Contoh Lahan Pertanian Sawah dan Bukan Sawah

Diposting pada

Pengertian Lahan Sawah dan Bukan Sawah

Indonesia terkenal sebagai negara agraris dengan lahan pertanian yang luas. Lahan pertanian dikhususkan untuk kegiatan pertanian seperti bercocok tanam, berternak, atau proses pengolahan produk hasil panen.

Lahan pertanian dibedakan menjadi dua bentuk yaitu lahan pertanian sawah dan bukan sawah. Lahan pertanian digunakan sesuai penggunaan dan kesesuainnya. Beberapa negara mempunyai kebijakan dalam melindungi lahan pertanian supaya tidak diahli fungsikan untuk pembangunan seperti di negara Kanada (British Columbia).

Lahan Pertanian Sawah dan Bukan Sawah

Lahan pertanian sawah dan bukan sejatinya merupakan pembagian dalam arti pertanian yang digunakan dalam produksi tanaman atau ternak hewan yang mencakup keadaan tanah, iklim, udara dan hidrologi. Pembagian lahan ini merupakan sumber daya utama dalam bidang pertanian.

Yang pasti kedua jenis lahan pertanian mengandung unsur yang dapat diukur misalnya tekstur tanah, struktur tanah, distribusi curah hujan, drainase, dan temperatur. Lahan pertanian memiliki berbagai sifat antara lain kualitas lahan, pembatas lahan, persyaratan penggunaan lahan, karakteristik lahan, dan perbaikan lahan.

Lahan Pertanian Sawah

Contoh Lahan Pertanian Sawah
Lahan Pertanian Sawah

Lahan pertanian sawah adalah lahan pertanian yang memanfaatkan tanah berpetak-petak dan dibatasi oleh galengan atau pematang serta membuat saluran untuk menyalurkan air untuk digunakan budidaya berbagai jenis tanaman padi sawah.

Berikut adalah contoh dari lahan pertanian sawah, antara lain;

  1. Sawah pengairan teknis

Sawah ini mempunyai sumber pengairan yang berasal dari aliran sungai yang dapat diartikan bahwa ketersediaan airnya terjamin sepanjang tahun dan aliran airnya masuk ke dalam saluran primer,sekunder, dan tersier volume terukur.

Oleh sebab itu, jenis sawah pengairan teknis dirasa lebih fleksibel dibandingkan sawah yang lain. Ciri dari jenis sawah pengairan ini adalah pola tanam ditandai sebagian besar selalu padi-padi walaupun ada beberapa pola tanam yang biasanya terbatas di daerah lain memiliki orientasi ekonomi tinggi dengan komoditas yang menguntungkan.

  1. Sawah pengairan setengah teknis

Sawah jenis ini sumber pengairan berasal dari sungai namun ketersediaan air dalam jenis sawah ini tidak seperti sawah pengairan teknis sehingga ketersediaan airnya tidak cukup untuk sepanjang tahun. Ciri dari jenis sawah pengairan ini adalah pola tanam sawah ini ditandai padi-palawija atau palawija-padi.

  1. Sawah pengairan pedesaan

Sawah jenis ini mempunyai sumber pengairan dari mata air yang berada di lembah bukit di sekitar persawahan tersebut.  Prasarana irigasi misalnya bendungan dan saluran yang dibuat oleh petani atau pemerintah desa bersifat non permanen. Ciri dari jenis sawah pengairan ini ditandai dengan pola tanam padi-padi, padi-palawija, atau padi-beras.

  1. Sawah tadah hujan

Sawah tadah hujan adalah sawah yang sumber pengairan berasal atau bergantung pada adanya curah hujan sehingga ketersediaan air tidak bisa dijamin secara permanen. Sawah jenis ini biasanya berada di daerah yang topografi tanahnya tinggi seperti lereng gunung atau bukit sehingga tidak ada saluran irigasi. Ciri khas dari sawah ini pola tanamnya adalah padi-palawija, padi-bera, dan tanaman palawija-padi.

  1. Sawah rawa

Sawah rawa adalah sawah yang sumber pengairannya tidak dapat dikendalikan sebab sawah ini biasanya berada di daerah lembah dan pantai atau cekungan. Keadaan dari jenis sawah ini adalah tergenang air sebab air tidak dapat dilakukan saluran irigasi.

Ciri khas dari jenis sawah ini adalah ditanami saat musim kemarau dan dipanen saat mendekati musim penghujan. Tanaman utaama yang biasanya dibudidayakan adalah padi rawa yang memiliki sifat pertumbuhannya dapat adaptasi dengan permukaan air yang melebihi batas permukaan.

  1. Sawah rawa pasang surut

Sawah rawa pasang surut merupakan sawah yang sumber pengairan ditentukan oleh adanya pasang surut air laut. Ciri utama dalam jenis sawah ini adanya tanah yang diolah secara sederhana dengan pembatatan rumput saat musim kemarau dan panen saat mendekati musim hujan. Sawah rawa pasang surut biasanya berada di sepanjang sungai besar seperti Kalimantan Selatan.

  1. Sawah Lebak

Sawah jenis ini biasanya ditemukan di kanan kiri tebing sungai dan delta sungai yang besar. Sawah lebak mempunyai sumber pengairannya dari sungai. Pengaliran air biasanya menggunakan timba atau kincir air yang dibentuk di kanan kiri sawah yang bersangkutan. Penanaman sawah lebak berada di musim kemarau dan panen saat musim hujan.

  1. Sawah Polder

Sawah polder adalah jenis sawah yang lahannya berada di daerah delta sungai dan sumber pengairannya berasal dari air sungai bersangkutan.

  1. Sawah irigasi sederhana

Jenis sawah irigasi ini dikatakan sederhana karena lahan tersebut mengelola pengairan dan irigasinya secara sederhana. Ciri khas dari irigasi sederhana adalah sumber pengairan dapat diatur dan bendungannya bersifat non atau belum permanen.

  1. Lahan sawah bersifat sementara tidak diupayakan

Jenis lahan ini biasanya tidak ditanami (sementara) karena adanya berbagai faktor seperti kekurangan SDM, adanya serangan hama atau penyakit dalam jangka waktu yang panjang ( lebih dari setahun dan < 2 tahun biasanya tidak diupayakan.

Namun apabila lahan sawah tersebut selama lebih dari 2 tahun tidak dikelola kembali maka dikategorikan lahan pertanian bukan sawah.

Lahan Pertanian Bukan Sawah

Contoh Lahan Pertanian Bukan Sawah
Lahan Pertanian Bukan Sawah

Lahan pertanian bukan sawah adalah semua lahan pertanian namun kecuali lahan pertanian sawah. Lahan bukan sawah misalnya lahan pekarangan, ladang, tegalan/kebun, kolam, tambak, danau, rawa dan lainnya. Namun ada beberapa lahan sawah yang non produktif sebagai lahan sawah lagi dapat dikategorikan sebagai lahan bukan sawah.

Berbagai macam contoh yang menggambarkan lahan pertanian bukan sawah, antara lain sebagai berikut;

  1. Ladang

Ladang adalah lahan usahatani yang keadaan tanahnya kering dan sifatnya nomaden atau bisa berpindah-indah. Terbentuknya ladang karena berbagai peristiwa misalnya terjadi penebangan dan pembakaran hutan. Tanaman yang biasa ditanami di ladang bisa jenis palawija.

Ladang biasanya dapat ditanam dengan jangka waktu 4-6 musim tana saja setelah harus pindah ke ladang yang lain oleh karena itu sifatnya nomaden supaya dapat mengembalikan kesuburan tanah.

  1. Tegalan

Tegalan biasanya terjadi karena adanya hutan yang dibuka kembali tidak memungkinkan kegiatan pertanian. Sifat dari lahan tegalan adalah menetap. Di lahan tegalan biasanya menggunakan pola tanam tumpangsari dengan komoditas padi dan palawija bisa jagung, kacang-kacangan, atau jenis umbi-umbian).

Tegalan diusahakan pada musim hujan karena saat musim kemarau biasanya dibiarkan saja lahannya. Pengelolaan di lahan tegalan tergolong mudah hanya memberikan pupuk dan menanam komoditas secara terbatas selanjutnya pertumbuhan dibiarkan saja.

  1. Kebun

Lahan di kebun biasanya bersifat permanen/tetap. Tanaman yang biasanya ditanam di lahan kebun adalah tanaman tahunan secara permanen. Misalnya tanaman kelapa sawit, teh, jenis buah-buahan.

  1. Pekarangan

Lahan usahatani ini biasanya banyak ditemui di sekitar rumah yang daerahnya dibatasi dengan pagar tanaman buatan atau alami (tanaman hidup).Tanaman yang digunakan sebagai pagar bisa jenis tanaman sayur atau buah-buahan.

Lahan pekarangan biasanya digunakan untuk usaha ternak hewan unggas atau hewan kecil seperti kelinci, kambing, dan lain-lain.

  1. Kolam

Lahan usahatani tidak seperti yang dijelaskan diatas, lahan ini berada di perairan. Lahan usahatani ini biasanya digunakan untuk memelihara ikan atau katak hijau. Kolan biasanya dilakukan kegiatan usahatani selama 3-6 bulan secara kontinyu. Usahatani di kolam terbilang komersial dan bisa digunakan untuk konsumsi keluarga pembudidaya juga.

  1. Tambak

Tambak sama halnya dengan kolam namun di tambak digunakan untuk kegiatan usahatani memelihara jenis ikan air payau. Biasanya tambak berada di sekitar pantai. Jenis ikan yang dapat dibudidayakan di tambak seperti udang, nila, bandeng, dan lain-lain.

  1. Hutan mangrove

Jenis hutan ini bisa ditemui daerah pasang surut terutama di daerah pantai yang terlindungi, muara sungai yang tergenang saat pasang dan ketika surut akan terbebas dari genangan. Jenis tanaman yang tumbuh di hutan ini dapat toleransi terhadap garam.

Hutan mangrove dapat ditemui di larutan subropik dan tropik dan terdapat di pantai yang tepat pulau-pulau yang terlindungi dari angin.

  1. Terumbu Karang

Terumbu karang biasanya digunakan untuk tempat hidup hewan-hewan air laut dan tanaman alga. Karang terbentuk karena kumpulan polip (hewan penghasil zat kapur) yang bersatu dan membentuk terumbu karang selama ribuan tahun.

  1. Padang lamun

Lahan ini dominan pada ekosistem laut yang dangkal berada pada perairan hangat dengan dasaran pasir dan biasanya terdapat tumbuhan lamun. Padang lamun hanya bisa terbentuk di perairan laut dangkal.

  1. Danau

Danau adalah lahan yang berbentuk cekungan pada permukaan bumi yang berisikan air. Manfaat danau adalah untuk irigasi pengairan sawah, kebun bahkan ternak, objek pariwisata, dan pembangkit listrik.

Itulah tadi penjelasan yang bisa kami berikan pada segenap pembaca. Berkenaan dengan ragam contoh lahan sawah dan bukan sawah dalam pertanian. Semoga bisa memberikan edukasi serta referensi bagi kalian yang sedang membutuhannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *