Jenis Sawah dan Contohnya

Diposting pada

Macam Sawah

Sawah adalah sebidang tanah subur yang digunakan untuk menanam padi secara semi-akuatik. Selama abad kedua puluh, pertanian padi sawah menjadi bentuk dominan dari menanam berbagai jenis padi. Pertanian sawah dipraktikkan di Kamboja, Bangladesh, Cina, Taiwan, India, Indonesia, Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, Malaysia, Myanmar, Nepal, Pakistan, Filipina, Sri Lanka, Thailand, Vietnam, dan Laos, serta Piedmont di Italia, Camargue di Perancis, Lembah Artibonite di Haiti, dan Lembah Sacramento di California. Seiring perkembangannya, terdapat bermacam-macam jenis sawah.

Misalnya ditinjau dari segi sumber air yang digunakan, ada yang sawah irigasi yang mengandalkan air dari sungai atau mata air. Ada pula sawah tadah hujan yang sumber airnya bergantung pada hujan.

Sawah

Sawah adalah ciri khas pertanian padi di Asia timur, selatan dan tenggara. Sawah yang terdapat di daerah dengan topografi miring atau curam, seperti sungai atau rawa, dapat dibuat teras-teras yang dikneal dengan istilah terasiring.

Sawah dapat membutuhkan banyak tenaga kerja dan bahan tanam, serta membutuhkan sejumlah besar air untuk irigasi. Kerbau dan sapi yang diadaptasi untuk hidup di lahan basah, adalah hewan pekerja penting yang digunakan secara luas dalam pertanian sawah.

Pengertian Sawah

Sawah dapat didefinisikan sebagai lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan atau menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang dari mana diperoleh status lahan tersebut.

Sawah juga dapat diartikan sebagai sebidang lahan pertanian yang kondisinya selalu ada dalam kondisi basah dan kadar air yang dikandungnya selalu di atas kapasitas lapang. Sebidang sawah memiliki ciri-ciri, diantaranya yaitu yaitu:

  1. Topografi selalu rata
  2. Dibatasi oleh pematang
  3. Diolah selalu pada kondisi berair
  4. Ada sumber air yang kontinyu atau berkesinambungan, kecuali pada sawah tadah hujan dan sawah rawa
  5. Kesuburan tanahnya relative stabil meskipun diusahakan secara intensif, dan
  6. Tanaman yang utama diusahakan petani padi sawah

Pengertian Sawah Menurut Para Ahli

Adapun definisi sawah menurut para ahli, antara lain:

  1. Cambridge Dictionary, Sawah adalah sebuah ladang ditanami padi yang tergenang air.
  2. Wikipedia, Sawah ialah tanah yang digarap dan diairi untuk tempat menanam padi. Untuk keperluan tersebut, sawah harus bisa menyangga genangan air, sebab ciri padi membutuhkan penggenangan selama periode tertentu dalam pertumbuhannya.

Untuk mengairi sawah bisa dilakukan dengan menggunakan sistem irigasi dari mata air, sungai atau air hujan. Sawah yang terakhir disebut dengan sawah tadah hujan, sedangkan yang lainnya ialah sawah irigasi. Padi yang ditanam di sawah dikenal dengan istilah padi lahan basah (lowland rice).

Jenis Sawah

Berikut ini bermacam-macam jenis sawah, antara lain adalah sebagai berikut;

Jenis Sawah Irigasi

Yaitu sawah yang mendapatkan pengairan dari sistem irigasi, baik yang bangunan penyadap dan jaringan-jaringannya diatur serta dikuasai dinas pengairan PU maupun dikelola sendiri oleh masyarakat. Terdapat beberapa jenis sawah irigasi, antara lain:

  1. Sawah irigasi teknis

Sawah irigasi teknis merupakan sawah yang sumber irigasinya dari sungai, artinya air selalu tersedia sepanjang sepanjang tahun. Volume air irigasi yang masuk ke saluran primer, sekunder, dan tersier bisa terukur. Oleh sebab itu, pola tanam pada sawah teknis lebih fleksibel dibandingkan dengan sawah lainnya.

Pada sawah jenis ini jaringan irigasi saluran pemberi terpisah dari saluran pembunag dengan tujuan agar penyediaan dan pembagian air ke dalam lahan sawah tersebut bisa sepenuhnya diatur dan diukur dengan mudah. Jaringan irigasi beserta bangunannya pada sawah teknis dibangun dan dipelihara oleh Dinas PU (Pekerjaan Umum).

Ciri sawah beririgasi teknis adalah pola tanamnya sebagian besar selalu padi-padi, meskipun ada pola tanam lain biasanya terbatas di daerah-daerah yang para petaninya sudah memiliki orientasi ekonomi yang tinggi. Contohnya seperti di daerah kebupaten Kuningan dan kabupaten Garut.

  1. Sawah irigasi setengah teknis

Sawah dalam pengertian irigasi setengah teknis merupakan sawah yang sumber irigasinya dari sungai, ketersediaan airnya berbeda dari sawah pengairan teknis, karena biasanya air tidak cukup tersedia sepanjang tahun.

Dalam mengelola sawah irigasi jenis ini Dinas PU hanya bisa menguasai bangunan penyadap untuk mengatur dan mengukur pemasukan air. Sedangkan jaringan irigasinya tidak dapat diukur dan tidak dikuasai oleh PU.

Ciri-ciri sawah beririgasi setengah teknis yaitu pola tanam pada sawah ini biasanya padi – palawija atau palawija – padi. Contoh sawah jenis ini banyak terdapat di daerah kabupaten Garut bagian selatan, kabupaten Cianjur selatan, dan kabupaten Sukabumi selatan.

  1. Sawah irigasi sederhana

Sawah irigasi sederhana merupakan sawah yang mendapatkan pengairan dari irigasi sederhana yang sebagian jaringannya (bendungan) dibangun oleh Dinas PU. Pada sawah jenis ini airnya bisa diatur, tapi bangunan-bangunannya belum/tidak permanen (mulai dari primer hingga tersier).

  1. Sawah Irigasi Pedesaan

Sawah irigasi pedesaan merupakan sawah yang sumber irigasinya berasal dari sumber-sumber air yang terdapat di lembah-lembah bukit yang ada di sekitar sawah yang bersangkutan. Prasarana irigasi yang meliputi saluran, bendungan dibuat oleh pemerintah desa dan petani setempat, serta bendungan irigasi umumnya tidak permanen.

Ciri-ciri sawah irigasi pedesaan yaitu pola tanam pada sawah ini biasanya padi-padi, dan padi-palawija, atau padi – bera. Petani yang menanam padi-padi biasanya terbatas di daerah-daerah yang dekat degan sumber air.

Sedangkan yang letaknya jauh biasanya hanya dapat ditanami tumbuhan padi sekali saja ketika musim hujan dan ketika musim kemarau dibiarkan bera. Contoh sawah jenis ini hampir di seluruh kabupaten ada tapi luasanya terbatas sekali.

Sawah Non Irigasi

Yaitu sawah yang tidak mendapatkan pengairan dari sistem irigasi, tapi sumber airnya bergantung pada air dari alam seperti air hujan, pasang surutnya air sungai/laut, serta air rembesan.

  1. Sawah Tadah Hujan 

Sawah tadah hujan merupakan sawah yang sumber irigasinya bergantung pada ketersediaan air dari hujan. Sawah tadah hujan biasanya terdapat di daerah-daerah yang bertopografi tinggi dan berada di lereng-lereng gunung atau bukit yang tidak memungkinkan untuk dibuatnya saluran irigasi.

Oleh sebab itu, pola tanam pada sawah jenis ini adalah padi-bera, padi-palawija, dan palawija-padi.

  1. Sawah Rawa 

Sawah rawa merupakan sawah yang sumber airnya tidak dapat diatur, sebab sawah ini biasanya terdapat di daerah lembah dan cekungan atau pantai. Sawah selalu tergenang air dikarenakan airnya tidak bisa dikeluarkan atau diatur sesuai dengan kebutuhan.

Ciri-ciri sawah rawa yaitu diolah atau ditanami ketika musim kemarau dan dipanen menjelang musim hujan. Tanaman yang utama yang ditanam ialah padi rawa yang bersifat tumbuhnya mudah menyesuaikan dengan permukaan air jika tergenang melebihi batas permukaan atau dilanda banjir.

Contoh sawah rawa banyak terdapat di kabupaten Kawarang sebelah utara, kabupaten Indramayu, dan di pulau-pulau luar Jawa, seperti Kalimantan Selatan, Jambi, Sumatera Selatan.

  1. Sawah Rawa Pasang Surut

Sawah rawa pasang surut merupakan sawah yang sistem pengairannya dipengaruhi naik dan turunnya air laut (pasang laut). Ciri khas dari sawah jenis ini adalah pengolahan tanahnya sangat sederhana yaitu hanya dengan melakukan pembabatan rumput ketika musim kemarau menjelang musim hujan dan panennya dilakukan pada musim hujan.

Contoh sawah rawa pasang surut banyak terdapat sepanjang sungai yang besar-besar seperti di Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Irian Jaya.

  1. Sawah Lebak

Sawah lebak merupakan sawah yang terdapat dikanan-kiri tebing sungai dan di delta-delta sungai yang besar. Sumber pengairan pada sawah jenis ini berasal dari sungai yang bersangkutan. Pemasukan air dilakukan dengan menggunakan alat pengeduk seperti timba atau kincir air yang dibuat di sebelah kiri kanan sawah yang bersangkutan.

Pengolahan dan penanaman dilakukan ketika musim kemarau dan panen dilakukan menjelang musim hujan. Contoh sawah lebak terdapat di Jawa Timur lembah Bengawan Solo, Kali Berantas, dan Delta Musi di Sumatera Selatan.

  1. Sawah Bencah

Sawah bencah merupakan sistem pertanian lahan basah yang dilakukan di daerah rawa-rawa yang telah di keringkan atau dimuara sungai besar, sehingga sawah jenis ini biasanya terletak di di dekat sungai atau muara sungai.

Biasanya panen dilakukan 1 kali dalam setahun dimana suplai airnya masih tergantung pada pasang-surut air sungai. Akan tetapi sistem ini sudah jarang digunakan.

Sawah Lainnya

Selain didasarkan pada sumber pengairan, ada pula jenis sawah lainnya, antara lain:

  1. Sawah kambang

Padi kambang merupakan jenis tanaman padi yang panjang batangnya bisa disesuaikan dengan tinggi muka air pada lahan sawah. Jenis sawah ini menuntut pengetahuan petaninya dalam mengetahui karakteristik air di daerahnya.

  1. Sawah Padi Gogo-Rancah

Padi gogo rancah merupakan sistem pertanian yang dilakukan dengan mengupayakan jenis padi yang ada ketika pengairan cukup baik (musim hujan) menjadi padi sawah biasa, tapi jika pengairannya kurang, sawah ini berubah menjadi sawah padi gogo (huma).

  1. Sawah yang sementara tidak diusahakan

Sawah jenis ini merupakan lahan sawah yang karena beberapa alasan, misalnya karena tidak adanya tenaga, adanya OPT (Organisme Penganggu Tanaman), maka selama lebih dari 1 tahun dan ≤ 2 tahun tidak diusahakan. Apabila lahan sawah tidak diusahakan dalam jangka waktu lebih dari 2 tahun, maka dikategorikan sebagai lahan bukan sawah yang sementara tidak dapat diusahakan.

Contoh Sawah yang Ada di Indonesia

Berikut ini beberapa contoh lahan sawah yang terdapat di Indonesia, diantaranya yaitu:

  1. Sawah Sukorame, Yogjakarta

Sawah Sukorame merupakan areal persawahan yang sekaligus dijadikan sebagai obyek wisata. Pemandangan di sawah ini memang unik. Di sini wisatawan bukan hanya bisa merasakan nuansa alam yang asri, tapi juga bisa meregangkan otot berjalan mengelilingi sawah yang hijau Wisata sawah Sukorame ini juga dinamai “Jelajah Sawah Pertanian Bowongan (JSPB) Songgolangit”.

  1. Sawah Tegalalang, Bali

Ini merupakan sawah yang paling terkenal di dunia. Area sawah ini terletak di dekat Gunung Kawi, Tampaksiring, dan Taro Elephant Park. Meskipun ini adalah area sawah, tapi di sini banyak kafe dan resort yang menyediakan jamuan lezat dan penginapan nyaman untuk menikmati hijaunya pemandangan.

  1. Sawah Laba-Laba, Nusa Tenggara Timur

Seperti namanya, Sawah Laba-laba, sawah ini memang berbentuk sarang laba-laba. Sawah laba-laba tepatnya berada di daerah Cancar, Kabupaten Manggarai, NTT.

Itulah tadi serangkain artikel yang sudah kami tuliskan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan jenis-jenis sawah dalam pertanian dan contohnya di berbagai daerah Indonesia. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *