Ikan Patin: Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Ikan Patin

Pernahkah anda makan masakan ikan patin? jadi sebetulnya apa itu ikan patin? Ikan patin adalah sekelompok ikan berkumis  atau disebut juga dengan istilah siluriformes.

Ikan ini masuk dalam genus pangasius dan berasal dari keluarga pangasiidae. Ikan patin ini merupakan salah satu jenis ikan yang bisa dimasak dan dijadikan lauk untuk makan. Rasanya yang nikmat membuat ikan ini sering dicari oleh konsumen untuk dijadikan lauk, salah satunya dalam nasi padang.

Ikan Patin

Ikan patin merupakan salah satu ikan yang asli berasal dari perairan Indonesia dan berhasil untuk dibudidayakan sehingga keberadaannya belum punah sampai sekarang. Jenis – jenis ikan patin yang ada di Indonesia sangat beragam diantaranya yaitu pangasius lithostoma, pangasius jambal, pangasius nasutus, pangasius humeralis, pangasius polyuranodon, dan pangasius niewenhuisii.

Ikan patin merupakan jenis hewan yang memiliki nilai ekonomis cukup bagus. Hal ini terbukti bahwa keberadaanya yang ada dipasar sering dicari oleh masyarakat.

Beberapa jenis patin yang biasanya dijual yaitu seperti patin dan patin siam atau P. hypophthalmus syn serta P. sutchi. Ikan patin ini juga memiliki jenis yang ukurannya sangat besar bahkan bisa mencapai panjang sekitar 2 meter atau lebih.

Klasifikasi Ikan Patin

Berikut dibawah ini adalah klasifikasi ikan patin yang diuraikan, antara lain;

Kingdom Animalia
Filum Chordata
Kelas Actinopterygii
Ordo Siluriformes
Family Pangasiidae
Genus Pangasius (partim)
Spesies Valenciennes

Ciri Morfologi Ikan Patin

Perlu anda ketahui, bahwa semua jenis hewan pasti memiliki ciri morfologi dalam tubuhnya. Morfologi disini yaitu adalah bagian-bagian dari tubuh hewan yang pastinya memiliki karakteristik masing-masing. Sama halnya dengan ikan-ikan lainnya, patin juga memiliki ciri morfologi yang dijelaskan sebagai berikut dibawah ini :

  1. Tubuh

Morfologi pertama yang bisa dipelajari dari ikan patin adalah tubuhnya. Ikan patin ini mempunyai bentuk tubuh yang panjang dan berwarna putih perak.

Selain itu ikan yang semestinya memiliki sisik pada tubuhnya, justru pada ikan patin ini tidak terdapat sisik sama sekali, dan tekstur badanya sedikit licin. Bagian kepala ikan patin juga relatif kecil dengan panjang tubuh yang dimilikinya yaitu mencapai 120 cm.

  1. Mulut

Karakteristik yang kedua dari ikan patin adalah bagian mulutnya. Ikan patin ini memiliki mulut yang terletak diujung kepala dan sedikit ke bawah.

Mulut ikan pati ini merupakan salah satu hal yang mencirikan atau dijadikan simbol dari ikan patin serta disebut juga sebagai golongan catfish. Catfish yang diberikan pada ikan patin ini dikarenakan bagian sudut mulut ikan patin terdapat dua pasang kumis pendek yang berguna sebagai peraba.

  1. Sirip

Morfologi selanjutnya yaitu bagian sirip. Perlu anda ketahui bahwa ikan patin mempunyai 4 sirip pada tubuhnya yaitu sirip punggung, sirip dada, sirip perut, dan sirip dubur. Sirip punggung pada ikan patin terdapat sebuah jari-jari keras yang berubah menjadi patil besar serta bergerigi di belakangnya. Sementara itu untuk jari-jari lunak pada sirip punggungnya berjumlah sekitar 6 sampai dengan 7 buah.

Ikan patin juga memiliki sirip dubur yang ukurannya cukup panjang dan jari-jari lunaknya ada sekitar 30 sampai dengan 33 buah. Sama halnya dengan sirip-sirip yang lainnya, ikan patin juga memiliki jari-jari yang ada pada sirip dada yaitu sekitar 12 sampai dengan 13 buah.

  1. Punggung

Morfologi terakhir ikan patin yaitu bagian punggung. Ikan patin memiliki punggung yang berwarna kebiruan. Permukaan punggung ikan patin terdapat sirip lemak yang berukuran sangat kecil dan sirip ekornya membentuk cagak atau tiang dengan bentuk simetris.

Manfaat Ikan Patin

Ikan patin mempunyai banyak manfaat yang sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh manusia. Berikut dibawah ini adalah manfaat yang diperoleh ketika mengkonsumsi ikan patin :

  1. Mengurangi kandungan kolesterol.

Ikan patin yang mengandung lemak tak jenuh ini sangat diyakini bisa menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh. Hal ini karena jenis ikan patin ternyata adalah salah satu ikan yang rendah akan kolesterol. Sekitar 100 gram ikan patin biasanya hanya terdapat 21 sampai dengan 30 gram kolesterol.

  1. Mengoptimalkan pertumbuhan bayi.

Perlu anda ketahui bahwa ternyata ikan patin juga sangat baik dikonsumsi ibu hamil. Ikan patin ini bisa membantu memberikan pertumbuhan yang baik pada janin ibu hamil. Hal Ini dikarenakan ikan patin memiliki kandungan DHA dan manfaat omega 3 yang mampu menjaga kesehatan pertumbuhan janin agar tetap normal dan sehat.

  1. Membantu pembentukan otot.

Manfaat selanjutnya dari ikan patin yaitu dapat membantu pembentukan otot. Ikan patin yang kaya akan protein tinggi ini bisa mengencangkan, menguatkan, membentuk, dan menambah masa pada otot tubuh. Selain itu ikan patin juga sangat baik untuk menjaga imun atau kekebalan tubuh dan menyebabkan daya tahan tubuh akan terus naik serta tidak mudah terserang penyakit.

  1. Menjaga kesehatan tulang.

Kandungan fosfor dan kalsium yang ada dalam ikan patin juga dapat membantu menjaga kesehatan dan memperkuat tulang serta gigi. Selain itu kandungan tersebut juga bisa mengurangi risiko osteoporosis dini. Sehingga aktivitas dalam sehari-hari bisa dilakukan dengan lebih mudah, karena kesehatan tulang yang sudah terjaga dengan baik.

  1. Menambah kinerja otak.

Pastinya ikan adalah salah satu jenis hewan yang memiliki kandungan sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh, apalagi untuk mencerdaskan otak. Oleh karena itu, banyak sekali orangtua yang memberi ikan pada anaknya untuk dijadikan lauk pauk karena dianggap memiliki gizi yang sangat tinggi.

Ikan patin sendiri merupakan jenis ikan yang dikenal dengan omega-3 dan omega-6 tinggi dan kandungan ini tidak kalah dengan ikan salmon. Karena kandungan tersebut maka ikan patin sangat bermanfaat untuk memperlancar kinerja otak.

  1. Meningkatkan fungsi sel darah putih.

Perlu anda ketahui bahwa sel darah putih yang ada pada tubuh sangat berperan penting untuk melawan penyakit. Akan tetapi apabila tubuh memiliki sel darah putih yang terlalu banyak maka juga tidak akan baik untuk tubuh.

Untuk itu agar sel darah putih dalam tubuh bisa berfungsi dengan maksimal maka salah satu caranya yaitu bisa mengkonsumsi ikan patin, karena ikan ini bisa meningkatkan kadar sel darah putih sekaligus meningkatkan fungsinya.

  1. Membantu menaikkan trombosit.

Pernahkah anda mendengar penyakit deman berdarah? biasanya yang menyebabkan penyakit demam berdarah semakin parah karena trombosit dalam tubuh yang semakin rendah.

Salah satu cara yang bisa dilakukan agar dapat menaikan trombosit pada tubuh yaitu dengan memakan ikan patin kaya akan akan vitamin dan sangat berkontribusi besar pada tulang, otot, saraf, dan sistem kekebalan tubuh. Sehingga ikan patin yang dikonsumsi ini bisa memiliki peran penting dalam menghasilkan trombosit dan sel darah lainnya.

Cara Budidaya Ikan Patin

Berikut dibawah ini adalah langkah-langkah dalam arti budidaya ikan patin yang dijelaskan sebagai berikut:

  1. Pemilihan benih

Tahap pertama yang perlu kita lakukan sebelum budidaya ikan patin dimulai ialah pmilihan bibit. Pastikan bahwa bibit ikan yang dipilih memiliki kualitas yang baik, agar hasil yang didapatkan bisa maksimal dan memuaskan.

  1. Penebaran benih ke kolam

Setelah bibit selesai diilih maka langkah selanjutnya yaitu penebaran benih ke kolam dengan cara sebagai berikut ini:

  1. Pastikan jika air kolam sudah ditumbuhi plankton sebagai pakan alami.
  2. Penebaran benih bisa dilakukan saat pagi atau sore hari mengapa
  3. Jumlah penyebaran benih disesuiakan dengan ukuran kolam, jangan terlalu banyak maupun sedikit.
  1. Pemberian pakan dan pemeliharaan

Cara yang selanjutnya yaitu melakukan perawatan dan pemeliharaan ikan patin, salah satunya yaitu dengan cara :

  1. Memberi pakan pada ikan patin dengan rutin
  2. Mengganti air kolam agar selalu bersih
  3. Mengecek volume air, apabila air berkurang maka isi lagi kolam dengan air.

Itulah tadi artikel yang bisa kami lakukan pembahasan bagi segenap pembaca berkenaan dengan deskripsi ikan patin, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberi edukasi bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *