Ikan Bawal: Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Bawal

Ikan bawal pastinya sudah diketahui dan dikenal oleh masyarakat Indonesia. Bawal adalah jenis ikan kecil yang biasa hidup bergerombol dan mengelompok. Arti ikan ini memiliki pakan alami yaitu berupa udang, siput, katak, dan ikan-ikan kecil lainnya.

Adapun biasanya bawal hidup daerah yang aliran sungainya deras namun ikan ini juga bisa ditemukan di daerah yang aliran airnya tenang. Di Indonesia sendiri ikan bawah ini sudah menyebar ke berbagai daerah seperti di Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan provinsi-provinsi yang lainnya.

Ikan Bawal

Ikan bawal adalah salah satu jenis ikan yang sering dibudidayakan hal ini karena caranya yang mudah dan minat masyarakat terhadap ikan ini sangat banyak. Selain itu untuk dunia internasional, jenis ikan ini diperkirakan berasal dari Hawaii maupun Brazil dan nama sebutannya yaitu black pomfret.

Klasifikasi Ikan Bawal

Berikut dibawah ini merupakan klasifikasi ikan bawal yang diuraikan sebagai berikut:

Kingdom Animalia
Filum Chordata
Sub filum Craniata
Kelas Pisces
Sub Kelas Neopterigii
Ordo Cypriniformes
Subordo Cyprinoidea
Familia Characidae
Genus Colossoma
Spesies Colossoma macropomum

Ciri Morfologi Ikan Bawal

Berikut dibawah ini merupakan ciri morfologi ikan bawal;

  1. Tubuh

Morfologi pertama dari ikan bawal yaitu bagian tubuhnya. Ikan bawal memiliki tubuh yang warnanya abu – abu tua. Bagian ventral pada tubuh ikan bawal yang masih muda berwarna merah. Kemudian seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan ikan maka warna akan semakin memudar. Selain itu ikan bawal juga mempunyai daging yang bertekstur serabut halus, tidak amis dan berwarna merah.

  1. Kepala

Morfologi kedua ikan bawal yaitu bagian kepalanya. Ikan bawal memiliki bentuk kepala yang sedikit bulat, ukurannya kecil dan terletak di ujung kepala tetapi sedikit ke atas. Kepala ikan bawal ini diukur mulai dari mulut sampai dengan tutup insang. Selain itu ikan bawla juga mempunyai lubang hidung yang cukup besar dan bibirnya menonjol dengan gigi yang besar dan tajam.

  1. Sirip

Karakteristik selanjutnya dari ikan bawal yaitu bagian sirip. Ikan bawal ini memiliki 5 buah sirip yang berfungsi sebagai alat gerak. Sirip-sirip tersebut diantaranya yaitu sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip anus, dan sirip ekor.

Manfaat Ikan Bawal

Ikan bawal memiliki banyak manfaat yang sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh. berikut dibawah ini adalah beberapa manfaat yang bisa diperoleh ketika mengonsumsi ikan bawal yaitu :

  1. Meningkatkan Kecerdasan Otak

Ikan bawal bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kecerdasan otak. Hal ini dikarenakan ikan memiliki kandungan protein hewani yang sangat baik untuk mendukung pertumbuhan di segala usia termasuk pertumbuha otak agar lebih cerdas.

Kecerdasan otak ini biasanya diperoleh dari kandungan omega-3 lah yang mana dalam ikan bawal juga terdapat kandungan tersebut.

  1. Mencegah Penyakit Kolesterol

Manfaat kedua dari ikan bawal yaitu bisa mencegah penyakit kolesterol. Pada dasarnya penyakit kolestrol merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup. Apabila tubuh mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan kolestrol berlebih maka penyakit ini bisa menyerang tubuh.

Melalui ikan bawal yang mempunyai kandungan lemak tak jenuh, minyak ikan dan kolesterol yang bersifat baik ini maka bisa mencegah tubuh agar terhindar dari penyakit kolestrol jahat. Sehingga dengan mengonsumsi ikan bawal tubuh akan lebih terjaga dan menjadi semakin sehat.

  1. Menstabilkan Tekanan Darah

Ikan bawal juga bisa menstabilkan tekanan darah. Seperti yang kita tahu bahwa seseorang yang mengalami tekana  darah tidak normal atau tidak stabil biasanya akan membuat tubuhnya lemas, dan sering pusing. Salah satu penyabab tekanan darah tidak stabil diantaranya yaitu aktivitas fisik, kondisi emosional dan makanan yang kita konsumsi.

Agar tubuh bisa menstabilkan tekanan darah ini maka harus mengonsumsi makanan yang sehat seperti ikan bawal. Pada dasarnya ikan bawal mempunyai kandungan zat besi yang bisa membuat tekanan darah pada tubuh selalu stabil. Selain zat besi, ikan bawal juga memiliki kandungan omega-3 yang bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

  1. Mengurangi Risiko Stroke

Penyakit stroke adalah salah satu penyakit yang bisa membuat tubuh tidak dapat bergerak seperti sedia kala, selain itu bagi penderita stroke kemungkinan aktivitasnya tidak bisa sekatif dulu ketika masih sehat. Salah satu penyebab stroke diantaranya yaitu karena gaya hidup yang kurang sehat seperti berat badan berlebih, tubuh yang kurang aktif bergerak, konsumsi alkohol dan obat – obatan terlarang.

Untuk mengurangi risiko terjadinya stroke maka kita bisa mengonsumsi ikan bawal. Apabila ikan bawal bisa dikonsumsi setidaknya setiap dua kali semingu maka risiko terkena penyakit stroke pun akan semakin menurun. Hal ini dikarenakan kandungan omega-3 dan vitamin D yang ada pada ikan bawal bisa menurunkan risiko terkena stroke.

  1. Mencegah Peradangan Otak

Manfaat yang selanjutnya yaitu ikan bawal bisa mencegah peradangan pada otak. Peradangan otak sebetulnya terjadi karena adanya radang pada jaringan otak dan bisa mengganggu fungsi saraf. Selain itu radang otak juga bisa terjadi karena infeksi virus, bakteri atau jamur. Bahkan penyakit peradangan otak ini lebih sering terjadi pada anak-anak dan lansia karena sistem kekebalan tubuh mereka yang lemah.

Perlu anda ketahui bahwa penyakit ini merupakan penyakit serius yang bisa merenggang nyawa. Sehingga salah satu cara untuk menjaga tubuh agar terhindar dari penyakit ini yaitu dengan mengonsumsi ikan bawal yang banyak kandungan bergizi.

Cara Budidaya Ikan Bawal

Langkah budidaya ikan bawal yang dijelaskan sebagai berikut;

  1. Persiapan Kolam

Persiapan kolam sangat penting untuk dilakukan sebelum budidaya ikan bawal dilakukan. Pada dasarya kolam yang sudah disiapkan jauh-jauh hari bisa menumbuhkan makanan alami yang ada dalam kolam tersebut. Persiapan kolam yang lainnya yaitu dengan menimbang jenis bahan kolam yang paling baik untuk ikan bawal yaitu kolam dari tanah, semen, maupun terpal.

Hal lainnya yang harus diperhatikan yaitu ukuran kolam. Ukuran kolam ini harus disesuaikan dengan jumlah ikan bawal yang nantinya menempati kolam tersebut. Selain itu kolam juga harus selalu dibersihkan airnya yaitu dengan mengganti air yang sekiranya sudah keruh. Tujuannya agar ikan bisa nyaman dan tumbuh dengan lebih baik.

  1. Pemilihan dan penebaran benih ikan bawal

Cara selanjtnya yang tidak kalah penting yaitu pemilihan dan penebaran benih ikan bawal. Benih ikan bawal harus dipilih dari induk bawal yang paling berkualitas agar hasilnya bisa memuaskan.

Apabila benih sudah dipilih maka tahap selanjutnya yaitu penebaran benih yang dilakukan dengan hati-hati. Namun, sebelum benih ditebar perlu diadaptasikan, tujuannya agar benih ikan tidak dalam kondisi terkejut dan stres saat dipindahlan kedalam kolam.

  1. Kualitas pakan dan cara pemberian ikan bawal

Proses selanjutnya pada saat penebaran benih selesai dilakukan yaitu memberi pakan ikan bawal. Ikan bawal harus diberi pakan yang mengandung nutrisi dan gizi yang baik agar ikan bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang kita inginkan.

Karena ikan bawal memiliki sifat omnivora atau pemakan segala, maka pakan yang bisa diberikn cukup beragam mulai dari dedaunan sampai berupa pelet. Pakan diberikan setiap 3 kali sehari dan pemberian pakan dapat ditebar secara langsung.

  1. Panen hasil ikan bawal

Langkah terakhir yang paling ditunggu-tunggu merupakan panen hasil ikan bawal. Ikan bawal yang bisa dipanen harus berumur sekitar 4 sampai dengan 6 bulan, dimana pada umur sekian ikan sudah memiliki berat kurang lebih 500 gram/ekor.

Demikinalah artikel lengkap yang bisa kami tuliskan pada segenap pembaca berkenaan dengan pengertian ikan bawal, klasifikasi, ciri morfologi, manfaat, dan cara budidaya yang bisa dilakukan. Semoga memberikan wawasan bagi semua kalangan.

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *