Kelebihan Sistem Rotasi Tanaman

Diposting pada

Keuntungan Sistem Rotasi Tanaman

Rotasi tanaman adalah penanaman sistematis berbagai tanaman dalam urutan tertentu selama beberapa tahun di ruang tumbuh yang sama. Proses ini memiliki kelebihan yaitu membantu menjaga nutrisi dalam tanah, mengurangi erosi tanah, dan mencegah penyakit dan berbagai contoh hama tanaman. Tidak ada jadwal rotasi yang diterima secara universal karena jenis-jenis tanaman di pertanian atau kebun tertentu bergantung pada tanah, iklim, dan sumber daya lokal yang tersedia.

Lamanya waktu rotasi antara tanaman yang berbeda juga akan bervariasi tergantung pada kebutuhan petani. Akan tetapi, rotasi tanaman juga memiliki kekurangan misalnya ketika satu tanaman ditanam dalam satu bidang selama bertahun-tahun berturut-turut, tanaman tersebut akan menyebabkan menipisnya nutrisi tertentu dari tanah. Pengurangan nutrisi ini menyebabkan kesehatan tanaman yang buruk dan hasil panen yang lebih rendah.

Rotasi Tanaman

Rotasi tanaman merupakan praktik penanaman berbagai jenis tanaman secara bergiliran di satu lahan. Elemen utama dari rotasi tanaman yaitu pengembalian nutrisi nitrogen melalui tanaman legum (kacang-kacangan) setelah penanaman tumbuhan serealia dan sejenisnya. Rotasi tanaman mencegah terakumulasinya patogen dan hama yang sering menyerang satu spesies saja.

Kelebihan Rotasi Tanaman

Penerapan sistem rotasi tanaman tentunya memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Berikut penjelasan lengkapnya:

  1. Mampu mengurangi intensitas serangan hama dan penyakit

Beberapa jenis hama dan penyakit bisa ditangkal melalui menerapkan sistem rotasi tanaman dengan jenis ataupun famili tanaman yang berbeda. Setiap famili tanaman umumnya mempunyai jenis hama dan penyakit yang hampir sama. Sebagai contoh, tanaman tomat mempunyai jenis hama dan penyakit yang hampir sama dengan cabe dan terung.

Dengan menerapkan rotasi tanaman dengan famili lain, maka siklus hama dan penyakit yang menyerang pada periode sebelumnya akan terputus, misalnya penyakit antraknosa pada cabe tidak akan menyerang tanaman jagung.

  1. Produksi tanaman penutup pupuk hijau

Pupuk hijau adalah tanaman cepat tumbuh yang ditanam untuk menutupi tanah kosong, menambah bahan organik dan memperkaya tanah dengan mineral. Tanaman ini biasanya digarap ke tanah sebelum mencapai kematangan.

Ketika digali ke tanah saat masih hijau, akan mengembalikan sebagian besar nutrisi ke tanah dan memperbaiki struktur tanah. Tanaman pupuk hijau yang umum digunakan adalah semanggi merah, alfalfa, rumput gandum, kacang polong, dan lain-lain.

Budidaya tanaman penutup pupuk hijau adalah strategi yang efektif untuk menghidupkan kembali kesuburan tanah di sebuah pertanian. Pertanian rotasi tanaman mendapat manfaat dari metode ini dengan mencapai produktivitas jangka panjang lahan pertanian yang stabil.

  1. Sebagai penstabil ekosistem mikro

Rotasi tanaman dapat berperan dalam menstabilkan unsur hara pada tanah melalui siklus serapan dan input hara. Contohnya yaitu rotasi tanaman yang dilakukan pada kelompok tanaman sayuran yaitu ketika musim pertama menanam umbi, kemudian menanam polong-polongan, setelah itu menanam tanaman sayuran buah dan sayuran daun.

Ketika menaman umbi, maka kandungan hara pada tanah akan banyak berkurang, sehingga ketika musim tanam selanjutnya jenis sayuran polong-polonganyang harus ditanam untuk meningkatkan kandungan hara terutama unsur N  pada tanah.  Setelah unsur hara terutama kandungan Nitrogen stabil, maka dilakukan penanaman sayuran buah dan sayuran daun.

  1. Meningkatkan struktur tanah

Sistem pertanian monokultur dikatakan bisa mengurangi nutrisi atau hara dalam tanah, tapi sistem rotasi tanaman memungkinkan adanya perbedaan drastis pada struktur tanah selama periode waktu tertentu. Hal tersebut memungkinkan akar tanaman untuk meningkatkan struktur kimia, fisik dan biologi tanah.

Seiring berjalannya waktu, perbaikan struktur tanah bisa membantu peningkatan ketersediaan air tanah dan pengembangan pori-pori makro maupun mikro di tanah yang mendorong pertumbuhan akar baru setelah panen.

Sebagai contoh, merotasi tanaman dengan rasio karbon dan nitrogen tinggi (jagung dan padi) dengan tanaman berasio rendah karbon terhadap nitrogen (kacang-kacangan) membantu meningkatkan beragam populasi mikroorganisme beserta aktivitasnya dalam tanah. Peningkatan tersebut bisa menyebabkan struktur tanah lebih stabil dan penurunan potensi erosi tanah.

  1. Konservasi air

Dalam kombinasi dengan perbaikan struktur tanah, rotasi tanaman dapat meningkatkan kapasitas penahanan air tanah. Tanah dengan struktur yang baik memungkinkan penyerapan air yang cepat dan menyeluruh. Sebagian dari air ini siap diambil oleh tanaman, sementara air tambahan disimpan lebih dalam di pori-pori untuk diambil oleh tanaman selama musim kemarau.

Dalam situasi ini, rotasi tanaman membantu menghemat air di pertanian, karena kebutuhan irigasi berkurang. Beberapa manfaat tambahan dari kapasitas penampung air yang lebih baik adalah:

  1. Pengurangan limpasan dan hilangnya nutrisi dari tanah
  2. Risiko banjir lebih rendah karena tanah bertindak sebagai spons
  3. Penambahan reservoir air tanah
  4. Mencegah erosi tanah

Erosi tanah telah menjadi masalah luas di seluruh dunia saat ini. Erosi yang luas menyebabkan banyak masalah di pertanian modern, termasuk hilangnya tanah lapisan atas, limpasan pertanian yang berbahaya, dan peningkatan risiko banjir serta tanah longsor karena terbatasnya kapasitas tanah untuk menampung air.

Sementara erosi tanah mendatangkan malapetaka pada lahan pertanian intensif, penanaman rotasi membantu mencegah semua dampak negatif ini. Salah satu alasan mengapa rotasi tanaman mengurangi erosi adalah adanya tanaman penutup tanah.

Tanaman penutup ditanam di tanah untuk sebagian besar siklus rotasi. Tanaman menahan tanah di tempat dan meminimalkan paparan langsung terhadap hujan dan angin-faktor utama yang menyebabkan erosi.

Selain itu, melalui rotasi tanaman akan membuat sistem perakaran yang lebih beragam. Kombinasi tanaman dengan panjang dan bentuk yang berbeda dari sistem akar memastikan bahwa partikel tanah saling menempel lebih baik.

  1. Mengurangi polusi tanah dan air

Dengan intensifikasi sistem pertanian, maka telah terjadi peningkatan kandungan nitrogen di tanah secara artifisial dengan penggunaan pupuk. Tetapi perubahan siklus nitrogen alami yang dikombinasikan dengan penggunaan pupuk yang berlebihan dan tidak efisien telah menyebabkan pelepasan terlalu banyak nutrisi ini ke lingkungan, mengganggu keseimbangan ekosistem (terutama ekosistem perairan).

Beberapa studi memperkirakan bahwa sekitar 80 persen nitrogen yang digunakan sebagai pupuk pertanian akhirnya dilepaskan secara bebas di lingkungan, mencemari sumber daya air. Efek paling serius dari polusi nitrogen adalah eutrofikasi badan air, yang berbahaya bagi pasokan air minum kita dan mengakibatkan masalah kesehatan yang parah.

Sebagai contoh, air yang kaya nitrat membatasi transportasi oksigen dalam aliran darah bayi dan menyebabkan kondisi serius yang dikenal sebagai Sindrom Bayi Biru (Blue Baby Syndrome).

Tidak seperti pertanian pupuk intensif, sistem rotasi tanaman bekerja dengan mengisi kembali kadar nitrogen secara alami di tanah melalui tanaman polongan bergantian dengan tanaman lain. Praktik rotasi tanaman mengurangi kebutuhan akan aplikasi pupuk dan meminimalkan risiko polusi tanah dan air.

  1. Mitigasi perubahan iklim

Rotasi tanaman membantu mengurangi perubahan iklim dengan dua cara penting:

  1. Pengurangan emisi gas rumah kaca
  2. Meningkatkan kemampuan tanah untuk menyimpan karbon

Pertanian intensif telah menjadi salah satu penghasil utama gas rumah kaca yang kuat yang disebut oksida nitrat. Potensi pemanasan global gas ini 300 kali lebih besar dari karbon dioksida. Karena penggunaan pupuk nitrogen yang berlebihan di pertanian, emisinya telah meningkat hampir 50 persen.

Dengan menerapkan rotasi tanaman, penggunaan pupuk nitrogen dapat dikurangi hingga 100 kilogram per hektar setiap tahun. Hal ini pada gilirannya sangat menurunkan emisi oksida nitrat dan membantu mencegah perubahan lebih lanjut dalam konsentrasi gas rumah kaca yang berasal dari kegiatan pertanian.

Tanah memiliki kapasitas yang besar untuk menangkap dan menyimpan karbon di atmosfer. Dengan memperbaiki struktur tanah, membiarkan tanah tidak terganggu dan adanya tanaman penutup tanah, rotasi tanaman meningkatkan kemampuan tanah untuk menyimpan lebih banyak karbon, dan karenanya, membantu mengimbangi emisi karbon yang terkait dengan produksi pertanian.

  1. Meningkatkan hasil Panen

Daftar efek positif dari rotasi tanaman tidak akan lengkap tanpa menyebutkan peningkatan hasil panen. Semua manfaat sebelumnya dikombinasikan bersama-sama menciptakan lingkungan yang sempurna untuk menanam tanaman yang sehat dan berlimpah. Sejumlah penelitian telah mengkonfirmasi bahwa rotasi tanaman sebagai metode pertanian berkelanjutan meningkatkan panen.

Sebagai contoh, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Washington State University menyelidiki perubahan hasil jagung dalam sistem rotasi tanaman di Malawi. Dibandingkan dengan penanaman jagung tanpa olah, rotasi tanaman menghasilkan 11 hingga 58 persen lebih banyak.

Sebuah studi serupa dari negara-negara berkembang lainnya mengkonfirmasi bahwa panen jagung, kentang dan kacang-kacangan hampir dua kali lipat pada lahan yang dikelola secara berkelanjutan. Hasil positif seperti itu kemungkinan besar terjadi karena gulma dan penekanan hama, pemeliharaan tanah yang sehat dan penggunaan nutrisi yang lebih cerdas dalam rotasi tanaman.

  1. Menciptakan lingkungan yang lebih sehat seumur hidup

Lebih dari 200.000 orang meninggal setiap tahun karena keracunan pestisida dan setidaknya dua juta kasus masalah kesehatan terkait pestisida dilaporkan setiap tahun.

Lebih dari dua miliar kilogram pestisida diterapkan setiap tahun pada tanaman di seluruh dunia, meskipun, hanya 0,1 persen dari jumlah ini mencapai hama yang ditargetkan.

Sisanya, 99,9 persen dilepaskan secara serampangan ke lingkungan, di mana secara diam-diam merusak ekosistem dan kesehatan kita. Rotasi tanaman dapat membantu mengatasi kontaminasi kimia luas dari lingkungan tempat tinggal kita.

Oleh karena itu, praktik ini bermanfaat bagi kesehatan kita dan dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga keamanan pangan kita sambil meminimalkan negatif efek pertanian pada ekosistem. Ini hanya menyoroti pentingnya rotasi tanaman dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan.

Nah, itulah tadi serangkain artikel yang sudah kami tuliskan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan keunggulan dalam sistem rotasi tanaman. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *