Hewan Ubur-Ubur: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Ubur-Ubur

Ubur-ubur merupakan arti hewan yang hidup dalam air atau termasuk dalam jenis binatang laut yang tidak memiliki tulang belakang. Hewan ubur-ubur pada dasarnya masuk dalam kategori filum cnidaria dan kelas schypoza.

Sebagai informasi bahwa ubur-ubur memiliki ukuran tubuh yang ukurannya cukup besar yaitu bisa sekitar 2 hingga 40 cm, bahkan hewan ini bisa berkembang sampai dengan ukuran 1 sampai dengan 2 meter. Ubur-ubur juga bisa ditemukan pada setiap permukaan sampai dengan laut bagian terdalam.

Ubur-Ubur

Ubur-ubur biasanya akan mendapat makanan dengan cara berburu mangsanya berupa ikan-ikan kecil. Selain itu makanan juga dapat diperoleh dari penyerapan zat organik yang larut di air, menyaring partikel makanan di air, dan pemenuhan nutrisi yang berasal dari alga simbiotik dalam selnya. Hewan ini akan memakan perburuannya yang dimasukan ke dalam mulut dengan bantuan tentakelnya.

Jenis Hewan Ubur-Ubur

Macam-macam deskripsi ubur-ubur. Antara lain;

  1. Golden jellyfish

Jenis ubur-ubur yang pertama dinamakan golden jellyfish. Nama lain dari spesies ubur-ubur ini yaitu ubur-ubur emas. Perlu anda ketahui bahwa ubur-ubur emas biasa hidup di danau yang airnya asin. Sehingga hal ini bisa menambah wawasan kita, bahwa tidak semua hewan ubur-ubur hidup di dalam air laut.

Sebagai informasi di negara Indonesia juga terdapat beberapa danau yang didalamnya memiliki ubur-ubur tidak menyengat. Daerah-daerah tersebut diantaranya adalah Papua Barat, Raja Ampat, Sulawesi Tengah, Danau Kakaban, dan Kepulauan Togean.

Selain itu golden jellyfish juga mempunyai nama ilmiah yaitu mastigias papua etpisoni. Bentuk dari ubur-ubur emas yaitu mirip dengan kubah yang warnanya putih kecoklatan.

  1. Moon jellyfish

Nama lain dari ubur-ubur ini ada beberapa macam diantaranya yaitu aurela aurita, saucer jelly, common jelly, dan ubur-ubur bulan. Pada dasarnya nama ubur-ubur ini begitu banyak, karena warnanya yang begitu banyak dan mencolok sehingga memberikan kesan yang cantik.

Ciri lain pada hewan ini yaitu bentuknya tidak tembus pandang yang ukurannya adalah 25 sampai dengan 40 cm. Kemudian moon jellyfish juga termasuk hewan ubur-ubur yang paling cantik dan sangat mudah hanyut pada saat berenang. Spesies ubur-ubur ini juga memiliki umur yang pendek karena mereka akan cenderung mati setelah bereproduksi selama beberapa bulan.

  1. Upside down jellyfish

Spesies ubur-ubur yang selanjutnya adalah upside down jellyfish. Nama lain dari binatang ini yaitu ubur-ubur terbalik dan cassiopea Andromeda. Biasanya daerah yang menjadi habitatnya adalah wilayah pantai dengan suhu yang lebih hangat. Bukan hanya di lautan, namun mereka juga bisa ditemukan di rawa-rawa yang ada di wilayah Karibia, Mikronesia, dan Florida.

Di negara Indonesia sendiri jenis ubur-ubur yang satu ini biasa ditemukan pada wilayah Kalimantan Timur. Sedangkan ciri lain pada hewan ini yaitu mempunyai sengatan kecil dan warna tubuhnya begitu beragam mulai dari biru, hijau, coklat, dan putih.

  1. Jelly blubber

Jenis ubur -ubur yang berikutnya adlaah jelly blubber atau ubur-ubur jelly. Spesies ini berasal dari daerah pesisisir di Indo Pasifik. Warna dari ubur-ubur jelly juga sangat beragam yang berasal pigmen dan diproduksi oleh ubur-ubur itu sendiri.

Umumnya jelly blubber mempunyai sengatan di bagian tentakelnya dan bisa menangkap plankton dengan lebih mudah. Sengatan ubur-ubur jelly sangat menyakitkan akan tetapi tidak menimbulkan bahaya seperti racun, hanya saja rasa gatal dan kulit merah.

  1. Chrysaora

Jenis ubur-ubur yang berikutnya adalah chrysaora atau nama lainnya adalah sea nettle. Umumnya hewan ini berasal dari genus chrysaora dan persebarannya sudah sampai ke berbagai belahan samudra. Ukuran tubuhnya yaitu bisa mencapai hingga 25 cm dengan panjang 50 cm.

  1. The box jellyfish

The box jellyfish adalah jenis ubur-ubur yang terakhir dan memiliki nama lain yaitu ubur-ubur kotak. Perlu anda ketahui bahwa the box jellyfish merupakan spesies ubur-ubur yang beracun dan bisa membuat serangan jantung.

Klasifikasi Ubur-Ubur

Klasifikasi ubur-ubur, antara lain;

Kingdom Animalia
Filum Chordata
Kelas Scyphozoa

Ciri Morfologi Ubur-Ubur

Ciri morfologi yang ada dalam ubur-ubur adalah;

  1. Tubuh

Karakteristik morfologi pertama yang dimiliki hewan ubur-ubur adalah bagian arti tubuhnya. Perlu anda ketahui bahwa badan ubur-ubur ini bentuknya cukup besar bahwa bisa mencapai angka sekitar 1 sampai dengan 2 meter. Tektur tubuhnya tidak keras, namun cukup lunak.

Sebagai informasi, bahwa bentuk dasar dari hewan ini yaitu ada 2 macam yang pertama bisa berenang bebas dan menempel pada substrat. Uniknya lagi pada tubuh ubur-ubur sama sekali tidak memiliki kepala dan mulut serta anusnya berada pada lubang yang sama.

Warna tubuh ubur-ubur juga bervariasi tergantung dari jenisnya masing-masing, ada yang biru, putih, merah, hijau dan lain sebagainya.

  1. Lapisan sel

Ciri morfologi yang selanjutnya adalah bagain lapisan sel ubur-ubur. Umumnya hewan ini memiliki 2 lapisan sel utama. Lapisan tersebut yaitu eksoderm yang ada di bagian dalam dan eksoderm yang ada di bagian luar. Sedangkan untuk bagian tengah ada mesoglea yang berguna untuk rangka.

  1. Sistem saraf dan indra

Ciri morfologi yang terakhir pada hewan ubur-ubur adalah bagian sistem saraf dan indra. Sebagai informasi bahwa hewan ini tidak memiliki otak maupun sistem saraf pusat. Namun ubur-ubur mempunyai jaring saraf yang terdiri dari neuron sehingga bisa merespon pada berbagai rangsangan.

Cara Budidaya Ubur-Ubur

Adapun untuk teknik dalam arti budidaya hewan ubur-ubur, antara lain;

  1. Persiapan kolam ubur-ubur

Langkah awal yang perlu dilakukan saat memulai budidaya ubur-ubur adalah menyiapkan tempat atau wadah untuk rumah ubur-ubur itu sendiri. Tempat tersebut bisa berupa kolam yang ukurannya bisa anda sesuaikan sendiri, asalkan jangan terlalu sempit karena akan membuat ubur-ubur susah bergerak.

Usahakan agar kolam memiliki kondisi atau suasana yang mirip dengan habitat aslinya, agar ubur-ubur tidak susah untuk beadaptasi dan bisa lebih betah untuk tinggal di dalam kolam. Apabila kolam sudah anda siapkan lengkap dengan pernak-pernik hiasan seperti karang dan tumbuhan lainnya maka isi dengan air.

Volume air yang anda masukan ke dalam kolam jangan terlalu sedikit, namun sesuaikan dengan wadah dari kolam tersebut. Pastikan bahwa airnya besih dan layak untuk kehidupan ubur-ubur.

  1. Pemberian pakan dan pemeliharaan ubur-ubur

Apabila kolam sudah anda persiapkan dan induk ubur-ubur sudah tersedia, maka selanjutnya anda bisa memasukan hewan tersebut ke dalam kolam. Perhatikan setiap gerakannya, dan jangan membuatnya setres. Maka dari itu biarkan mereka berenang bebas sesuka hatinya.

Agar binatang laut ini tumbuh dan berkembang dengan baik, maka anda harus memberinya pakan secara rutin. Hal ini dikarenakan hewan ini menjadi binatang peliharaan yang harus anda perhatikan pola makannya. Berikan makanan berupa plankton maupun ikan-ikan kecil. Pada dasarnya makanan ini sangat baik untuk menjaga ketahanan ataupun daya tahan tubuh ubur-ubur agar terus kuat dan tidak mudah sakit.

Selain itu perhatikan pula kebersihan kolam, jangan sampai air dalam kolam keruh karena bisa menimbulkan bakteri atau kuman pada ubur-ubur. Maka dari itu usahakan setidaknya 1 kali seminggu air kolam diganti dengan yang lebih bersih.

Itulah tadi deskripsi hewan ubur-ubur, macam, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, dan cara dalam teknik pembudidayaannya.

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *