Jenis Cabai di Pasaran yang Terkenal

Diposting pada

Macam Buah Cabai

Cabai adalah jenis tumbuhan yang tergolong dalam keluarga solanaceae nightshade. Cabai berasal dari negara Meksiko yang menyebar ke negara India, China, Turki sampai tersebar ke seluruh dunia pada abad ke 16 dan 17.

Cabai merupakan jenis tanaman komersil yang banyak dipopulerkan oleh banyak orang dan menjadi bahan masakan yang dapat dimakan secara langsung atau diolah dengan cara dikeringkan, dimasak, atau ditambahkan pada pembuatan produk berupa saus dan bubuk. Ciri khas cabai bercita rasa pedas yang disebabkan kandungan zat alkaloid aktif atau biasa dikenal capsaicin.

Cabai

Cabai adalah jenis tanaman sayur dengan cita rasa pedas dan biasanya digunakan dalam menyedapkan masakan. Cabai mempunyai nama latin yakni capsicum annuum yang masih satu famili dengan tanaman tomat dan paprika. Jenis tanaman ini mempunyai varian ukuran, warna, dan jenis berbeda misalnya cabai keriting, cabai hijau, cabai merah, cabai setan sampai cabai rawit.

Cabai dengan cita rasa yang pedas dapat mengatasi pilek dan sariawan serta dapat meringankan stress. Namun, apabila terlalu memakan cabai dapat mengakibatkan diare. Cabai berguna dalam kesehatan dan kecantikan. Kandugan pada cabai antara lain vitamin C, vitamin B6, vitamin K, vitamin A, kalium, dan tembaga. Cabai dengan kandungan karotenoid, lutein, antioksidan, asam sinapic, dan asam ferulic dapat mengatasi berbagai penyakit kronis misalnya kanker.

Tanaman Cabai Menurut Ahli

Adapaun definisi akhir terkait dengan tanaman buah cabai ini antara lain sebagai berikut;

  1. Rompas (2001)

Cabai dengan nama latin Capsicum annum L adalah jenis tanaman hortikultura yang berperan penting dalam kehidupan manusia disebabkan memproduksi gizi sebagai bahan campuran dalam pembuatan obat-obatan dan makanan. Di Indonesia cabai memiliki nilai ekonomi penting dan menempati posisi kedua sesudah kacang-kacangan.

  1. Tarigan dan Wiryanta (2003)

Cabai merupakan jenis tanaman ke dalam keluarga Solanaceae. Cabai masih sekerabat dengan tanaman kentang (Solanum tuberosum L), tomat (Lycopersicon esculentum), terung (Solanum melongena L), takokak (Solanum torvum), dan leunca 7 (Solanum nigrum L).

  1. Nawangsih (2003)

Cabai mempunyai batang yang dibedakan menjadi dua bagian yakni batang utama atau jenis batang pokok dan percabangan atau batang sekunder.

Batang utama mempunyai warna coklat hijau dengan ukuran panjang antara 20-28 cm. Percabangan mempunyai warna hijau dan berukuran 5 sampai dengan 7 cm. Daun cabai terdiri dari alas tangkai, tulang, dan helaian daun. Panjang tangkai daun cabai berukuran 2 hingga 5 cm dan berwarna hijau tua.

Cabai dengan helaian daun bagian bawah berwarna hijau terang. Namun, permukaan atas helaian daun berwarna hijau tua. Daun cabai berukuran 10 sampai 15 cm dan berlebarkan 4 hingga 5 cm. Pada ujung dan pangkal daun cabai berbentuk runcing dengan tepi rata.

  1. Ashari (2006)

Cabai dengan nama latin Capsicum sp berasal dari benua Amerika. Cabai pertama kali ditemukan oleh Cristophorus Columbus pada tahun 1490 dan dibudidayakan oleh suku Indian yang digunakan dalam bahan masakan 7000 SM. Sejak tahun 1502, cabai mulai disebarluaskan ke negara lain dan kini menyebar ke seluruh dunia. Cabai adalah jenis tanaman yang digunakan sebagai bahan bumbu masakan.

Cabai merah adalah jenis sayuran dengan kandungan nutrisi penting antara lain energi, protein, karbohidrat, lemak, abu, serat, kalsium, fosfor, besi, tiamin, riboflavin, niasin, dan asam askorbat. Cabai merupakan tanaman toleran terhadap panas daripada terong dan tomat.

Cabai dapat tumbuh dengan baik dalam keadaan temperatur 16-23 celcius. Untuk proses pembungan bisa terhambat apabila berada temperatur di bawah 16 celcius saat malam hari dan temperatur di atas 23 celcius namun untuk pertumbuhan optimum cabai berada pada temperatur 15-20 celcius.

Jenis Cabai

Berikut beberapa macam tanaman buah cabai yang dapat kamu ketahui di pasar tradisional ataupun modern. Antara lain;

  1. Cabai Merah Besar

Gambar Cabai Merah Besar
Cabai Merah Besar

Cabai berukuran panjang 10 sampai dengan 15 cm dan berdiameter 2 sampai 3 cm. Cabai merah besar dengan kulit tebal dan tidak terlalu pedas dan berwarna merah terang. Cabai merah besar bentuknya panjang dan besar serta membujur lancip panjang besar. Cabai merah besar dengan permukaan kulis mulus mengkilat dan kulitnya tebal seperti terdapat lilin pada kulitnya.

Cabai merah besar dikenal dengan nama lain cabai teropong yang biasa digunakan sebagai manisan atau biasanya diambil warnanya. Struktur biji cabai terlalu besar dan biasanya digunakan dalam masakan Nusantara seperti bumbu bali dan sambal balado.

  1. Cabai Merah Keriting

Gambar Cabai Merah Keriting
Cabai Merah Keriting

Cabai merah keriting berbentuk panjang namun dengan diameter yang kecil apabila dibandingkan dengan cabai lain yang biasanya berujung lancip cenderung runcing. Cabai merah keriting berkulit buah tidak mulus namun bergelombang atau keriting dan relatif tipis.

Cabai merah keriting dengan kandungan sedikit air dan bertekstur daging padat dan biji menempel erat pada dagingnya. Cabai keriting berwarna merah hati dengan rasa sedikit lebih pedas dan digunakan bahan tumis atau  diiris serong

  1. Cabai Merah Hijau

Gambar Cabai Merah Hijau
Cabai Merah Hijau

Cabai merah hijau adalah jenis cabai merah besar namun dipanen dalam keadaan belum matang atau berwarna hijau. Cabai merah hijau tua bertekstur renyah.

Biasanya cabai merah hijau dinikmati dengan cara direbus atau digoreng dahulu sebelum diolah untuk mengurangi bau aroma dari langu. Cabai hijau dibedakan menjadi dua macam yaitu keriting dan besar. Cabai merah hijau cocok digunakan untuk bahan tumis.

  1. Cabai Rawit

Gambar Cabai Rawit
Cabai Rawit

Cabai rawit berukuran mini dengan ukuran berkisar 2 sampai dengan 4 cm. Cabai rawit hampir semua bagiannya lebih pedas apabila dibandingkan dengan jenis cabai besar namun tidak semua jenis cabai rawit semuanya pedas. Cabai rawit memiliki varian warna yakni mulai dari hijau, kuning, merah sampai orange.

  1. Cabai Hibrida

Gambar Cabai Hibrida
Cabai Hibrida

Cabai hibrida tergolong jenis cabai besar namun yang membedakan cabai hibrida melalui adanya persilangan modern dengan memperoleh varietas baru melalui proses seleksi tanaman yang dikembangkan. Tetapi, cabai hibrida ini disebut manja dibanding jenis cabai pada umumnya yakni tidak toleran pada lahan terbuka.

  1. Cabai Gendol

Gambar Cabai Gendol
Cabai Gendol

Cabai gendol berbentuk lebih gendut dan besar dengan cita rasa lebih pedas dibanding jenis cabai rawit lainnya. Cabai gendol berwarna variasi mulai dari hijau, kuning, orange, hingga merah terang.

Cabai gendol ini dikenal jenis cabai sangat pedas dengan ukuran kecil, berbentuk bengkak atau cukup lebar. Cabai gendol dapat kamu temui di daerah Dieng, Bandung, atau Wonosoba. Cabai gendol ini biasanya digunakan sebagai bahan campuran acar atau sayuran.

  1. Cabai Jawa

Gambar Cabai Jawa
Cabai Jawa

Cabai Jawa merupakan jenis cabai tergolong famili sirih-sirihan yakni Piperaceae bukan dari famili Capsicum annuum namun pada hakekatnya tetap buah cabe memiliki cita rasa pedas. Oleh sebab itu cabai ini biasa disebut cabai jamu.

  1. Cabai Rocoto

Gambar Cabai Rocoto
Cabai Rocoto

Jenis cabai ini dapat ditemui di daerah Peru, Bolibia, Chile, Argentina Utara, dan Ekuador. Cabai rocoto berbentuk bulat dengan daging tebal seperti paprika. Cabai rocoto bercita rasa sangat pedas jika bijinya mempunyai warna hitam dengan selaput buah berwarna merah.

  1. Cabai Bell Pepper atau Paprika

Gambar Cabai Bell Pepper
Cabai Bell Pepper

Cabai bell pepper biasa dikenal paprika dengan empat varian warna yakni kuning, merah, hijau, dan orange. Biasanya paprika hijau bercita rasa pahit atau getir dengan sedikit nutrisi dan paprika kuning dan orange bercita rasa manis dengan kandungan vitamin lebih banyakserta paprika merah yang kualitasnya lebih baik dibanding jenis paprika yang lain.

Jenis cabai ini terkategori ke dalam cabai bercita rasa kurang pedas atau sweet peppers. Biasanya digunakan sebagai bahan campuran salad dan aneka tumisan serta pizza karena teksturnya yang renyah.

  1. Cabai Pimento

Gambar Cabai Pimento
Cabai Pimento

Cabai pimento berbentuk besar dan menyerupai hati dengan warna merah. Cabai pimento berukuran panjang berkisar 7 sampai dengan 10 cm dan lebar 5 hingga 7 cm. Jenis cabai ini berdaging buah manis, berair, dan beraroma jika dibanding paprika merah.

Manfaat Cabai

Berikut manfaat dari tanaman cabe, antara lain;

  1. Untuk membunuh sel kanker

Kandungan capsaicin pada cabai dapat membunuh sel kanker sehingga dapat menghambat pertumbuhan kanker dan tumor.

  1. Menjaga fungsi kognitif pada tubuh

Keperluan jumlah oksigen dan zat besi dapat menjaga fungsi kognitif yang baik dengan mengkonsumsi cabai dapat menurunkan gangguan kognitif misalnya penyakit Alzheimer dan demensia.

  1. Membentuk sel darah merah

Mengkonsumsi cabai dapat menyembuhkan penyakit anemia dan kelelahan. Cabai mengandung zat besi dan tembaga yang berperan penting dalam pembentukan sel darah baru. Asam folat pada cabai berguna dalam memproduksi sel darah merah dan mengatasi anemia

  1. Menghilangkan rasa sakit alami

Kandungan capsaicin pada cabai untuk menurunkan rasa sakit yang diakibatkan aterosklerosis yakni penyempitan dan penebalan arteri pada tubuh. Cabai dengan kandungan capsaicin dapat melemahkan reseptor sensorik dan mempunyai dampak anti inflamasi.

  1. Menurunkan berat badan

Kandungan capsaicin bisa mendorong stimulasi lemak yang mengakibatkan adanya dorongan untuk kinerja metabolisme tubuh.

Meningkatnya metabolisme dapat memproduski pembakaran lemak optimal. Keuntungan tersebut dapat membantu penurunan berat badan secara alami. Namun, bukan berarti untuk mengurangi berat badan kamu hanya dapat mengonsumsi cabai saja.

Demikianlah artikel yang bisa kami uraikan pada kalian tentang beragam macam tanaman buah cabai yang ada di pasaran dan mudah untuk kita kenal. Semoga saja memberikan pemahaman bagi kalian yang sedang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *