja, akan tetapi ada beberapa jenis nyamuk yang mana dibagian tubuhnya terdapat motif seperti bintik-bintik putih.

  1. Punggung

Ciri morfologi kedua pada nyamuk adalah bagian punggungnya. Jangan salah, walaupun nyamuk berukuran sangat kecil, namun bagian tubuhnya sangat lengkap termasuk ada punggungnya. Beberapa jenis nyamuk ciri yang ada dibagian punggungnya menunjukkan adanya dua garis lengkung yang ada di sebelah kiri maupun kanan.

  1. Sisik

Ketiga, ciri morfologi yang selanjutnya adalah bagian sisik nyamuk. Apakah anda terkejut mendengar bagian sisik nyamuk? Pada dasarnya sisik bukan hanya dimiliki ikan saja, akan tetapi nyamuk juga mempunyainya. Sisik yang ada pada tubuh nyamuk ini biasanya sangat mudah rontok dan lepas. Selain itu sisik nyamuk juga tidak bisa terlihat dengan jelas, mengingat ukurannya yang sangat kecil.

Cara Ternak Hewan Nyamuk

Sebagai informasi saja, bahwa cara beternak hewan nyamuk bisa dilakukan dengan beberapa cara berikut ini :

  1. Pembibitan

Proses pembibitan ini merupakan langkah awal yang harus dilakukan terlebih dahulu jika ingin segera mendapatkan jentik nyamuk. Cara pembibitan dilakukan dengan beberapa hal yaitu sebagai berikut ini :

  1. Menyidiakan wadah atau ember yang akan digunakan untuk proses pembibitan. Usahakan wadah berukuran cukup besar dengan diameter sekitar 30 cm.
  2. Tempat atau wadah yang sudah disiapkan tersebut kemudian diberi atau diisi dengan air bekas cucian beras. Maka dari itu anda harus menyiapkan sisi air cucian beras terlebih dahulu agar lebih memudahkan prosesnya.
  3. Selanjutnya wadah yang sudah berisi air sisa cucian beras bisa ditempatkan pada lingkungan atau daerah – daerah yang sekiranya banyak nyamuk.
  4. Setelah 3 sampai dengan 5 hari telur-telur nyamuk akan terlihat dan bisa dipindahkan dengan menggunakan bantuan lidi, karena ukuran telurnya yang sangat kecil-kecil.
  1. Pemeliharaan

Proses kedua setelah pembibitan berhasil dilakukan, maka jangan bersantai-santai dulu karena pembibitan nyamuk tidak akan berjalan ke tahap selanjutnya jika tidak dipelihara dengan baik. Maka berikut dibawah ini beberapa cara yang harus dilakukan untuk memelihara nyamuk:

  1. Sebagai informasi apabila dalam proses pembibitan telur belum berhasil dihasilkan, maka anda bisa menggantinya dengan air biasa yang bersih dan tunggu sampai telur nyamuk muncul.
  2. Telur yang sudah keluar dan dihasilkan tersebut dipindahkan ke tempat lain yaitu wadah penetasan. Usahakan wadahnya jangan menggunakan bahan yang terbuat dari logam.
  3. Apabila wadah sudah berisi telur-telur nyamuk maka segera tutup dengan kain atau bahan seperti penutup tempat tidur bayi yang dinamakan kelambu. Tujuannya agar perkembangan penetasan telur nyamuk bisa dipantau dari luar karena sifat penutupannya yang transparan.

Itulah tadi deskripsi hewan nyamuk, macam, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, dan teknik berternak yang bisa dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *