10 Kandungan Insektisida Berdasarkan Jenisnya

Diposting pada

Kandungan Insektisida

Insektisida merupakan jenis pestisida  dengan bahan- bahan kimia yang bersifat racun yang digunakan untuk mengendalikan serangga. Insektisida bisa mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, perilaku atau tingkah laku, kesehatan ataupun metabolisme tubuh pada serangga.

Insektisida bisa dibedakan menjadi kelompok organik dan anorganik. Insektisda organik biasanya bersifat alami yakni didapatkan dari makhluk hidup sehingga dikenal sebagai insektisida hayati.

Insektisida

Insektisida dibedakan menjadi organik dan anorganik. Contoh insektisida organik terdapat kandungan karbon (C) namun pada insektisida anorganik tidak mengandung unsur karbon (C).

Tanaman yang biasa digunakan bermacam-macam seperi semak berlukar, tanaman budidaya ataupun tanaman herbal contohnya tembakau untuk digunakan mengendalikan hama kutu atau tungau. Tanaman ada yang bersifat repellent atau penolak hama namun ada yang bersifat untuk membasmi atau menghambat perkembangan hama.

Dalam insektisida anorganik menggunakan bahan kimia yang bersifat zat aktif dan toksik bagi serangga pengganggu tanaman. Contoh ansektisida anorganik menggunakan bahan kimia dapat membasmi serangga dengan cepat namun penggunaan yang berlebihan dapat memperngaruhi tanaman karena terkena bahan kimia.

Pengertian Insektisida

Insektisida adalah jenis pestida yang difungsikan dalam pengendalia, penolakan, atau pembasmi serangga penggangu tanaman. Insektisida dibedakan menjadi dua macam yaitu organik dan anorganik. Insektisida organik menjadi solusi dalam pengendalian hama penggangu tanaman seperti kutu, tungau, ulat dan lain-lain. Insektisida organik tidak dapat diaplikasikan setiap saat tetapi harus pada waktu yang tepat.

Insektisida organik atau insektisida nabati merupakan jenis insektisida yang terbuat dari bahan alami atau organik yang diperoleh dari tanamanan atau hewan. Bahan organik yang diolah mengandung kandungan zat aktif yang dapat digunakan untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Insektisida anorganik atau insektisida kimia adalah insektisida dengan bahan kimia dengan konsentrasi tertentu untuk mengendalikan hama penganggu. Baik insektisida organik dan anorganik harus berhati-hati dalam penggunaannya karena kandungannya bukan hanya membasmi serangga penganggu tanaman utama namun juga bisa membasmi serangga yang berguna bagi tanaman.

Kandungan Insektisida

Di dalam insektisida dibedakan menjadi insektisida sintetik yang terbagi menjadi beberapa kelompok antara lain senyawa organofosfat, senyawa organoklorin, karbamat, pirethrin atau pirethroid sintetik, pengatur tumbuh  serangga dan fumigan. Sementara insektisida alami biasanya berasal dari pohon, bunga, ataupun bakteri.

Berikut contoh insektisida berserta penjelasannya antara lain:

  1. Insektisida Endure 120 SC

Insektisida Endure 120 SC adalah produk dari Corteva Agroscience dengan kandungan bahan aktif yakni spinoteram 120g/l  yang terdapat di insektisida Endure 120 SC ini yang berjenis bahan aktif cukup langka karena beredarannya di Indonesia yang menjadikan keunggulan insektisida 120 SC sebab dapat mampu mengatasi hama lebih efektif walau sudah resistensi.

Dampak spinetoram di Endure 120 SC bisa bekerja di reseptor asetilikolin nikotinat, yang berfungsi untuk menganggu saraf hama yang berdampak pada kelumpuhan, gangguan, pernapasan dan hama tersebut pada akhirnya akan mati.

Endure 120 SC merupakan insektisida yang bersifat racun kontak dan lambung yang berwujud pekatan suspensi dengan warna kecoklatan untuk dapat mengatasi hama ulat, thrips, dan kutu daun yang terdapat pada tanaman cabai, tomat, padi dan lain- lain.

Keunggulan Insektisida Endure 120 SC antara lain

  1. Pestisida jenis ini memiliki cara kerja yang relatif baru yakni menganggu fungsi saraf, menyebabkan kelumpuhan, pernafasan hingga hama sasaran tersebut mati.
  2. Dosis yang dipakai tidak terlalu banyak sehingga akan menghembat biaya.
  3. Pestisida ini sangat tepat untuk hama sasaran yang telah resistensi di insektisida lain.
  4. Untuk tanaman padi yaitu dapat mengatasi dua hama utama bagi tanaman padi yakni ulat penggerek batang dan ulat pelipat daun.
  1. Insektisida Ares 100 SL

Ares 100 SL adalah jenis insektisida dengan kinerja sistematik translaminar, racun kontak dan lambung yang sangat tepat untuk mengatasi hama penusuk penghisap yaitu wereng, kutu daun, walang sangit, kutu kebul, thrips, hama putih palsu dan lain- lain. Pada kemasan insektisida Ares 100 SL terdapat takaran untuk mengukur banyaknya dosis penyemprotan. Bahan aktif yang terdapat di insektisida ini adalah Nitenpyram 100g/l.

Dosis pemakaian insektisida ares 100 Sl antara lain tanaman cabai dengan hama kutu daun Myzuz persicae dan hama thrips parvispinus dengan dosis penyemprotan yang bervolume tinggi yakni 0,75 – 1 ml/l. Untuk tanaman padi sawah dengan hama wereng coklat Nilaparvata lugens dengan dosis penyemprotan yang bervolume tinggi yakni 0,75- 1 ml/l.

  1. Insektisida Virtako 300 SC

Insektisida virtako 300 Sc merupakan insektisida baru yang diproduksi oleh perusahaan PT. Sygenta Indonesia yang bekerja secara kontak dan sistemik yang berwujud cairan pekat dengan warna putih kecoklatan dengan nama formulasi SC atau Selluoid Concentrate yang dapat mudah larut di dalam air.

Insektisida virtako 300 SC dengan kandungan bahan aktif yang terdiri dari bahan klorantranilip sebanyak 100 gram/liter dan tiametoksam sebanyak 200 gram/liter. Insektisida ini bisa digunakan untuk mengatasi jenis hama sasaran yang terdapat di tanaman padi yakni penggerek batang, pelipat daun, hama putih palsu, dan hama wereng.

Selain insektisida ini juga digunakan untuk hama sasaran padi, karena keefektifannya ini dapat mengatasi berbagai jenis hama ulat dan hama jenis tanaman lainnya. Insektisida ini memiliki beberapa keunggulan antara lain:

  1. Insektisida lebih efektif dalam mengatasi hama jenis larva yakni ulat.
  2. Insektisida ini mempunyai bahan aktif ganda atau dua jenis bahan aktif yakni bahan aktif klorantranliprol dan tiametoksam.
  3. Dapat bekerja secara cepat dalam mengatasi hama sebab dengan cara kerja kontak dan sistemik.
  4. Insektisida ini berwujud pekat cair yang dapat larut di dalam air.
  1. Insektisida FENITE 150 OD

Fenite 150 OD merupakan formulasi insektisida yang diproduksi oleh PT Petrokimia Kayaku yang menjadi insektisida unggul dengan kelebihan antara lain kinerja obat yang unik dengan menyebabkan effect stop feeding apabila ulat telah terkena insektisida dan akhirnya ulat tidak akan mau makan lagi.

Bahan aktif jenis ini terdiri dari Emamektin benzoat dan lufenuron, insektisida jenis ini mempunyai daya bunuh ulat lebih cepat. Insektisida ini aman bagi tanaman dan tidak mengakibatkan resistensi. Para petani yang telah menggunakan jenis insektisida ini mengatakan bahwa kemampuan produk ini berbeda dengan jenis insektisida lainnya yang telah pernah mereka pakai sebelumnya dan mengaku puas dengan Fenite 150 OD.

  1. Insektisida Emamectin benzoate

Emamectin benzoate merupakan insektisida antibiotik semi sintetis yang mempunyai efisiensi tinggi baru yang telah disintesis dari produk fermentasi abamektin B1. Emamectin benzoat mempunyai struktural yang berubah sehingga menyebabkan perubahan pada spektrum pencegahan.

Apabila dibandingkan dengan kandungan bahan aktif lainnya seperti abamektin, aktivitas insektisida emamektin benzoat pada hama akan mengalami peningkatan 3 kali lipat, dengan kandungan bahan aktif ini berdampak baik dan tidak berbahaya bagi serangga yang menguntungkan pada pengendalian hama yang berguna untuk proses pencegahan dan pengendalian hama yang bersifat komprehensif.

Selain itu, insektisida ini dapat memberikan spektrum insektisida yang secara luas dan menurunkan toksisitas bagi manusia dan hewan. Dari adanya suhu yang meningkat di lahan pertanian atau perkebunan yang mempunyai efek bagi pengendalian hama seperti keadaan suhu berkisar 25 derajat celcius virulensi emamektin benzoat akan terus meningkat dan bahkan meningkat hingga 1000 kali.

  1. Insektisida Tenano 360 SC

Insektisida Tenano 360 SC merupakan insektisida racun kontak dan lambung yang berwujud pekatan suspensi untuk mengatasi hama penggerek batang yang terdapat di tanaman padi sawah yang terdapat kandungan bahan aktif Spinetoram 60 g/L, Methoxyfenozide 300 g/L. Tenano 360 Sc terkandung dua bahan aktif tersebut yang bersifat saling membantu.

Bahan aktif spinetoram yang masih paten bahwa memiliki kinerja yang sangat cepat dan bersifat tranlaminar dan bekerja sebagai racun pada saraf dan lambung. Sedangkan methoxyfenoside dengan dampak ovisidalnya yang terdapat pada jenis tertentu yang merupakan bahan aktif kelompok penghambat pertumbuhan atau biasa dikenal dengan IGR yang memproduksi efek residu yang cukup panjang yakni 14 hingga 21 hari.

  1. Insektisida 240 SC

Insektisida 240 SC adalah jenis sistemik awal purna tumbuh yang bekerja sangat selektif yang dapat mengatasi gulam yang memiliki daun lebar dan gulma berdaun sempit contohnya Echinocchlo crus-galli yang terdapat di tanaman padi sawah.

Dosis pemakaiannya relatif rendah yakni 75 hingga 100 ml/ha. Keunikan pada jenis ini yaitu dapat digunakan pada keadaan yang sedikit tergenang dengan ketinggian air yakni 1 hingga 2 cm sebab bersifat mudah diserap oleh akar.

  1. Fastac 15 EC

Fastac 15 EC adalah insektisida yang bekerja sebagai racun kontak dan racun lambung berwujud pekatan yang bisa diemulsikan dengan warna yang jernih kekuningan untuk mengatasi hama yang terdapat di tanaman cabai, kedelai, kakao, kelapa sawit, tomat, teh, kubis, semangka, dan tembakau.

Keuntungan memakai insektisida jenis ini yaitu efektif dengan penggunaan dosis yang relatif rendah, mengatasi semua tingkat daur hidup hama yang termasuk mempunyai kemampuan dalam pencegahan menetasnya ovisida, mempunyai dampak penolakan bagi hama dan menjadikan hama tidak mau memakan permukaan tanaman yang sudah disemprot, tidak mudah tercuci oleh air hujan,dan efek yang minimal bagi lingkungan dan hewan non sasaran.

  1. Regent 50 SC RED

Insektisida 50 SC RED merupakan insektisida yang bekerja secara sistemik racun kontak, lambung dan ZPT tanaman yang berwujud pekatan suspensi dengan warna merah yang dipakai untuk mengatasi hama bagi tanaman kedelai, jagung, padi dan ZPT pada jagung.

Keuntungan menggunakan insektisida Regent 50 SC RED antara lain mengendalikan hama penting yang terdapat di fase awal pertumbuhan tanaman misalnya lalat bibit, belalang, orong-orong, membantu tanaman lebih hijau, sehat dan kokoh, dan pertumbuhan akar tanaman lebih banyak dan produksi lebih tinggi.

  1. Imidaklorprid

Imidakloprid merupakan salah satu bahan aktif insektisida yang tergolong jenis neonikotinoid. Insektisida ini bekerja secara sistemik dan mempunyai dampak translaminar atau mempunyai kemampuan dalam menembus jaringan daun dan akar dan bekerja sebagai racun kontak dan lambung.

Imidakloprid sangat efektif dalam pengendalian hama yang dapat merusak tanaman dengan cara menghisap dan menusuk termasuk jenis hama kutu antara lain walang sangit, lalat buah, kutu kebul dan lain- lain. Kandungan bahan aktif yang terdapat di imidaklorprid yaitu bersifat nonteratogenik dan nonmutagenik.

Demikianlah artikel yang dapat dibagikan kepada seluruh kalangan terkait dengan kandungan insektisida berdasarkan jenisnya. Semoga saja dapat menambah wawasan dan menjadi referensi bagi kalian semua yang sedang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.