Hewan Semut: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya

Diposting pada

Semut

Sepotong lirik berikut ini “semut-semut kecil saya mau tanya, apakah kamu didalam saya tidak takut gelap” menggambambarkan bahwa semut adalah arti hewan yang berukuran kecil. Pastinya hewan yang satu ini tidak asing lagi bagi banyak orang.

Semut biasanya identik dengan gula, karena dimanapun ada rasa manis, pasti semut akan menghampirinya. Selain itu ada beberapa jenis semut yang bisa memberikan efek gatal pada tubuh manusia ketika digigit oleh mereka. Maka dari itu pada saat mereka terlihat mendekati diri atau ada disekililing tubuh manusia, sesegera mungkin untuk bisa disingkirkan.

Hewan Semut

Semut pada dasarnya merupakan hewan serangga yang berasal dari anggota suku formicidae. Jenis dari hewan semut sangat banyak sekali bahwa bisa sampai 12 ribu jenis. Sebagai informasi walaupun ukuran tubuhnya kecil, namun semut adalah salah satu hewan terkuat yang ada di dunia.

Kemudian semut yang jantan juga dapat membawa barang dengan berat 50 kali lebih besar dari badannya. Kemampuan semut dalam menopang barang ini mengalahkan kemampuan hewan gajah yang hanya bisa membawa barang dengan berat 2 kali lebih besar dari badannya.

Jenis Semut

Beberapa jenis hewan semut tersebut diantaranya adalah;

  1. Semut hantu

Jenis semut yang pertama bernama semut hantu atau dikenal juga dengan semut gula. Spesies semut yang satu ini memiliki beberapa ciri pada tubuhnya diantaranya adalah berwarna gelap pada bagian kepala. Warna perutnya bening dan ukuran tubuhnya sekitar 2,5 sampai dengan 15 mm.

Semut hantu itu sendiri tidak suka menyengat ataupun mengigit. Maka dari itu semut ini tidak begitu menganggu manusia terlebih lagi dalam hal rasa gatal. Akan tetapi tetap ada yang menyenangi jenis semut hantu, karena makanan kesukaannya adalah gula.

Oleh karena itu seringkali hal-hal yang berbau manis termasuk gula itu sendiri akan dengan mudah dihampiri semut apalagi jika tempatnya tidak tertutup dengan rapat. Semut hantu atau semut gula biasanya lebih menyukai tinggal di dalam ruangan yang kondisinya lembab, seperti misalkan di dalam lemari, di dapur, maupun di bawak rak cuci piring.

  1. Semut firaun

Spesies semut yang kedua bernama semut firaun. Hewan semut yang satu ini cenderung mempunyai ukuran badan yang kecil dan hampir semua jenis semut ukurannya memang minimalis. Bagian tubuhnya bewarna kuning kecoklatan. Semut ini suka menggigit akan tetapi jarang menyengat.

Hewan yang satu ini lebih sering mencari makanan di malam waktu, pada waktu-waktu tersebut mereka akan lebih aktif lagi. Makanan yang menjadi favoritnya adalah jenis makanan yang mengandung minyak. Selain itu semut firauan juga bisa lebih mudah ditemukan pada sekitar daerah yang tertutup seperti di retakan dinding, bawah karpet, dan lain sebagainya.

  1. Semut gila

Jenis ketiga dari hewan semut adalah semut gila. Spesies yang satu ini memiliki ciri khas pada tubuhnya yaitu bewarna hitam dengan kaki yang panjang. Hal unik lainnya dari semut gila ini yaitu bisa bergerak bebas dengan arah yang tidak menentu apabila dirinya terganggu, maka dari itu dinamakan semut gila karena kebingungannya.

Jenis semut yang satu ini juga tidak menggigit ataupun menyengat. Kemudian untuk makanan yang disukai yaitu lebih cenderung suka segala macam makanan yang ada gula-gulanya. Semut gila bisa ditemukan di luar rumah seperti dibawah pot, di sekitar kolam, maupun dijalanan.

  1. Semut tukang kayu

Semut tukang kayu adalah spesies semut terakhir. Jenis semut ini memiliki ukuran tubuh sekitar 17 mm dengan warna gelapnya yaitu merah kehitam-hitaman. Semut ini tidak menyengat maupun menggigit.

Spesies semut yang satu ini lebih menyukai makanan yang mengandung protein tinggi, maka biasanya yang diincar adalah serangga mati. Tempat bersarangnya semut tukang kayu biasanya ada di struktur kayu itu sendiri sesuai dengan namanya maupun di sekitar pohon. Walaupun menyukai tempat tinggal yang ada di pohon, namun mereka berbeda dengan rayap yaitu tidak suka memakan kayu-kayu pada pohon tersebut

Klasifikasi Semut

Berikut dibawah ini yang termasuk klasifikasi semut, antara lain;

Kingdom Animalia
Filum Arthropoda
Kelas Insecta
Ordo Hymenoptera
Upaordo Apocrita
Infraordo Aculeata
Superfamili Formicoidea
Familia Formicidae

Ciri Morfologi Semut

Ciri morfologi semut sebagai berikut;

  1. Tubuh

Bagian pertama yang menjadi keunikan dari semut yaitu dilihat dari arti tubuhnya. Secara umum tubuh hewan yang satu ini terdiri dari 3 bagian yaitu mulai dari kepala, dada, dan perutnya. Selain itu tubuh hewan ini juga berukuran relatif kecil dengan warna beragam, akan tetapi cenderung gelap.

Warna-warna tubuh semut tersebut diantaranya adalah merah, hitam dan kecoklatan. Tubuh semut pada umumnya mempunyai eksoskeleton atau kerangka luar yang bisa memberikan pengamanan serta tempat untuk menempelnya otot.

  1. Kepala

Pada bagian arti kepala ini semut memiliki banyak organ sensor. Beberapa organ sensor tersebut diantaranta yaitu kumpula lensa semut, 3 oselus dibagian puncak kepala, dan antena di atas kepalanya. Masing-masing organ sensor tersebut mempunyai kegunaan masing-masing.

Misalnya untuk lensa mata untuk mengecek atau mendeteksi gerakan. Kemudian oselus untuk mendeteksi adanya perubahan cahaya dan antena sendiri berguna untuk merangsang kimiawi maupun alat peraba yang sangat handal.

  1. Dada

Karakteristik lainnya yang dimiliki semut adalah bagian dadanya.  Dada semut letaknya ada dibagian bawah dan unik pada bagian ini justru terdapat 3 pasang kaki. Masing-masing ujung kaki tersebut terdapat seperti cakar kecil yang digunakan untuk memanjat ataupun menginjak permukaan tanah.

Cara Berternak Hewan Semut

Berikut dbawah ini beberapa cara ternak semut, antara lain;

  1. Proses penyiapan bibit semut

Langkah pertama yang wajib anda lakukan agar ternak semut berhasil yaitu menyiapkan bibit semut terlebih dahulu.

Bibit semut bisa diperoleh langsung dari alam maupun membelinya ditoko yang menjual bibit semut itu sendiri. Pastikan bahwa bibit yang anda pilih memiliki kualitas yang baik agar bisa menghasilkan semut yang berkualitas.

  1. Proses pembuatan kandang

Setelah penyiapan bibit semut selesai dilakukan, maka anda juga perlu menyiapkan kandang yang digunakan sebagai tempat tinggal semut. Kandang semut bisa dibuat dari bahan paralon. Berikut dibawah ini beberapa keunggulan dari bahan paralon adalah;

  1. Bahan paralon lebih mudah untuk dibuat yaitu tinggal memetong paralon dengan ukuran panjang yang sama dan bisa disusun sehingga terbentuk seperti rak.
  2. Bahan paralon juga memiliki tingkat keawetan yang baik yaitu bisa bertahan hingga 5 – 10 tahun lamanya.
  3. Bahan paralon memudahkan anda dalam memanen semut dan bisa menimalisir terjadinya kematian pada semut itu sendiri.
  1. Penebaran bibit semut

Proses ketiga setelah bibit dan kandang selesai dipersipakan yaitu melakukan penebaran bibit semut. Penaburan bibit tersebut bisa dilakukan secara merata ke dalam kandang. Kemudian siapkan pula pakan berupa air gula yang ada di sekitar kandang.

Setelah proses ini maka diperlukan perawatan yang rutin agar semut tidak mudah untuk mati dan bisa berkembang dengan baik.

  1. Perawatan semut

Perawatan semut itu sendiri bisa dilakukan dengan memberinya beberapa makanan agar tumbuh kembangnya tetap terjaga dengan baik.

Pakan semut diantaranya mulai dari ulat, serangga yang sudah mati, gula, dan jenis makanan lainnya yang ukurannya harus diperkecil terlebih dahulu agar memudahkan semut untuk memakannya. Pastikan pula agar pemberian pakan pada semut anda lakukan secara rutin.

Itulah tadi deskripsi hewan semut, jenis, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, dan teknik dalam melakukan ternak yang bisa dilakukan.

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *