Jenis Sistem Hidroponik dan Penjelasannya

Diposting pada

Macam Hidroponik

Hidroponik bisa dikatakan sebagai salah satu metode dalam arti budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah, namun sistemnya menggunakan air sebagai media tanamnya. Berdasarkan hidroponik yang digunakan, media tanam, kultur jaringan, dan penerapannya untuk budidaya dengan hidroponik dapat dilakukan dengan berbagai metode ataupun sistem, mulai dari sistem hidroponik yang sederhana dengan biaya murah hingga sistemmodern dengan biaya yang mahal.

Akan tetapi yang pasti, berbagai jenis nutrisi tanaman yang digunakan untuk tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik yaitu seperti memanfaatkan pupuk yang berasal dari hewani atau memanfaatkan pupuk anorganik misalnya urea yang sudah dilarutkan. Adapun disisi lain, jenis tanaman yang biasanya digunakan dengan metode hidroponik yaitu tanaman mentimun, selada air, tanaman tomat, hingga tanaman cabai.

Hidroponik

Metode penanaman dalam arti hidroponik menjadi sangat terkenal sebab kepraktisan dan efisiensinya dalam memanfaatkan lahan pertanian yang ada. Oleh karena itulah sebagai peminat sistem pertanian ini tidak perlu tempat yang luas bahkan kamu dapat membentuknya sendiri dalam sebuah tempat atau ruangan yang kecil yang ada di rumah.

Bahkan, biasanya seseorang membudidayakan berbagai tanaman ditanam di media tanam tanah. Media tanah biasanya dimanfaatkan sebab di dalamnya mengandung banyak nutrisi yang bagus untuk tumbuhan dan tanaman. Sementara itu, media tanah juga merupakan metode yang sangat mudah untuk membudidayakan tanaman sebab tanaman dapat tumbuh dengan cepat.

Namun, tidak semua orang yang berkesempatan untuk melakukan budidaya dengan media tanah sebab adanya ketersediaan lahan yang terbatas. Anda tidak usah cemas sebab masih banyak metode lain yang dapat dimanfaatkan untuk membudidayakan berbagai tanaman dengan mudah yakni dengan memanfaatkan teknik hidroponik. Dimana tanaman yang dibudidayakan dengan memanfaatkan media hidroponik terpercaya lebih sedikit memanfaatkan air apabila dibandingkan dengan teknik budidaya menggunakan media tanah.

Jenis Hidroponik

Berikut adalah macam-macam sistem dalam metode pertanian untuk hidroponik. Antara lain;

  1. Wick framework

Wick framework atau biasa dikenal dengan sebutan sistem sumbu adalah sistem hidroponik yang paling sederhana dan withering biasanya banyak digunakan dalam sistem hidroponik, terkhusus untuk para pemula. Sistem ini biasa dikenal dengan sistem sumbu karena menggunakan bahan sumbu atau bisa dengan kain flanel yang menghubungkan antara larutan nutrisi dengan media tanam.

Wick framework bekerja dengan adanya penyerapan larutan nutrisi menggunakan sumbu kemudian mengalirkannya ke bagian akar tanaman. Hidroponik dengan sistem wick ini cukup bagus jika digunakan pada tanaman yang berukuran keci.

Namun, sistem ini tidak dapat bekerja secara baik bagi tanaman yang membutuhkan banyak air. Kamu dapat menjadikan hidroponik sistem wick ini dengan menggunakan barang bekas misalnya bekas botol air mineral.

  1. Water Culture System

Water culture system atau biasa dikenal dengan sebutan sistem kultur air statis yaitu sistem hidroponik sederhana setelah sistem sumbu. Pada sistem hidroponik ini bekerja dengan proses penggenangan tanaman dengan air bercampur larutan nutrisi.

Umumnya tempat yang berfungsi sebagai tatakan tanaman menggunakan papan stryofoam yang berguna dalam menahan tanaman agar dapat mengapung, sehingga sistem ini biasa dikenal dengan sebutan lainnya dengan istilah sistem rakit apung.

Sementara itu, agar dapat menyediakan oksigen digunakan pompa air yang membentuk gelembung dalam larutan nutrisi yang kemudian oksigen tersebut masuk ke daalam akar tanaman. Water culture system atau rakit apung cukup baik dimanfaatkan pada jenis tanaman yang memerlukan banyak air dan akar yang tergenang misalnya tanaman kangkung atau bayam.

  1. NFT System (Nutrient Film Technique)

NFT System yaitu sistem hidroponik yang kinerjanya dengan proses menyediakan air nutrisi dalam tanaman melalui aliran yang tipis. Kandungan nutrisi yang dibuat akan terus-menerus bersirkulasi menggunakan pompa tanpa menggunakan clock.

Di bagian akar tanaman tidak semuanya tergenang atau terendam di dalam larutan nutrisi, sehingga bagian akar yang tak terendam oleh air nutrisi diharapkan bisa menyuplai oksigen untuk pertumbuhan tanamannya.

  1. Ebb and Stream Framework

Sistem ini biasa disebut dengan istilah sistem pasang surut karena tanaman mendapatkan air, oksigen, dan nutrisi dari compositions pemompaan dari bak penampungan yang nantinya akan mengaliri dan menggenangi bagian akar tanaman. Saat air nutrisi naik akan menggenangi/merendam akar ini yang disebut dengan peristiwa pasang seperti halnya dengan peristiwa air pantai yang sedang naik.

Beberapa waktu kemudian air nutrisi tersebut akan kembali lagi seperti semula ke bak penampungan atau ini yang biasa disebut dengan peristiwa surut. Untuk mengatur compositions pasang surut memanfaatkan clock yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman sehingga tanaman tersebut tidak akan terendam ataupun kekurangan air.

  1. Trickle system

Trickle system atau bisa dikenal dengan sebutan sistem tetes yaitu teknik hidroponik yang sistem kerjanya dengan meneteskan larutan nutrisi yang secara terus menerus ke dalam media tanamnya melalui pipa atau menggunakan selang.

Larutan nutrisi tersebut nantinya akan ditampung ke dalam wadah ataupun di tandon air kemudian dialirkan menggunakan selang atau pipa yang telah terhubung dengan media tanamnya lalu air dipompa hingga membuat tetesan- tetesan pada media tanam.

Sistem tetes ini membutuhkan energi listrik dan pompa. Tanaman mendapatkan nutrisi dari tiap tetesan yang ada, sehingga menjadikan tanaman akan tidak mengalami kekeringan atau terendam oleh aiar. Waktu atau clock juga digunakan dalam tetesan ini sehingga lebih efektif buat kamu yang sedang sibuk atau mungkin tidak sempat menyuplai air nutrisi.

  1. Aeroponyc

Aeroponik merupakan sistem hidroponik yang menggunakan selang penyebar atau dengan spout yang dapat membentuk butiran kabut halus yang nantinya akan memproduksi oksigen.

Sistem aeroponik ini termasuk sistem modern dan berbiaya mahal sehingga sistem ini umumnya digunakan oleh Balai Penelitian dan Mahasiswa Pertanian. Dengan sistem ini tanaman dapat menyerap nutrisi yang memiliki ukuran kecil seperti kabut.

  1. Bubbleponics (Sistem Gelembung)

Teknik tanaman hidroponik ini biasa dikenal dengan sistem deep water culture yaitu metode yang membudidayakan tanaman secara menggambang di atas kandungan larutan nutrisi. Tanaman ini ditahan menggunakan jaring pada akar tanaman yang berada di dalam air. Larutan nutrisi mengaliri gelembung udara yang dapat menyuplai oksigen banyak dalam larutan yang bermanfaat bagi akar untuk tumbuh.

Saat awal pertumbuhan akar, larutan nutrisi tersebut akan dipompakan melalui pembuat gelembung untuk memberikan kandungan oksigen yang banyak di dalam larutan yang telah terpercaya dalam membantu pertumbuhan bagian akar dari tanaman. Oleh karena itu, sistem ini disebut dengan sistem Bubbleponic.

  1. DFT System (Deep Flow Technique)

DFT System adalah proses budidaya tanaman dengan memberikan sirkulasi larutan nutrisi tanaman secara terus- menerus selama 24 jam dengan rangkaian aliran tertutup.

Larutan nutrisi tanaman yang berada di dalam tangki akan dipompa dengan pompa air yang akan menuju ke bak penanaman melalui jaringan irigasi pipa, kemudian larutan nutrisi tanaman yang berada di dalam bak penanaman akan dihubungkan kembali ke dalam tangki.

  1. Sistem Fertigasi

Sistem fertigasi tanaman hidroponik yaitu suatu sistem aplikasi yang menggunakan kandungan unsur hara melalui sistem irigasi.

Fertigasi yaitu singkatan dari fertilisasi atau proses pemupukan pada irigasi. Di dalam menggunakan teknik fertigasi akan menghemat biaya untuk pemupukan dapat dikurangi karena pupuk dikasihkan secara bersamaan dengan proses penyiraman.

  1. Bioponic

Teknik tanam dengan bioponik yaitu teknik budidaya tanaman dengan cara half and half yang mengkombinasikan antara teknik tanam hidroponik dengan teknik pertanian organik. Teknik ini dijumpai dalam rangka mengatasi permasalahan dan mengkombinasikan benefit dari dua teknik tanam tersebut. Sehingga teknik tanam bioponik yang menggunakan nutrisi organik yang diambil dari bahan-bahan alami.

Disisi lain, metode tanam bioponik ialah metode budidaya tanaman half and half yang menggabungkan antara sistem tanam hidroponik sama sistem pertanian organik.

Metode ini ditemukan buat mengatasi masalah-masalah serta menggabungkan keuntungan dari dua metode tanam tersebut. Jadi, metode bioponik ialah sistem hidroponik yang memakai nutrisi organik yang berasal dari bahan-bahan alami.

Contoh Tanaman yang Dibudidayakan dengan Hidroponik

Adapun untuk contoh tanaman yang bisa dibudidayakan dengan sistem hidroponik antara lain;

  1. Tanaman Selada

Selada adalah salah satu tanaman yang sering dibudidayakan dengan sistem hidroponik sebab pertumbuhan tanamannya yang sangat cepat dengan teknik menanam ini. Pemeliharaan tanaman ini juga tidak susah sama sekali. Tanaman ini paling cocok untuk para pemula yang sedang memulai sistem hidroponik. Saat panen, kamu dapat menjadikan sebagai bahan salad dan sandwich.

  1. Tanaman Bayam

Seperti halnya dengan selada, bayam juga bisa tumbuh dengan sangat baik apabila dibudidayakan dengan menggunakan media air. Oleh karena itu, tanaman ini paling cocok apabila dibudidayakan dengan sistem hidroponik.

Bayam tidak memerlukan banyak suhu panas ataupun cahaya yang banyak. Kamu dapat memanen bayam dalam waktu 12 minggu atau 4 bulan. Bayam kamu dapat gunakan dalam beberapa varian makanan ataupun dijadikan jus sehat.

Itulah tadi artikel yang bisa dibagikan pada semua pembaca berkaitan dengan macam-macam sistem budidaya hidroponik pada tanaman dan contohnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *