Hewan Keong: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Keong

Siapa yang tidak kenal dengan hewan keong? Pasti semua orang hampir mengetahuinya. Keong adalah arti hewan yang masuk dalam filum mollusca yang artinya lunak. Keong pada umumnya berasal dari habitat alami yaitu di danau, rawa, dan sungai.

Namun seiring berjalannya waktu, keong semakin dibudidayakan dan memiliki habitat buatan seperti di kolam, jenis sawah, maupun bendungan.

Keong

Keong dalam bahasa inggris lebih sering disebut snail. Beberapa daerah di nusantara juga memiliki nama-nama lain untuk keong ini diantaranya tutut, bekicot, kraca, kol, haliling dan masih banyak lagi. Perlu anda ketahui bahwa keong yang ada di Pulau Jawa mempunyai jenis yang begitu banyak yaitu sekitar 60 keong. Namun karena habitat alami keong yang kurang terjaga maka menyebabkan keberadaan semakin berkurang.

Jenis Keong

Keong memiliki beberapa jenis yang diuraikan sebagai berikut ini :

  1. Nerite Snail

Jenis keong nerite sangat cocok untuk seseorang yang akan mulai membudidayakan jenis keong. Alasan yang membuat keong nerite snail ini sangat cocok untuk pemula yaitu karena ikan ini mudah dikendalikan dan perkembangbiakannnya juga cukup mudah.

Salah satu kemudahan keog ini yaitu saat melakukan budidaya keong nerite snail tidak membutuhkan pasangan untuk bereproduksi yang mana sangat berbeda dengan beberapa spesies keong lainnya yang pastinya butuh pasangan untuk berkembangbiak.

  1. Ramshorn Snail

Ramshorn snail adalah jenis keong yang bagian cangkangnya terlihat seperti tanduk domba jantan. Selain itu jenis ramshorn snail ini juga memiliki cabang jenis atau subs pesies. Keong jenis ini biasanya ditemukan dengan warna hitam dan merah.

Keong juga sangat cantik dengan cangkang bercorak spiral bergaris – garis hitam. Tidak hanya itu, keong ramshorn snail ini juga sangat efektif membersihkan ganggang, bangkai, daun busuk apa pun yang ingin anda singkirkan dari akuarium.

  1. Mystery Snail

Keong jenis mystery snail ini memiliki banyak sub spesies yang mana masing-masing warna cangkangnya berbeda-beda. Beberapa sub spesies keong ini diantaranya yaitu keong misteri biru, emas, hitam, dan ungu.

Jenis keong ini juga bisa digunakan untuk membersihkan akuarium seperti jenis keong lainnya. Biasanya mystery snail akan hidup hingga satu tahun dan sangat mudah beradaptasi. Keong ini juag bersifat herbivora dan keong misteri bisa dimasukkan ke dalam akuarium 20 liter atau bahkan yang lebih besar.

  1. Lava Snail

Jenis keong yang selanjutnya yaitu keong lava atau dikenal dengan nama black devil snail. Jenis keong ini sangat menarik dan menjadi keong yang paling populer. Keong lava pada umumnya memiliki warna tubuh yang hitam dan cangkangnya juga hitam serta panjang, namun cangkang terkadang bisa berubah warna menjadi orange.

Lava snail adalah jenis keong dnegan ukuran yang cukup besar yaitu bisa tumbuh sampai ukuran 9 cm. Karena hal itulah keong ini sangat tidak cocok jika diletakan pada akuarium 40 liter. Mereka lebih menyukai tempat akuarium bersubstrat yang bisa membuat keong ini menguburkan dirinya kedalam tempat tersebut.

  1. Tower Cap Snail

Jenis terakhir dari hewan keong yaitu tower cap snail. Jenis keong ini tidak memakan alga akan tetapi mereka akan memakan benda mati dan dan benda -benda busuk yang ada tempat tinggal mereka atau di akuarium. Selain itu keong ini juga memerlukan ukuran akuarium yang cukup besar yaitu lebih dari 40 liter.

Hal ini dikarenakan keong berukuran cukup besar dan bergerak sangat aktif. Selain itu tower cap snail juga bisa bereproduksi dengan sangat cepat.

Klasifikasi Keong

Berikut dibawah ini merupakan klasifikasi keong yang diuraikan sebagai berikut:

Kingdom Animalia
Filum Molusca
Kelas Gastropoda
Sub Kelas Prosobranchiata
Ordo Mesogastropoda
Familia Ampullaridae
Genus Pomacea
Spesies Pomacea canaliculata

Ciri Morfologi Keong

Ciri morfologi yang ada pada tubuh keong antara lain sebagai berikut;

  1. Cangkang

Perlu anda ketahui, bahwa bagian penting dari keong yaitu cangkangnya. Pada bagian ini keong bisa berlindung dari berbagai serangan musuh, hawa dingin, panas, dan lain sebagainya. Morfologi cangkang pada keong bisa dilihat dari ketinggian cangkang yang bisa mencapai sekitar 40 mm dengan diameter 15 sampai dengan 25 mm.

Cangkang pada keong memiliki bentuk yang mirip dengan kerucut membulat dan warnanya bervariasi ada yang hijau – kecoklatan maupun kuning kehijauan dan lain sebaginya. Selain itu puncak cangkang keong juga cukup runcing dan bagian tepinya menyiku tumpul serta sedikit cembung.

  1. Mulut

Morfologi mulut pada keong yaitu memiliki bentuk yang membundar dan tepinya bersambung. Selain itu mulut keong juga tidak melebar dan umumnya berwarna hitam.

Teknik Budidaya Keong

Keong pada dasarnya memang harus dibudidayakan agar kelestariannya tetap terjaga dengan baik. Berikut dibawah ini merupakan cara budidaya keong yang dijelaskan sebagai berikut :

  1. Menebar Benih Pada Kolam

Budidaya keong bisa diawali dengan cara penebaran benih keong padakolam. Namun sebelum benih ditebarkan pastikan bahwa benih tersebut berasal dari induk keong yang berkualitas. Untuk tahapan penebaran benih keong berikut ini cara-caranya :

  1. Benih keong di letakkan dalam wadah dan dibiarkan selama semalam.
  2. Saat paginya masukkan satu persatu benih keong kedalam kolam.
  3. Lakukan penebaran benih dengan merata.
  4. Lakukan pengawasan, apabila keong ada yang mati maka segera ambil dan buang dari kolam.
  1. Keong Mulai Bertelur 

Setelah penebaran selesai dilakukan maka pada hari ke 7 biasanya keong akan mulai bertelur. Telur keong ini bisa dilihat dari ciri-ciri seperti ini, apabila sudah terlihat butir-butir merah yang ada pada permukaan kolam dan menempel pada ranting-ranting kayu maka itu adalah telur keong.

Beberapa hal perlu dilakukan jika keong sudah mulai bertelur diantaranya yaitu:

  1. Kolam harus selalu bersih, steril dan jauh dari hewan-hewan lain yang bisa memakan telor-telor keong.
  2. Lakukan pengawasan dengan baik karena keong biasanya akan menetaskan dan merawat anakan-anaknya hingga dewasa.
  1. Pemberian Pakan Tambahan

Perlu anda ketahui bahwa keong adalah jenis hewan yang rakus, sehingga untuk melakukan perawatan harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Salah satu cara untuk merawat keong ini yaitu dengan memberinya pakan yang baik.

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan keong adalah sebagai berikut:

  1. Berikan pakan tambahan pada keong berupa sayuran dedaunan lunak.
  2. Salah satu sayur yang bisa dijadikan pakan tambahan yaitu daun sawi atau selada.
  3. Pakan bisa diberikan sekitar 3 sampai dengan 4 kali sehari, di waktu pagi, siang, sore, dan malam hari.
  4. Sayur yang dijadikan sebagai pakan keong bisa diberikan secara langsung maupun dengan cara memotongnya menjadi bagian kecil-kecil.
  5. Sebagai informasi bahwa pakan tambahan berupa sayur ini biasanya hanya akan dikonsumsi oleh keong yang sudah tumbuh dewasa.
  6. Sedangkam keong yang masih anakan biasanya akan mengkonsumsi lumut , alga maupun bahan organik yang sudah dihaluskan sebelumnya.
  7. Ingat, bahwa pakan harus diberikan secara teratur, agar keong mempunyai ukuran yang segera mencapai standar pasaran dan siap dipanen.
  1. Pemanenan Keong

Setelah beberapa bulan dilewati maka arti budidaya keong ini bisa menghasilkan keong utuh dan siap untuk dipanen. Oleh karena itu pada tahap pemanenan ini selalu ditunggu-tunggu oleh semua orang yang sudah membudidayakan keong dengan baik.  Pemanenan keong dapat dilakukam dalam dua cara seperti dibawah ini :

  1. Pemanenan secara keseluruhan, yaitu dilakukan dengan cara mengambil semua keong mas yang ada di dalam kolam
  2. Pemanenan secara parsial, yaitu pemanenan yang hanya dilakukan dengan cara memgambil keong yang sudah berukuran besar dan siap jual saja.

Itulah saja artikel yang bisa kami uraikan pada semua pembaca berkenaan dengan deskripsi keong, jenis, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberikan pemahaman bagi semua kalangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *