Ikan Tembakang, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tembakang

Pernahkah anda mendengar jenis ikan tembakang? pasti ada yang sudah mendengar ada pula yang belum. Ikan  tembakang yang disebut pula dengan nama tambakan ini biasa hidup  di  perairan  rawa  atau black  fish yang banyak ditumbuhi tanaman air.  Ikan tembakang bisa hidup pada saat kondisi perairan asam sekitar (pH  5, 5 sampai dengan 6, 5)  dengan kadar oksigen yang relative rendah yaitu antara 3 hingga 5  mg/l.

Ikan tembakang pada saat musim kemarau akan memilih tinggal di daerah cekungan tanah pada perairan rawa, lebung atau danau yang masih ada airnya. Sedangkan pada saat kondisi musim penghujan dimana air terlalu tinggi dan akan menyebar ke rawa  dengan lebih banyak dan luas maka ikan tembakang ini akan hidup disitu.

Ikan Tembakang

Ikan tembakang ini adalah satu-satunya ikan yang berasal dari anggota keluarga anabantidae dan bisa ditemukan di daerah Asia Tenggara. Uniknya, ikan tembakang ini selain bisa dikonsumsi dan sangat bermanfaat untuk tubuh, maka jenis ikan ini juga dipelihara  sebagai  ikan  hias,  karena  warnanya  yang  indah  dan  kebiasaannya yang sedikit menggelitik yaitu menghisap  dan  mencium  bibir  ikan  lain,  tanaman air dan  benda  lainnya.

Perlu anda ketahui pula saat melakukan teknik pemijahan maka ikan tembakang ini akan menuju  tepi sungai yang lebih landai, dengan hal tersebut maka ikan tembakang akan lebih mudah  untuk ditangkap. Sementara untuk penyebaran ikan  tembakang  sendiri yaitu meliputi daerah Kalimantan, Sumatra, Jawa, dan negara Thailand.

Klasifikasi Ikan Tembakang

Ikan tembakang memiliki nama-nama ilmiah atau disebut sebagai susunan taksonomi. Berikut dibawah ini merupakan klasifikasi tembakang yaitu:

Kingdom Animalia
Filum Chordata
Kelas Pisces
Ordo Labyrinthici
Family Anabantidae
Genus Helostoma
Spesies Helostoma temminckii

Ciri Morfologi Ikan Tembakang

Berikut dibawah ini adalah karakteristik morfologi yang dimiliki ikan tembakang yaitu:

  1. Mulut

Bagian mulut pada tubuh merupakan proses awal mula masuknya makanan  kedalam tubuh. Selain itu mulut juga berguna untuk menangkap atau  mengambil  makanan yang kemudian akan ditelan. Sebenarnya ikan memiliki jenis bentuk mulut yang sangat beragam dan begitu unik.

Jenis ikan – ikan yang biasanya mencari makanan dengan cara memangsa jenis   ikan lain maka akan memiliki mulut yang lebar, sedangkan ikan yang biasa mengambil makanan dengan jalan menghisap organisme lain maka memiliki bentuk bibir yang tebal yaitu seperti ikan tembakang ini.

Ikan tembakang mempunyai celah mulut horisontal yang sangat kecil. Selain itu bagian rahang atas  dan  bawahnya  sama. Bibir ikan tembakang yang tebal ini juga mempunyai gigi yang di bagian ujungnya berwarna hitam.  Keunikan lain dari ikan ini yang suka menempelkan bibir tebalnya pada benda apapun atau  pada bibir pasangannya ini membuat ikan ini dijuluki pula dengan nama kissing gourami.

  1. Rongga Mulut

Di belakang mulut terdapat ruang  yang disebut rongga mulut. Rongga mulut ini  berhubungan  langsung  dengan  segmen  faring,  oleh  karenanya  rongga mulut dan faring sering disebut rongga “Buccopharynx”

  1. Faring

Bagian insang ikan yang  menghadap atau mengarah pada segmen faring disebut sebagai tapis insang. Pada segmen faring ini maka akan terjadi penyaringan organisme-organisme sejenis plankton maupun makanan lainnya yang akan dikonsumsi ikan tembakang.

  1. Esofagus

Kerongkongan pada ikan tembakang mempunyai ukuran yang sangat pendek dan merupakan bagian lanjutan dari faring. Esophagus ini memiliki bentuk seperti kerucut dan terletak di bagian belakang daerah insang.

  1. Lambung-Lambung (ventrikulus)

Lambung atau ventrikulus merupakan  lanjutan  dari bagian esophagus yaitu berupa saluran panjang dan sedikit membesar. Selain itu lambung pada ikan tembakang memiliki dua macam fungsi yaitu sebagai penampung makanan dan pencerna makanan.

Pada jenis ikan tembakang yang lainnya atau spesies yang tertentu maka dibagian lambung akhir terdapat tonjolan – tonjolan yang bentuknya kantong  buntu atau disebut juga pyloric caeca. Kantong buntu ini bermanfaat untuk memperluas permukaan dinding lambung agar pencernaan dan penyerapan makanan bisa dilakukan dengan lebih sempurna.

  1. Usus (intestinum)

Usus adalah bagian tubuh yang digunakan untuk proses penyerapan zat makanan. Usus ikan tembakang ini memiliki bentuk seperti pipa panjang dan berkelok -kelok serta besarnya sama. Usus ini akan berakhir  dan  bermuara  keluar  pada  lubang  anus.

Perlu anda ketahui bahwa usus ikan tembakang ini diikat oleh suatu alat penggantung yang dinamakan mesentrium. Mesentrium merupakan   pembungkus   rongga   perut  atau peritonium.

Usus selain digunakan untuk tempat terjadinya proses penyerapan zat makanan juga berfungsi untuk alat pencernaan  lipid. Pencernaan lipid ini biasanya akan dibantu oleh enzim lipase usus, lipase lambung, dan lipase pankreas.

  1. Anus

Bagian morfologi akhir dari ikan tembakang yaitu anusnya. Anus  ikan tembakang ini merupakan  ujung  dari  saluran  pencernaan. Pada  ikan tembakang maupun jenis ikan apapun yan bertulang sejati maka anus terletak di sebelah depan saluran genital.

Manfaat Ikan Tembakang

Berikut dibawah ini adalah manfaat yang diperoleh ketika kita mengkonsumsi ikan hampala yaitu;

  1. Melenturkan Otot

Manfaat pertama yang bisa kita peroleh pada saat mengkonsumsi ikan hampala yaitu bisa digunakan untuk melenturkan otot. Apabila otot lentur maka bisa membuat tulang bergerak lebih mudah, ringan dan nyaman. Dengan demikian ini juga bisa membuat aktivitas lebih mudah dilakukan.

  1. Mencegah Osteoporosis

Ikan hampala yang dikonsumsi secara rutin bisa mencegah osteoporosis atau pengeroposan tulang. Hal ini terjadi karena kebutuhan kalsium dalam tubuh terpenuhi. Selain bisa mencegah osteoporosis, ikan hampala ini juga bermanfaat untuk mengaktifkan pankreas dan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

  1. Melancarkan Peredaran Darah

Peredaran yang baik dalma tubuh, secara otomatis juga akan memberikan kenyamanan dalam tubuh. salah satu makanan yang bisa memperlancar peredaran darah tubuh yaitu dengan mengkonsumsi ikan hampala. Dengan demikian jika kita mengkonsumsi ikan dengan rutin maka bisa membuat tubuh mendapat nutrisi yang baik dan pencernaan manusia menjadi lancar serta tercukupi kebutuhan asupan gizinya.

Teknik Budidaya Ikan Tembakang

Berikut dibawah ini adalah cara budidaya ikan bilis yaitu:

  1. Persiapan budidaya ikan tembakang

Sebelum melakukan budidaya jenis ikan apapun, maka perhatikan dahulu habitat asli ikan. Hal ini akan sangat membantu ikan agar bisa dibudidayakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang diperlukan. Ikan tembakang ini sangat cocok dibudidaya pada lingkungan yang suhunya sekitar 30 derajat celcius. Ikan ini juga mampu hidup pada kadar oksigen yang rendah.

Tahap pemijahan pada ikan tembakang ini bisa dilakukan sepanjang tahun dan tidak mengenal waktu, asalnya kondisi atau tempat dalam arti pemijahan sudah disesuaikan dengan kriteria ikan. Sebagai saran, agar pembiakan bisa menghasilkan telur-telur yang optimal maka bisa diproduksi setiap 3 bulan sekali. Telur-telur yang sudah dibiakan tersebut nantinya akan menetas dalam waktu 24 jam.

Setelah itu telur akan menempel disekitar tumbuhan maupun benda yang mengapung pada tempat pembiakan. Benih ini akan berlangsung sekitar 3 sampai dengan 4 hari.

  1. Pembesaran ikan tembakang

Proses selanjutnya yaitu pembesaran ikan, dimana benih ikan tembakang yang sudah berumur sekitar 1 bulan bisa dipindahkan ke kolam lainuntuk dibesarkan selama kurang lebih 40 hari. Biasanya benih akan mengalami perkembangan dengan panjang dan lebar ikan yang semakin besar.

Agar pembesaran bisa dilakukan dengan lebih sempurna maka harus memperhatikan masalah pakan ikan. Pakan ikan tembakang ini harus diberikan secara rutin yaitu sekitar 2 kali sehari di waktu pagi dan sore. Apabila hal ini dilakukan dengan baik maka hasil panen yang diharapkan yaitu bisa memuaskan.

Itulah tadi artikel yang bisa kami bagikan pada segenap pembaca berkenaan dengan deskripsi ikan tembakang, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan teknik pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga bisa memberikan pemahaman bagi segenap pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *