Jenis Pertanian Terpadu dan Contohnya

Diposting pada

Contoh Pertanian Terpadu

Lahan pertanian terpadu atau pertanian terintegrasi bertujuan untuk menjamin dampak lingkungan sekecil mungkin, melestarikan keanekaragaman hayati dan mengurangi risiko bahaya kesehatan bagi para pekerja pertanian dan konsumen, meminimalkan penggunaan bahan kimia sintetik (sebagai pestisida dan pupuk) dan sebagai alternatif produk alami.

Pertanian terpadu bisa dilakukan melalui beragam jenis kegiatan, diantaranya yaitu menggunakan air secara rasional untuk mencegah erosi dan memastikan kesuburan tanah dengan melakukan rotasi tanaman serta praktik “pupuk hijau” yang terdiri dari mengubur tanaman spesifik di tanah untuk mempertahankan dan meningkatkan kesuburannya. Di Indonesia sendiri, kegiatan pertanian terpadu juga sudah banyak dilakukan, salah satu contohnya yaitu di lereng Gunung Merapi.

Pertanian Terpadu

Pola integrasi antara tanaman dan ternak atau yang sering disebut dengan pertanian terpadu, yaitu memadukan antara kegiatan peternakan dan pertanian. Pola integrasi sangat menunjang dalam hal penyediaan pupuk kandang untuk lahan pertanian.

Sehingga tak salah jika pola ini juga dinamakan sebagai pola peternakan tanpa limbah, sebab limbah pertanian dari kegiatan peternakan digunakan untuk pupuk, dan limbah dari kegiatan pertanian digunakan untuk pakan ternak.

Integrasi hewan ternak dan tanaman bertujuan untuk mendapatkan hasil usaha yang optimal, dan dalam rangka memperbaiki kondisi kesuburan tanah. Interaksi antara ternak dan tanaman haruslah saling melengkapi, mendukung dan saling menguntungkan, sehingga bisa mendorong peningkatan efisiensi produksi dan meningkatkan keuntungan hasil usaha taninya.

Pertanian terpadu memiliki beberapa ciri, diantaranya yaitu:

  1. Pengelolaan pertanian dilakukan secara luas dan komprehensif
  2. Kegiatan pertanian beorientasi pada produktivitas, efisiensi, keberlanjutan dan diterima secara sosial dan menguntungkan secara ekonomi
  3. Pertanian terpadu merupakan suatu sistem yang mandiri dengan sistem Low External Input Sustainable Agriculture atau disingkat LEISA. Sistem tersebut mampu berjalan dengan baik tanpa ketergantungan asupan dari luar sistem
  4. Sistem tersebut bisa diukur dan dievaluasi pada setiap tahapan

Jenis Pertanian Terpadu

Kegiatan pertanian terpadu bisa dilakukan melalui beberapa jenis kegiatan berikut ini, antara lain:

  1. Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) atau Integrated Crop Management (ICM)

Pengelolaan tanaman terpadu (PTT) adalah pendekatan holistik untuk pertanian berkelanjutan. Ini mempertimbangkan situasi di seluruh peternakan, termasuk faktor sosial ekonomi dan lingkungan untuk memberikan pendekatan yang paling cocok dan aman untuk keuntungan jangka panjang.

PTT adalah pendekatan pragmatis untuk produksi tanaman yang mencakup Pengelolaan Hama Terpadu, pengelolaan tanah, sosial dan lingkungan.

PTT adalah metode bertani yang menyeimbangkan persyaratan menjalankan bisnis yang menguntungkan dengan tanggung jawab dan kepekaan terhadap lingkungan. Ini mencakup praktik yang menghindari pemborosan, meningkatkan efisiensi energi, dan meminimalkan polusi.

Prinsip dalam menerapkan PTT yaitu: produksi tanaman yang sehat dan menguntungkan, kunjungan lapangan secara teratur, produksi tanaman ramah lingkungan, untuk membantu petani mengambil keputusan.

  1. Pengelolaan Hara Terpadu atau Integrated Nutrient Management (INM)

Pengelolaan Hara Tepadu mengacu pada pemeliharaan kesuburan tanah dan pasokan nutrisi tanaman pada tingkat optimal untuk mempertahankan produktivitas yang diinginkan melalui optimalisasi manfaat dari semua sumber yang mungkin dari komponen organik, anorganik dan komponen biologis secara terpadu.

Atau bisa juga dikatakan bahwa Pengelolaan Hara Terpadu yaitu menyediakan hara yang sesuai dengan jumlah hara (neraca hara) yang dibutuhkan oleh setiap komoditas, sehingga tercipta kecukupan hara dalam jumlah yang tepat dan tanaman dapat berproduksi optimal.

  1. Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) atau Integrated Pest Management (IPM)

Pengelolaan hama terpadu (PHT) yaitu kegiatan pengendalian beragam contoh hama yang lebih efektif dan ramah lingkungan seperti penggunaan pestisida nabati, perangkap, predator alami, organisme antagonis, dan usaha-usaha penegahan serangan hama/penyakit.

FAO mendefinisikan IPM sebagai “pertimbangan hati-hati dari semua teknik pengendalian hama yang tersedia dan integrasi selanjutnya dari langkah-langkah yang tepat yang menghambat pengembangan populasi hama dan menjaga pestisida dan intervensi lain ke tingkat yang dibenarkan secara ekonomi dan mengurangi atau meminimalkan risiko terhadap kesehatan manusia dan lingkungan”.

  1. Pengelolan Air Terpadu (PAT) atau Integrated Soil Moisture Management (IMM)

“Tanah adalah jiwa dan air adalah kehidupan” adalah tema sentral dari praktik pengelolaan tanah dan air yang berkelanjutan, termasuk dalam bidang pertanian. Oleh sebab itu penggunaan air harus dikelola secara terpadu, misalnya melalui peggunaan irigasi teknis atau teknologi yang lebih canggih lainnya dalam sistem fertigasi.

  1. Pengelolaan Ternak Terpadu atau Integrated Livestock Management (ILM)

Pertanian terpadu juga bisa dilakukan melalui kegiatan Pengelolaan Ternak Terpadu, di mana ada hubungan timbal-balik antara pertanian dan peternakan. Kegiatan pertanian yang terintegrasi dengan peternakan memberikan peluang untuk meningkatkan hasil ekonomi per unit luas per unit waktu untuk petani kecil dan marginal.

Dalam sistem ini, bahan limbah didaur ulang secara efektif dengan menghubungkan komponen yang sesuai. Dengan demikian, meminimalkan pencemaran lingkungan.

  1. Pengelolaan Limbah Terpadu atau Integrated Waste Management (IWM)

Kegiatan pertanian terpadu bisa dilakukan melalui kegiatan pengelolaan limbah terpadu agar siklus biologi (bio-cycle) dalam usaha budidaya yang tidak terputus dan pemanfaatan biomassa yang lebih efektif dan efisien (zero waste management). Dalam pengelolaan limbah terpadu, konsep ‘limbah’ digantikan oleh konsep ‘sumber daya’, dikombinasikan dengan aliran limbah yang dikelola dengan baik dan terkontrol.

Kebijakan pengelolaan limbah terpadu modern didasarkan pada kombinasi pencegahan dan penghindaran limbah, daur ulang barang bekas yang dimaksimalkan, penggunaan kembali limbah, pemilahan dan pengumpulan sampah terpisah.

Contoh Pertanian Terpadu

Di Indonesia, kegiatan pertanian terpadu juga sudah banyak dilakukan. Salah satu contoh penerapan kegiatan pertanian terpadu yang telah sukses yaitu di Di desa Kepurun, Klaten, yang berada di lereng Merapi, yang disana telah berdiri PT KepurunPawana Indonesia (KPI). Perusahaan tersebut mencoba mengintegrasikan seluruh potensi alam yang pada akhirnya bersinergi secara murah dan bahkan tanpa biaya.

Contoh Pertanian Terpadu di Indonesia

Sistem yang mereka lakukan yaitu model integratif antara budidaya pertanian, peternakan, dan perikanan dengan industri yang menjadi pengolah hasilnya. Proyek tersebut dapat dimulai dengan membangun lokasi peternakan, misalnya sapi, yang menjadi rantai pertama pensuplai tahap-tahap berikutnya.

Ketika sudah banyak sapi yang dipelihara di desa itu, kotoran sapi tersebut kemudian diolah menjadi pupuk kompos untuk tanaman organik seperti sayuran dan buah-buahan. Sayuran organik tentu lebih sehat bila dikonsumsi dan nilai jualnya pun lebih tinggi.

Selain pupuk kompos, kotoran sapi bisa diproses menjadi energi gas melalui desain FIFO (First in First Out) yang menghasilkan metana (CH4). Gas ini bisa digunakan menyalakan kompor dan berfungsi sebagai sumber energi listrik. Adapun daging sapi bisa diproses menjadi bahan olahan seperti bakso dan dendeng. Pabrik pembuatannya dapat disediakan di sekitar kampung itu sehingga masyarakat tidak kesulitan untuk penjualan (Sumber: Kompasiana.com, 23 Februari 2011).

Nah, itulah tadi serangkain artikel yang sudah kami selesaikan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan beragam metode pertanian terpadu dan contohnya di Indonesia. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan materi pembahasan kepada pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *