Ikan Nilem: Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Ikan Nilem

Ikan nilem adalah jenis ikan sungai atau air tawar yang bentuknya mirip sekali dengan ikan mas, tawes, dan karper. Perbedaanya hanya terletak dibagian ukuran ikan nilem yang lebih kecil dan sirip punggungnya lebih panjang. Bagian sudut mulut ikan ini biasanya terdapat dua pasang sungut peraba.

Selain itu ukuran ikan nilem yang dipelihara dalam kolam biasanya hanya sekitar 25 cm dengan berat kurang lebih 150 gram.

Ikan Nilem

Ikan nilem atau disebut juga osteochilus hasselti merupakan jenis ikan yang asli berasal dari negara Indonesia. Letak ikan nilem yang lebih sering didaerah sungai maupun rawa-rawa ini ternyata bisa mendapatkan pakan secara alami. Tempat-tempat tersebut biasanya akan ditumbuhi pakan alami dari kelompok peryphytonseperti cyanophyceae, chlorophyceae.

Peryphyton biasanya mempunyai respon yang sangat cepat terhadap perubahan kualitas air yang semakin keruh. Selain peryphytondi sungai dan rawa-rawa juga ditumbuhi ceratophyllum atau tanaman hornwort yang letaknya berada dibawah permukaan air dengan cara mengambang.

anaman hornwort ini dapat berfungsi untuk melindungi ikan yang sedang bertelur dan mampu memproduksi oksigen tinggi.

Klasifikasi Ikan Nilem

Ikan nilem mempunyai klasifikasi atau nama-nama ilmiah yang diuraikan sebagai berikut ini:

Kingdom Animalia
Filum Chordata
Subfillum Craniata
Kelas Pisces
Sub kelas Actinopterygi
Ordo Ostariophysi
Sub ordo Cyprinoidae
Famili Cyprinidae
Genus Osteochilus
Species Osteochilus hasselti

Ciri Morfologi Ikan Nilem

Ikan nilem juga mempunyai ciri morfologi yang dibedakan menjadi beberapa bagian diantaranya yaitu sebagai berikut:

  1. Tubuh

Morfologi pertama yang akan kita pelajari dari ikan nilem ini yaitu bagian tubuhnya. Bentuk tubuh ikan nilem sedikit memanjang dan pipih.  Ikan nilem juga memiliki bintik hitam dengan ukuran cukup besar dibagian ekornya.

  1. Bibir

Karakteristik kedua dari ikan nilem yaitu bagian bibir atau mulutnya. Ikan nilem pada dasarnya memounyai bentuk mulut yang runcing dan sedikit moncong atau rostral terlipat. Ikan nilem pada mulutnya juga dapat disembulkan dengan bibir berkerutnya.

  1. Sirip

Morfologi sirip pada ikan nilem dibedakan menjadi dua warna, yaitu warna  terang biasanya ada dibagian sirip perut sedangkan sirip punggung berwarna merah. Ikan nilem ini juga memiliki 2 warna yaiu coklat kehitaman dan coklat kehijauan pada punggungnya.

Manfaat Ikan Nilem

Setelah mengetahui banyak hal tentang ikan nilem, maka saatnya kita pelajari manfaat apa saja yang diperoleh pada saat mengkonsumsi ikan nilem ini. Berikut beberapa manfaatnya :

  1. Menghilangkan Sel Kulit Mati

Manfaat pertama dari ikan nilem yaitu bisa menghilangkan sel kulit mati. Cara ini bisa anda lakukan dengan cara melakukan terapi ikan nilem yang ada dikolam. Pada saat anda memasukkan kaki pada kola terapi, maka ikan nilem akan menggigiti permukaan kulit anda dan bisa mendeteksi sel kulit mati yang ada dikaki.

  1. Membersihkan Kulit

Kemampuan ikan nilem yang bisa mendetksi sel kulit mati ini akan berdampak baik pula pada kulit anda. Salah satu dampaknya yaitu bisa membersihkan kulit karena ikan nilem juga bisa memakan kotoran yang ada di kulit anda sehingga kulit jadi lebih bersih.

  1. Menghaluskan Kulit

Manfaat selanjutnya apabila kita melakukan terapi ikan nilem maka bisa menghaluskan kulit, terlebih lagi jika kulit memiliki banyak sekali daki ataupun sangat kering. Selain bisa membersihkan segala kotoran yang ada pada kulit, ikan ini juga bisa menstimulasi kulit agar lebih lembab dan menjaga kelembapannya.

  1. Melancarkan Peredaran Darah

Apabila terapi ikan bisa dilakukan secara rutin maka manfaat lain juga bisa didapatkan. Salah satunya yaitu bisa melancarkan peredaran darah dan tidak akan mudah merasakan kram maupun kesemutan.

  1. Meningkatkan kepekaan Saraf

Terapi ikan juga bermanfaat untuk meningkatkan kepekaan saraf. Hal ini dikarenakan saat melakukan terapi, ikan nilem akan menggigit pada titik-titik saraf tertentu.

  1. Menghilangkan Kulit pecah- Pecah

Ikan nilam selain berkhasiat untuk melembabkan kulit ternyata juga bisa menghilangkan kulit pecah – pecah terutama di bagian tumit. Ikan nilem juga bisa memperbaiki kerusakan sel yang ada pada bagian kulit anda.

  1. Menghilangkan Stress

Manfaat lainnya yang bisa kita dapatkan jika melakukan terapi ikan nilem ini yaitu dapat mengurangi rasa stress yang sedang dialami oleh tubuh serta membuat pikiran menjadi lebih tenang. Selain dapat menghilangkan stress, dengan terapi ikan nilem juga bisa menghilangkan rasa lesu maupun kelelahan.

Cara Budidaya Ikan Nilem

Berikut dibawah ini adalah beberapa cara budidaya yang bisa kita lakukan agar memperoleh ikan nilem yang berkualitas:

  1. Kolam Ikan Nilem

Sebelum melakukan budidaya ikan nilem, maka siapkan kolam terlebih dahulu sebagai tempat untuk jenis ikan ini. Kolam bisa menggunakan dari bahan tanah, semen, maupun terpal. Sedangkan untuk ukuran kolam, semua disesuaikan dengan keinginan kita masing-masing.

Apabila budidaya ikan nilem dengan jumlah yang banyak maka bisa menggunakan kolam yang berukuran lebih besar begitu sebaliknya jika jumlah ikan yang akan dibudidayakan sedikit maka buat kolam dengan ukuran kecil atau sedang-sedang saja.

Pastikan bahwa kolam ikan nilem terdapat saluran air keluar, agar ketika membesihkan kolam dapat lebih mudah untuk dilakukan. Jika persiapan kolam sudah selesai dilakukan maka tahap selanjutnya yaitu menyiapkan induk ikan nilem.

Pemilihan induk ikan nilem harus yang sehat, aktif, dan tidak memiliki cacat fisik. Hal ini dilakukan agar hasil yang bisa diperoleh bisa memuaskan.

  1. Proses Pemijahan Ikan Nilem

Induk ikan nilem yang sudah dipilih selantunya bisa dilakukan pemijahan. Definisi pemijahan ini bisa dilakukan dengan cara menyiapkan 1induk ikan nilem yang berkelamin jantan dan 2 induk ikan nilem betina.

Selanjutnya agar tahap ini bisa berhasil maka, induk yang akan dilakukan pemijahan tersebut untuk sementara waktu akan dipuasakan atau tidak diberi makan terlebih dahulu selama kurang lebih 2 hari. Hal ini bertujuan untuk membersihkan kotoran dan lemak yang ada di dalam tumbuh induk ikan nilem. Teknik pemijahan yang sudah selesai dilakukan maka bisa dilanjutkan dengan tahapan selanjutnya yaitu pemeliharaan dan perawatan ikan.

  1. Pemeliharaan Bibit Ikan Nilem

Pemeliharaan bibit ikan nilem ini bisa dilaukan pada saat ikan mulai mengelaurkan telur. Biasanya pengeluaran telur ini terjadi pada saat 8 jam setelah pemijahan. Kemudian telur yang sudah keluar tersebut selanjutnya setelah 1 sampai dengan 2 hari akan menetas dengan sendirian sehingga hal ini akan lebih mudah untuk melakukan perawatannya.

Telur yang sudah menetas tersebut selanjutnya akan menjadi benih ikan nilem dan bisa di pindahkan ke dalam kolam yang lainnya yaitu kolam untuk pembesaran ikan.

Selama proses ini maka benih ikan nilem ini harus diberi pakan seperti lumut dan plankton yang biasanya bisa di peroleh dari kotoran limbah pertanian, khususnya peternakan ayam. Sedangkan pakan pellet dan dedak akan lebih baik jika diberikan pada ikan nilem yang sudah dewasa.

  1. Pemberian Pakan Ikan Nilem

Cara budidaya ikan nilem yang selanjunya yaitu pemberian pakan pada ikan nilem. Pada saat ikan ini sudah tumbuh dewasa maka pakan yang bisa diberikan yaitu pelet maupun dedak. Pastikan bahwa ikan nilem selalu mendapat jenis pakan yang baik dan selalu diperhatikan waktu makannya.

Ikan ini bisa diberi makan secara rutin agar segera berkembang dan tumbuh membesar. Berilah makan ikan sehari 3 kali di waktu pagi, siang, dan sore hari.

  1. Masa Panen Ikan Nilem

Pada tahap ini adalah hal yang paling ditunggu-tunggu setelah melewati berbagai proses beberapa bulan yang lalu. Tahap panaen ikan nilem ini bisa dilakukan pada saat ikan semakin besar yaitu sekitar berumur 3 bulan.

Selain itu panen ikan nilem ini juga bisa dilakukan dengan mudah yaitu cukup menguras kolam dan menggunakan jaring untuk menangkap ikanya.

Itulah tadi artikel yang bisa kami ulaskan dan lakukan pembahasan secara lengkap pada segenap pembaca berkenaan dengan deskripsi ikan nilem, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *