Jenis Tanaman Jahe dan Syarat Tumbuhnya

Diposting pada

Macam-Macam Jahe

Jahe merupakan tumbuhan rimpang yang sangat populer digunakan sebagai rempah-rempah dan sebagai salah satu jenis tanaman obat. Rasa dominan pedas yang ada pada tanaman ini disebabkan senyawa keton bernama zingeron.

Jahe atau dalam Bahasa Inggri “ginger“, kata “ginger” itu berasal dari pertengahan abad ke-14, dari kata “gingifer” Inggris Kuno, dari “gingiber” Latin Abad Pertengahan, dari “zingiberi” Yunani, dari “singabera” Prakrit (Middle Indic), dari bahasa Sanskerta “srngaveram” yaitu dari kata “srngga” yang artinya “dari tanduk” dan “vera” yang artinya “tubuh”, dari bentuk akarnya.

Kata itu mungkin dibaca kembali dalam bahasa Inggris Tengah dari Peerancis Kuno gingibre (Prancis Modern gingembre). Nama ilmiah jahe yaitu  Zingiber officinale diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi. Klasifikasi ilmiah jahe yaitu sebagai berikut:

  • Kingdom         : Plantae
  • Divisi               : Spermatophyta
  • Sub-divisi        : Angiospermae
  • Kelas               : Monocotyledoneae
  • Ordo                : Zingiberales
  • Famili              : Zingiberaceae
  • Genus              : Zingiber
  • Species            : Zingiber officinale

Tanaman Jahe

Jahe (zingiber officinale) adalah tanaman berbunga yang rimpang, akar jahe atau jahe, banyak digunakan sebagai bumbu dan obat tradisional. Ini adalah tanaman herba abadi yang menumbuhkan pseudostem tahunan (batang palsu yang terbentuk dari pangkal daun yang digulung) sekitar satu meter dengan bantalan daun sempit.

Perbungaan kuning pucat dengan bunga-bunga ungu dan muncul langsung dari rimpang pada pucuk yang terpisah (Wikipedia, 2019).

Jenis Tanaman Jahe

Berdasarkan pada aroma, warna, bentuk, dan besarnya rimpang terdapat tiga jenis jahe, yaitu:

Jahe GajahTanaman Jahe Gajah

Jahe gajah yang sringkali dikenal dengan jahe badak atau besar pada dasarnya memiliki arti batang yang berbentuk bulat, berwarna hijau muda, dan diselubungi pelepah daun, sehingga agak keras. Jahe besar mempunyai ukuran rimpang yang lebih besar jika dibandingkan dengan jenis jahe yang lainnya.

Apabila diiris melintang, rimpang jahe jenis ini berwarna putih kekuningan dengan aroma yang kurang tajam dan rasanya pun kurang pedas.

Jahe Kecil

Tumbuhan Jahe Kecil

Jahe kecil yang juga dikenal dengan jahe emprit memiliki batang yang berbentuk bulat, berwarna hijau muda, dan diselubungi pelepah daun, sehingga agak keras. Ukuran rimpang pada jahe jenis ini relatif kecil dan berbentuk pipih, berwarna putih sampai kuning, dengan aroma agak tajam dan terasa pedas.

Jahe Merah

Tanaman Jahe Merah

Jahe merah yang juga dikenal dengan atau jahe sunti memiliki batang yang bebentuk bulat kecil, berwarna hijau kemerahan, dan agak keras karena diselubungi oleh pelapah daun. Rimpang jahe jenis ini berwarna merah hingga jingga muda, dan ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan kedua jenis jahe. Jahe merah mempunyai aroma yang tajam dan rasanya sangat pedas (Lentera, 2002).

Syarat Tumbuh Tanaman Jahe

Adapun untuk syarat tumbuhnya tanaman jehe antara lain adalah sebagai berikut;

Tanah

Tanah untuk menanam jahe adalah tanah yang lembab dengan pH 5,5-7,0 dan unsur hara yang tinggi. Tanah yang digunakan untuk menanam jahe tidak boleh tergenang air.

Ketinggian Tempat

Tanaman jahe dapat tumbuh subur pada wilayah dengan ketinggian 0-1500 meter dpl, kecuali untuk jenis jahe gajah yang tumbuh pada ketinggian 500 sampai 950 meter.

Curah Hujan

Tanaman jahe dapat tumbuh optimal pada wilayah dengan curah hujan antara 2.500-2.00 mm/tahun, dengan kelemababan udara 80%.

Demikianlah serangkain artikel yang sudah kami tuliskan kepada segenap pembaca terkait dengan jenis-jenis tanaman jahe dan syarat tumbuhnya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *