Kandungan Pupuk TSP, Penanganan, dan Pengangkutannya

Diposting pada

Kandungan Pupuk TSP

Pada dasarnya pupuk TSP adalah pupuk fosfat sangat pekat, yang digunakan baik dalam penerapan secara langsung atau sebagai bahan baku dalam produksi pupuk kompleks dan dicampur dengan P2O5 hal ini tidak terlepas dari kandungan-kandungan yang ada di dalam pupuk anorganik ini.

Pupuk TSP

Pupuk TSP terdiri atas nutrisi anorganik yang digunakan untuk memulihkan komponen tanah yang penting untuk pertanian. TSP adalah singkatan dari triple superphosphate dengan rumus kimia Ca (H2PO4). Konsentrasi P2O5 (fosfat) dalam pupuk ini sekitar 44-46%.

Fosfat adalah salah satu komponen tanah yang sangat penting untuk membantu mendorong pertumbuhan akar semua jenis tanaman, sehingga akarnya akan lebih tebal, lebih kuat, dan lebih sehat. Dengan demikian, fosfat akan memperkuat batang dan meningkatkan ketahanannya terhadap penyakit dan hama, serta dapat memacu perkembangan bunga dan kematangan benih, sehingga mempercepat waktu panen.

Contoh penggunaan TSP yaitu hingga tahun 1960-an, TSP adalah pupuk yang paling umum digunakan AS. Sejak itu, pupuk Nitrogenfosfat (mis. MAP dan DAP) menjadi semakin populer di pasar Amerika.

Pengertian Pupuk TSP

Pupuk TSP ialah salah satu pupuk sumber hara fosfor pertama yang mempunyai hasil analisa kandungan cukup tinggi dan digunakan secara luas di masyarakat. Triple superphosphate juga dapat definisikan sebagai pupuk yang diproduksi oleh aksi asam fosfat pekat pada batuan fosfat tanah.

Bahan aktif produk, monocalcium fosfat, identik dengan superfosfat, tetapi tanpa kehadiran kalsium sulfat yang terbentuk jika asam sulfat digunakan sebagai pengganti asam fosfat.

Kandungan fosfor dari TSP (17 – 23% P; 44 hingga 52% P2O5) karenanya lebih besar daripada superfosfat (7 – 9,5% P; 16 hingga 22% P2O5). Ini diproduksi dalam bentuk granular dan nongranular dan digunakan baik dalam campuran pupuk (dengan pupuk kalium dan nitrogen) dan digunakan secara tunggal.

Berdasarkan persentase tersebut bisa dikatakan bahwa pupuk TSP mempunyai kandungan fosfor tertinggi dibandingkan pupuk karakter kering lainnya yang tidak mengandung Nitrogen (N). Keuntungan lain dalam menggunakan pupuk TSP yaitu hampir 90% kandungan fosfornya bersifat mudah larut dalam air (water soluble), sehingga bisa dengan cepat/segera diserap oleh tanaman.

Begitu pupuk ditebar di tanah yang lembab, maka bentuk butiran pupuk tersebut akan segera meluruh. Campuran tanah dan pupuk TSP akan menjadi bersifat asam. TSP juga memiliki kandungan Kalsium (Ca) 15% Kalsium, yang menyediakan unsur hara tambahan bagi tanaman.

Pengertian Pupuk TSP Menurut Para Ahli

Adapun definisi pupuk TSP menurut para ahli, antara lain:

Agro Polychim

Triple superphosphate adalah pupuk fosfor yang sangat pekat dengan kandungan 46% diphosphorus pentoxide (P2O5). Sangat cocok untuk memberi makan semua jenis tanah yang memiliki рН dalam batas medium asam lemah hingga basa.

Kandungan Pupuk TSP

Pupuk TSP memiliki beberapa karakteristik yang menajdi kandungan daripada proses pembuatan produknya, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Fosfat larut air dan asam sitrat (P2O5) minimal persentasenya 46,0
  2. Fosfat larut dalam air (P2O5) minimal persentasenya 43,0
  3. Asam bebas (dengan air) maksimal persentasneya 3,5
  4. Kelembaban maksimal persentasenya 4,0
  5. Granulasi 1-4 mm minimal persentasenya 90,0

Penanganan Terhadap Pupuk   

Sangat penting bagi siapa pun yang menggunakan pupuk ini untuk benar-benar memahami bagaimana pengaruh buruk yang dapat ditimbulkan jika penyimpanannya tidak dilakukan dengan baik. Sangat penting untuk mengetahui cara menghitung tingkat yang benar untuk berbagai tanaman yang berebeda sehingga dapat menggunakannya dengan benar.

Kualitas fisik pupuk membatasi nutrisi yang dapat disediakan untuk menentukan seberapa cocok untuk digunakan. Kandungan nutrisi dan bentuk kimianya serta faktor-faktor lain yang mempengaruhi kualitas fisik pupuk berada di luar kendali pengguna.

Ketika penanganan dan penyimpanan yang tepat tidak dipatuhi, kualitas fisik dapat sangat memburuk dan pada gilirannya, kemerataan, kenyamanan dan biaya penggunaan mungkin terpengaruh. Kerugian tersebut juga dapat mempengaruhi kualitas air dan tanah. Bentuk fisik pupuk ditentukan oleh karakteristik kimianya serta penggunaan akhir dan metode penerapan yang diperlukan.

Pengangkutan TSP

Pengangkutan TSP perlu dilakukan dengan hati-hati dan ada beberapa persyaratan umum yang harus dipatuhi. Pengangkutan massal perlu digunakan untuk memastikan tidak ada tumpahan selama transportasi.

Pengangukutan ini harus bersih untuk memastikan bahwa tidak ada jenis kontaminasi yang terjadi, misalnya terpal yang biasanya digunakan untuk menutupi produk harus bersih untuk menghindari kontaminasi. Saat penganguktan juga harus ditutup dengan aman untuk memastikan bahwa tidak ada debu yang masuk saat diangkut dan juga untuk mengurangi tingkat penyerapan kelembaban.

Nah, demikian penjelasan serta pengulasan secara singkat tetapi lengkap terkait dengan materi kandungan yang ada di dalam pupuk TSP, penanganan, dan pengangkutannya. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *