Ikan Cupang: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Cupang

Bagi penggemar ikan, pasti mereka akan sangat mengenal jenis ikan cupang. Arti ikan ini sangat ahli dalam bertarung sehingga atas alasan demikianlah memiliki peminat tersendiri yang biasanya dari kalangan remaja sampai orang dewasa.

Ikan cupang ini juga mempunyai nama atau istilah lain seperti ikan laga dan ikan adu, Sedangkan di dunia internasional ikan cupang memiliki sebutan sebagai fighting fish atau ikan petarung. Nama ini diberikan pada ikan cupang karena kegemarannya untuk bertarung jika dihadapkan dengan jenis ikan lainnya.

Ikan Cupang

Ikan cupang pada dasarnya mempunyai ciri atau karakteristik utama yang terletak di bagian ekornya. Ekornya yang indah dan memiliki bentuk beragam ini mmbuat jenis ikan ini sering diincar dan ingin dibeli untuk dipelihara. Bentuk ekor ikan cupang juga sangat bervariasi dari mulai seperti bulan sabit atau halfmoon, membulat atau rounded tail, dan mahkota atau crown tail.

Perlu anda ketahui bahwa ikan cupang ini juga memiliki habitat yang ada di perairan tawar seperti danau, sungai, rawa dan selokan. Akan tetapi karena permintaannya yang semakin banyak terhadap jenis ikan ini, maka sekarang keberadaannya semakin dikembangbiakkan dan dibudidayakan dengan lebih baik ditempat-tempat yang lebih nyaman untuk ikan cupang.

Jenis Ikan cupang

Ikan cupang yang terkenal sebagai ikan yang mudah diadu domba ini memiliki beberapa jenis diantaranya sebagai berikut:

  1. Halfmoon atau bulan sepotong
  2. Crown tail atau mahkota
  3. Plakat atau petarung
  4. Dauble tail atau cagak
  5. Giant atau raksasa

Klasifikasi Ikan cupang

Berikut dibawah ini klasifikasi ikan cupang yang diuraikan, antara lain;

Kingdom Animalia
Filum Chordata
Sub filum Vertebrata
Kelas Oesteochytes
Super Kelas Actinopterygii
Super Ordo Achantopteri
Ordo Perciformes
Super ordo Anabantoidei
Familia Anabantidae
Sub famili Ctenopinae
Genus Betta
Spesies Betta Sp

Ciri Morfologi Ikan cupang

Dibawah ini merupakan ciri morfologi ikan cupang yang dijelaskan sebagai berkut;

  1. Tubuh

Ciri morfologi pertama yang akan kita pelajari dari ikan cupang yaitu bagian fisik atau arti tubuhnya. Secara umum ikan cupang mempunyai postur tubuh yang memanjang. Selain itu jika ikan cupang dilihat dari samping maka bentuk tubuhnya terlihat pipih ke samping atau compressed dan bagian kepalanya relatif besar.

Ikan cupang juga mempuntai warna tubuh yang sangat beragam dan bervariasi yaitu mulai dari warna gelap, terang, dan ada pula yang berpola atau bercorak. Semua warna-warna ini pada dasarnya bisa disesuiakan dengan cara pembudidaya yang pintar menempatkan ikan cupang agar bisa melakukan kawin silang dan bisa menghasilkan warna ikan cupang yang indah.

  1. Mulut

Morfologi kedua dari ikan cupang ini yaitu bagian makna mulutnya. Ikan cupang umumnya mempunyai bentuk atau ukuran mulut yang kecil dan dilengkapi dengan bibir cukup tebal serta rahang yang kuat,

  1. Sirip

Ikan cupang juga memiliki karakteristik pada bagian siripnya. Sebagai informasi bahwa sirip ikan cupang terbagai menjadi beberapa bagian diantaranya yaitu sirip perut, sirip punggung dan sirip ekor. Sirip perut pada ikan ini terlihat ramping dan memanjang serta berwarna putih di bagian ujungnya.

Sedangkan sirip punggung ikan cupang letaknya lebih dekat ke arah ekor dan  bentuknya lebih lebar serta terentang sampai ke bagian belakang. Sirip punggung ini memiliki jari-jari yang keras dan lunak. Bagian sirip yang lainnya yaitu sirip ekor dengan bentuk membulat atau rounded.

Perlu anda ketahui bahwa sirip punggung dan sirip ekor apabila mengembang maka bentuknya akan membulat seperti kipas dan berwarna sangat cantik nan indah.

Sirip punggung dan sirip ekor pada ikan cupang jantan biasanya memiliki ukuran yang lebih panjang dibandingkan dengan ikan cupang betina. Selain itu ukuran tubuh jantan justru lebih kecil namun lebih memanjang, sedangkan untuk urusan warna tubuh maka cupang jantan jauh lebih menarik, cantik dan indah.

  1. Sisik

Sisik pada ikan pastinya bukan suatu yang baru, justru sisik adalah bagian yang sering muncul pada tubuh ikan. Ikan cupang juga mempunyai morfologi sisik dengan tekstur yang kasar dan ada pula yang halus. Warna sisik juga sangat beragam selain itu sisik adalah golongan yang masuk ke dalam tipe stenoid.

Teknik Budidaya Ikan cupang

Berikut dibawah ini merupakan cara budidaya ikan cupang yang dijelaskan sebagai berikut:

  1. Memilih Indukan Ikan Cupang

Sebelum melakukan proses budidaya ikan cupang maka siapkan terlebih dahulu induk ikan cupang yang akan dikembangbiakan. Pastikan bahwa induk ikan cupang memilki kualitas yang baik yaitu harus sehat, aktif, dan tidka mengalami kekurangan apapun.

Selain itu anda juga perlu memperhatikan induk ikan cupang antara yang berkelamin jantan dan betina agar pada saat pemijahan prosenya lebih mudah untuk dilakukan. Dalam membedakan antara ikan cupang yang jantan dan betina bisa dilihat dari ciri-ciri yang ada pada ikan.

Cupang jantan memiliki ciri-ciri seperti gerakannya lincah, sirip dan ekorny berukuran lebih lebar dan mengembang, warna ikan cupang antan lebih cerah serta tubuhnya lebih besar.

Sedangkan ikan cupang betina memiliki ciri – ciri diantaranya yaitu gerakan lebih lambat, sirip dan ekor lebih pendek, warnanya gelap serta ukuran tubuhnya lebih kecil. Selain itu ciri induk yang siap untuk dikembangbiakan juga perlu diketahui yaitu pada cupang jantan umurnya sekitar 4 sampai dengan 8 bulan, dan pada cupang betina berumur kira-kira 3 sampai dengan 4 bulan.

  1. Masukkan ikan cupang jantan yang telah siap kawin.

Ikan cupang yang siap untuk dikawinkan ditaruh pada wadah atau habitat budidayanya. Nanti ikan cupang jantan akan membuat gelembung -gelembung udara yang fungsinya untuk menyimpan telur yang sudah dibuahi.

Agar ikan cupang jantan mau untuk membuat gelembung-gelembung udara maka caranya yaitu masukkan ikan cupang betina tetapi dengan tetap memisahkan keduanya. Caranya, ikan cupang betina dimasukkan dalam gelas plastik bening atau bekas gelas akua dan di tenggelamkan ke dalam aquarium dimana ikan jantan berada.

  1. Pemijahan atau Pengembangbiakan Ikan Cupang

Cara yang selanjutnya dari budidaya ikan cupang yaitu melakukan pemijahan dan pengembangbiakan ikan. Proses pemijahan ini awalnya dilakukan dengan cara menjadikan satu antara ikan cupang jantan dan betina pada wadah yang sama.

Usahakan antara ikan cupang yang jantan dan betina lebih banyak yang jantannya atau bisa juga dengan jumla yang sama antara cupang jantan dan betina.

Wadah ikan cupang yang akan dipakai untuk pemijahan ini bisa diisi dengan air bersih dengan kedalaman sekitar 10 sampai dengan 15 cm. Air dalam wadah usahakan selalu bersih dan tidak keruh agar tidak mengganggu pertumbuhan ikan cupang. Selain itu hindari penggunaan air dalam kemasan atau air PAM yang berbau kaporit.

  1. Setelah terjadi pembuahan ikan cupang, maka angkat segera induk betina cupang.

Induk betina yang dikeluarkan dari wadah pemijahan ini ada alasannya yaitu yang bertanggung jawab untuk membesarkan dan menjaga anak cupang ini yaitu induk cupang jantan. Biasanya cupang jantan menjaga anak-anaknya dengan mulutnya yaitu dengan cara mengambil telur-telur yang sudah dibuahi dan meletakkannya pada gelembung-gelembung yang sebelumnya sudah dibuat tadi.

Induk betina ikan cupang yang tidak diambil maka bisa menggagalkan budidaya. Karena induk betina akan memakan telur-telur yang sudah dibuahi jika tidak dipindahkan ke tempat yang lain.

  1. Indukan jantan cupang baru diambil setelah anak cupang berumur 2 minggu terhitung sejak menetas.

Pada saat anak ikan cupang mulai tumbuh dan berkembang yaitu sekitar berumur 2 minggu sejak menetas, maka induk jantan cupang bisa diambil dan di pindahkan pada wadah yang lainnya. Hal ini agar anak cupang lebih mendiri dan memiliki tempat hidup yang lebih luas.

Itulah tadi artikel yang bisa kami bagikan pada semua pembaca berkenaan dengan deskripsi ikan cupang, jenis, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberikan pemahaman bagi semua kalangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *