Kandungan Pupuk Kompos Kotoran Ayam dan Jerami Padi

Diposting pada

Kandungan Kompos

Kompos bisa dikatakan sebagai hasil dari serangkaian proses penguraian sebagian dari campuran berbagai bahan organik yang dibisa dipercepat secara artifisial oleh adanya populasi beberapa macam mikrob dalam keadaan lingkungan yang lembab, hangat, aerobik ataupun anarobik. Disisi lain, untuk teknologi dalam pengomposan pun turut berkembang dari proses penguraian bahan organik yang terdapat di alam bebas. Dimana terbentuknya arti tanah humus yang dihutan terbentuk adalah salah satu contoh bentuk pengomposan secara alami.

Selain bisa dilakukan secara alami proses pembuatan pupuk kompos juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan berbagai limbah pertanian, misalnya saja kotoran sapi, daun kering, kotoran kambing, kotan ayam, jerami padi, ataupun eceng gondok. Tentusaja semua bahan organik tersebut memiliki kandungan yang berbeda antara satu dengan lainnya.

Pupuk Kompos

Pupuk kompos adalah salah satu pupuk organik yang berbahan dasar dari beberapa macam bahan alami seperti daun, kulit buah, jerami, ataupun bahan sejenis lainnya. Bahan tersebut akan mengalami proses penguraian dan pembusukan secara alami.

Dimana proses pembusukan tersebut dibantu oleh adanya berbagai macam arti unsur hara mikroba dan makna bakteri. Bahan yang telah mengalami penguraian akan menjadi kompos. Dan inilah yang menjadi nutrisi bergizi bagi tanaman.

Kandungan Pupuk Kompos

Hasil proses penguraian sebagian yang terbuat dari material organik yang bisa dipercepat proses pembusukan atau penguraiannya dalam pembuatan pupuk kompos dengan bantuan populasi beberapa macam unsur mikroba dan bakteri ini bisa dilakukan dalam berbagai bentuk kotoran dan limbah tanaman padi. Dengan deksripsi kandungannya sebagai berikut;

  1. Jerami padi

Jerami padi adalah salah satu contoh limbah pertanian organik yang berpotensi untuk dibuat kompos. Adapun kandungan dalam jerami padi dalam Ekawati (2003), untuk pembuatan kompos. Antara lain;

Parameter Kadar
Selulosa (%) 36,65
Lignin (%) 6,55
pH 41,30
Kadar C-organik (%) Delphinidae
Kadar N (%) 1,02
Rasio C/N 40,49
  1. Kotoran Ayam

Proses pembentukan pupuk kompos dengan kotoran dalam arti unggas, yaitu ayam awalnya bekerja secara lambat dapat berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Selanjutnya proses pengomposan mulai ditemukan kandungan dan dikelola oleh manusia dengan menggunakan waktu yang lebih singkat dan membentuk pupuk kompos.

Adapun untuk kandungan pupuk kompos dengan menggunakan kotoran ayam menurut Tufaila (2014), antara lain;

Parameter Kadar
pH 7,09
Kadar C-organik (%) 38,93
Kadar N (%) 6,11
Rasio C/N 6,37

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa manfaat pembuatan pupuk organik (pupuk kompos) ini secara nyata dapat memperbaiki keadaan sistem drainase secara alami yang berada di dalam tanah. Adanya sistem drainase yang bagus akan membuat tanaman memperoleh asupan air yang cukup dan tanaman akan terlihat lebih sehat, segar, dan berkualitas.

Apabila sistem drainase yang baik akan menyebabkan sirkulasi udara akan semakin baik pula. Selain air dan mineral tanah juga membutuhkan asupan oksigen yang penting bagi tanah. Penyerapan tanah juga makin meningkat saat diberikan pupuk kompos sehingga ketika penyiraman dilakukan maka air akan mudah dengan cepat diserap oeh tanaman ke dalam permukaan tanah tanpa adanya genangan.

Selain itupula untuk pembuatan kompos dengan kotoran ayam dan jerami padi bukan hanya menjadi aksi dalam misi penyelamatan bumi ataupun dalam managemen sampah. Pengomposan juga menjadi media kegiatan keluarga yang bisa kamu lakukan di rumah di waktu senggang tentunya.

Itulah tadi artikel yang bisa dibagikan pada semua pembaca berkenaan dengan kandungan kompos yang terbuat dari kotoran ayam dan jerami padi.

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *