Hewan Sapi: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya

Diposting pada

Hewan Sapi

Sapi adalah salah satu jenis hewan ternak yang dikenal sebagai pemakan rumput. Selain itu binatang yang satu ini berasal dari suku bovidae. Oleh karena itulah hewan ini juga sering dipelihara oleh banyak masyarakat. Akan tetapi yang pasti, bagi banyak orang, hewan yang satu ini tidak asing lagi terlebih bagi umat muslim. Hal ini dikarenakan sapi termasuk salah satu binatang yang bisa dijadikan sebagai hewan qurban.

Hewan Sapi

Sapi memiliki banyak jenis atau spesies yaitu bisa sampai ratusan. Seperti yang sudah dikatakan diawal bahwa hewan ini dikenal sebagai pemakan rumput yang disebut juga sebagai binatang herbivora. Uniknya bagian tubuh dari hewan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal. Dagingnya bisa dimasak dan mampu menghasilkan susu yang memiliki sumber gizi begitu banyak.

Sebagai informasi, sapi bukan hanya dimanfaatkan daging atau susunya, akan tetapi di beberapa tempat, hewan ini juga dimanfaatkan tenaganya untuk membantu pekerjaan manusia seperti membajak sawah. Karena memiliki banyak manfaat yang begitu beragam, dan dikenal sebagai hewan yang cukup mudah dalam pemeliharaannya. Maka banyak orang zaman dahulu menganggap sapi sebagai hewan suci.

Jenis Hewan Sapi

Berikut dibawah ini merupakan beberapa jenis hewan sapi, antara lain;

  1. Sapi Hereford

Sapi Hereford merupakan hewan yang berasal dari luar negeri yaitu dari negara Inggris. Sapi Hereford oleh penduduk setempat, dikenal sebagai sapi yang mempunyai nama lain yaitu white face cattle. Perlu anda tahu bahwa sapi Hereford merupakan jeni hewan yang mempunyai memiliki dua jenis lagi yaitu sapi hereford bertanduk dan tidak bertandung.

Sapi Hereford yang bertanduk merupakan spesies asli dari Hereford. Sebagai informasi bahwa jenis sapi yang satu ini mempunyai kemampuan adaptasi yang cukup bagus, sehingga keberadaannya sekarang sudah menyebar begitu luas sampai keberbagai penjuru dunia yaitu sekitar 50 negara.

Awalnya sapi ini bisa tersebar karena negara Inggris pertama kali mengekspor sapi ke Amerika Serikat Kanada, Meksiko, Australia dan Uni Soviet (Rusia) yang lambat laun juga menyebar ke negara-negara lainnya.

  1. Sapi Aberdeen Angus

Jenis sapi yang satu ini selalin memiliki nama yang yang cukup asing ternayata juga belum terlalu dikenal oleh masyarakat di Indonesia. Sapi ini juga kerap ditolak, karena mungkin warna kulit dan bentuk tubuhnya yang cukup aneh sehingga membuat peternak sapi lokal tidak mau atau terkesan ragu-ragu untuk memelihara sapi jenis ini.

Pada dasarnya di negara Indonesia, jenis sapi aberdeen angus termasuk hewan yang pertumbuhannya cukup baik dan bisa dengan waktu yang cepat. Selain itu secara fisik sebetulnya sapi aberdeen angus mempunyai ciri tubuh yang kuat dan kokok.

Hal yang paling membedakan antara sapi aberdeen agus dengan sapi jenis lainnya yaitu warna kulit sapi ini didominasi dengan warna hitam yang terkesan kurang enak ketika dipandang.

  1. Simmental/Metal

Sapi ini berasal dari lembah Simme, Switzerland. Namun sekarang perkembangan sapi sudah menyebar luas ke berbagai negara seperti di negara Amerika, Australia, New Zeeland, dan sejumlah negara Asia lainnya seperti Indonesia.

Sapi metal adalah jenis hewan yang memiliki daging banyak dan warna kulitnya yaitu coklat kemerah-merahan. Namun dibagian-bagian tertentu warna sapi ada yang kuning kecoklatan. Ciri morfologi lain pada hewan ini ialah bentuk tubuh sapi yang tinggi, panjang dan juga berotot. Sedangkan bagian lain dari sapi metal yaitu memiliki punuk pada bagian atas lehernya.

  1. Sapi Holstein

Sapi ini dikenal sebagai sapi  perah yang mampu memproduksi susu dalam jumlah banyak jika dibandingkan dengan jenis sapi lainnya. Selain itu sapi ini juga memiliki ciri morfologi seperti memiliki warna hitam dan putih pada kulitnya.

Biasanya sapi holstein mempunyai berat rata-rata sekitar 750 kg dan bagian tanduk pendeknya menjurus kedepan. Sapi Holstein juga didominasi dengan warna hitam pada bagian atas dan dada sedangkan bagian perut berwarna putih.

Klasifikasi Hewan Sapi

Adapun untuk klasifikasi ilmiah dari hewan sapi, adalah;

Kingdom Animalia
Filum Chordata
Kelas Mammalia
Ordo Artiodactyla
Familia Bovidae
Sub famili Bovinae
Genus Bos

Ciri Morfologi Hewan Sapi

Berikut dibawah ini adalah karakteristik morfologi hewan sapi, antara lain;

  1. Tubuh

Ukuran arti tubuh pada hewan ini yaitu tidak kecil maupun besar akan tetapi berukuran sedang dan bentuknya memanjang.

Definisi hewan ini juga tidak memiliki punuk dan seolah-olah tidak bergelambir. Dibagain tengah-tengah punggung selalu ditemukan bulu hitam yang bentuknya garis panjang dari gumba hingga pangkal ekor. Selain itu sapi juga memiliki cermin hidung, kuku dan bulu ujung ekor yang berwarna hitam

  1. Kaki

Pada umumnya sapi mempunyai kaki berjumlah 4. Bentuk kakinya ramping dan sedikit pendek hampir mirip dengan kaki kerbau.

  1. Tanduk

Tanduk pada sapi yang berjenis kelamin jantan tumbuh agak ke bagian luar kepala, sedangkan untuk jenis sapi yang betina tumbuh ke bagian dalam. 

Cara Berternak Hewan Sapi

Sebagai hewan yang sering dipelihara, maka untuk beternak sapi diperlukan langkah-langkah sebagai berikut;

  1. Menyiapkan Kandang Sapi

Cara pertama yang harus anda siapkan sebelum beternak hewan sapi yaitu menyiapkan kandang. Mungkin hal ini terdengar simpel, namun justru kandang adalah salah satu hal penting dan tidak boleh dilupakan apabila anda ingin beternak sapi.  

Kandang digunakan sapi sebagai tempat tinggal, sehingga jika kandang sapi tidak siapkan mulai dari awal yang menjadi pernyataan ialah dimana sapi itu akan ditempatkan? Oleh karena itu persipan kandang sangat penting untuk dilakukan. Pastikan luas tempat untuk kandang sapi harus sesuai dengan jumlah sapi yang akan menempatinya.

  1. Memilih Bibit Sapi Ternak yang Unggul

Langkah kedua yang tidak kalah penting dari yang pertama tadi merupakan pemilihan bibit sapi yang unggul. Bibit sapi yang unggul akan berpengaruh terhadap hasil sapi yang lebih memuaskan.

Beberapa hal yang perlu dilihat jika anda ingin mengetahui apakah sapi termasuk bibit yang unggul diantaranya yaitu memperhatikan sapai agar yang memiliki mata bersih dan cerah, dan tidak memiliki lendir di hidungnya. Kulit dan bulu sapi bersih dan tidak mengalami kerontokan, kukunya tidak panas bila disentuh dan dubur serta ekor sapi juga harus diperiksa apakah ada gejala diare atau tidak.

Melalui ciri-ciri diatas, maka anda akan lebih mudah untuk menentukan jenis sapi mana yang kualitasnya lebih baik. Jika sapi sudah dipilih maka proses reproduksi baru bisa dilakukan agar bisa menghasilkan anakan sapi.

  1. Pemberian Pakan

Cara lain pada saat sapi sudah menghasilkan keturunan, maka anda harus memperhatikan pakan pada hewan tersebut. Pakan merupakan hal utama untuk terjadinya pertumbuhan dan perkembangan hewan agar lebih cepat. Melalui pakan hewan akan kuat, dan memiliki daya tahan tubuh yang baik, sehingga bisa beraktifitas sekaligus terhindar dari serangan penyakit.

Sapi yang dikenal sebgai binatang herbivora atau pemakan tumbuhan, pasti tidak terlalu sulit untuk masalah jenis makanan yang perlu diberikan. Biasanya sapi bisa diberi rumput hijau ampas tahu, kulit kacang kedelai, bekatul, dan kulit nanas. Lakukan pemberian pakan ini 3 kali dalam sehari di waktu pagi, siang, dan sore hari.

  1. Perawatan Sapi

Selain memberinya pakan, maka sapi juga harus dirawat lebih intensif lagi. Salah satu hal yang perlu dilakukan yaitu vaksinasi dan beri obat cacing untuk menjaga kekebalan tubuh sapi. Melalui cara ini sapi akan lebih sehat dan bisa tumbuh dengan baik.

Itulah tadi bahasan lengkap tentang deskripsi hewan sapi, jenis, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, dan cara berternaknya. Semoga saja bisa berguna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *