Jenis Tanaman Obat dan Manfaatnya

Diposting pada

Tanaman Herbal

Tanaman obat bisa dikatakan sebagai tanaman yang memiliki kandungan zat tertentu yang dapat digunakan untuk pencegahan maupun penyembuhan penyakit. Tanaman obat biasanya di tanam di pekarangan atau halaman rumah, yang biasanya kita kenal dengan istilah TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Di alam ini terdapat banyak jenis tanaman yang berkhasiat untuk dijadikan sebagai tanaman obat, misalnya temulawak, bayam duri, lidah buaya, papermint, dandelion, seledri, belimbing wuluh, dan masih banyak lainnya.

Penggunaan tanaman-tanaman tersebut untuk obat juga bermacam-macam, ada yang daunnya direbus untuk diminum air rebusannya, ada yang ditumbuk untuk dioleskan pada bagian tubuh yang sakit, atau bahkan ada pula yang dikonsumsi sebagai pil.

Tanaman Obat

Tumbuhan obat, juga disebut jamu, telah ditemukan dan digunakan dalam praktik pengobatan tradisional sejak zaman prasejarah. Tumbuhan mensintesis ratusan senyawa kimia untuk beragam fungsi termasuk pertahanan terhadap serangga, jamur, penyakit, dan mamalia herbivora.

Catatan sejarah awal herbal ditemukan dari peradaban Sumeria, di mana ratusan tanaman, termasuk opium terdaftar sebagai obat. Tanaman obat banyak digunakan di masyarakat non-industri, terutama karena tanaman-tanaman tersebut telah sudah tersedia di alam dan lebih murah daripada obat-obatan modern.

Pengertian Tanaman Obat

Tanaman obat atau biofarmaka dapat didefinisikan sebagai jenis tanaman yang sebagian, seluruh tanaman dan atau eksudat tanaman tersebut dapat digunakan sebagai obat, bahan atau ramuan obat-obatan. Tanaman obat juga bisa diartikan sebagai tanaman yang mempunyai khasiat obat dan digunakan sebagai obat dalam penyembuhan maupun pencegahan penyakit.

Istilah berkhasiat obat artinya mengandung zat aktif yang berfungsi untuk mengobati penyakit tertentu atau jika tidak mengandung zat aktif tertentu tapi mengandung efek resultan/sinergi dari berbagai zat yang berfungsi mengobati.

Pengertian Tanaman Obat Menurut Oara Ahli

Adapun definisi tanaman obat menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Hamid (1991), Tanaman obat adalah semua tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat, berkisar dari yang terlihat oleh mata hingga yang nampak dibawah mikroskop.
  2. Departemen Kesehatan RI dalam SK Menkes No. 149/SK/Menkes/IV/1978, Tanaman obat adalah bagian tumbuhan yang digunakan sebagai bahan obat tradisional atau jamu.
  3. Kartikawati (2004), Bagian tumbuhan yang diekstraksi digunakan sebagai obat.

Jenis Tanaman Obat dan Manfaatnya

Berikut ini bermacam-macam tanaman obat, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Adas Pulosari

Tumbuhan Adas Pulosari

Tanaman adas termasuk remaph yang biasanya digunakan sebagai bumbu masakan. Tanaman yang satu  ini biasanya dikenal juga dengan nama pulosari, sehingga banyak pula yang menyebutnya adas pulosari. Adas pulosari mangandung minyak atsiri, anetol, pinen, dipenten, fenkon, limonen, felandren, asam anistat, anisaldehid, dan minyak lemak.

Adas pulosadri digunakan sebagai ramuan obat untuk meredakan sakit batuk, sakit perut, mual, diare, dan perut kembung. Selain itu, tanaman yang satu ini juga dapat dikonsumsi untuk mengobati ambeien, ambeien berdarah, bau mulut, biduran, dan batu empedu. 

  1. Alang-Alang

Tanaman Obat Alang-Alang

Alang-alang merupakan tanaman liar yang bagian akar atau rimpangnya dapat dimanfaatkan sebagai obat. Akar atau rimpang tersebut mempunyai rasa yang agak manis karena mengandung glukosa, sukrosa, dan bersifat sejuk.

Manfaat kesehatan dari tanaman alang-alang diantaranya yaitu untuk obat penurun panas, peluruh kencing (diuretik), menghentikan pendarahan (hemostatik), menghilangkan rasa haus, obat sariawan, mengobati panas dalam, mengatasi muntah darah, menghentikan darah mimisan, obat kencing nanah, radang ginjal.

  1. Bakung

Tanaman BakungBakung merupakan tanaman yang hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan sebagai obat termasuk umbi, daun, dan akarnya, baik dalam keadaan segar maupun kering.

Tanaman ini berkhasiat untuk mengobati bengkak pada kaki dan tangan, obat borok, obat luka, peluruh keringat, peluruh muntah, pembengkakan kelenjar limpa pada selangkangan dan ketiak, peluruh kencing, patek (frambusia) dan reumatik.

  1. Bangle

Tanaman Bangle

Bangle termasuk tanaman rempah yang selain digunakan sebagai bumbu dapur, juga digunakan untuk bahan pengobatan, yaitu bagian rimpang dan daunnya. Bengle mempunyai bau dan aroma khas yang menyengat, rasanya sedikit pahit dan pedas.

Tanaman ini bisa digunakan untuk mengobati demam, sakit perut, sakit kepala, sakit kuning, cacingan, rematik, perut kembung, batuk berdarah, dan masuk angin.

  1. Bawang Putih

Tanaman Bawang Putih

Selain digunakan untuk bumbu masakan, bawang putih juga bisa digunakan untuk obat. Tanaman super yang satu ini sangat bagus untuk melawan infeksi.

Manfaat bawang putih untuk kesehatan diantaranya yaitu membantu mencegah penyakit jantung, menurunkan kolestrol dan tekanan darah, mencegah demensia, Alzheimer, dan penyakit degeneratif serupa, serta dapat meningkatkan kesehatan penceranaan.

  1. Bayam Duri

Tanaman Bayam Duri

Bayam duri merupakan jenis tanaman bayam yang bagian pangkal tangkai daunnya terdapat duri. Kandungan kimi yang terdapat pada bayam duri diantaranya yaitu tanin, zat besi, kalium nitrat, hentriakontan, amarantin, spinasterol, dan rutin.

Hal ini menjadikan jenis bayam yang satu ini sebagai tanaman obat tradisional yang bisa mengobati beragam penyakit, seperti kencing nanah, anyang-anyangan (kencing yang tidak lancar), bisul, demam, eksim, kurang darah, dan gangguan produksi ASI. 

  1. Belimbing Wuluh

Tanaman Obat Belimbing Wuluh

Belimbing wuluh berbeda dengan belimbing yang kita makan biasanya. Belimbing wuluh memiliki bentuk yang lebih kecil dan bergerombol. Tanaman yang memiliki rasa asam ini biasanya digunakan untuk sayur.

Manfaat kesehatan dari belimbing wuluh diantaranya yaitu untuk obat penyakit diabetes, sakit gigi, sariawan. Belimbing wuluh ini juga bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan asma dan batuk, mengencerkan dahak, serta bisa mengobati jerawat. 

  1. Brotowali

Tanaman Brotowali

Brotowali banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk membuat jamu atau obat tradisional. Brotowali memiliki sifat analgesik, alkaloid, antipiretik, antineoplastik, antidiabetik, antioksidan, antidepresan, antiporotik, anti-alergi, dan imunologi.

Sifat-sifat tersebut menjadikan brotowali dapat digunakan untuk memenyembuhkan luka, menyembuhkan penyakit kulit, mengontrol gula darah, menurunkan panas demam, menyembuhkan nyeri rematik, menghilangkan gatal, menyembuhkan malaria, dan mengobati diare.

  1. Camomile

Tanaman Camomile

Chamomile memiliki konsentrasi antioksidan yang tinggi yang menjadikannya tanaman yang hebat untuk mengatasi berbagai penyakit. Chamomile biasanya dikonsumsi sebagai teh.  Tanaman yang satui ini memiliki efek menenangkan untuk aromaterapi, sehingga bisa digunakan untuk menghilangkan stres dan membantu tidur lebih nyeyak.

Manfaat lain dari tanaman chamomile untuk kesehatan yaitu meningkatkan kesehatan kulit secara keseluruhan, meredakan rasa sakit, mengurangi peradangan dan pembengkakan, sumber antioksidan yang kaya.

  1. Cempaka Putih

Tanaman Cempaka Putih

Cempaka putih atau biasa disebut dengan kantil merupakan bunga yang memiliki aroma yang sangat harum. Bunga cempaka putih biasanya digunakan dalam berbagai upaca adat.

Selain untuk keperluan upacara adat, ternyata tanaman yang satu ini juga bisa digunakan untuk obat, diantaranya yaitu mengatasi bau badan dan ketiak, mengobati masalah vertigo (kepala pusing), mengatasi sinusitis, mengobati perut kembung, batuk rejan, keputihan, dan batuk berdahak.

  1. Ciplukan

Tanaman Ciplukan

Ciplukan termasuk tanaman liar yang biasanya tumbuh di persawahan atau ladang. Ciplukan memiliki buah yang bulat berukuran kecil dengan rasa yang agak manis ketika sudah masak.

Buah ciplukan mempunyai khasiat untuk kesehatan diantaranya yaitu untuk obat untuk penyakit asma, sakit tenggorokan, mengobati kencing manis, kanker payudara, sakit paru-paru dan lain sebaginya.

  1. Dandelion

Tanaman Dandelion

Dandelion tidak hanya dapat dimakan, tetapi juga kaya akan manfaat kesehatan. Tanaman obat ini mengandung vitamin K, vitamin C, zat besi, kalsium dan banyak lagi. Vitamin dan mineral ini membantu mendukung kesehatan tulang dan hati.

Semua bagian dandelion bermanfaat dan baik untuk tubuh. Sebagai contoh, akar dandelion umumnya digunakan untuk teh, daunnya digunakan sebagai hiasan untuk hidangan, dan getah dandelion sangat bagus untuk kulit.

Manfaat dandelion untuk kesehatan diantaranya yaitu mendetoksifikasi hati dan mendukung kesehatan hati, mengobati infeksi kulit, mendukung kesehatan tulang, mengobati dan membantu mencegah infeksi saluran kemih.

  1. Daun Beluntas

Tanaman Daun Beluntas

Daun beluntas biasanya dimanfaatkan sebagai sayuran. Beluntas mengandung zat alkaloid dan minyak atsiri, sehingga selain untuk sayuran, daun beluntas juga bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan beberapa penyakit, diantaranya yaitu pegal linu, rematik, nyeri pinggang, keputihan, perut kembung, serta bisamenurunkan panas.

Daun beluntas juga ampuh untuk mengatasi bau badan. Mengkonsumsi daun beluntas secara rutin bisa menghilangkan dari bau badan.

  1. Daun Dewa

Tanaman Daun Dewa

Daun dewa atau yang dikenal oleh masyarakat Jawa dengan nama daun sambung nyowo (daun penyambung nyawa). Kandungan zat kimia dalam daun dewa diantaranya yaitu zat antikoagulan, diuretik, anti-peradangan, anti-bakteri, sitostatik, analgesik, anti-toksin, anti-kolestrol.

Daun yang satu ini memiliki manfaat untuk mengobati penyakit kronis, diantaranya yaitu kanker, tekanan darah tinggi, wasir, diabetes militus, pendarahan, pembengkakan payudara, batuk darah, muntah darah, demam berdarah.

  1. Daun Kelor

Tanaman Daun Kelor

Daun kelor memiliki bentuk bulat seperti telur, dengan ukuran kecil-kecil, dan bertumpuk majemuk dalam satu tangkai. WHO (World Health Organization) menganjurkan agar bayi dan anak-anak mengonsumsi tanaman obat ini pada usia pertumbuhan karena banyaknya kandungan vitamin dan mineral di dalamnya.

Selain itu, manfaat kesehatan dari daun kelor antara lain untuk mencegah penyakit jantung, kanker, diabetes, dan arthritis. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa tidak semua bagian daun bisa dikonsumsi dengan aman. Akar tanaman kelor mengandung zat beracun yang bisa menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian. Ibu hamil juga tidak dibolehkan konsumsi daun kelor. Ibu hamil juga tidak dianjurkan mengonsumsi tanaman obat ini. 

  1. Daun Salam

Tanaman Daun Salam

Daun salam selain digunakan untuk rempah sebagai penyedap makanan, juga bisa memberikan manfaat untuk kesehatan. Senyawa yang terkandung dalam daun salam dibantu oleh vitamin dan mineral berfungsi untuk pengobatan.

Salah satu penyakit yang dapat diobati dengan  daun salam adalah diabetes tipe 2, yaitu dengan cara menurunkan glukosa darah, kolesterol, dan kadar trigliserida di dalam tubuh.

  1. Daun Seledri

tanaman Daun Seledri

Daun seledri biasanya digunakan untuk penyedap pada masakan sup atau sebagai sayur lalapan. Manfaat kesehatan dari daun seledri yaitu untuk mengatasi banyak penyakit seperti asma, diabetes, masalah pada sendi, rematik, menurunkan tekanan darah, batuk, mata dan kering.

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa daun seledri bisa menimbulkan alergi pada orang yang sensitif, sehingga tidak semua orang dianjurkan untuk mengonsumsinya.

  1. Delima

Tanaman Delima

Delima merupakan buah berbentuk bulat berwarna merah menyala, putih, atau ungu. Tanaman yang biasanya ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman hias ini ternyata juga bisa digunakan untuk pengobatan tradisional, baik bagian biji, daging buah, kulit buah, daun, bunga, kulit kayu, hingga akarnya.

Manfaat kesehatan dari delima diantaranya yaitu untuk mengobati cacingan, membersihkan lambung, mengobati disentri, keputihan, rasir, nyeri lambung, muntah darah, radang gusi, pendarahan, penurun demam, sariawan, obat batuk, hipertensi, rematik, dan bronkitis.

  1. Jahe

tanaman Jahe

Jahe merupakan tanaman herba abadi yang rimpang aromatiknya dapat digunakan sebagai rempah, perasa, makanan, dan obat-obatan. Rasa dominan pedas yang ada pada tanaman ini disebabkan senyawa keton bernama zingeron. Jahe biasanya diseduh menjadi minuman untuk menghangatkan tubuh.

Manfaat kesehatan yang bisa diperoleh dari tanaman jahe antara lain untuk mengobati berbagai jenis masalah perut, seperti mabuk, sakit perut, mual, diare, perut kembung, morning sickness, muntah pasca operasi, dan hilangnya nafsu makan.

Selain itu, jahe juga bisa masalah nyeri otot, nyeri haid, nyeri punggung bawah, nyeri dada, bronkitis, dan infeksi saluran pernapasan atas.

  1. Jinten Hitam

Tanaman Jinten Hitam

Jinten hitam merupakan tanaman obat yang telah lama digunakan oleh umat Muslim sebab memang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Tanaman ini bermanfaat untuk beragam jenis pengobatan seperti seperti anti-bakteri, anti-jamur, analgesik, anti-radang, anti-maag, anti-hipertensi, antivirus, asma, alergi, gangguan imun, masalah pada saluran pencernaan, diabetes, kanker usur besar, dan epilepsi.

Akan tetapi, tanaman ini bisa memberikan efek samping sehingga dalam mengonsumsinya harus dalam dosis yang dianjurkan oleh ahli.

  1. Kangkung

Tanaman Kangkung

Tanaman yang satu ini ternyata bukan hanya bermanfaat untuk dijadikan sayuran, tapi juga bisa digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan beberapa penyakit, seperti urat syaraf lemah, sakit kepala sebalah (migrain), sulit tidur (insomnia), sariawan, sakit gigi, wasir, sembelit, cacar air, dan puru/patek (frambusia).

  1. Kapulaga

Tanaman Kapulaga

Kapulaga biasanya digunakan sebagai rempah untuk membuat bumbu masakan tertentu. Bagian akar, buah, dan batang tanaman ini dimanfaatkan sebagai obat tradisional.

Kapulaga bisa untuk mengobati permasalahan kesehatan yang berkaitan dengan saluran pencernaan, seperti sakit perut, susah buang air besar, diare, dan gangguan pencernaan lain. Selain itu, kapulaga juga dapat melancarkan sirkulasi darah dan menormalkan tekanan darah sehingga cocok untuk penderita hipertensi.

  1. Kayu Manis

Tanaman Kayu Manis

Kayu manis termasuk rempah yang telah digunakan sejak lama sebagai bumbu penyedap masakan. Kayu manis bisa dikonsumsi sebagai suplemen yang dapat mengatasi beragam penyakit seperti jantung, radang sendi, perut kembung.

Kandungan senyawa aktif dalam kayu manis dapat bermanfaat bagi kesehatan yaitu untuk untuk mengontrol gula darah, meningkatkan kewaspadaan mental, mencegah penyakit jantung, meningkatkan fungsi usus besar, mencegah kanker, mengurangi peradangan konstan jaringan internal otak, mengurangi nyeri rematik, dan mengobati infeksi saluran pernafasan.

  1. Keji Beling

Tanaman Keji Beling

Keji beling merupakan tanaman yang hamper semua bagiannya bisa dimanfaatkan sebagai obat, dengan kandungan zat masing-masing, misalnya daunnya mengandung fosfor, natrium, kalsium dan kalium, batangnya mengandung saponin dan tannin, dan akarnya banyak mengandung polifenol dan flavonoid.

Manfaat kesehatan dari keji beling diantaranya yaitu ebagai obat batu ginjal, diare, menurunkan kolestrol, liver, maag, dan mengobati kencing manis.

  1. Kemangi (Basil)

Tanaman Kemangi

Kemangi biasanya kita gunakan sebagai lalapan untuk makan, tapi ternyata tanaman yang satu ini juga memiliki khasiat untuk mencegah beberapa efek penuaan yang berbahaya,    memiliki sifat antibakteri yang kuat, sumber antioksidan yang kaya, mengurangi peradangan dan pembengkakan, meningkatkan imunitas, meningkatkan metabolism, memperkuat tulang dan hati.

  1. Kemuning

Tanaman Kemuning

Daun kemuning mengandung 60 senyawa minyak atsiri yang hampir memenuhi 0,01% diisi oleh cadinene dan seskuiterpen. Selain itu, ada pula senyawa alkaloid tanin, saponin, dan glikosida jantung. Pada tanaman yang satu ini juga terdapat kandungan flavonoid, alkaloid indol, dan kumarin.

Daun kemuning bisa digunakan untuk mencegah terjadinya koagulasi atau bekuan darah. Selain itu, daun ini juga bisa membantu dalam menurunkan jumlah glukosa darah yang signifikan, sehingga bisa dikatakan bahwa daun kemuning baik untuk penderita diabetes.

  1. Kencur

Tanaman Obat Kencur

Tumbuhan kencur umumnya dikenal juga dengan nama jahe aromatic atau jahe pasir. Tanaman obat ini termasuk salah satu jenis empon-empon atau tanaman obat yang termasuk dalam suku temu-temuan. Rimpang atau rizoma tanaman kencur mempunyai kandungan minyak atsiri dan alkaloid yang bisa dimanfaatkan sebagai stimulan.

Manfaat dari ciri kencur untuk kesehatan diantaranya yaitu mengobati flu dan batuk, mengobati tukak lambung, membersihkan darah kotor, mengobati mulas, mengobati keseleo, dan mencegah jerawat.

  1. Kumis Kucing

Tanaman Kumis Kucing

Kumis kucing merupakan tanaman obat yang diyakini bisa mengobati penyakit yang berkaitan dengan ginjal, karena daun kumis kucing yang bersifat diuretik dapat membantu dalam meluruhkan atau membersihkan saluran kencing.

Tanaman yang satu ini mengandung beberapa zat aktif seperti rosmarinic acid, flavonoid, lipophilic, sinensetin, orthosiphol, dan orthosiphon. Kandungan zat aktif ini bisa menyembuhkan penyakit asam urat, hipertensi, diabetes, dan beberapa penyakit lain.

  1. Kunyit

Tanaman Kunyit

Kunyit merupakan tanaman rempah yang memiliki ciri khas yaitu warnya kuning atau orange yang biasanya digunakan untuk pewarna masakan. Kunyit memiliki kandungan zat aktif yang disebut dengan curcumin.

Adanya senyawa bioaktif tersebut dapat memberikan beberapa manfaat kesehatan diantaranya yaitu meningkatkan fungsi hati, mengurangi peradangan (anti-inflamasi), mengurangi resiko kanker, membantu dalam proses pencernaan, meningkatkan fungsi otak dan mengurangi resiko penyakit otak.

  1. Lidah Buaya

Tanaman Lidah Buaya

Definisi lidah buaya kadang-kadang digambarkan sebagai “tanaman ajaib atau wonder plant” adalah semak bertangkai pendek. Getah dalam ciri lidah buaya yang rasanya pahit sangat berguna untuk mempercepat penyembuhan & mengurangi risiko infeksi karena luka, terbakar, dan mengurangi peradangan

Selain penggunaan eksternal pada kulit, macam-macam tumbuhan lidah buaya juga digunakan secara internal dalam pengobatan radang usus besar, sembelit kronis, nafsu makan yang buruk, masalah pencernaan, dan lain-lain.

  1. Lavender

Tanaman Lavender

Lavender telah lama dikenal dengan aromanya yang menenagkan, lavender juga menawarkan manfaat medis sebagai obat antidepresi yang menenangkan dan ringan.

UMMC menyarankan menambahkannya ke bak mandi untuk mengurangi stres, ketegangan, dan insomnia. Ini juga digunakan dalam krim untuk mengobati kulit terbakar dan jerawat, meredakan sakit kepala dan migrain, mengobati masalah pernapasan.

  1. Mengkudu

Tanaman Mengkudu

Mengkudu memiliki nama lain yaitu pace, kudu, cangkudu, kodhuk, atau tibah. Buah mengkudu biasanya digunakan oleh masyarakat untuk sayur, rujak, dan bahan obat-obatan.

Buah mengkudu memiliki kandungan senyawa kimia yang berfungsi untuk kesehatan, diantaranya yaitu untuk melancarkan sistem peredaran darah, membunuh bakteri pembuat infeksi, mencegah kanker, mengobati batuk, meningkatkan imunitas, mengobati sakit kuning, mengobati perut kembung, luka pada usur halus, radang lambung, dan masih banyak lagi.

  1. Pegagan

Tanaman Pegagan

Pegagan bertindak pada berbagai fase perkembangan jaringan ikat dan merangsang penyembuhan bisul, cedera kulit, mengurangi kerapuhan kapiler, stimulasi lipid dan protein yang diperlukan untuk kulit agar tetap sehat. Selain itu, pegagan juga dapat digunakan untuk mengobati kusta, merevitalisasi otak dan sistem saraf, mengobati insufisiensi vena, dan lain-lain.

  1. Peppermint

tanaman Peppermint

Peppermint kadang-kadang dianggap sebagai ‘obat tertua di dunia’, dengan bukti arkeologis menempatkan penggunaannya setidaknya sejauh sepuluh ribu tahun yang lalu. Pepeprmint secara alami kaya akan mangan, vitamin A dan vitamin C.

Daunnya yang dihaluskan kemudian dioleskan pada kulit dapat membantu menenangkan dan mengendurkan otot-otot. Selain itu, daun peppermint dapat digunakan untuk meredakan alergi dan sakit kepala, mengurangi mual, gas, dan gangguan pencernaan, mengatasi bau mulut, dan lain-lain.

  1. Sirih

Tanaman Sirih

Sirih merupakan tanaman yang bagian daunnya dapat digunakan sebagai obat. Orang-orang dari Suku Bayan, Nusa Tenggara Barat memiliki kebiasaan mengunyah daun sirih bersama kapur dan pinang. Di Jawa kebiasaan atau tradisi ini disebut dengan Nginang, yang bisa mencegak kanker mulut.

Selain itu, daun sirih bermanfaat juga untuk mengobati beragam penyakit, seperti batuk berdahak, sariawan, bronkitis, sakit gigi, pendarahan pada gusi, demam berdarah, haid tidak teratur, keputihan, asma, radang tenggorokan, gusi bengkak, mata merah dan gatal, bau ketiak, menghilangkan bekas luka bakar, bisul, kulit berjerawat, mimisan, dan permukaan kulit yang terasa gatal.

  1. Temulawak

Tanaman Temulawak

Temulawak termasuk tanaman rempah yang dimanfaatkan bagian rimpangnya untuk mengobati beragam penyakit. Temulawak mengandung antioksidan yang bisa mencegah terjadinya penggumpalan darah, dan mengandung minyak atsiri dan kurkumin yang berperan sebagai anti-radang.

Selain itu temulawak telah digunakan secara turun-temurun untuk mengobati diare, perut kembung, maag, sakit kuning, dan badan pegal-pegal.

Nah, itulah tadi serangkain artikel yang bisa kami berikan kepada segenap pembaca terkait dengan macam-macam tanaman obat dan manfaatnya yang bisa dibudidayakan dalam beragam bentuk lahan pertanian. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta referensi yang mendalam. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *