Kandungan Arang Sekam dan Karakteristiknya

Diposting pada

Kandungan Arang Sekam dan Cirinya

Sekam padi merupakan bagian dari bulir padi-padian (serealia) yang berupa lembaran yang kering, bersisik, dan tidak bisa dimakan. Bagian inilah yang melindungi bagian dalam (endospermium dan embrio). Dalam bidang pertanian, sekam biasanya digunakan sebagai campuran pakan, alas kandang, dicampur di tanah sebagai pupuk, atau dibakar yang arangnya dijadikan media tanam.

Sekam padi yang dibakar inilah yang dinamakan arang sekam. Sekam padi bersifat lignoselulosa seperti bahan biomassa lainnya, tetapi mengandung silika tinggi. Selain silika, arang sekam juga memiliki kandungan kalium, magnesium, kalsium, dan lain-lain. Cara membuat arang sekam pun tak terlalu sulit. Secara umum alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat arang sekam misalnya sekam padi, pipa pembakaran, koran bekas atau kardus bekas, korek api, dan lain-lain.

Arang Sekam

Sekam padi ialah bagian terluar dari benih beras yang merupakan lapisan keras dan bahan limbah pertanian dari penggilingan padi. Sekam padi yang dibakar atau yang disebut arang sekam. Arang sekam banyak banyak dimanfaatkan dalam bidang pertanian maupun industri.

Dalam bidang pertanian misalnya digunakan sebagai penggembur tanah, bahan pembuatan kompos, bokashi, takakura, media tanam  (baik sebagai campuran maupun media tanam murni dari arang sekam) dan media persemaian.

Pengertian Arang Sekam

Arang sekam merupakan arang yang dibuat atau dihasilkan dari pembakaran tak sempurna atau pembakaran parsial sekam padi. Apabila dijadikan media tanam arang sekam berfungsi untuk mengikat cadangan air yang diserap oleh tanah dan kemudian dijadikan sebagai cadangan makanan.

Selain itu, arang sekam juga memberikan kekebalan pada tanaman sehingga tanaman tidak mudah terserang hama. Arang sekam membuat tanah menjadi tanah gembur dan subur, sebab arang sekam menjadi tempat hidup jasad renik (mikroba yang bermanfaat) dan memperbaiki tingkat keasaman tanah.

Tanaman-tanaman yang biasanya menggunakan arang sekam sebagai media tanam yaitu tanaman hidroponik seperti tomat, paprika dan mentimun dan beragam jenis tanaman sayuran lainnya, termasuk dimanfaatkan sebagai media tanam untuk beragam jenis tanaman hias.

Kandungan Arang Sekam

Berikut ini komponen kimia yang terkandung dalam arang sekam, antara lain:

Silikon Dioksioda (SiO2) atau Silika 

Kandungan SiO2 dalam arang sekam sebanyak 52 %. Silika merupakan unsur yang tidak berpengaruh secara langsung terhadap pertumbuhan tanaman karena ini bukan termasuk unsur hara.

Akan tetapi, adanya unsur silika (Si) diketahui bisa memperbaiki sifat fisik tanaman dan berpengaruh terhadap kelarutan P dalam tanah. Apabila unsur silika dalam tanah kurang dari 5%, maka tanaman menjadi kurang tegak dan mudah roboh.

Karbon (C) 

Kandungan karbon dalam arang sekam sebanyak 31 %. Karbon berperan penting sebagai pembangun bahan organik karena sebagian besar bahan kering tanaman terdiri dari bahan organik, yang diambil tanaman berupa C02.

Kalsium (Ca) 

Kandungan kalsium dalam arang sekam sebanyak 0.96 %. Kalsium memiliki fungsi yang cukup penting bagi tanaman, antara lain untuk merangsang pembentukan bulu-bulu akar; memperkeras batang tanaman, sekaligus merangsang pembentukan biji; juga untuk menetralisir asam-asam organik yang dihasilkan ketika metabolisme.

Nitrogen (N) 

Kandungan nitrogen dalam arang sekam sebanyak 0,32 %.  Peran unsur nitrogen bagi tanaman antara lain untuk menunjang pertumbuhan vegetatif tanaman, misalnya bagian daun, batang dan akar; berperan dalam pembentukan hijau daun yang bermanfaat untuk fotosintesis; membentuk protein, lemak dan beragam persenyawaan organik; juga berfungsi untuk meningkatkan perkembangbiakan mikro-organisme di dalam tanah.

Kalium (K)  

Kandungan kalium dalam arang sekam sebanyak 0.31 %. Kalium berperan untuk membantu tanaman membentuk protein dan karbohidrat; memperkuat tubuh tanaman, mengeraskan jerami dan bagian kayu tanaman, supaya daun, bunga dan buah tidak mudah gugur.

Selain itu kalium juga berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan dan penyakit, serta meningkatkan mutu dari biji/buah.

Fosfat 

Kandungan fosfat dalam arang sekam sebanyak 0.15%. Fosfat merupakan anion yang terdiri dari atom fosfor (P) dan oksigen (O). Unsur P dalam fosfat yaitu fosfor yang sangat berguna bagi tumbuhan sebab memiliki fungsi untuk merangsang pertumbuhan akar, terutama ketika masa awal pertumbuhan. Selain itu, juga berguna untuk mempercepat pembungaan, pemasakan biji dan buah.

Besi (Fe) 

Kandungan besi dalam arang sekam sebanyak 180 ppm. Fungsi zat besi bagi tanaman diantaranya yaitu berperan penting bagi pembentukan hijau daun (klorofil); berperan penting dalam pembentukan karbohidrat, lemak dan protein.

Mangan (Mn) 

Kandungan mangan dalam arang sekam sebanyak 80.4 ppm. Bagi tanaman, mangan berguna untuk untuk membentuk protein dan vitamin, terutama vitamin C; untuk mempertahankan kondisi hijau pada daun yang sudah tua; sebagai enzim peroksidase dan sebagai aktivator beragam enzim; sebagai komponen penting dalam menunjang lancarnya proses asimilasi.

Seng (Zn) 

Kandungan seng dalam arang sekam sebanyak 14.10 ppm. Fungsi seng bagi tanaman diantaranya yaitu dalam jumlah yang sangat sedikit bisa berperan dalam mendorong perkembangan pertumbuhan; berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis; berperan dalam pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji/buah.

Tembaga (Cu) 

Kandungan tembaga dalam arang sekamterbilang sedikit, tapi tetap memberikan manfaat bagi tanaman diantaranya yaitu dibutuhkan dalam pembentukan enzim, seperti ascorbic acid oxydase, lacosa, butirid coenzim a. dehidrosenam; berperan penting dalam pembentukan hijau daun (khlorofil).

Magnesium Oksida (MgO) 

Kandungan magnesium oksida dalam arang sekam juga dalam jumlah yang sedikit. MgO dikenal sebagai bahan tahan api, yaitu padatan yang secara fisik serta kimiawi stabil pada suhu tinggi.

Magnesium itu sendiri termasuk unsur hara mikro yang bermanfaat bagi tanaman, diantaranya yaitu berperan dalam mendukung perkembangngan tanaman diantaranya yaitu sebagai salah satu bagian enzim yang disebut organic pyrophosphatse dan carboxy peptisida, serta berperan dalam pembentukan buah.

Kalsium Oksida (CaO) 

Bukan hanya tembaga dan magnesium oksida, tapi kandungan kalsium oksida dalam arang sekam juga sedikit. Kapur oksida dikenal juga dengan nama kapur tohor. Reaksi kapur tohor dengan air yang memberikan energi berupa panas, telah lama diketahui dan dimanfaatkan untuk memasak dengan biaya yang murah. Kapur tohor juga manjadi bahan penting dalam pembuatan semen.

Karakteristik Arang Sekam

Karakteristik yang menjadi ciri dari arang sekam, antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Ringan (Berat Jenis 0,2 kg/l)
  2. Kasar sehingga sirkulasi udara tinggi
  3. Kemampuan menahan air tinggi
  4. Berwarna hitam sehingga dapat mengabsorbsi sinar matahari dengan baik
  5. pH cukup tinggi, yaitu antara 8,5 sampai 9.0, sehingga sangat baik digunakan untuk menigkatkan pH pada tanah asam
  6. Memiliki sifat porositas yang baik dan kemampuan menyerap air rendah

Nah, itulah tadi penjelasan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan kandungan arang sekam dan karakteristiknya. Semoga melalui artikel ini dapat memberikan wawasan serta meambah pengetahuan bagi semuanya. Trimakasih!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *