Kacang Tanah; Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Kacang Tanah Adalah

Tanaman kacang adalah salah satu jenis tanaman polong yang banyak digemari masyarakat. Berbagai jenis kacang dapat dijumpai di dala kehidupan, namun jika masyarakat menyebut kata kacang biasanya yang mereka maksud adalah kacang tanah dengan bentuk oval memiliki lekukan di bagian samping yang menyerupai bentuk lambung pada manusia. Banyak juga yang beranggapan bahwa bentuk serta ukuran ini sama seperti lambung pada bayi saat baru lahir.

Meskipun ukuran yang kecil, kacang dipercaya memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh sehingga menjadi makanan layak untuk dikonsumsi. Kandungan protein, lemak sehat, mineral dan berbagai vitamin yang sangat baik dan cukup penting bagi kesehatan orang yang mengkonsumsi kacang. Selain itu beberapa kacang juga digunakan sebagai campuran dalam pengertian makanan, baik sebagai makanan utama ataupun makanan penutup atau dessert.

Kacang Tanah

Kacang tanah meiliki nama latin (Arachis hypogaea L.) merupakan tanaman polong atau legum yang termasuk suku Fabaceae dan dibudidayakan, serta termasuk jenis kacangan kedua terpenting setelah kacang kedelai di Indonesia. Tanaman kacang tanah berasal dari benua Amerika tumbuh secara perdu setinggi 30 hingga 50 cm (1 sampai 1,5 kaki) dengan daun berbentuk kecil tersusun secara majemuk.

Kacang tanah adalah salah satu jenis tanaman budidaya selain kacang bogor Voandziea subterranea yang merupakan jenis kacang dengan buah mengalami pemasakan dibawah permukaan tanah. Jika buah kacang bogor masih muda terkena cahaya matahari, maka proses pematangan biji akan terganggu.

Di Indonesia, kacang tanah dikenal juga sebagai kacang una, kacang tuban, suuk (Sd), kacang jebrol, kacang bandung, kacang kole, serta kacang banggala. Di  perdagangan Internasional kacang tanah dikenal dengan nama dalam bahasa Inggris yaitu peanut, dan groundnut.

Klasifikasi Kacang Tanah

Tanaman kacang tanah memiliki klasifikasi sebagai berikut;

  • Kingdom : Plantae
  • Sub Kingdom : Viridiplantae
  • Infra Kingdom : Streptophyta
  • Super Divisi : Embryophyta
  • Divisi : Tracheophyta
  • Sub Divisi : Spermatophytina
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Ordo : Fabales
  • Family : Fabaceae
  • Genus : Arachis L.
  • Spesies : Arachis hypogeae L

Ciri Morfologi Tanaman Kacang Tanah

Adapun untuk karakteristik yang menjadi ciri khas morfologi kacang tanah ini, antara lain adalah sebagai berikut;

Akar

Kacang tanah memiliki bentuk akar yang hampir sama dengan bentuk akar tanaman legume lainnya. Akar kacang tanah memiliki nodule (bintil akar) akibat dari hubungan simbiosis mutualisme antara bakteri penambat unsur N dengan Rhizobium sp. Akar kacang tanah berbentuk tunggang dan memiliki cabang akar yang tumbuh pada akar utama.

Batang Daun dan Bunga

Kacang tanah memiki batang yang pendek serta berbuku-buku, pada awalnya batang ini akan tumbuh secara tunggal namun lama-kelamaan akan tumbuh cabang. Kacang tanah dapat tumbuh setinggi 30 sampai 50 cm bahkan bisa lebih tergantung dari varietas dan kesuburan tanaman kacang tanah.

Daun kacang tanah berbentuk majemuk besirip genap yang terdiri dari empat anak daun berbentuk bulat, oval, dan agak lancip berbulu. Bunga kacang tanah berbentuk seperti kupu-kupu, dengan warna kuning dan mempunyai tangkai yang tumbuh diketiak daun.

Kacang tanah dapat berbunga setelah berumur 4 sampai 6 minggu, bunga kacang tanah dapat menyerbuk sendiri pada malam hari, dapat mekar selama 24 jam namun setelah itu akan layu dan gugur.

Kacang tanah memiliki cangkang yang keras dan berwarna putih kecoklatan. Pada setiap polong terdapat 1 sampai 4 biji kacang tanah yang terbentuk setelah pembuahan. Polong yang terbentuk disebut Ginovor yang merupakan tangkai polong terbentuk diudara, berbeda dengan polong yang terbentuk didalam tanah.

Kacang tanah memiliki biji yang berbentuk bulat agak lonjong dan terbungkus oleh lapisan tipis berwarna putih atau merah.

Manfaat Kacang Tanah

Adapun fungsi yang dimiliki kacang tanah ini, antara lain adalah sebagai berikut;

Baik Bagi Ibu Hamil

Kandungan asam folat yang ada pada kacang perlu dikonsumsi wanita yang sedang hamil, terutama diawal kehamilan. Kandungan asam folat berfungsi mencegah bayi lahir dalam kondisi cacat. Untuk wanita yang sedang hamil mengkonsumsi berbagai jenis kacang-kacangan juga diperlukan untuk perkembangan otak bayi.

Mengurangi Depresi

Dalam kacang tanah juga terdapat kandungan asam amino esensial dengan kandungan tryptophan yang dapat merangsang sorotonin untuk mengendalikan perasaan tetap baik. Efek dari tryptophan menjadi anti depressant dan apabila dikombinasikan dengan manfaat coklat, maka dapat menjadi kolaborasi yang dapat memberi perasaan tenang dan menyenangkan.

Batu Empedu

Dalam setiap satu ons kacang tanah atau dua sendok makan selai kacang yang dikonsumsi setiap minggu dapat menjadi bahan untuk menurunkan resiko terkena penyakit batu empedu atau penyakit kandung empedu hingga 25%.

Kanker Usus Besar

Kacang tanah dapat dijadikan alternative untuk mengurangi resiko kanker usus terutama pada wanita. Konsumsi setidaknya 2 sendok selai kacang dua kali selama satu minggu dapat mengurangi risiko kanker usus besar bagi wanita sampai 58% dan pada pria 27%.

Menjaga Berat Badan

Bagi wanita yang mengkonsumsi kacang atau selai kacang setidaknya dua kali selama seminggu maka akan rentan terkena obesitas daripada mereka yang tidak mengkonsusmi. Jika konsumsi selai kacang setiap pagi dengan irisan roti, maka akan memberikan kesempatan  lebih sedikit mengalami kenaikan berat badan.

Mencegah Penyakit Jantung

Sesorang yang sering konsumsi kacang tanah secara teratur dalam jumlah yang dianjurkan, akan sangat membantu menjaga kesehatan jantung. Pada kacang tanah terdapat kandungan asam oleat yang sangat baik untuk jantung, karena dapat menurunkan resiko kardiovaskuler yang menjadi penyebab terjadi penyakit jantung koroner. Optimalkan konsumsi kacang dengan tidak menggorengnya, sajikan dengan direbus atau dikukus saja.

Cara Budidaya Kacang Tanah

Dalam pengertian budidaya, tanaman kacang tanah ini memiliki tahapan-tahapan sebagai berikut;

Pemilihan Benih

Sampai saat ini belum ditemukan benih kacang tanah yang bersertifikat dipasaran, dan umumnya untuk membudidayakan kacang tanah menggunakan biji kacang yang telah dipanen. Untuk mendapatkan bibit tanaman unggul maka penting untuk memilih benih dari tanaman induk yang sehat, tua, dan cukup kering dengan kadar air kurang lebih 12%, serta pilih yang warnanya cerah, tidak pucat, tidak keriput, bebas hama penyakit, tidak cacat dan yang paling penting adalah bernas.

Persiapan Lahan

Lahan diolah terlebih dahulu sebelum ditanami dengan cara digemburkan dan diratakan dengan kedalaman antara 15 sampai 20 cm. lahan harus dipastikan terbebas dari gulma dan sisa tanaman yang mengganggu serta dapat menjadi inang hama penyakit. Setelah lahan siap tanam buat aliran drainase mengelilingi petakan dengan arah melintang pada setiap 5 sampai 6 m.

Penanaman

Pada saat penanaman tanaman kacang kondisi tanah yang tepat yaitu cukup lembab namun tidak tergenang, buat tugalan dengan jarak tanam antara 40×10 cm atau 30x15cm dan tanam satu lubang tanam sebanyak satu benih kacang tanah. Setelah lubang tanam terisis benih kacang tanah maka tutup lubang tanam menggunakan tanah dengan campuran kompos yang bersifat higroskopis.

Pemupukan

Kacang tanah dipupuk menggunakan pupuk urea sebanyak 25kg/ha ditambah dengan SP36 100kg/ha. Setelah pemupukan pertama selesai lakukan pemupukan susulan menggunakan KCL sebanyak 50kg/ha dan ditambah dengan fungisida sebanyak 1 L/ha.

Pemupukan dilakukan pada 5 hari setelah tanam dengan cara dicampurkan semua secara merata dan diletakkan pada larikan antar baris. Setelah proses pemupukan dan pemeliharaan lakukan penyemprotan fungisida setelah 50 atau 70 hari setelah tanam.

Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu mulai dari penggemburan tanah, pembumbunan, penyiangan, pemupukan, pengendalian gulma serta hama penyakit, dan pengairan. Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan cara manual juga dengan menggunakan bahan kimia seperti herbisida. Pengendalian hama penyakit dapat dilakukan dengan cara menggunakan insektisida, dan fungisida.

Pemanenan

Panen kacang tanah dapat dilakukan setelah 70 sampai 80 hari setelah tanam. Panen dilakuka dengan cara mencabut seluruh tanaman kacang tanah sampai dengan akarnya untuk dapat diambil biji kacang tanahnya. Panen sebaiknya dilakukan pada saat kondisi tanah sedang lembab atau gembur, hal ini berfungsi agar akar yang juga sekaligus merupakan polong dari kacang tanah tidak banyak yang tertinggal didalam tanah.

Ciri polong kacang tanah yang siap untuk dipanen adalah pada bagian kulit polong sudah keras dan memiliki serat, polong sudah berisi penuh atau bernas, jika dibuka pada bagian dalam kulitnya akan berubah menjadi coklat kehitaman atau kemerahan.

Nah, itulah tadi deskripsi yang dapat menjadi penjelas tentang pengertian tanaman kacang tanah, klasifikasi, ciri morfologi, manfaat, dan cara budidayanya. Semoga ulasan ini memberikan referensi serta menambah pengetahuan pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *