Ikan Hiu: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Ikan Hiu

Nama ikan hiu pastinya sudah bukan menjadi suatu hal yang asing ketika didengar banyak orang. Ikan Hiu adalah segolongan makna ikan yang mempunyai kerangka tulang rawan lengkap.

Walaupun ikan hiu sudah banyak diketahui banyak orang, hal ini bukan berarti orang-orang juga sudah memahami karakteristik dari ikan ini. Pasalnya, ikan hiu juga memiliki banyak macam dan masing-masing jenis hiu tersebut memiliki keunikan. Sedangkan untuk persebaran ikan hiu sendiri sudah sangat luas baik yang ada dalam negeri maupun luar negeri.

Ikan Hiu

Ikan hius dalam menjalankan kehidupan biasanya akan bernapas dengan menggunakan lima insang atau bahkan bisa sampai 7 ingsang yang aman semuanya tergantung dari jenis atau arti spesiesnya. Hiu juga mempunyai tubuh yang dilapisi kulit dermal denticles dimana lapisan kulit ini sangat berfungsi untuk melindungi kulit mereka dari kerusakan, parasit, dan bisa digunakan untuk menambah dinamika air.

Jenis Ikan Hiu

Banyak jenis atau spesies yang diuraikan sebagai berikut ini;

  1. Hiu Mulut Besar

Jenis ikan hiu yang pertama yaitu adalah hiu mulut besar. Sesuai dengan namanya, ikan hiu ini mempunyai ukuran mulut yang cukup besar. Hiu ini juga sering disebut dengan nama megachasma pelagios atau megamouth shark. Hiu mulut besar adalah jenis hiu yang hidupnya ada di perairan dalam.

Hiu mulut besar merupakan jenis ikan hiu yang diperkirakan bisa bertahan hidup secara alami sampai 100 tahun dan ukuran panjangnya bisa mencapai enam meter. Selain itu ikan hiu ini dalam bereproduksi biasaya bersifat ovovivipar, yang artinya yaitu janin hiu mulut besar akan berkembang di dalam telur yang menetap dalam tubuh induk betina hingga proses penetasan terjadi.

  1. Hiu Martil 

Hiu martil merupakan jenis ikan hius yang dalam bahasa inggris disebut dengan istilah hammerhead shark. Hiu martil mempunyai bentuk  kepala yang mirip dengan martil gepeng dengan mata dan lubang hidung yang letaknya ada di ujung kepala.

Selain itu ikan hiu juga mempunyai bentuk kepalanya yang unik dan bisa menguntungkan mereka karena mampu mencium dengan jangkauan yang sangat jauh. Untuk masalah makanan, ikan hiu martil lebih menyukai mengonsumsi ikan-ikanan yang kecil seperti pari, cumi-cumi, dan udang-udangan.

  1. Hiu Greenland

Hiu Greenland atau somniosus microcephalus merupakan jenis ikan hiu yang dianggap sebagai perenang lambat. Kecepatan renang hiu ini hanya 2,7 km per jam. Hal ini dikarenakan suhu air laut habitat ikan hiu tersebut terlalu rendah.

Ikan hiu Greenland bisa bertahan hidup sekitar 200 tahun. Selain itu ikan ini juga sangat terkenal sebagai binatang bertulang punggung. Mereka cenderung hidup di kedalaman 1800 m di bawah permukaan air laut.

  1. Hiu Gergaji

Jenis hiu yang lainnya yaitu hiu gergaji atau saw shark yang memiliki moncong panjang dan persis dengan mata pisau serta dilengkapi gigi layaknya gergaji bermata dua. Ikan hiu gergaji juga mempunyai bentuk yang mirip dengan pari gergaji.

Ikan ini pada dasarnya memiliki celah insang yang terletak pada sisi kepala sedangkan pari gergaji celah insangnya ada dibagian bawah kepala.

Selain itu jenis hiu gergaji memilikicelah insang yang jumlahnya sekitar 6 buah. Tubuhnya ikan ini pun cukup ramping dengan dua sirip dada. Hiu gergai biasa hidup di dasar perairan berlumpur dan perairan payau dengan kedalaman mencapai 40 meter.

Sedangkan untuk pakannya, hiu gergaji lebih menyukai berbagai jenis ikan kecil – kecil yang ada disekitarnya. Perlu anda ketahui bahwa ikan hiu pada dasarnya bukan termasuk hewan berbahaya atau buas seperti yang ditakutkan orang-orang selama ini.

  1. Hiu Thresher

Hiu thresher adalah jenis hius yang mempunyai 4 spesies lagi dan keempat spesinya dicirikan dengan panjang ekor pada sirip atasnya yaitu sekitar 50% dari panjang keseluruhan badan hiu tersebut. Hiu ini memiliki morfologi moncong yang pendek dan mata besar yang letaknya ada di depan kepala.

Jenis hiu thresher juga terdapat sirip punggung yang mana bagian sirip keduanya jauh lebih pendek dari yang pertama.

Hiu thresher adalah jenis ikan hiu perenang yang kuat dan bisa melompat di atas permukaan air. Ukuran hiu cukup panjang yaitu bisa mencapai ukuran maksimal 6,1 meter. Namun rata-rata panjang hiu thresher adalah 2 sampai dengan 5 meter. Ikan ini juga bisa ditemukan di area pesisir dengan kedalaman 500 meter di bawah permukaan laut terutama yang ada wilayah Samudera Pasifik ataupun Atlantik bagian utara.

  1. Hiu Zebra 

Jenis ikan hiu yang ke 7 yaitu hiu zebra atau stegostoma fasciatum. Jenis hiu ini merupakan ikan hiu yang ada di perairan Indo-Pasifik dan mempunyai ukuran sirip sangat panjang yaitu hampir sepanjang tubuhnya. Nama zebra pada hiu ini disebabkan ikan ini memiliki corak garis-garis yang mirip dengan hewan zebra.

  1. Hiu Goblin

Hiu goblin merupakan salah satu jenis ikan hiu yang bergerak lambat dan hidupnya ada di kedalaman 1.200 m dari berbagai perairan dalam di Samudera Pasifik dan Atlantik. Hiu ini bertahan hidup dengan mengonsumsi ikan – ikan yang ada disekitarnya. Selain itu hiu goblin mempunyai panjang tubuh sekitar 3,8 meter.

Klasifikasi Ikan Hiu

Ikan hiu dalam sistem biologi memiliki klasifikasi ilmiah yang diuraikan sebagai berikut:

Kingdom Animalia
Filum Chordata
Subfilum Vertebrata
Kelas Chondrichthyes
Subkelas Elasmobranchii
Superordo Selachimorpha
Ordo Carcharhiniformes

Ciri Morfologi Ikan Hiu

Dibawah ini merupakan karakteristik morfologi ikan hiu:

  1. Tubuh

Tubuh ikan hiu umumnya memiliki ciri morfologi seperti torpedo dan kebanyakan biasanya berenang dengan kecepatan yang cukup tinggi. Selain itu di bagian bagian kepala hiu ini bentuknya juga seperti moncong. Arti tubuh memiliki warna abu-abu di bagian tubuh atasnya sedangkan bagian bawah tubuh berwarna putih.

  1. Sirip

Morfologi kedua dari ikan hiu yaitu bagian siripnya. Ikan hiu pada umumnya memiliki sirip 2 punggung yang tegak menjulang ke atas dan yang satunya berukuran kecil atau bahkan bisa hampir tidak terlihat sama sekali. Sedangkan sirip ekor pada ikan hiu berbentuk seperti hurup “V” atau bisa juga berubah menjadi seperti bentuk “bulan sabit”. Ikan hiu juga mempunyai sirip pectoral dan sirip anal.

  1. Gigi

Ikan hiu pastinya juga memiliki karakteristik morfologi gigi. Gigi pada ikan hiu ini yaitu memiki bentuk yang berderet dan biasanya gigi tajam-tajam.

Cara Budidaya Ikan Hiu

Langkah budidaya ikan hiu terutama yaitu ikan hiu hias yang dijelaskan sebagai berikut;

  1. Pemilihan dan pengadaa bibit ikan hiu

Tahap pertama jika anda ingin melakukan budidaya ikan hiu, terutama hiu hias yaitu dengan cara memilih bibit terbaik dari ikan hiu tersebut. Bibit yang baik akan berpengaruh terhadap hasil ikan hiu yang berkualitas pula.

  1. Persiapan media untuk pemeliharaan

Apabila bibit sudah dipilih dan didapatkan, maka proses selanjutnya yaitu menyiapkan media pemeliharaan ikan hiu tersebut.

Pastikan bahwa ikan hiu diletakkan pada habitat atau tempat yang membuat mereka nyaman agar tidak mengganggu perkembangan hiu. Salah satu tempat hiu yang dibudidayakan ini yaitu bisa ditaruh pada aquarium yang memiliki kaca tebal dan ukurannya cukup besar yaitu sekitar 180 x 70 x 70 cm.

  1. Pemeliharaan ikan hiu

Ikan hiu yang sudah mendapatkan tempat hidup selanjutnya hanya tinggal melakukan perawatan dan pemeliharaan dengan baik. Salah satu pemeliharaan ikan hiu yaitu bisa memberinya pakan secara rutin yaitu setiap 3 kali sehari di waktu pagi, siang, dan sore hari. Pakan hiu salah satunya yaitu bisa ikan-ikan kecil baik udang, pelet, cacing dan jenis lainnya.

Demikinalah artikel yang bisa kami kemukakan pada segenap pembaca berkenaan dengan pengertian ikan hiu, macam, klasifikasi, ciri morfologi, dan teknik budidaya yang bisa dilakukannya. Semoga memberikan wawasan bagi semua kalangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *