Jenis Pupuk Anorganik dan Fungsinya

Diposting pada

Macam Pupuk Anorganik

Pupuk anorganik dalam arti pertanian biasa disebut pupuk buatan. Pupuk anorganik adalah jenis pupuk yang diproduksi oleh pabrik dengan bahan-bahan kimia di dalamnya. Sehingga dalam hal ini kandungan dalam arti unsur hara bisa meliputi kadar/konsentrasi, jenis dan komposisi ditentukan oleh pabrik tersebut.

Pupuk Anorganik

Pupuk anorganik adalah jenis pupuk yang dibuat oleh manusia baik itu berupa pabrik ataupun industri. Sehingga pupuk anorganik ini dinilai mengandung senyawa anorganik yang mengandung unsur hara tertentu dengan kadar yang tinggi.

Pupuk Anorganik Menurut Para Ahli

Adapun menurut para ahli, definisi atas pupuk anorganik antara lain sebagai berikut;

  1. Leiwakabessy dan Sutandi (2004), Definisi pupuk anorganik adalah jenis pupuk yang mengandung satu senyawa anorganik bahkan lebih dari satu senyawa.
  2. Lingga dan Marsono (2011), Pengertian pupuk anorganik adalah pupuk yang diramu dengan bahan-bahan kimia yang memiliki kandungan hara yang tinggi.

Jenis Pupuk Anorganik

Adapun berbagai macam yang dapat dikenalkan dalam pupuk anorganik jikalau ditinjau pada kanduangan unsur hara, dibedakan menjadi dua yaitu pupuk tunggal dan pupuk majemuk.

  1. Pupuk tunggal

Pupuk tunggal merupakan pupuk yang tersusun dari satu macam unsur hara (senyawa anorganik). Misalnya satu unsur Nitrogen dalam pupuk urea, unsur P dalam pupuk SP-36, dan unsur K dalam pupuk KCl. Pupuk tunggal biasanya telah ditetapakan SNI.

Contohnya dalam hal ini adalah pupuk urea harus mengandung unsur N berkisar 45-46%, apabila terdapat jenis pupuk lain yang mengandung unsur N lebih dari 45-46% ata kurang dari itu tidak dapat dikatakan sebagai urea.

  1. Pupuk Majemuk

Pupuk majemuk merupakan pupuk yang mengandung unsur hara (senyawa anorganik) lebih dari satu unsur. Contohnya pupuk NPK, NK, Phonska 15-15-15 dan Mutiara 16-16-16 dengan perbandingan kandungan hara dalam pupuk majemuk yang bervariasi. Pupuk majemuk biasanya juga ditambah dengan hara lain (S, Mg atau hara mikro (Cu dan Zn) ).

Contoh Pupuk Anorganik

Contoh-contoh atas penjelasan macam-macam pupuk organik serta kanduangannya tersebut antara lain;

  1. Pupuk SP-36

Gambar Pupuk SP-36
Pupuk Anorganik SP-36

Pupuk SP-36 merupakan pupuk anorganik dan tergolong pupuk tunggal. Pupuk SP-36 sering digunakan dalam kegiatan pertanian karena mengandung hara yang tinggi. Kandungan hara pada SP-36 yaitu Posfor (P). Pupuk SP-36 memiliki warna putih pucat dengan struktur yang kuat dan kelarutan yang rendah.

  1. Pupuk Urea

Pupuk Anorganik Urea
Pupuk Urea

Pupuk urea dalam pupuk anorganik tergolong pupuk tunggal karena mengandung hara utama yaitu nitrogen (N). Pupuk urea memiliki bentuk seperti tepung bertekstur kasar dan agak keras serta berwarna putih.

Pupuk merupakan jenis pupuk yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman. Selain unsur nitrogen yang tinggi, pupuk urea bersifat fast release atau kelarutanya sangat tinggi sehingga mudah diserap oleh tanaman. Hal ini dapat meningkatkan kuantitas hasil panen pada lahan pertanian.

Oleh sebab itulah, banyak petani yang menggunakan dan memahami bahwa manfaat pupuk urea untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman yang ditanam.

  1. Pupuk Ponska

Pupuk Anorganik Ponska
Pupuk Ponska

Pupuk Ponska memiliki kandungan unsur hara nitrogen, posfor, dan kalium. Pupuk kalium berwarna kuning kemerahan dan bentuknya butiran. Ponska memiliki kelarutan yang sedang dan bertekstur agak keras. Ponska dapat digunakan di segala jenis tanah Indonesia.

  1. Pupuk Gandasil D

Pupuk Anorganik Gandasil D
Pupuk Gandasil D

Pupuk Gandasil D merupakan jenis pupk yang mengandung hara utama yaitu Nitrogen (N). Pupuk Gandasil D mengandung hara berkisr 18-20%. Pupuk Gandasil D berwarna biru muda dan memiliki bentuk seperti tepung halus. Pupuk Gandasil D mempunyai kelarutan yang tinggi dan biasanya digunakan untuk fase vegetatif. Fase vegetatif adalah fase pada saat tanaman mengalami pertumbuhan dan pemulihan setelah berbuah.

Pupuk Gandasil D biasanya diaplikasikan ke dalam bagian daun karena supaya dapat terserap melalui stomata. Penggunaan pupuk kimia ini apabila berlebihan dapat merusak ekosistem dan tanaman dapat terluka bahkan terbakar.

  1. Pupuk Gandasil B

Pupuk Anorganik Gandasil B
Pupuk Gandasil B

Pupuk Gandasil B merupakan pupuk anorganik yang mengandung hara utama dengan gandasil D yaitu Nitrogen (N), Posfor (P), dan Kalium (K). Pupuk Gandasil B berwarna merah mudan dan berwujud seperti tepung halus. Pupuk ini biasanya diaplikasikan pada bagian daun.

Fungsi Pupuk Anorganik

Sebagai penjelasan lebih lanjut terkait dengan manfaat daripada pupuk anorganik ini, antara lain seperti;

Menyuburkan Tanah dengan Cepat

Fungsi yang paling menonjol dari penggunaan dalam pupuk anorganik ini ialah bisa menyuburkan tanah dengan proses yang sangat cepat, sehingga dalam hal ini dianggap sebagai suatu kondisi menguntungkan karena bisa memaksimalkan hasil panen.

Contoh penerapannya misalnya saja dalam tanah liat yang notabene menjadi salah satu tanah dengan ciri kesuburan yang tidak teralu besar. Ketika diberikan pupuk anorganik bisa subur dan dapat menghasilkan.

Meningkatkan Hasil Produksi

Fungsi dan kegunaan lainnya dari penggunaan pupuk anorganik ini ialah mampu meningkatkan hasil produksi pada beragam jenis lahan pertanian. Oleh sebab itulah pada kondisi ini dapat memicu adanya petani untuk mempereoleh hasil yang kebih besar.

Mencegah Serangan Hama

Berbagai jenis hama tanaman kerapkali ada dalam setiap pertanian, salah satunya upaya yang sampai saat ini dianggap menjadi solusinya ialah dengan mempergunakan pupuk anorganik oleh karena demikian proses penggunaan pupuk ini bisanya dilakukan pada jenis pertanian modern.

Itulah ulasan lengkap yang bisa kami sebutkan pada segenap pembaca berkaitan dengan jenis-jenis pupuk anorganik dalam pertanian dan fungsinya secara singkat. Semoga memberik referensi bagi pembaca yang sedang memperlukan. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *