Jenis Lada dan Khasiatnya Secara Umum

Diposting pada

Jenis Tumbuhan Lada

Lada merupakan salah satu tumbuhan rempah yang bisa dijadikan sebagai tanaman herbal meskipun baunya menyengat, rasanya pedas/panas, dan sifatnya bermanfaat untuk kesehatan, menjadikan lada atau merica sebagai bumbu favorit di seluruh dunia dan umumnya digunakan dalam banyak resep masakan.

Terdapat bermacam-macam jenis lada, tapi yang paling banyak dikenal yaitu lada hitam, lada putih dan lada hijau. Lada tumbuh subur di daerah beriklim panas dan lembab bersama dengan hujan lebat. India Selatan dan Vietnam memproduksi lada dengan sangat baik. Inilah alasan mengapa 95% lada dunia tumbuh di negara-negara ini. Indonesia, Malaysia, Brasil, Vietnam dan Sri Lanka juga merupakan negara-negara yang menjadi penghasil utama lada utama.

Tanaman Lada

Lada atau disebut juga dengan merica sering dikatakan sebagai “King of Spices atau Raja rempah-rempah”. Lada termasuk salah satu dari sekitar 1.000 spesies dari genus Piper yang merupakan bagian dari famili paprika yang disebut Piperaceae.

Pengertian Lada

Lada adalah tanaman berbunga yang dibudidayakan untuk buahnya, yang dikenal sebagai merica, yang biasanya dikeringkan dan digunakan sebagai bumbu masakan. Rasa pedas pada lada disebabkan oleh adanya senyawa kimia yang disebut piperin, yang merupakan senyawa yang memberikan rasa pedas yang berbeda dari cabai yang pedasnya disebabkan karena senyawa yang disebut capsaicin.

Pengertian Lada Menurut Para Ahli

Adapun definisi lada menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

Wikipedia

Lada atau merica, atau disebut juga Sahang merupakan tanaman yang kaya akan kandungan kimia, seperti minyak lada, minyak lemak, juga pati. Lada memiliki sifat yang sedikit pahit, pedas, hangat, dan antipiretik. Baca juga; Teknik Budidaya Tanaman Lada dalam Pertanian

Jenis Lada

Berikut ini beragam jenis lada yang perlu kita ketahui berdasarkan klasifikasinya masing-masing, antara lain adalah sebagai berikut;

Klasifikasi Lada Berdasarkan Jenis Tanamannya

Berdasarkan jenis tanamannya, lada bisa dibedakan menjadi dua yaitu lada panjat dan lada perdu. Pada dasarnya kedua jenis lada di atas bukan berbeda secara varietas atau jenis, tapi yang membedakan hanya pada teknik pernanaman atau perbanyakan.

Lada Panjat

Tanaman Lada Panjat

Lada panjat ialah tanaman lada yang diperbanyak dengan teknik ortotrop. Lada jenis ini paling umum diusahakan di Indonesia dan di dunia. Bibitnya berasal dari stek (potongan batang) sulur panjat, dengan ciri setiap buku ruasnya memiliki arti akar lekat atau calon akar lekat.

Kelebihan budidaya lada panjat, yaitu:  Membuat bibitnya lebih mudah, sehingga harga bibitnya lebih murah; Lebih jarang terkena penyakit busuk akar dan busuk pangkal batang; Perawatannya lebih mudah; Produksi buahnya lebih tinggi; Umur tanaman relatif lebih panjang; Relatif lebih tahan cekaman air.

Sedangkan kekurangannya yaitu: Panen pertamanya lebih lama, umumnya pada usia dua setengah tahun sampai tiga tahun setelah tanam; Harus menggunakan tiang panjatan; Memanennya harus menggunakan tangga, karena tinggi tajar umumnya adalah tiga meter di atas permukaan tanah.

Lada Perdu

Tanaman Lada Perdu

Lada perdu ialah tanaman lada yang diperbanyak dengan teknik plagiotrop. Budidaya lada perdu bisa dilakukan sistem tumpang sela dengan kelapa atau tanaman tahunan lainnya, maupun tumpangs sari dengan tanaman semusim seperti kacang tanah dan jagung.

Kelebihan dalam arti budidaya lada perdu, yaitu: Panen pertamanya lebih cepat, umumnya umur setahun sampai setahun setengah setelah tanam; Tidak membutuhkan tiang panjatan; Memanennya lebih mudah, tidak membutuhkan tangga.

Sedangkan kekurangannya yaitu: Membuat bibitnya lebih sulit dan butuh waktu lebih lama; Lebih rentan terkena penyakit busuk akar dan busuk pangkal batang; Pemupukan dan penanggulangan gulma lebih sulit, karena cabang, ranting dan dedaunan lada perdu terhampar di tanah; Produksi buah lebih rendah; Umur relatif lebih pendek; Relatif kurang tahan cekaman air.

Klasifikasi Lada Berdasarkan Pengolahannya

Berdasarkan pengolahannya, tanaman lada bisa dibedakan antara lain:

Lada Hijau

Tanaman Lada HijauLada hijau ialah yang dipetik jauh sebelum buah merica matang, sehingga mempunyai warna kulit luarnya masih hijau. Pemanfaatan lada hijau yang dikeringkan biasanya untuk makanan Perancis dan beberapa masakan Thailand.

Lada hijau memiliki rasa yang segar dan sangat aromatik, tapi tidak pedas. Proses pengawetan lada ini lebih lama dan dalam jumlah yang lebih sedikit, sehingga harganya mahal.

Lada Merah Jambu

Tanaman Lada Merah JambuLada merah jambu sebenarnya bukan benar-benar lada, melainkan buah beri mentah yang berasal dari pohon lada di Brasil. Pohon lada yang satu ini dapat ditemukan di California, Arizona, Florida, dan Texas.

Lada jenis ini biasanya digunakan dalam hidangan Nouveau atau sebagai campuran dengan bumbu lainnya. Rasa lada merah jambu sama seperti lada hitam, tetapi lebih lembut dan lebih asam, dengan sedikit rasa manis. Lada ini pun mahal harganya dan sulit ditemui di pasaran.

Lada Merah

Tanaman Lada Merah

Lada merah seringkali membuat orang bingung untuk membedakannya dengan lada merah jambu, padahal sebenarnya lada merah ini merupakan lada yang sudah benar-benar matang dengan warna merah terang ketika lada dipetik.

Lada merah bisa digunakan saat masih segar. Akan tetapi, jenis lada yang satu ini cepat rusak. Oleh sebab itu, lada ini bisa disimpan dalam air asin, freeze-dried, atau air-dried. Lada merah memiliki aroma yang sangat kompleks dengan sedikit rasa pedas dan panas.

Lada Putih

Tanaman Lada Putih

Lada putih merupakan jenis lada yang sudah matang dan bagian kulit luarnya sudah terkelupas. Cara yang biasanya dilakukan untuk menghilangkan seluruh kulit luar lada ini yaitu dengan merendamnya di dalam air selama beberapa hari, kemudian gosok kulit luar tersebut hingga benar-benar terkelupas.

Lada putih mempunyai aroma yang sederhana dan rasa pedasnya tidak terlalu tidak tajam. Resep masakan yang menggunakan jenis lada yang satu ini misalnya saus, sup, kentang, dan minuman. Untuk masakan-masakan Eropa, lada putih lebih populer digunakan daripada lada hitam.

Lada Hitam

Tanaman Lada Hitam

Lada hitam merupakan jenis lada yang paling terkenal dan banyak digunakan di Amerika Serikat. Lada hitam dibuat dari buah lada matang tapi yang belum terlalu matang, yaitu buah lada berwarna hijau yang sudah mulai berubah menjadi kuning.

Setelah dipetik, buah lada tersebut direbus sebentar, kemudian difermentasi dan dikeringkan secara alami di bawah sinar matahari atau bisa juga dengan pemanasan menggunakan udara panas sampai keriput dan menghitam. Lada hitam mempunyai rasa yang panas dan aromatik. Di Mesir, jenis lada yang satu ini biasanya dipakai untuk membantu dalam proses pengawetan mumi.

Lada Szechuan

Tanaman Lada Szechuan

Hampir sama dengan lada merah jambu, lada Szechuan juga bukan lada yang sebenarnya, melainkan buah beri dari pohon Prickly Ash di Cina. Lada jenis ini tumbuh dan dikonsumsi di Asia dan menjadi komponen penting dalam masakan Cina terutama Kota Szechuan.

Lada Szechuan sangat aromatik, bibir kita mungkin akan sedikit mati rasa apabila mencicipinya secara langsung. Sebelum dihaluskan lada Szechuan sering dipanggang terlebih dahulu. Penggunaannya sangat cocok dengan ikan, ayam, dan bebek, atau hidangan panas berempah.

Klasifikasi Lada Berdasarkan Varietasnya

Terdapat beberapa varietas tanaman lada, diantaranya yaitu:

Lada Varietas Natar 1

Tanaman Jenis Lada Varietas Natar 1

Tanaman lada Varietas Natar 1 sering disebut juga balok belantung mempunyai ciri utama yaitu panjang batang primernya mencapai 10 m deggan tandan buah sepanjang 8,7 cm. Varietas yang satu ini rentan terhadap penyakit kuning, tapi tahan terhadap penyakit busuk pangkal batang.

Lada Varietas Natar 2

Jenis Lada Varietas Natar 2

Tanaman lada Varietas Natar 2 yang memiliki nama lain varietas kerinci ini ciri-cirinya yaitu panjang batangnya sekitar 8 m dengan tandan buah sepanjang 8,1 cm. Rata-rata tandan lada varietas ini sebanyak 12 dengan jumlah buah rata-rata pertandan sebanyak 56 butir. Lada varietas Natar 2 juga rentan terhadap  penyakit kuning, tapi tahan terhadap penyakit busuk pangkal.

Lada Varietas Petaling 1

Tanaman lada Varietas Petaling 1 yang memiliki nama lain varietas lampung daun lebar ini ciri-cirinya yaitu produktivitas yang cukup tinggi, sekitar 4,48 ton/ha, yang mulai berproduksi saat berumur setahun setelah tanam. Lada varietas ini rentan terhadap terhadap penyakit busuk pangkal batang dan tahan terhadap penyakit kuning.

Lada Varietas petaling 2

Tanaman lada Varietas petaling 2 yang memiliki nama lain varietas jambi ini merupakan varietas yang paling tinggi produktivitasnya dibandingkan varietas yang telah disebuktan sebelumnya. Produktivitas dari lada varietas ini bisa mencapai 4,8 ton/ha.

Selain itu, varietas ini lebih genjah dari varietas lainnya, yaitu mulai berbunga saat berumur delapan bulan. Lada varietas ini rentan terhadap penyakit busuk pangkal batang tetapi tahan terhadap penyakit kuning.

Khasiat Lada Secara Umum

Berikut ini manfaat lada secara umum, antara lain:

  1. Menurunkan presentase resiko terjangkit penyakit kanker

Banyak penelitian yang menyatakan bahwa senyawa kimia pada merica (pipering) dapat membantu dalam menurunkan presentase resiko berkembangnya kanker hingga tumor payudara.

Hal tersebut tentu akan sangat efektif apabila penggunaannya dipadukan dengan tanaman kunyit, baik dalam bentuk makanan ataupun tanaman obat-obatan herbal.

  1. Menurunkan depresi

Kandungan minyak esensial yang terdapat pada merica diyakini bisa menurunkan tingkat kecemasan dan kekhawatiran berlebih. Hal tersebut disebabkan oleh kandungan zat piperin dalam lada yang bisa bertindak sebagai obat antidepresan yang kuat untuk membantu proses pemulihan diri dari depresi dan juga dikenal untuk menambah kemampuan kognitif.

  1. Meredakan rematik

Sakit rematik dapat diakibatkan oleh akumulasi zat beracun, kelebihan cadangan air dalam tubuh, kadar garam dan asam urat yang menyebabkan terjadinya kemerahan, nyeri, peradangan, rasa sakit dan iritasi bagian sendi.

Kandungan minyak esensial  yang terdapat pada merica bisa mengeluarkan sebagian besar simpanan air yang berlebih di tubuh, sisa-sisa zat racun, asam urat dan kelebihan zat kalsium lainnya melalui urine.

  1. Menurunkan risiko Alzheimer

Berdasarkan penelitian yang telah diterbitkan oleh Journal of Alzheimer Disease diketahui bahwa kebiasaan dalam menambahkan merica pada masakan, khususnya merica hitam bisa membantu mencegah munculnya Alzheimer.

  1. Menghindarkan dari kejang

Kandungan piperin yang terdapat pada merica juga bisa mengontrol aliran kalsium yang menyebabkan sel-sel saraf melepaskan neurotransmitter, sehingga bisa menghindarkan dari kejang.

Itulah tadi penjelasan serta pengulasan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan jenis-jenis tanaman lada dan manfaatnya bagi kesehatan. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan wawasan serta referensi mendalam bagi pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *