Ikan Cakalang: Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Cakalang

Pernahkah anda mendengar tentang ikan cakalang?, Ikan ini merupakan salah satu jenis ikan laut yang mempunyai pergerakan begitu cepat juga bersifat sangat rakus atau sering disebut dengan istilah varancious. Perlu anda ketahui bahwa arti ikan ini termasuk kedalam famili scomridae dengan genus kastuwonus.

Ikan cakalang biasanya hidup dengan cara mengelompok atau bergerombol ukurannya cukup besar. Bentuk tubuh ikan cikalang ini hampir mirip dengan bentuk torpedo dimana bagian kepalanya tebal, ramping dan ekornya kuat serta sedikit pipih jika dilihat dari bagian samping.

Ikan Cakalang

Ikan cakalang adalah jenis ikan perenang cepat dan menyukai jarak tempuh renang yang cukup jauh serta senang melawan arus. Ikan ini biasa bergerombol diperairan pelagis yang kedalamannya bisa mencapai 200 m. sedangkan untuk mencari makan, biasanya cakalang ini akan menemukan makanan berdasarkan penglihatannya yang cukup tajam sehingga bisa memangsa arti hewan-hewan yang dilihatnya.

Sebagai informasi bahwa ikan cakalang bisa hidup dan tumbuh dengan baik apabila berada dalam kondisi suhu yang ideal yaitu sekitar 26°C sampai dengan 32°C. Ikan cakalang juga dapat menyebar luas diseluruh perairan sub tropis maupun tropis diantaranya yaitu ada di lautan hindia, atlantik dan pasifik kecuali di lautan mediterania. Ikan cakalang juga sangat senang dengan daerah-daerah yang sering terjadi pertemua antar arus atau disebut dengan convergence yang pada umumnya berada di pulau – pulau.

Klasifikasi Ikan Cakalang

Berikut dibawah ini merupakan klasifikasi ilmiah ikan cakalang;

Kingdom Animalia
Filum Vertebrata
Superclass Gnatostomata
Kelas Teleostomi
Sub famili Scombrinae
Familia Scombridae
Sub Kelas Neopterigii
Ordo Cypriniformes
Subordo Scombridei
Familia Scombridae
Genus Katsuwonus
Spesies Katsuwonus pelamis

Ciri Morfologi Ikan Cakalang

Berikut dibawah ini merupakan ciri morfologi ikan cakalang;

  1. Tubuh

Morfologi pertama yang akan kita pelajari dari ikan cakalang yaitu bagian tubuhnya. Perlu anda ketahui bahwa ikan cakalang memiliki arti tubuh yang panjang dan sedikit bulat.

Ikan ini juga memiliki tapis ingsang atau dinamakan gill rakes dengan jumlah yang cukup banyak kira-kira sekitar 53 sampai dengan 63 helai. Sebagai informasi bahwa ikan cakalang pada badannya tidak bersisik kecuali di barut badan atau corselets dan lateral line yang terdapat titik-titik kecil.

  1. Sirip

Ikan cakalang mempunyai ciri lain yang ada dibagian siripnya. Jadi, ikan ini memiliki dua sirip punggung yang terpisah. Bagian sirip punggung yang pertama terdapat sekitar 14 hingga 16 jari-jari keras. Sedangkan sirip yang kedua jari-jarinya  lemah dengan jumlah antara 7 sampai dengan 9 buah.

Ikan ini juga mempunyai sirip dada yang pendek dan terdapat dua flops diantara sirip perutnya. Sementara itu untuk sirip yang lain terletak di bagian anal atau dinamakan juga dengan istilah sirip anal yang diikuti dengan 7 sampai dengan 8 finlet.

  1. Punggung

Morfologi selanjutnya dari ikan cakalang yaitu ada dibagian punggungnya. Ikan ini memiliki punggung yang berwarna biru kehitaman dan cenderung lebih gelap di bagian sisi bawah. Sedangkan bagian perutnya berwarna keperakan dengan 4 sampai dengan 6 buah corak garis-garis berwarna hitam .

Manfaat Ikan Cakalang

Berikut dibawah ini manfaat ikan cakalang yang diuraikan sebagai berikut;

  1. Ikan cakalang sangat bermanfaat sebagai cara alami untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit diantaranya seperti penyakit kanker pankreas, ovarium, mulut, faring, lambung, kerongkongan serta usus besar yang bisa menyerang tubuh kapan saja.
  2. Kandungan omega-6 yang ada dalam ikan cakalang sangat dipercaya bisa menurunkan kadar trigliserida, mencegah penggumpalan, melenturkan pembuluh darah dan meningkatkan kecerdasan otak terutama untuk anak – anak dan remaja. Oleh karena itu ikan ini sangat disarankan untuk dikonsumsi agar pertumbuhan dan perkembangan anak semakin baik.
  3. Manfaat ikan cakalang yang selanjutnya yaitu bisa mencegah ejakulasi dini.
  4. Ikan cakalang juga bisa dijadikan sebagai ikan terapi yang nantinya dapat digunakan untuk mengobati rheumatic dan linu pada tulang.
  5. Ikan cakalang baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh atau imunitas tubuh agar lebih kuat dan tidak mudah terserang penyakit.
  6. Untuk ibu hamil maka ikan ini sangat baik untuk membentuk sel pembuluh darah dan jantung janin, sehingga sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi.
  7. Ikan cakalang juga berkhasiat untuk membantu proses pembentukan sel darah merah dan mengatasi Anemia.

Cara Budidaya Ikan Cakalang

Berikut ini adalah langkah budidaya ikan cakalang:

  1. Persiapan kolam

Cara budidaya yang pertama untuk memperbanyak ikan cakalang ini diantaranya yaitu dengan menyiapkan kolam terlebih dahulu. Persiapan kola mini harus diperhatikan dengan baik agar ikan bisa memperoleh tempat yang nyaman. Sebagai informasi bahwa jenis ikan cakalang ini biasanya lebih menyumai kolam apung sebagai tempat tinggalnya.

Seperti yang kita tahu bahwa kolam apung ini tentunya lebih rumit dan mahal harganya jika dibandingkan dengan kolam-kolam biasa pada umumnya. Sehingga untuk kola mini perlu dipersiapkan dengan matang dan baik.

  1. Pembersihan kolam apung

Apabila kolam apung sudah disiapkan dengan baik dan benar, maka proses yang selanjutnya yaitu melakukan pembersihan kolam apung.

Pastikan bahwa kolam apung yang nantinya digunakan untuk budidaya ikan cakalang sudah bersih dan tidak meninggalkan kotoran. Semua ini perlu diperhatikan agar ikan cakalang bisa senang dan tidak stress serta bisa selalu melakukan perkembangbiakan dengan baik..

  1. Pemilihan benih

Apabila ketiga proses diatas sudah selesai dilakukan, maka langkah selanjutnya untuk melakukan budidaya ikan cakalang yaitu pemilihan benih. Pemilihan arti benih dilakukan agar hasil ikan cakalang bisa berkualitas dan pada saat pemanenan menghasilkan banyak keuntungan.

Perlu anda ketahui bahwa benih ikan cakalang ini bisa diperoleh dari toko benih ikan maupun dari induk ikan cakalang itu sendiri. Namun, untuk pemula disarankan bahwa benih ikan ini bisa dibeli dari penjual benih ikan cakalang yang memang sudah dipercaya serta memiliki kualitas benih yang mumpuni.

  1. Penebaran benih

Benih berkualitas yang sudah didapatkan maka bisa segera ditebarkan pada kolam apung yang sebelumnya sudah dipersiapkan tadi.

Pada proses ini tujuan utamanya yaitu untuk melakukan pembesaran benih ikan cakalang agar menjadi ikan yang utuh dan tumbuh denganb besar. Benih ikan cakalang dalam proses penebarannya bisa dilakukan secara langsung dengan menaburkannya pada kolam apung, pastikan bahwa saat penebaran kolam benar-benar sudah bersih.

  1. Pemberian pakan

Benih yang sudah ditebar selanjutnya akan mengalami perkembangan dan bisa menghasilkan anakan ikan cakalang yang semakin lama tumbuh membesar.

Pada proses inilah pemberian pakan sangat penting diperhatikan. Biasanya jenis ikan cakalang ini hanya mau pakan yang makananya masih hidup seperti ikan teri,  ikan sarden, dan jenis ikan lainnya yang memiliki kandungan lemak tinggi.

  1. Proses panen

Tahap yang selanjutnya dan paling ditunggu yaitu bagian pemanenan ikan cakalang. Pada proses ini biasanya ikan sudah memiliki ukuran yang cukup besar.

Panen bisa dilakukan secara total maupun memilih ikan cakalang dengan cara yang lebih selektif yaitu dengan melihat kondisi ikan itu sendiri. Beberapa hal diatas adalah penjelasan penting untuk bisa melakukan cara budidaya ikan cakalang dengan lebih mudah dan paraktis.

Demikinalah saja artikel yang bisa kami kemukakan pada segenap pembaca berkenaan dengan pengertian ikan cakalang, klasifikasi, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberikan wawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *