Jenis Tanaman Palawija dan Manfaatnya

Diposting pada

Contoh Tanaman Palawija

Palawija menjadi salah satu kunci dalam menggalakkan diversifikasi pertanian di negara kita untuk mempertahankan ketahanan pangan. Lahan tidur yang tidak tergarap, misal lahan bekas kehutanan, bisa ditanam palawija karena penanaman palawija tidak membutuhkan banyak air. Jika terwujud, hal ini dapat meningkatkan produksi pangan. Banyak petani juga memilih untuk beralih ke palawija ketika komoditas utama mereka mengalami penurunan harga.

Terdapat bermacam-macam tanaman yang tergolong palawija, diantaranya yaitu yang berasal dari jenis tanaman serealia seperti jagung dan gandum, tanaman dari jenis umbi-umbian seperti kentang, singkong, ubi jalar, wortel, tanaman dari jenis kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang panjang, kacang tunggak, dan bermacam-macam tanaman palawija lainnya, yang semuanya mempunyai banyak manfaat sebagai sumber makanan pokok bagi manusia bahkan hewan ternak dan sebagai bahan baku industri.

Palawija

Palawija adalah tanaman selain padi yang biasa ditanam di sawah atau di ladang. Tanaman palawija sesuai jika ditanam di tanah-tanah yang subur dengan kandungan unsur hara yang cukup, sedangkan untuk persyaratan ketinggian tempat disesuaikan dengan jenis tanamannya.

Beberapa tanaman sesuai jika ditanam di daerah dataran tinggi, misalnya tanaman seperti kentang dan wortel. Ada pula yang sesuai jika ditanam di daerah dengan ketinggian sedang, misalnya jagung, kacang panjang dan kedelai.

Pengertian Tanaman Palawija

Palawija bisa diartikan sebagai semua tanaman pertanian semusim yang ditanam pada lahan kering. Bisa  dikatakan juga bahwa tanaman palawija ialah hasil produksi sekunder dari petani, yang mana hasil produksi primernya yaitu beragam jenis tanaman padi.

Tanaman palawija bisa digunakan untuk menggantikan padi sebagai makanan pokok. Kini para petani  biasanya memanfaatkan lahan pertanian mereka untuk menanam tanaman palawija untuk memperoleh hasil tambahan.

Berdasarkan data dari BPS Tahun 2008, tanaman palawija mempunyai peran yang cukup penting dalam penyedian kebutuhan pangan di Indonesia, yaitu dengan memberikan kontribusi hingga 30% dari total nilai produksi tanaman pangan.

Pengertian Tanaman Palawija Menurut Para Ahli

Adapun definisi tanaman palawija menurut para ahli, antara lain:

  1. Wikipedia, Kata palawija berasal dari Bahasa Sansekerta phaladwija, yang secara harfiah dapat diartikan tanaman kedua. Berdasarkan makna dari Bahasa Sanskerta tersebut, istilah “palawija” dimaknai sebagai hasil kedua, dan merupakan tanaman hasil panen kedua di samping padi. Istilah ini berkembang di antara para petani yang ada di Pulau Jawa untuk menyebut jenis-jenis tanaman pertanian selain padi.

Jenis Tanaman Palawija

Berikut ini macam-macam tanaman palawija beserta manfaatnya dalam kehidupan, antara lain:

Jagung

Tanaman Palawija Jagung

Jagung adalah salah satu tanaman penghasil karbohidrat selain dari gandum dan padi. Jagung merupakan tanaman palawija yang menjadi pilihan banyak petani karena mudah untuk ditanam.

Untuk bisa tumbuh dengan baik, jagung membutuhkan sinar matahari langsung serta tingkat kadar air yang tidak terlalu banyak. Jagung juga termasuk tanaman yang bisa tumbuh di berbagai jenis tanah.

Jagung menjadi sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan. Selain itu, jagung menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga mengkonsumsi jagung sebagai salah satu jenis tanaman pangan pokok.

Gandum

Tanaman Palawija Gandum

Gandum adalah salah satu tanaman sereal tertua dan paling penting.  Gandum adalah salah satu tanaman pangan domestik pertama dan selama 8.000 tahun telah menjadi makanan pokok dari peradaban utama Eropa, Asia Barat dan Afrika Utara.

Salah satu manfaat gandum adalah sumber karbohidrat yang penting. Secara global, ini adalah sumber protein nabati terkemuka dalam makanan, memiliki kandungan protein sekitar 13%, yang relatif tinggi dibandingkan dengan sereal utama lainnya, tetapi relatif rendah dalam kualitas protein untuk memasok asam amino esensial.

Kacang Hijau

Tanaman Palawija Kacang Hijau

Kacang hijau juga menjadi salah satu palawija favorit karena kaya akan nutrisi, diantaranya yaitu kandungan protein yang cukup tinggi dan merupakan sumber mineral penting, seperti kalsium dan fosfor, sedangkan kandungan lemaknya termasuk asam lemak tak jenuh.

Tanaman yang satu ini diambil bijinya untuk diolah menjadi beragam makanan. Selain itu, kacang hijau juga sering dibudidayakan untuk menjadi sayuran touge.  Di Indonesia sendiri kacang hijau sering diolah menjadi bubur yang kita kenal dengan nama bubur kacang hijau (burjo).

Kacang Panjang

Palawija Kacang Panjang

Kacang panjang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang bisa dijadikan sayur atau lalapan. Tanaman yang satu ini tumbuh dengan cara memanjat atau melilit. Bagian yang digunakan untuk sayur atau lalapan ialah buah yang masih muda dan serat-seratnya masih lunak. Selain buahnya, daun kacang panjang yang disebut dengan lembayung dan dapat dijadikan sayuran hijau.

Kacang Tanah

Palawija Kacang Tanah

Kacang tanah merupakan kacang kecil yang tumbuh di bawah tanah. Kacang tanah sering dimakan sebagai makanan ringan, terutama dipanggang dan diasinkan.

Tanaman yang satu ini adalah salah satu dari lima belas tanaman pangan terkemuka di dunia dan dibudidayakan di seluruh dunia. Ini adalah salah satu makanan terpenting dalam perdagangan internasional. Ini termasuk tanaman yang nilai gizinya yang tinggi.

Kacang Tunggak

Tanaman Palawija Kacang Tunggak

Kacang tunggak merupakan sejenis tanaman legum yang polong muda dan bijinya biasa disayur, misalnya sayur lodeh. Jenis kacang-kacangan yang satu ini relatif tahan terhadap kering, yang biasanya ditanam di pekarangan sebagai cadangan pangan keluarga, yang bisa dimanfaatkan bijinya baik dalam keadaan kering atau basah.

Polongnya yang masih muda, dan daun-daun mudanya dipetik sebagai bahan sayuran atau lalapan. Bijinya bisa ditumbuk menjadi tepung atau diolah lebih lanjut menjadi kue-kue. Kacang tunggak adalah jenis tanaman yang baik untuk dijadikan sebagai penutup tanah, sebab bisa tumbuh di berbagai jenis tanah dan dalam waktu pendek bisa menghasilkan banyak humus.

Kedelai

Palawija Kedelai

Kedelai temasuk jenis tanaman polong-polongan yang bisa diolah untuk beragam bahan makanan. Tanaman kedelai dimanfaatkan bijinya, misalnya yang paling umum di negara kita adalah kedelai digunakan sebagai bahan pembuatan Tempe, Tahu dan kecap. Selain itu, kedelai juga diolah menjadi minuman sehat “susu kedelai”.

Singkong

Tumbuhan Palawija Singkong

Singkong termasuk tanaman umbi akar. Selain dimanfaatkan umbi akarnya tersebut sebagai sumber karbohidrat, daun singkong juga bisa dikonsumsi untuk sayuran. Umbi singkong bisa dimakan mentah. Kandungan utamanya yaitu pati dengan sedikit glukosa yang menyebabkan rasanya sedikit manis.

Akan tetapi, pada keadaan tertentu, terutama jika teroksidasi, maka akan terbentuk glukosida racun yang selanjutnya dapat membentuk asam sianida (HCN).

Talas

Palawija Talas

Talas merupakan tanaman herba dari famili Araceae yang diperkirakan berasal dari Asia Tenggara, yang kemudian menyebar ke pulau-pulau Pasifik. Ini menjadi tanaman pokok yang diolah umbinya yang mengandung tepung untuk dikonsumsi sebagai sayuran yang dimasak, dibuat menjadi puding dan roti.

Talas ditanam di tanah yang berdrainase baik. Umbi dipanen tujuh bulan setelah tanam. Daun talas dan umbinya akan beracun jika dimakan mentah; kalsium oksalat tajam yang dikandungnya harus dihancurkan terlebih dahulu dengan pemanasan.

Kentang

Palawija Kentang

Kentang merupakan tanaman tahunan yang ditanam untuk dimanfaatkan umbiannya yang dapat dimakan. Kentang ini berasal dari Andes, Peru-Bolivia dan merupakan salah satu tanaman pangan utama dunia, karena mengandung banyak pati dan karbohidrat lain, mineral, protein, karotenoid, polifenol, dan sejumlah vitamin mulai dari vitamin c hingga asam folat

Kentang sering disajikan utuh atau dihaluskan sebagai sayuran matang dan juga ditumbuk menjadi tepung kentang, digunakan dalam pembuatan roti dan sebagai pengental untuk saus.

Gembili

Tumbuhan Palawija Gembili

Gembili merupakan tanaman umbi-umbian yang kini sudah sulit dijumpai di pasar. Penanamannya masih cukup luas di pedesaan meskipun semakin terancam kelestariannya. Gembili menghasilkan umbi dengan tekstur yang kenyal setelah direbus untuk dimakan.

Tanaman yang satu ini tumbuh dengan cara  merambat dan rambatannya berputar ke arah kanan (searah jarum jam jika dilihat dari atas), dengan batang yang agak berduri.

Wortel

Tanaman Palawija Wortel

Wortel adalah sayuran akar, biasanya berwarna oranye, meskipun ada kultivar ungu, hitam, merah, putih, dan kuning. Wortel diperkirakan berasal dari Persia dan pada awalnya dibudidayakan untuk dimanfaatkan daun dan bijinya.

Kini, bagian tanaman yang paling sering dimakan adalah bagian umbi akarnya yang merupakan akar tunggang, meskipun batang dan daunnya dimakan juga. Worel memiliki rasa yang manis langu. Meskipun demikian wortel memiliki kandungan Vitamin A yang sangat tinggi sehingga baik untuk kesehatan mata.

Ubi Jalar

Palawija Ubi Jalar

Ubi jalar atau ketela rambat adalah tanaman umbi akar yang umbinya memiliki rasa manis, yang dapat dikunsumsi, misalnya untuk membuat es krim, donat, maupun hanya dikukus untuk dimakan langsung. Selain umbi, daun dan pucuk daunnya juga bisa dimakan sebagai sayuran hijau.

Ubi jalar asal-usulnya dari Amerika Selatan. Di Indonesia sendiri, tanaman yang satu ini juga beragam jenisnya, misalnya ubi putih, ubi orange, ubi Cilembu, dan ubi ungu. Ubi jalar memiliki kanudngan senyawa beta karoten yang mampu menurunkan infeksi dari virus HIV/AIDS.

Mentimun

Tanaman Palawija Timun

Mentimun atau ketimun merupakan salah satu jenis palawija yang diambil buahnya. Tanaman yang satu ini tumbuh merambat, yang biasanya dipanen saat buahnya masih muda.

Buah timun muda inilah yang biasanya dijadikan sebagai sayuran ataupun minuman. Mentimun juga banyak digunakan dalam industri kecantikan sebagai bahan bagu kosmetik, karena mentimun memiliki sifat mendinginkan dan membersihkan yang bermanfaat untuk kulit.

Selain kandungan air yang tinggi, mentimun juga mengandung vitamin A, B, dan C, serta mineral seperti magnesium, kalium, mangan, dan silika. Inilah yang membuat mentimun menjadi bagian penting dalam perawatan kulit.

Oyong

Palawija Oyong

Oyong atau ada pula yang menyebutnya gambas merupakan tanaman palawija yang biasanya ditanam di pekarangan atau pada bagian ladang yang tidak digunakan untuk tanaman lain. Oyong dipanen ketika buahnya masih muda dan diolah sebagai sayur.

Oyong dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah bagi penderita diabetes. Oyong juga bisa menyembuhkan beragam penyakit seperti, radang usus, asma hingga meningkatkan air susu ibu (ASI), mencegah pilek, meredakan radang sendi, nyeri otot, serta menormalkan siklus menstruasi. Setiap 100 g oyong mengandung 1.09 g protein, 17 mg calcium,1.6 mg iron, 5.6 lU vitamin A, dan 7 mg vitamin C.

Nah, demikian serangkain artikel yang bisa kami bagikan kepada segenap pembaca terkait dengan jenis-jenis tanaman palawija dan manfaatnya dalam kehidupan manusia. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *