Ikan Jelawat: Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Ikan Jelawat

Apakah yang anda pikirkan tentang ikan jelawat? apakah tidak terfikirkan suatu hal apapun karena belum mengenal jenis ikan ini? jika iya, langsung saja cermati artikel dibawah ini. Jelawat atau dalam bahasa ilmiah disebut leptobarbus hoevenii adalah jenis ikan perairan sungai dan danau yang berasal dari Semenanjung Malaya dan Pulau Kalimantan.

Ikan ini mempunyai ukuran yang cukup besar yaitu bisa mencapai sekitar 60 cm. Selain itu ikan jelawat ini juga sering dijadikan bahan pangan di Asia Tenggara dan hal ini sudah sangat populer sekali. Perlu anda ketahui juga, bahwa jelawat adalah jenis ikan pemakan segala atau omnivora dan biasa hidup berkelompok.

Ikan Jelawat

Pada dasarnya ikan jelawat ini merupakan ikan-ikan dikenal di perairan Indonesia. Biasanya ikan jelawat ini banyak ditemui di sungai, anak sungai, dan maupun genangan kawasan hulu hingga hilir, bahkan bisa berada di muara-muara sungai.

Habitat yang disukai ikan jelawat yang sebenarnya yaitu anak – anak sungai yang bagian pinggirnya berlubuk dan berhutan. Selain itu anak ikan jelawat lebih sering ditemui di daerah genangan dari Daerah Aliran Sungai (DAS). Pada saat genangan air menyusut maka anakan dari ikan jelawat akan bergerombol menjadi satu dan berpindah ke arah bagian hulu sungai.

Sebagai informasi bahwa ikan jelawat dapat hidup pada pH sekiyar 5 – 7, kemudian dengan kadar oksigen terlarut 5 sampai dengan 7 ppm, dan suhu kira-kira 25 hingga 37 derajat celcius serta diperairan yang kurang subur hingga sedang.

Klasifikasi Ikan Jelawat

Berikut dibawah ini merupakan klasifikasi dari ikan jelawat yaitu:

Kingdom Animalia
Filum Chordata
Kelas Actinopterygii
Ordo Cypriniformes
Family Cyprinidae
Genus Leptobarbus
Spesies L. hoevenii

Ciri Morfologi Ikan Jelawat

Untuk lebih jelasnya berikut dibawah ini merupakan karakteristik morfologi ikan jelawat yang diuraikan sebagai berikut:

  1. Fisik

Morfologi pertama yang bisa kita pelajari dari ikan jelawat ini yaitu fisik atau tubuhnya. Ikan jelawat ini mempunyai bentuk tubuh yang sedikit bulat dan memanjang. Bentuk tubunya ini menjadi simbol atau tanda bahwa ikan jelawat ini adalah jenis ikan yang pandai berenang dengan kecepatan yang sangat baik.

  1. Kepala

Ciri kedua yang selanjutnya yaitu bagian kepala ikan jelawat. Ikan jelawat memiliki bagian kepala yang mana disebelah atas kepala bentuknya sedikit mendatar.

  1. Mulut

Selanjutnya ciri morfologi yang bisa kita pelajari dari ikan jelawat yaitu bagian mulut. Ikan jelawat ini mempunyai mulut yang ukurannya tidak kecil maupun tidak besar, namun sedang-sedang saja. Selain itu mulut jelawat terbilang cukup lebar dan di bagian ujungnya menghadap ke bawah serta bisa dijulurkan ke depan.

  1. Sisik

Ciri morfologi ikan jelawat yang terakhir kali ini yaitu bagian sisik ikan. Ikan jelawat pada umumnya mempunyai jenis sisik yang besar-besar, hal ini juga sesuai dengan bentuk badannya yang memanjang sehingga sisik ikan besar.

Badan ikan jelawat sendiri memiliki warna coklat kehijauan dibagian punggungnya dan di bagian perutnya berwarna putih sedangkan ekor serta sirip ikan berwarna merah. Warna yang begitu beragam ini membuat ikan jelawat lebih menarik.

Manfaat Ikan Jelawat

Sebagai informasi bahwa ikan jelawat ini kaya akan manfaat dan mungkin kebanyakan orang masih jarang mengetahuinya. Untuk lebih jelasnya, manfaat ikan jelawat ini dijelaskan sebagai berikut:

  1. Menjaga kesehatan tulang dan gigi

Manfaat pertama yang bisa kita peroleh dari ikan jelawat yaitu dapat menjaga kesehatan tulang dan gigi. Seperti yang kita ketahui, bahwa tulang dan gigi sangat penting untuk kita jaga, karena keduanya adalah bagian dari tubuh yang biasa digunakan untuk aktifitas sehari-hari seperti bekerja, makan, olahraga, mengunyah dan lain-lain.

Sehingga menjaga kesehatan tulang dna gigi sangat penting untuk dilakukan. Cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan ini yaitu dengan mengkonsumsi ikan jelawat yang kaya akan sumber vitamin dan kandungan-kandungan yang bergizi.

  1. Sumber vitamin B1

Sumber vitamin B1 sangat penting bagi tubuh, karena dengan kandungan ini bisa membuat mengurangi stress pada tubuh, mengatasi keletihan, serta meningkatkan kekebalan tubuh. untuk mendapatkan sumber vitamin B1 ini bisa diperoleh pada saat kita mengkonsumsi ikan jelawat. Oleh karena itu, ikan ini sangat disarankan untuk dimakan dan menjadi sumber gizi yang baikk untuk tubuh.

  1. Mencegah penyakit gondok

Kandungan yodium yang ada pada ikan jelawat bisa digunakan untuk mencegah penyakit gondok. Sehingga bagi siapa saja yang sedang mengalami sakit gondok maka bisa mengkonsumsi ikan ini sebagai salah satu obatnya.

  1. Mencegah radang paru-paru

Salah satu penyebab terjadinya radang paru-paru dalam tubuh yaitu karena konsumsi alkohol yang terlalu banyak. Untuk menangani masalah ini, maka cara yang bisa dilakukan yaitu mengkonsumsi ikan jelawat untuk menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari radang paru-paru.

  1. Menjaga kesehatan kulit

Kandungan nutrisi dan sumber antioksidan yang ada pada ikan jelawat juga sangat baik untuk kesehatan kulit. Oleh karena itu bagi yang ingin mendapatkan kulit sehat maka bisa mengkonsumsi ikan jelawat ini secara rutin.

Teknik Budidaya Ikan Jelawat

Ikan jelawat yang kaya manfaat ini bisa terus dibudidayakan agar kelestariannya selalu terjaga dan bisa digunakan oleh banyak orang. Berikut dibawah ini adalah cara budidaya ikan jelawat yaitu :

  1. Tahap Pemijahan

Tahap pertama yang bisa kita lakukan saat melakukan arti budidaya ikan jelawat yaitu proses pemijahan. Definisi pemijahan jelawat ini bisa dilakukan secara alami dan buatan. Biasanya tahap pemijahan ini akan menghasilkan telur-telur ikan yang bisa semakin berkembang dan tumbuh membesar menjadi ikan yang utuh.

Pembuahan telur ini bisa dilakukan dengan cara mencampurkan sperma dan telur di baskom plastik. Apabila telur sudah mengembang diatas air maka telur tersebut siap untuk disimpan dalam wadah penetasan.

  1. Tahap Penetasan

Tahap penetasan telur ini bisa terjadi pasa saat suhu air berada diangka 25 sampai dengan 28 derajat celcius. Telur-telur ikan ini nantinya akan menetas selama 4 hingga sampai dengan 18 jam setelah pembuahan selesai dilakukan.

  1. Tahap pemeliharaan larva

Proses selanjutnya yang harus kita lakukan yaitu melakukan pemeliharaan larva. Salah satu caranya yaitu dengan menempatkan larva di wadah penetesan telur. Selanjutnya cangkak dan telur yang tidak menetas bisa dibersihkan dan singkirkan ke tempat yang tidak terpakai agar tidak mengotori tempat penetesan yang sebelumnya.

Pemeliharaan juga bisa dilakukan dengan cara memberikan pakan sebanyak 3 kali sehari diwaktu pagi, siang, dan sor hari. Pada saat benih ikan sudah muncul maka proses pendederan bisa segera dilakukan.

  1. Tahap pendederan

Pada tahap ini persiapan kolam perlu dilakukan yaitu dengan cara proses pengeringan kolam sekitar 2 sampai dengan 3 hari. Selanjutnya membuat saluran tengah atau kamalir dan memberikan pupuk kandang sebanyak 500 hingga 700 gr per m2.

Setelah semua prose situ dilakukan, maka kolam diisi air sampai mencapai ketinggian 80 – 100 cm. sedangkan pada saluran pemasukan dipasang saringan dengan lubang yang kecil-kecil dan bertekstur halus untuk menghindari masuknya ikan liar yang bisa mengganggu perkembangan ikan jelawat.

Proses selanjutnya yaitu penyebaran benih ikan yang dilakukan 3 hari setelah kolam diisi dengan air. Biasanya penyebaran benih ikan bisa sekitar 100 sampai dengan 150 ekor/m2. Benih ikan kemudian diberi pakan berupa tepung hancuran pelet dengan dosis kurang lebih 10 sampai dengan 20 % per hari.

Pakan benih ikan jelawat ini memiliki kandungan protein dengan jumlah lebih kurang 25%. Pemeliharaan benih ikan ini bisa dilakuka selama 2 sampai dengan 3 minggu dan benih yang akan dihasilkan biasanya mempunyai ukuran sekitar 2 sampai dengan 3 cm.

Itulah tadi deskripsi ikan jelawat, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan teknik pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberi edukasi dan referensi bagi segenap pembaca yang sedang membutuhkan materinya pada saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *