Pengertian Kolam, Ciri, Macam, Manfaat, dan Contohnya

Diposting pada

Kolam

Kolam merupakan badan air yang lebih kecil dari danau. Kolam mendukung berbagai macam satwa liar untuk tumbuh dengan baik. Seperti bebek, penyu, angsa, ikan kecil, dan katak yang kesemuanya dapat hidup di dalam kolam. Biasanya, di kebanyakan kolam sinar matahari bisa mencapai dasar. Bahkan dalam beberapa kasus, kolam tidak bertahan sepanjang tahun. Jenis kolam ini disebut kolam vernal, atau lahan basah sementara, musiman, atau sementara.

Dari berbagai mavam kolam tersebut tidak memiliki arti ikan sama sekali. Salah satu hal yang mencirikan kolam adalah keberadaan genangan air, yang menyediakan habitat bagi tumbuhan dan hewan lahan basah. Kolam memiliki fungsi atau manfaat, baik secara ekologi, yaitu sebagai habitat berbagai jenis hewan dan tumbuhan air, maupun berfungsi secara ekonomi, yaitu dapat menghasilkan berbagai sumber daya alam bernilai ekonomis.

Kolam

Kolam adalah area yang berisi air, baik alami maupun buatan yang ukurannya lebih kecil dari danau. Hal ini tentusaja bisa muncul secara alami di dataran banjir sebagai bagian dari sistem sungai, atau berupa depresi yang agak terisolasi (seperti ketel, kolam vernal, atau lubang padang rumput).

Faktor-faktor yang mempengaruhi jenis kehidupan yang ditemukan di kolam meliputi kedalaman dan durasi ketinggian air, nutrisi, naungan, ada atau tidaknya saluran masuk dan keluar, efek hewan penggembalaan, dan salinitas.

Pengertian Kolam

Kolam adalah area kecil dengan air tawar yang tenang. Berbeda dengan sungai atau jenis aliran sungai karena tidak memiliki air yang bergerak dan berbeda dengan danau karena memiliki luas yang kecil dan kedalaman tidak lebih dari 1,8 m.

Kolam juga bisa diartikan sebagai lahan pertanian basah buatan yang bisa dikelola dan diatur langsung oleh manusia yang digunakan untuk kebutuhan budidaya ikan.

Pengertian Kolam Menurut Para Ahli

Adapun definisi kolam menurut para ahli, antara lain:

  1. Susanto (1992), Kolam adalah sebagai suatu perairan buatan dengan luasan terbatas dan sengaja dibuat manusia agar mudah dikelola dalam hal pengaturan air, jenis hewan budidaya dan target produksinya.
  2. Biggs et al (2005), Arti kolam ialah sebagai badan air yang berukuran 1 m2 hingga 2 ha yang bersifat permanen atau musiman yang terbentuk secara alami atau buatan manusia.

Ciri Kolam

Ciri khas dari kolam adalah keberadaan genangan air, yang menyediakan habitat bagi tumbuhan dan hewan lahan basah. Contoh yang sudah dikenal mungkin termasuk bunga lili air, katak, kura-kura, dan bangau.

Seringkali, seluruh tepi kolam dibatasi oleh lahan basah, dan lahan basah ini mendukung jaring makanan akuatik, menyediakan perlindungan bagi satwa liar, dan menstabilkan tepi kolam. Beberapa hewan penggembala seperti angsa dan muskrat mengkonsumsi tanaman lahan basah secara langsung sebagai sumber makanan.

Namun, dalam banyak kasus lain, tanaman tambak jatuh ke air dan membusuk. Banyak invertebrata kemudian memakan tumbuhan yang membusuk, dan invertebrata ini menyediakan makanan bagi spesies lahan basah termasuk ikan, capung, dan bangau.

Perairan terbuka memungkinkan alga tumbuh, dan alga ini mungkin mendukung jaring makanan lain yang mencakup serangga air dan ikan kecil. Sebuah kolam, oleh karena itu, mungkin memiliki kombinasi tiga jaring makanan yang berbeda, satu berdasarkan tanaman yang lebih besar, satu berdasarkan tanaman yang membusuk, dan satu berdasarkan alga.

Oleh karena itu, tambak atau kolam seringkali memiliki banyak spesies hewan yang berbeda yang menggunakan beragam sumber makanan.

Macam Kolam

Berikut ini mjenis kolam dengan beragam klasifikasinya, antara lain:

Kolam berdasarkan proses terbentuknya
 

Terdiri atas:

  1. Kolam terbentuk secara tidak sengaja, yaitu kolam yang pada umumnya terbentuk karena suatu hal yang mengakibatkan adanya cekungan di suatu tempat. Kemudian, pada musim hujan akan terisi air, sehingga masyarakat memanfaatkan cekungan berisi air tersebut untuk memelihara ikan kolam tersebut mempunyai luas sekitar 500 hingga 10.000 m2 dengan kedalaman 4 sampai dengan 7 m atau lebih, umumnya terisi air setinggi 3 sampai dengan 4 m.
  2. Kolam terbentuk secara sengaja, yaitu kolam yang secara sengaja dibuat untuk memelihara ikan, dengan jenis yang bervariasi, tergantung luas lahan ukurannya mulai dari kecil hingga besar dari hanya satu kolam hingga satu unit perkolaman.
Kolam berdasarkan sumber airnya
 

Terdiri atas:

  1. Kolam tadah hujan, yaitu kolam yang tidak terdapat pintu masuk atau keluarnya air, sehingga akan mengalami banjir ketika musim hujan dan kering pada musim kemarau pematang kolam sangat lebar atau tidak ada sama sekali.
  2. Kolam mata air kontuinitas, yaitu kolam yang umumnya memiliki kualitas air rendah sebab miskin unsur hara dan pH rendah.
  3. Kolam berpengairan setengah teknis, yaitu kolam yang airnya diperoleh dari saluran air setengah  teknis, atau bisa pula dikatakan bahwa sebagian besar saluran airnya masih berupa saluran tanah. Pada kolam ini ketersediaan dan pengaturan air lebih baik apabila dibandingkan dengan kolam tadah hujan dan mata air. Ketika musim hujan tiba, kolam tidak akan kebanjiran tapi jika musim kemarau panjang kemungkinan kolam akan kekeringan karena sebagian besar airnya dimanfaatkan untuk pertanian.
  4. Kolam berpengairan teknis, yaitu kolam yang memperoleh air cukup sepanjang tahun sebab airnya bersumber dari sistem irigasi tersier, saluran pembagi air yang menuju ke kompleks perkolaman telah disemen sebagian atau seluruhnya, kolam juga biasanya sudah dibuat sesuai dengan persyaratan yang berlaku.
Kolam berdasarkan bentuknya
 

Terdiri atas:

  1. Persegi panjang, yaitu kolam yang biasanya digunakan untuk  sistem budidaya ikan secara tradisional. Kelebihan kolam jenis ini ialah sirkulasi air dan penyediaan pakan alami lebih besar dibandingkan kolam bujur sangkar.
  2. Bujur sangkar, yaitu kolam yang biasanya dipilih sebagai alternatif terakhir jika terdapat kelebihan tanah,  sirkulasi air dan penyediaan pakan alami kurang bagus jika dibandingkan dengan kolam persegi panjang.
  3. Bulat, yaitu kolam yang mempunyai kapasitas lebih banyak dengan sirkulasi air dan pembuangan kotoran lebih terjamin. Kolam jenis ini biasanya terbuat dari semen dengan saluran pembuangan ditengah.
  4. Segi tiga, yaitu kolam yang lebih fleksibel jika dibandingkan kolam persegi panjang atau bujur sangkar. Ini adalah bentuk umum dari kolam air deras, lumpur dan sampah tidak akan mengendap didasar kolam sebab terjadi sirkulasi air yang sempurna. Kolam jenis ini biasanya dibangun dari pasangan batu kali.
Kolam berdasarkan fungsinya
 

Terdiri atas:

  1. Kolam pemeliharaan induk, yaitu kolam yang berfungsi untuk penyimpanan induk ikan yang akan dikawinkan/yang telah dikawinkan, yang biasanya atas dua kolam yaitu kolam untuk jantan dan betina, dengan sistem pemasukan air yang sebaiknya paralel.
  2. Kolam pemijahan atau perkawinan , yaitu kolam yang berfungsi untuk  mempertemukan induk jan tan dan betina yang telah matang, dengan posisi kolam induk biasanya yang terpisah, tapi untuk ikan gurami, lele dan nila biasanya dibuat menjadi satu.
  3. Kolam penetasan, yaitu kolam yang tidak harus dibuat dalam satu unit perkolaman sebab kolam pemijahan bisa juga berfungsi sebagai kolam penetasan
  4. Kolam pendederan, yaitu kolam yang berfungsi untuk membesarkan larva ikan biasanya berukuran 250 – 600 m2, yang biasanya terdiri atas 3 kolam (P1, P2 dan P3). Untuk ikan mas P1 digunakan untuk  menghasilkan ikan ukuran  1–3 cm, P2 digunakan untuk  menghasilkan benih ukuran 3-5 cm, dan P3 digunakan untuk menghasilkan benih ukuran 5–8 cm.
  5. Kolam pembesaran, yaitu kolam yang digunakan untuk membesarkan sampai ikan siap untuk dijual atau dikonsumsi. Biasanya, ikan yang telah selesai tahap pendederan dimasukkan ke kolam pembesaran.
  6. Kolam pemeliharaan calon induk, yaitu kolam yang biasanya disiapkan secara khusus agar calon induk agar tidak tercampur dengan ikan yang lainnya untuk  mempermudah pengontrolan, sehingga dapat diperoleh induk yang unggul.
  7. Kolam penumbuhan pakan alami, yaitu kolam ini sengaja dibuat untuk persediaan pakan alami bagi benih ikan.
  8. Kolam atau bak pengendapan, yaitu kolam yang digunakan untuk mengendapkan lumpur yang terbawa air, yang biasanya disertai pula dengan bak filter air dari bak filter baru dimasukkan ke unit kolam lainnya.
  9. Kolam penampungan hasil, yaitu kolam yang berfungsi untuk menampung hasil benih/ikan konsumsi yang sudah dipanen. Kolam ini biasanya tidak terlalu luas dan sering difungsikan sebagi kolam pemberokkan.
  10. Kolam karantina, yaitu kolam yang berfungsi untuk  mencegah penularan penyakit yang mungkin terbawa oleh ikan yang baru datang. Kolam ini juga berfungsi sebagai kolam perawatan ikan yang sakit.
Kolam berdasarkan debit airnya

Terdiri atas:

  1. Kolam stagnan, yaitu kolam yang debit air masuk dan keluarnya sedikit, dalam kolam tidak terjadi proses sirkulasi/pergantian air
  2. Kolam air tenang, yaitu kolam dengan debit air masuk < 10 l/dt. Kolam ini biasanya berukuran besar
  3. Kolam air mengalir, yaitu kolam dengan debit air masuk 10-15 l/dt. Kolam ini biasanya berukuran kecil, dindingnya terbuat dari semen (beton) dan bentuk pun sangat bervariasi yaitu persegi panjang, segi tiga, bulat dan setengah lingkaran.

Manfaat Kolam

Kolam memiliki beberapa manfaat atau fungsi secara ekologis maupun ekonomis. Berikut penjelasannya:

Fungsi ekologis
 

Diantaranya yaitu:

    1. Habitat hidup berbagai jenis hewan dan tumbuhan air
    2. Sumber plasma nutfah
Fungsi ekonomis
 

Diantaranya yaitu:

    1. Menghasilkan berbagai sumber daya alam bernilai ekonomis
    2. Meningkatkan perekonomian masyarakat
    3. Sarana pariwisata atau tempat rekreasi.

Contoh Kolam

Contoh kolam yang bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya:

  1. Kolam Ikan

Kolam ikan adalah kolam terkontrol, danau buatan, atau waduk yang berisi ikan dan digunakan dalam arti budidaya ikan untuk budidaya ikan, atau bisa juga digunakan sebagai tempat memancing yang akhir-akhir ini kerpkali dijadikan sebagai wahana rekreasi. Contoh kolam ikan ini misalnya saja memelihara ikan gabus.

  1. Kolam Renang

Kolam renang adalah tangki atau baskom besar yang diisi air dan dimaksudkan untuk rekreasi atau pertandingan renang atau menyelam. Kolam juga dapat digunakan untuk aktivitas mandi lainnya, seperti bermain, berolahraga air, atau mendinginkan tubuh di hari yang panas. Klorin kimiawi biasanya digunakan untuk membunuh kuman dan alga. Terkadang air laut juga digunakan untuk menjaga kolam bebas ganggang.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan sejatinya belum ada standar yang diterima secara universal terkait perbedaan teknis antara kolam dan danau. Ahli limologi dan ahli biologi air tawar telah mengusulkan definisi formal untuk kolam, sebagian untuk memasukkan ‘badan air di mana cahaya menembus ke dasar badan air‘, ‘badan air yang cukup dangkal untuk tanaman air yang berakar tumbuh seluruhnya,’ dan ‘badan air yang tidak memiliki aksi gelombang di garis pantai ‘

Masing-masing definisi ini menghadapi penolakan atau ketidaksetujuan, karena karakteristik yang menentukan sulit diukur atau diverifikasi. Oleh karena itu, beberapa organisasi dan peneliti telah menetapkan definisi teknis kolam dan danau yang bergantung pada ukuran saja.

Bahkan di antara organisasi dan peneliti yang membedakan danau dari kolam berdasarkan ukurannya saja, tidak ada standar yang diakui secara universal untuk ukuran maksimum sebuah kolam. Konvensi lahan basah Ramsar internasional menetapkan batas atas ukuran kolam sebagai 8 hektar

Peneliti dari British Charity Pond Conservation (sekarang disebut Freshwater Habitats Trust) telah menetapkan sebuah kolam sebagai ‘badan air buatan atau alami yang berukuran antara 1 m2 dan 20,000 m2, daerah yang menampung air selama empat bulan dalam setahun atau lebih. Ahli biologi Eropa lainnya telah menetapkan batas ukuran atas pada 5 hektar.

Na, itulah tadi artikel yang bisa kami berikan pada segenap pembaca berkenaan dengan pengertian kolam menurut para ahli, ciri, macam, manfaat, dan contohnya yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga memberi edukasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *