Pengertian Lahan Pertanian, Jenis, Manfaat, dan Contohnya

Diposting pada

Lahan Pertanian Adalah

Lahan pertanian merupakan komponen penting dalam bidang pertanian dalam memproduksi bahan pangan dan memenuhi kebutuhan manusia. Pertanian sebagai salah satu sektor yang berpengaruh di Indonesia membutuhkan kapasitas lahan yang luas guna memenuhi kebutuhan.

Selain itu lahan pertanian juga memiliki beberapa manfaat lainnya yang berkaitan dengan kelangsungan hidup. Berikut penjelasan lengkap mengenai lahan pertanian yang dapat diketahui:

Lahan Pertanian

Lahan pertanian adalah sebuah lahan yang mencakup kondisi tanah, iklim, hidrologi dan udara yang digunakan untuk memproduksi tanaman pertanian atau melakukan pertenakan hewan. Lahan pertanian adalah salah satu dari sumber daya utama pada bidang pertanian.

Lahan pertanian banyak ditemukan di negara daerah tropis, termasuk Indonesia. Lahan pertanian mempunyai unsur-unsur yang dapat diukur seperti struktur tanah, tekstur tanah, distribusi curah hujan, temperatur, drainase, jenis vegetasi dan sebagainya.

Lahan pertanian mempunyai berberapa sifat, yaitu karakteristik lahan, kualitas lahan, pembatas lahan, persyaratan penggunaan lahan dan perbaikan lahan.

Jenis Lahan Pertanian

Lahan pertanian mempunyai dua jenis lahan, yaitu lahan basah dan lahan kering. Penjelasannya adalah sebagai berikut;

Lahan Basah

Lahan basah adalah wilayah tanah pertanian yang jenuh dengan air baik bersifat musiman maupun permanen. Lahan basah biasanya tergenangi oleh lapisan air dangkal. Pertanian tahan basah mempunyai manfaat mencegah genangan air berlebih seperti banjir, abrasi dan lainnya, kemudian lahan basah dapat membantu manusia dalam irigasi, dan sebagainya serta dapat digunakan untuk bahan pembelajaran dan penelitian.

Lahan basah yang memiliki nama lain wetland sebagai wilayah dengan kondisi tanah jenuh dengan air dan dapat bersifat permanen (menetap) atau musiman.

Wilayah lahan basah pada umumnya sebagian atau seluruhnya tergenangi oleh lapisan air yang dangkal. Lahan basah selain dapat mencegah banjir juga memiliki manfaat lainnya sebagai penghasil material alam yang bernilai ekonomi, sebagai sarana transportasidan sebagai sarana pendidikan dan penelitian.

Lahan Kering

Lahan kering adalah wilayah tanah yang digunakan untuk pertanian dengan air yang terbatas dan mengandalkan curah hujan untuk mempertahankan kesuburannya. Contoh dari lahan kering adalah ladang, tegalan, kebun, perkarangan, kolam dan tambak.

Sedangkan berdasarkan klasifikasinya, lahan pertanian mempunyai berberapa jenis yaitu lahan garapan, yang baisanya ditanami oleh tanaman tahunan seperti kapas, sayuran, dan kentang, lahan permanen dan lahan penggembalaan untuk menggembalakan hewan ternak.

Pertanian lahan kering adalah lahan yang digunakan untuk usaha petanian dengan menggunakan air secara terbatas dan biasanya mengharapkan dari curah hujan. Lahan ini memiliki kondisi agro-ekosistem yang beragam, umumnya berlereng dengan kondisi kemantapan lahan yang kurang atau peka terhadap erosi terutama bila pengolahannya tidak memperhatikan kaidah konservasi tanah.

Manfaat Lahan Pertanian

Adapun beragam manfaat dalam lahan pertanian ini, antara lain sebagai berikut;

Produksi Bahan Pangan

Lahan pertanian merupakan salah satu bagian terpenting dalam produksi bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Lahan pertanian dapat ditanami berbagai macam komoditas utama agar bahan pangan dapat tercukupi.

Meningkatkan Perekonomian

Sebagai negara agraris, aktivitas pertanian di Indonesia masih mendominasi dan menjadi tumpuan hidup sebagian besar penduduk di Indonesia. Sektor pertanian merupakan sektor perekonomian yang menjadi unggulan dan menyerap tenaga kerja paling banyak.

Lahan merupakan faktor produksi utama dan barang konsumsi pokok yang dibutuhkan manusia sebagai salah satu kekayaan rumah tangga. Kondisi ini menunjukkan bahwa selain sebagai faktor produksi, lahan dapat juga menghasilkan perekonomian yang baik melali komoditas yang dapat dikomersialkan.

Contoh Lahan Pertanian

Adapun untuk contoh-contoh dalam lahan pertanian ini, diantaranya adalah sebagai berikut;

Sawah

Sawah adalah penampakan dari sebidang lahan pertanian yang memiliki kondisi basah dan tergenang air. Sebidang sawah memiliki beberapa ciri khas antara lain dibatasi oleh pematang, selalu diolah dalam kondisi berair, sumber air melimpah, kesuburan tanahnya stabil dan tanaman yang baisnaya diusahakan adalah tanaman padi.

Sawah dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan sistem irigasinya yaitu sawah pengairan teknis yang merupakan jenis sawah dengan sumber pengairan berasaldari sungai sehingga airnya selalu tersedia sepanjang sepanjang tahun dalam volume terukur.

Ketersediaan air sepanjang tahun apda jenis sawah ini membuat olah tanam pada sawah teknis lebih fleksibel dibandingkan dengan sawah lainnya. Ciri sawah jenis ini dalam pola tanamnya sebagian besar tanaman padi. meskipun ada pola tanam lain ynag dapat diterapkan namun biasanya terbatas di daerah – daerah yang para petaninya sudah mempunyai orientasi ekonomi yang tinggi, seperti di daerah kebupaten Kuningan dan kabupaten Garut.

Jenis sawah lainnya adalah sawah pengairan setengah teknis yang memiliki sumber pengairan sama dengan sawah teknis namun ketersediaan airnya tidak seperti sawah pengairan teknis karena ketersediaan airnya terkadang tidak cukup tersedia sepanjang tahun.

Pola tanam pada sawah ini biasanya padi-palawija atau palawija-padi.  Jenis lainnya adalah sawah tadah hujan yang memiliki ciri utamadiolah atau ditanami pada musim kemarau dan dipanen menjelang musim hujan karena sumber airnya dari air hujan

Lalu sawah rawa pasang surut dengan sistem pengairan yang dipengaruhi oleh naik dan turunnya air laut (pasang laut). Kemudian  sawah Lebak yang biasnaya yang terdapat dikanan-kiri tebing sungai dan di delta-delta sungai yang besar.

Sawah ini sumber pengairannya dari sungai yang bersangkutan. Sistem pengairannya dilakukan dengan memakai alat pengeduk seperti timba atau kincir air yang dibuat di sebelah kiri kanan sawah yang bersangkutan.

Sawah rawa pasang surut baisnaya akan diolah  pada musim kemarau ketika air sungai surut dan pengolahan serta penanaman apat dilakukan pada musim kemarau dan panen menjelang musim hujan. Sawah lebak terdapat di Jawa Timur lembah Bengawan Solo, Kali Berantas, dan Delta Musi di Sumatera Selatan.

Ladang

Ladang merupakan lahan usahatani pada lahan kering dan memiliki sifat berpindah-pindah. Ladang dibentuk dengan membuka hutan melalui penebangan dan pembakaran lalu diolah dan ditanami tanaman palawija seperti jagung, kacang-kacangan, dan sebagainya dengan pola tanam monokultur maupun tumpangsari.

Setiap lahan ladang ini biasanya hanya untuk empat sampai enam musim tanam saja, untuk selanjutnya ditinggalkan yang kemudian hari dapat dibuka kembali setelah subur kembali.

Biasanya pada akhir musim tanam, ladang dapat ditanami dengan jenis tanaman tahunan seperti karet dan kopi yang dapat membuktikan bahwa ladang tersebut sudah ada pemiliknya kemudian juga berfungsi sebagai batas apabila di kemudian hari akan dibuka kembali.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pada lahan ladang petani baisnaya tidak melakukan usaha pelestarian kesuburan lahan dikarenakan  adanya pemikiran bahwa peningkatan produktivitas lahan telah terjadi secara alami. Sistem usaha berladang atau shift-ing cultivation ini merupakan salah satu usaha pemborosan sumber daya alam tanah.

Tegalan

Tegalan merupakan kelanjutan dari kegiatan berladang yang dilakukan apabila hutan yang mungkin dibuka untuk kegiatan usaha pertanian tidak memungkinkan lagi. Lahan usahatani tegalan sifatnya sudah menetap. Pola tanam yang biasanya diterapkan apda tegalan adalah pola tanam campur atau tumpang sari antara padi ladang dan palawija seperti jagung, kacang-kacangan, ubikayu dan lainnya.

Lahan tegalan biasanya hanya diusahakan pada musim hujan sedangkan pada musim kemarau akan diberakan atau dibiarkan tidak ada tanaman.

Pada lahan tegalan, usaha pelestarian produktivitas sudah ada dengan cara pemupukan meskipun terbatas pada saat ditanami saja, sedangkan pelestarian selanjutnya berjalan secara alami, atau dibiarkan tumbuh tanaman liar, yang selanjutnya dibabat pada saat akan ditanami kembali dengan dengan tanaman ekonomi.

Produktivitas lahan ini umumnya rendah dan tidak stabil karena keadaan topografinya tidak mendatar dan tidak dibatasi oleh pematang atau sengkedan penahan erosi.

Kebun

Kebun adalah lahan pertanian atau usahatani yang sudah menetap dan ditanami tanaman tahunan secara permanen atau tetap baik sejenis meupun secara campuran. Tanaman yang biasa ditanam di lahan kebun antara lain kelapa dan jenis buah-buahan, seperti mangga, rambutan, dan lainnya.

Pekarangan

Sebidang lahan usahatani yang ada di sekitar rumah dan dibatasi oleh pagar tanaman hidup atau pagar mati.  Tanaman yang bisa ditanami di pekarangan adalah buah-buahan, sayur untuk memelihara ternak unggas atau terbak kecil, seperti kambing dan biri-biri.

Tambak

Tambak adalah lahan pertanian dari subsektor perikanan yang berupa tempat usaha pemeliharaan ikan yang airnya payau atau campran air laut dan air tawar. Tambak pada umumnya terletak didaerah pantai. Jenis ikan yang dipelihara di tambak antara lain bandeng, udang, nila, baik secara tunggal atau campuran. Baca jugaPermasalahan Pertanian di Indonesia dan Solusinya

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang telah menjelaskan tentang pengertian lahan pertanian, jenis, manfaat, dan contohnya secara umum. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *