3 Kandungan Pupuk Anorganik yang Harus Diketahui

Diposting pada

kandungan pupuk anorganik

Diakui ataupun tidak, banyak para petani yang lebih banyak memanfaatkan pupuk anorganik dibanding pupuk organik. Alasannya tak lain karena dalam jenis pupuk anorganik ini memiliki kandungan unsur hara yang berbentuk senyawa kimia larut, sehingga kemudian mudah dan lebih cepat diserap oleh akar tanaman.

Disisi lainnya, menurut bentuknya sendiri pupuk anorganik dibedakan menjadi pupuk padat dan cair. Sedangkan menurut kandungannya dalam pupuk dibedakan menjadi pupuk tunggal dan pupuk majemuk.

Pupuk Anorganik

Pupuk anorganik adalah bagian jenis pupuk yang dibuat oleh perusahan pupuk dengan mengolah bahan kimia dengan kadar konsentrasi hara yang tinggi. Sebagai contoh ialah pupuk urea dengan kadar nitrogen 45 sampai dengan 46% yang berarti tiap 100% kg urea terdapat 45 hingga 46 kg hara nitrogen.

Kandungan Pupuk Anorganik

Kandungan yang ada dalam pupuk anorganik sebagai berikut;

  1. Fosfor atau P

Fosfor atau P yang merupakan bagian daripada unsur hara makro yang berperan penting dalam proses pertumbuhan tanaman tetapi kandungan di dalamnya lebih rendah apabila dibandingkan dengan nitrogen atau N dan kalium atau K.

Unsur fosfor atau P untuk tanaman dalam pupuk anorganik dapat bermanfaat merangsang proses pertumbuhan akar utamanya pada akar benih dan tanaman muda. Selain itu, fosfor berperan sebagai bahan mentah dalam proses pembentukan protein tertentu dan membantu proses respirasi dan asimilasi serta mempercepat proses pembungaan dan pembentukan biji dan buah.

Tanah yang terdapat kekurangan unsur hara foskr akan terlihat jelek akibatnya terhadap tanaman. Gejala yang dilihat yaitu daun seluruhnya berwarna menjadi tua dan sering terlihat mengkilap kemerahan. Pada tepi daun, batang, dan cabang terdapat warna merah ungu yang berwarna kuning secara lamban.

Apabila tanaman berubah, maka buah akan nampak kecil, jelek dan cepat matang. Pada tipe tanah yang demikian segera mungkin diberikan pupuk dengan kandungan unsur hara fosfor.

  1. Nitrogen atau N

Unsur hara nitrogen atau N merupakan unsur hara utama untuk tanaman yang biasanya sangat dibutuhkan dalam proses pembentukan atau pertumbuhan bagian vegetatif tanaman sebagai contoh daun, batang, dan akar namun apabila terlalu banyak akan menghambat proses pembungaan dan pembuahan bagi tanaman. Unsur hara nitrogen akan berfungi sebagai pembentukan hijau daun yang sangat berperan dalam fotosintesis.

Peran lainnya adalah membentuk protein, 20 lemak dan berbagai senyawa organik lainnya. Fungsi utama nitrogen atau N pada tanaman yaitu untuk merangsang pertumbuhan tanaman secara langsung secara keseluruhan utamanya pada batang, cabang, dan daun.

  1. Kalium atau K

Unsur hara kalium atau K berperan penting dalam memperkokoh tubuh tanaman supaya daun, buah, dan bunga agar tidak mudah gugur. Peran utama kalium yaitu membentuk protein dan karbohidrat. Kalium berperan dalam merangsang pertumbuhan akar dan menambah daya tahan tanaman bagi penyakit dan hama.

Tanaman yang tumbuh di area tanah yang mengalami kekurangan unsur hara kalium akan terlihat gejala yang ditandai dengan daun keriting atau keriput terkhusus pada daun tua meskipun tidak merata. Selanjutnta daun akan terdapat bercak merah kecoklatan.

Kemudian daun akan mengering kemudian mati. Buah tumbuh tak sempurna, kecil, bermutu jelek, berhasil rendah, dan tidak bertahan simpan.

Itulah saja artikel yang bisa dikemukakan pada semua kalangan berkenaan dengan adanya kandungan yang ada dalam pupuk anorganik beserta penjelasannya. Semoga dapat menjadi referensi bagi kalian semua yang sedang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.