Jenis Singkong dan Manfaatnya Secara Umum

Diposting pada

Macam Singkong

Singkong merupakan tanaman dari keluarga spurge (euphorbiaceae) yang berasal  dari daerah tropis Amerika. Ini dibudidayakan di seluruh dunia terutama di wilayah beriklim tropis untuk dimanfaatkan umbi akarnya, yang biasanya digunakan untuk membuat tepung singkong, tapioka, roti, bahkan minuman beralkohol. Singkong mungkin pertama kali dibudidayakan oleh Suku Maya di Yucatán.

Singkong adalah tanaman tahunan yang memiliki ciri-ciri yaitu bentuk daunnya yang menjari dengan 5 hingga 9 belahan lembar daun, batangnya mempunyai pola percabangan yang khas, yang keragamannnya tergantung pada varietas, dan tingginya bisa mencapai 1 sampai 4 meter. Tanaman yang satu ini memiliki jenis yang beragam. Keanekaragaman jenis singkong tersebut akan diulas dalam artikel berikut ini.

Singkong

Singkong termasuk salah satu contoh tanaman umbi akar. Selain dimanfaatkan umbi akarnya tersebut sebagai sumber karbohidrat, daun singkong juga bisa dikonsumsi untuk sayuran. Manusia yang tinggal di sepanjang tepi Sungai Amazon di Amerika Selatan telah mengkonsumsi singkong ratusan tahun sebelum Christopher Columbus pertama kali berlayar di sana.

Saat ini, lebih dari 80 negara di seluruh daerah tropis menanam singkong, dan itu adalah komponen utama dari makanan lebih dari 800 juta orang di seluruh dunia. Ini populer karena merupakan tanaman keras yang tahan terhadap kekeringan dan tidak memerlukan banyak pupuk, meskipun rentan terhadap penyakit bakteri dan virus.

Umbi-umbian singkong bisa dimakan mentah. Kandungan utamanya yaitu pati dengan sedikit glukosa yang menyebabkan rasanya sedikit manis. Akan tetapi, pada keadaan tertentu, terutama jika teroksidasi, maka akan terbentuk glukosida racun yang selanjutnya dapat membentuk asam sianida (HCN).

Sianida tersebut akan memberikan rasa pahit. Umbi yang rasanya manis menghasilkan paling sedikit 20 mg HCN per kilogram umbi segar, dan 50 kali lebih banyak pada umbi yang rasanya pahit. Proses pemasakan dapat secara efektif menurunkan kadar racun.

Pengertian Singkong

Singkong atau ketela pohon atau ubi kayu (manihot utilissima) adalah tanaman perdu yang berasal dari benua Amerika, tepatnya dari Brasil. Penyebarannya hampir ke seluruh dunia, diantaranya yaitu di Afrika, Madagaskar, India, dan Tiongkok. Di Indonesia sendiri, singkong mulai masuk ke wilayah Indonesia pada tahun 1852.

Jenis Singkong

Singkong memiliki beragam jenis, antara lain macam tumbuhan ini dan gambarnya adalah sebagai berikut;

Singkong Manggu

Tanaman Singkong Manggu

Singkong jenis ini berasal Jawa Barat. Ciri-cirinya yaitu:

  1. Berukuran kecil dengan hasil panen 75-100 ton/hektar
  2. Diameter batang 4-5cm
  3. Dapat dikonsumsi karena mempunyai rasa yang enak, manis dan bisa diolah menjadi aneka macam makanan seperti Brownis Singkong, Keripik Singkong, Getuk, Gaplek, Opak, Gorengan Combro/Misro, Tape, Singkong Goreng, Singkong Bakar, Singkong Rebus, Kerupuk Kulit Singkong, hingga tepung Mocaf.
  4. Singkong jenis ini bebas racun, mudah ditanam, mudah dikupas, dagingnya empuk dan renyah serta kadar patinya tinggi.
  5. Waktu pemanenan yaitu sejak umur 7 bulan dengan hasil rata-rata 5-7 kg umbi per batang.

Singkong Gajah 

Tanaman Singkong Gajah

Singkong jenis ini berasal dari Kalimantan Timur. Ciri-cirinya yaitu:

  1. Mempunyai umbi yang berukuran besar, yaitu dengan diameter sekitar 8 cm. Bahkan bisa sampai ukuran paha orang dewasa, dengan hasil panen 150-200 ton/hektar.
  2. Mempunyai rasa yang gurih seperti mengandung mentega sehingga bisa diolah menjadi Kripik Singkong, Opak, serta untuk bahan industri, yakni dijadikan tepung hingga bahan baku Bioetanol.
  3. Keunggulannya adalah mempunyai umbi yang berat, mudah ditanam, bisa langsung dikonsumsi sebagai bahan makanan pengganti beras dengan rasa ketan
  4. Waktu pemanenan yaitu saat berumur 6 hingga 10 bulan dengan hasil panen hingga 80kg.

Singkong Mentega 

Tanaman Singkong Mentega

Singkong jenis ini mempunyai ciri-ciri, yaitu:

  1. Tekstur lebih kenyal dan legit serta warna yang kuning. Hal ini menyebabkab hasil masakan yang dibuat dengan singkong ini mempunyai warna yang cantik dan menggugah selera.
  2. Bisa diolah menjadi beragam makanan misalnya Cake Singkong, Pizza Singkong hingga Kue Mata Roda, Tape Singkong.
  3. Waktu pemanenan yaitu saat berumur 13 bulan.

Singkong Putih

Tanaman Singkong Putih

Singkong jenis ini memiliki ciri-ciri yaitu:

  1. Tekstur lebih keras dan warna yang putih.
  2. Cocok untukdibuat beraneka resep yang menggunakan teknik rebus, atau kukus misalnya Kolak Singkong, Sup Singkong Daging, dan lain sebagainya.
  3. Waktu pemanenan yaitu setelah berumur 9 bulan dengan hasil umbi 2-3kg per batang.

Singkong Mukibat

Tanaman Singkong Mukibat

Singkong jenis ini berasal dari Jawa Timur. Penamaan “Mukibat” yaitu sebagaimana nama penemunya yaitu seorang petani asl Desa Ngadiluwih Kediri yang bernama Mukibat. Ciri-cirinya yaitu:

  1. Singkong ini bukan hasil dari benih perkawinan silang tapi hasil dari okulasi atau penyambungan antar batang. Bapak Mukibat, Beliau pertama kali membudidayakan singkong jenis ini dengan cara menyambung singkong biasa dengan singkong karet.
  2. Umbi singkong Mukibat diambil patinya untuk diolah sebagai bioethanol.
  3. Waktu pemanenan yaitu setelah berumur 13 bulan dengan hasil mencapai 50 kg dalam satu pohon batang ubi.

Singkong Emas

Tanaman Singkong Emas

Singkong jenis merupakan rekayasa bibit singkong dari Thailand yang dikawinkan dengan singkong karet lokal. Umbi singkong emas pertama kali diperkenalkan di Bengkulu dan ditanam oleh petani Bengkulu. Ciri-cirinya yaitu:

  1. Jika ditanam pada 1 hektar lahan maka umbi singkong ini bisa menghasilkan lebih dari 150 ton sampai 300 ton ubi.
  2. Ubinya dapat diolah pabrikasi menjadi berbagai produk jadi seperti Tepung Terigu, Alkohol, Minyak Kompor, Spirtus, Bahan Pembuat Jamu hingga Pakan Ternak.
  3. Waktu pemanenan yaitu setelah berumur 7 bulan.

Sebagaimana tanaman pertanian lainnya, singkong juga memiliki beberapa jenis varietas unggulan, diantaranya yaitu:

Cimanggu Super

Tanaman Singkong Cimanggu Super

Singkong jenis ini berasal dari dusun Cimanggu Kecamatan Cikembar. Ciri-cirinya yaitu:

  1. Tinggi tanaman mencapai 2,5 – 3 meter, dengan warna kulit batangnya hijau merah kecoklatan, warna batang dalamnya putih kecoklatan.
  2. Bentuk daun berjari, dengan warna pucuk daunnya hijau muda coklat.
  3. Warna umbinya merah kecoklatan dan warna kulit umbi kuning kecoklatan.
  4. Usia panen 8 – 10 bulan.
  5. Potensi hasilnya yaitu sekitar 40 – 80 ton/hektar umbi kering dan 80 – 100 ton/ha umbi basah.

Singkong Darul Hidayah

Tanaman Singkong Darul Hidayah

Singkong darul hidayah bisa dikatakan sebagai singkong raksasa karena per batangnya dapat menghasilkan bobot umbi 10 kali lipat dari singkong biasa.

Ini merupakan ubi lokal dari daerah Darul Hidayah yang dikembangkan dari biji hasil okulasi antara ubi kayu lokal sebagai batang atas (Scion) dengan ubi kayu karet sebagai batang bawah (stock). Ciri-cirinya yaitu:

  1. Tinggi tanaman mencapai 3,65 meter, dengan batang yang masih muda berwarna hijau, sedangkan yang sudah tua berwarna
  2. Bentuk daun menjari agak ramping. Tajuknya bercabang sangat ekstensif hingga cabang keempat. Warna pucuk daun hijau agak kekuningan, warna tangkai daun tua merah
  3. Memiliki ‘kulit ari batang’ tipis mudah mengelupas (tidak tahan disimpan lama).
  4. Kulit umbi berwarna putih kecoklatan di bagian luarnya dan merah jambu pada bagian dalamnya, sedangkan warna daging umbinya putih dengan tekstur daging umbi padat dan berbentuk memanjang.
  5. Memiliki kualitas rebus baik, rasa yang kenyal seperti ketan sehingga cocok untuk pembuatan keripik.
  6. Setiap satu hektare lahan bisa menghasilkan ubi kayu hingga 100 ton
  7. Potensi hasilnya yaitu bisa sampai dengan 200 ton/ha umbi basah, dan bisa mencapai 102,10 ton/ha umbi segar.
  8. Umur panen 8 sampai dengan 12 bulan.

Adira 1

Singkong ini merupakan persilangan antara Mangi / Ambon. Ciri-cirinya yaitu:

  1. Tinggi batang  1–2 m. Batang yang masih muda berwarna hijau muda, sedangkan yang sudah tua berwarna coklat kuning.
  2. Daun berbentuk menjari agak lonjong, warna pucuk daun coklat, warna tangkai daun bagian atas yaitu merah, warna tangkai daun bagian bawah yaitu merah muda.

Kulit umbi bagian luar berwarna coklat, kulit umbi bagian dalam berwarna kuning dan daging umbinya berwarna  kuning.

  1. Bisa dipanen umur 7–10 bulan dengan.
  2. Potensi produksinya yaitu bisa mencapai 22 ton/ha umbi basah.

ADIRA 2

Sama seperti jenis singkong ADIRA I, singkong ini juga hasil persilangan antara Mangi/Ambon. Ciri-cirinya yaitu:

  1. Ketinggian batang  bisa mencapai 2–3 m dengan. Batang muda berwarna hijau muda, sedangkan batang tua berwarna putih coklat.
  2. Daun menjari agak melonjong dan gemuk. Pucuk daun berwarna ungu, tangkai daun bagian atas berwarna merah muda, tangkai daun bagian bawah berwarna hijau muda, tulang daun bagian atas berwarna merah muda dan tulang daun bagian bawah berwarna hijau muda.
  3. Kulit umbi bagian luar berwarna putih coklat dan bagian dalam berwarna ungu muda. Daging umbinya berwarna putih dengan kualitas rebus baik tetapi rasanya agak pahit.
  4. Singkong ini bisa dipanen umur 8-12 bulan.
  5. Potensi hasilnya yaitu rata-rata 22 ton/ha.

Malang 1

Singkong jenis ini merupakan hasil persilangan CM 1015 19 dengan CM 849-1. Cri-cirinya yaitu:

  1. Ketinggian batang  1,5–3,0 m. Batang muda  berwarna hijau muda, sedangkan batang tua berwarna hijau keabu-abuan.
  2. Bentuk daun menjari agak gemuk, Pucuk daun berwarna hijau keunguan, tangkai daun tua bagian atas berwarna hijau kekuningan dengan becak merah ungu di bagian pangkal bagian bawah dan tangkai daun tua bagian pangkal berwarna hijau kekuningan dengan becak merah ungu.
  3. Kulit umbi bagian luar dan dalamnya berwarna putih kecoklatan dengan daging umbi putih kekuningan.
  4. Umur panen 9 – 10 bulan.
  5. Potensi produksi mencapai 49 ton/ ha umbi basah.

MALANG 2

Singkong jenis ini merupakan persilangan CM 922-2 dengan CM 507-37. Ciri-cirinya yaitu:

  1. Tinggi batang 1,5–3,0 m. Batang muda berwarna hijau muda, sedangkan batang tua berwarna coklat kemerahan.
  2. Bentuk daun menjari dengan cuping sempit. Pucuk daun berwarna hijau muda kekuningan, tangkai daun yang sudah tua bagian atas hijau muda kekuningan muda kekuningan, sedangkan bagian bawah hijau.
  3. Warna kulit umbi; coklat kemerahan (bagian luar), putih kecoklatan (bagian dalam)
  4. Bisa dipanen umur 8–10 bulan.
  5. Potensinya bisa mencapai 31,5 (20–42) t/ha umbi segar.

UJ-3

Singkong ini berasal dari dari Thailand. Ciri-cirinya yaitu:

  1. Tinggi tanaman 2,5–3,0 m. Kulit batang berwarna hijau merah kekuningan, batang bagian dalam berwarna kuning.
  2. Bentuk daun menjari. Pucuk daun berwarna hijau muda kekuningan, warna petiole yaitu kuning kemerahan.
  3. Umbinya berwarna putih kekuningan, kulit umbi berwarna kuning keputihan dengan tangkai umbi berukuran pendek, dengan bentuk umbi mencengkeram.
  4. Tipe tajuk >1 m.
  5. Bisa dipanen umur 8 – 10 bulan.
  6. Rasa umbi singkong ini pahit dengan kadar pati 20,0–27,0%, kadar air  60,63%, kadar abu  0,13%, kadar serat  0,10%.
  7. Potensi produksinya bisa mencapai 20–35 t/ha umbi segar.

UJ-5

Singkong ini juga diperkenalkan dari Thailand. Ciri-cirinya yaitu:

  1. Tinggi tanaman; >2,5 m. Kulit batang berwarna hijau perak, batang bagian dalam berwarna kuning,
  2. Daun berbentuk menjari, pucuk daun berwarna coklat, warna petiolenya yaitu hijau muda kekuningan, warna kulit batang; wijau perak, warna batang dalam, kuning,
  3. Umbi berwarna putih, kulit umbi berwarna kuning keputihan, tangkai umbi berukuran pendek, dengan bentuk umbi; mencengkeram.
  4. Tipe tajuk yaitu >1 m.
  5. Rasa umbi pahit.
  6. Potensi hasilnya yaitu 25–38 t/ha umbi segar.
  7. Umur panen; 9–10 bulan.

ADIRA 4

Singkong jenis ini memiliki ciri-ciri, yaitu:

  1. Tinggi batangnya >2 m, tidak bercabang. Batang berwarna keunguan
  2. Bentuk daun menjari dengan lamina gemuk. Daun muda berwarna ungu, daun tua berwarna hijau, tangkai daun berwarna hijau.
  3. Kulit umbi berwarna coklat (bagian luar), kuning (bagian dalam). Daging umbi berwarna putih. Umbi berukuran besar.
  4. Potensinya bisa mempunyai hasil rata-rata 39,7 ton/ha.
  5. Umbi ini bisa dipanen umur 9 bulan.

Manfaat Singkong Secara Umum

Singkong selain digunakan sebagai bahan makanan pokok yang mengandung karbohidrat untuk mengusir rasa lapar, sebenarnya tanaman yang satu ini juga memiliki beragam nutrisi lain yang bermanfaat bagi kesehatan, diantaranya yaitu:

Baik Untuk Sistem Pencernaan Anda

Singkong mengandung serat, yang tidak larut dalam air. Ini membantu dalam penyerapan racun yang masuk ke usus Anda. Dengan cara itu, singkong dapat meningkatkan kesehatan pencernaan Anda dan membuatnya tetap sehat.

Membantu Mengatasi Sakit Kepala

Sebagian besar dari kita menderita sakit kepala, dan bagi sebagian orang, itu bisa menjadi tak tertahankan. Tapi Anda bisa mengobatinya dengan bantuan singkong. Yang harus Anda lakukan untuk ini adalah mengambil 60 gram akar atau daun singkong dan rendam dalam air selama beberapa jam. Buat jus segar menggunakan blender, lalu minumlah dua kali sehari.

Mencegah Kanker

Inilah manfaat luar biasa dari Singkong. Singkong membantu mencegah penyakit yang mengancam jiwa seperti kanker. Kandungan B17 dalam daun ini membantu dalam menstimulasi isi sel darah merah, yang kerap kali menyebabkan kanker.

Mengobati Diare

Singkong juga dapat mengatasi kondisi seperti diare. Anda bisa mengambil beberapa potong singkong dan merebusnya dalam air. Tunggu sampai suhu kamar. Minumlah cairan ini dua kali sehari untuk merasakan perbedaannya.

Bagus untuk mata

Tanaman singkong yang bisanya juga dikelola dalam beragam home industri pada dasarnya kaya akan vitamin A dan senyawa seperti bakarotennya yang meningkatkan kesehatan mata Anda.

Nah, demikian serangkain artikel yang bisa dituliskan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan macam-macam singkong dan khasiatnya secara umum dalam berbagai bidang. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *