Ikan Arapaima: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Ikan Arapaima

Apakah anda pernah mendengar nama ikan arapaima? Ikan Arapaima dalam bahasa ilmiahnya dikenal dengan istilah arapaima gigas yang merupakan salah satu jenis ikan daerah beriklim tropis di Amerika Selatan. Ikan arapaima ini adalah jenis ikan tawar yang paling besar didunia bahkan beratnya bisa mncapai 200 kg dengan panjang 3 meter.

Definisi ikan arapaima juga sering disebut sebagai ikan piracucu atau paice di tempat atau habitat aslinya. Perlu anda ketahui bahwa ikan ini termasuk salah satu jenis ikan predator ganas yang sangat suka memakan atau memangsa ikan-ikan kecil dan biasanya saling bersaing dengan ikan arapaima lainnya untuk berebut sumber makanan.

Ikan Arapaima

Ikan arapaima ini asalnya dari sungai amazon yang ada di negara Brazil Amerika Selatan. Ikan arapaima juga bisa ditemukan di danau-danau yang ada di sekitar sungai Amazon. Selain itu ikan arapaima memiliki perilaku yang hampir sama dengan jenis ikan lainnya yaitu biasanya akan menuju ke daerah paparan banjir pada saat musim penghujan dan akan menuju ke sungai atau danau saat musim kemarau tiba.

Perlu anda ketahui bahwa ikan arapaima juga berada di negara Indoneisa, mengingat negara kita ini termasuk daerah yang beriklim tropis. Di negara Indoesia ikan ini terdapat di daerah Papua Nugini.

Jenis Ikan Arapaima

Ikan arapaima yang dikenal sebagai ikan ganas ini pada dasarnya tidak memiliki banyak jenis. Jenisnya yaitu hanya ikan ini saja atau dinamakan dengan ikan arapaima gigas. Penjelasan lebih lanjut tentang ikan arapaima gigas yaitu sebagai berikut ini:

  1. Gigas

Ikan arapaima gigas adalah jenis ikan pemangsa atau predator yang bisa memangsa hampir semua jenis ikan yang bisa ditelannya terutama ikan yang ukurannya kecil dan hewan-hewan lain yang ada di permukaan air. Perlu anda ketahui bahwa dalam piramida rantai makanan, ikan arapaima ini berada di posisi paling atas atau pucuk dalam ekosistem perairan tawar setempat.

Ikan arapaima gigas juga masuk dalam kategori ikan kompetitor atau jenis ikan yang suka bersaing dengan ikan lainnya hanya untuk memperoleh makanan agar bisa dimakan. Selain itu ikan arapaima memiliki sifat karnivora yaitu pemakan daging.

Ikan yang dijuluki sebagai ikan ganas ini ternyata juga bukan hanya bisa memangsa ikan kecil-kecil namun juga bisa memakan arti hewan unggas, katak, dan lain sebagainya. Sebagai informasi bahwa ikan ini juga dikenal sebagai pembawa parasit golongan protozoa. Bahkan mengerikannya lagi ikan ini justru juga bisa melukai manusia pada saat umurnya sudah dewasa dan beratnya mencapai 200 kg.

Klasifikasi Ikan Arapaima

Ikan arapaima mempunyai klasifikasi atau nama-nama imliah yang berfungsi untuk membedakan jenis ikan ini dengan ikan lainnya, karena sudah mempunyai nama ilmiah masing-masing. Berikut dibawah ini adalah klasifikasinya;

Kingdom Animalia
Filum Chordata
Kelas Actinopterygii
Ordo Osteoglossiformes
Family Osteoglossidae
Subfamili Heterotidinae
Genus Arapaima
Spesies A. gigas

Ciri Morfologi Ikan arapaima

Ikan arapaima mempunyai ciri morfologi yang menggambarkan karakteristik pada masing-masing bagian tubuh ikan arapaima. Berikut penjelasannya;

  1. Tubuh

Ciri morfologi pertama yang akan kita bahas pada ikan arapaima yaitu bagian tubuhnya. Ukuran arti tubuh ikan arapaima yaitu cukup panjang yaitu bisa mencapai  sekitar 2,5 sampai dengan 3 meter dengan berat lebih dari 100 kg. Selain itu ikan arapiam juga mempunyai warna hijau keperak-perakan pada bagian tubuhnya.

  1. Sisik

Morfologi kedua dari ikan ini yaitu bagian sisik. Sisik sendiri merupakan bagian yang ada pada tubuh ikan dan sisik pada ikan ini bertipe sisik cioid. Sisik ikan arapaima juga mempunyai beberapa lapisan yang letaknya sangat rapid an runtut.

Selain itu, sisik pada ikan arapaima ini hanya terdapat di bagian bawahnya saja. Sedangkan untuk di bagian atas tidak terdapat sisik sama sekali yang bisa menutupi permukaan. Sisik pada ikan ini memiliki warna merah menyala.

  1. Sirip

Ikan arapaiman juga memounya ciri morfologi yang ada dibagian siripnya. Ririp ikan ini diantarana yaitu sirip dada, sirip punggung, sirip dubur dan lain sebagainya.

Sirip dada pada ikan ini berukuran cukup besar dan bentuknya membulat. Selain itu ikan ini juga mempunyai panjang sirip punggung 1/3 dari panjang tubuhnya. Sedangkan untuk panjang sirip duburnya yaitu sama panjang dengan sirip punggung.

  1. Kepala

Ikan arapaima memiliki morfologi lain yang ada pada tubuhnya yaitu bagian kepala. Perlu anda ketahui bahwa bagian arti kepala ikan arapaima berbentuk lonjong dan memanjang.

Cara Budidaya Ikan arapaima

Setelah mengetahui ciri morfologi dari ikan arapaima maka akan lebih baik jika selanjutnya kita juga mengenal cara atau langkah-langkah untuk membudidayakan ikan arapaima. Dibawah ini merupakan cara – cara budidaya ikan arapaima yang dijelaskan sebagai berikut:

  1. Penyiapan Akuarium

Tahap pertama pada saat anda ingin melakukan budidaya ikan arapaima yaitu dengan cara menyiapkan akuarium terlebih dahulu. Seperti yang kita tahu bahwa akurium ini nantinya bisa digunakan sebagai tempat tinggal ikan arapaima yang ukurannya masih  kecil-kecil.

Pastikan bahwa akuarium ikan arapaima tidak diletakkan berdekatan dengan akuarium ikan hias lainnya. Sebaiknya akuarium untuk ikan ini anda siapkan yang polos saja agar membuat ikan lebih leluasa untuk bergerak maupun berenang. Apabila anda ingin memberikan hiasan pada akuarium, maka berikan foto foto panorama di bagian belakang akuarium yang bisa anda tempelkan.

Untuk hiasan lain yang ingin anda berikan pada akuarium seperti batu koral yang warna warni bisa anda taruh di sudut-sudut akuarium. Jika Anda ingin memasang batu koral, tempatkan di sudut-sudut akuarium. Selain itu siapkan pula aerator dan filter penyaring yang ada dalam akuarium

  1. Cara Mengawinkan Ikan Arapaima

Langkah kedua dari buidaya ikan arapaima setelah menyiapakn akuarium yaitu cara mengawinkan ikan arapaima itu sendiri. Sebagai informasi bahwa ikan arapaima adalah jenis ikan yang tergolong sangat mudah untuk berkembang biak, bahkan pada daerah atau lingkungan yang kurang kondusif sekalipun.

Ikan arapaima yang sudah dilakukan pemijahan atau dibuahi bisa memperoleh atau menghasilkan 20 ribu telur yang siap untuk menetas dan berkmbang lebih besar. Cara untuk memperoleh telur-telur ikan arapaima itu sendiri yaitu dengan cara menjadikan satu antara ikan arapaima betina dan jantan dalam satu tempat.

Pada proses tersebut nantinya induk ikan arapaima akan menghasilkan anakan ikan arapaima yang bentuknya masih berupa telur. Perlu anda tahu bahwa ikan arapaima dalam mengerami telurnya mempunyai cara yang unik yaitu telur-telur tersebut akan disimpan pada mulut arapaima jantan hingga menetas.

Selama telur dierami oleh sang pejantan, maka tugas ikan arapaima betina yaitu menjaga daerah atau area dari serangan predator yang ada disekitar keberadaan mereka. Ikan arapaima betina bahkan akan terus berenang di sekitar ikan arapaima pejantan agar bisa memastikan terjaganya telur dengan baik dan aman serta terhindar dari berbagai bahaya yang mengancam.

  1. Pemberian Pakan Ikan Arapaima

Pada saat telur-telur ikan arapaima sudah menetas dan menjadi ikan-ikan yang ukurannya masih kecil maka diperlukan perawatan yang intensif agar ikan segera bisa membesar dan tumbuh dengan baik. Salah satu cara yang bisa anda lakukan untuk merawat ikan arapaiman yang masih anakan yaitu memberinya pakan secara rutin.

Ada beberapa pilihan ikan hidup yang bisa anda pakai untuk diberikan pada anakan ikan arapaima sebagai pakan mereka. Selain itu, Anda juga bisa memberikan pakan berupa jangkrik atau bahkan tikus putih untuk ikan arapaima itu sendiri.

Selain persolan pakan, maka untuk merawat ikan ini anda juga harus memperhatikan kebersihan dari akuarium atau tempat tinggal ikan tersebut. Pastikan bahwa sirkulasi air harus dijaga dengan baik dan peggantian air dalam akuarium bisa dilakukan setidaknya sekali dalam sebulan.

Nah, itulah saja artikel yang bisa kami berikan pada segenap pembaca berkenaan dengan pengertian ikan arapaima, macam, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, dan cara budidaya yang bisa dilakukannya. Semoga memberi edukasi bagi kalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *