Lidah Buaya: Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Lidah Buaya Adalah

Pada saat ini banyak berkembang berbagai penyakit yang diderita oleh manusia, terutama bagi kaum hawa seperti kanker, penyakit kanker merupakan penyakit mematikan akibat berkembangnya sel yang tak terkendali serta kemampuan sel dalam menyerang bagian biologis manusia. Sel kanker dapat berkembang dengan bertumbuh kembang secara bersebelahan atau (invasi) atau dengan cara migrasi sel (metastasis). Sel kanker terjadi akibat rusaknya sel DNA  akibat mutasi pada gen vital yang berfungsi sebagai kontrol dalam pembelahan sel.

Akibat dari pembelahan sel yang tidak terkontrol inilah penyakit kanker berkembang dan menjadi salah satu penyakit berbahaya yang ditakuti oleh masyarakat. Salah satu bahan alternative yang dapat dijadikan bahan alami dalam pengobatan sel kanker adalah tanaman lidah buaya. Lidah buaya dapat menjadi alternative pengganti obat kimia dalam menghancurkan sel kanker dengan berbagai kemasan.

Kandungan vitamin A, B, B2, B3, B12, C, dan E, serta choline, inositol, dan asam folat yang sangat baik dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh sehingga membuat tanaman lidah buaya dapat dijadikan alternative pengobatan terhadap berbagai penyakit berbahaya seperti salah satunya kanker. Lidah buaya memiliki fungsi sebagai stimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan sel kanker dan juga mencegah penyebaran penyakit kanker.

Lidah Buaya

Tanaman lidah buaya adalah tanaman yang memiliki segudang manfaat. Tanaman yang memiliki nama latin (Aloe vera) termasuk dalam golongan Liliaceae yang saat ini terus berkembang untuk dimanfaatkan sehinga terus dibudidayakan.

Karena berbagai manfaat yang terkandung dalam lidah buaya membuat tanaman ini dijuluki sebagai  master healing plant atau sering disebut juga dengan tanaman penyembuh utama.

Pengertian dari aloe adalah pahit yang bersinar, tanaman ini memiliki Eksudat atau getah yang menjadikan rasa lidah buaya ini pahit. Meskipun tanaman lidah buaya ini terasa pahit namun hasil dari daging lidah buaya dapat menjadi berbagai olahan yang dapat langsung dikonsumsi seperti minuman, makanan, bahan penyegar, kosmetik dan lain sebagainya.

Pada awal sejarahnya, pengertian budidaya tanaman lidah buaya ini hidup ditempat semak belukar seta gersang, namun karena bentuknya yang unik membuat orang tertarik dan coba membudidayakannya di pot atau media tanam lain, setelah masyarakat mengetahui manfaat dari lidah buaya ini maka lidah buaya ini dibudidayakan secara luas dan komersil. Hingga saat ini, sudah ada lebih dari 350 spesies yang ada diseluruh dunia. Di Indonesia daerah penghasil tanaman lidah buaya ini yaitu di daerah Kalimantan, yang mampu menghasilkan 200.000 per ha dengan intensitas panen selama satu bulan sekali.

Klasifikasi Tanaman Lidah Buaya

Tanaman lidah buaya memiliki klasifikasi ilmiah yang tercatat oleh para ahli, diantaranya adalah sebagai berikut;

  • Kingdom : Plantae
  • Sub Kingdom : Tracheobionta
  • Super Divisi : Spermatophyta
  • Divisi : Magnoliopsida
  • Kelas : Liliopsida
  • Ordo : Asparagales
  • Genus : Aloe
  • Spesiaes : Aloe vera L.

Ciri Morfologi Tanaman Lidah Buaya

Adapun untuk karakteristik pada tanaman lidah budaya ini, antara lain adalah sebagai berikut;

Batang

Ketika seseorang belum mengetahui secara pasti ciri morfologi batang lidah buaya, pasti akan mengalami kesulitan untuk membedakan antara batang dengan daun, karena pada dasarnya bentuk batang dan daun lidah buaya mengalami kesamaan.

Untuk tanaman lidah buaya, batangnya terdapat pada bagian paling bawah atau dekat dengan akar yang terdapat serat berkayu, panjangnya sekitar 4 sampai 5 cm, jadi wajar saja jika banyak yang belum bisa membedakan antara batang dengan daun pada tanaman lidah buaya.

Daun

Untuk daun tanaman lidah buaya cukup mudah untuk dikenali, yaitu berbentuk lebar pada bagian ujung meruncing ditumbuhi duri, selain pangkal daunnya pada bagian pucuk juga terdapat duri. Daun ini hamper mirip dengan batang, namun bedanya pada bagian duri tidak terdapat serat berkayu dan lebih panjang dibandingkan dengan batang.

Bunga

Pada tanaman lidah buaya bunga akan muncul ketika sudah cukup tua, letaknya berada di bagian pucuk daun yang panjang kurang lebih mencapai 1 meter. Biasanya pada tanaman lidah buaya akan sulit ditemukan bunga jika dibudidayakan secara komersil, berbeda jika tanaman lidah buaya berada di alam bebas karena jika dialam bebas lidah buaya akan tumbuh lebih subur tidak ada yang dapat mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangannya.

Akar

Tanaman lidah buaya memiliki akar serabut yang terbilang pendek dan menyebar. Akar ini memiliki fungsi sebagai alat untuk menyerap air serta unsur hara yang ada didalam tanah kemudian ditranslokasikan keseluruh tubuh tumbuhan. Selain itu, akar memiliki fungsi sebagai penguat tubuh tumbuhan agar tidak mudah roboh ketika diterjang angina atau makhluk pengganggu lainnya.

Manfaat Lidah Buaya

Berdasarkan hasil riset menyebutkan bahwasanya pada tanaman lidah buaya memiliki berbagai kandungan serta vitamin yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Kandungan seluruh vitamin yang ada pada lidah buaya selain vitamin D dapat digunakan sebagai anti bakteri, anti jamur, anti inflamasi dan lain sebagainya.

Selain kaya akan kandungan vitamin pada tanaman lidah buaya juga terdapat kandungan seperti enzim, asam amino, mineral, polisakarida serta berbagai komponen lain yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia, penjelasan lebih runtunnya antara lain adalah sebagai berikut;

Mengobati Luka Bakar dan Iritasi

Lidah buaya dapat digunakan sebagai bahan pengobatan luka bakar serta mencegah dan mengobati iritasi. Kandungan anti bakteri yang yang ada pada lidah buaya sangat bermanfaat untuk mengobati infeksi akibat luka bakar, meskipun daging lidah buaya terasa pahit namun cairan yang terkandung didalamnya bersifat dingin dan sejuk sehingga sangat efektif untuk mengatasi masalah kulit seperti luka bakar.

Detoksifikasi dan Menurunkan Berat Badan

Terkadang didalam tubuh terdapat racun yang dapat keluar dengan sendirinya atau sering disebut proses detoksifikasi. Dengan sering mengkonsumsi lidah buaya maka proses detoksifikasi akan lebih dipercepat karena kandungan senyawa yang ada didalam lidah buaya. Detoksifikasi merupakan suatu proses pengeluaran racun serta lemak berbahaya yang ada didalam tubuh, sehingga juga bermanfaat untuk menurunkan berat badan yang berlebih.

Mengobati Penyakit Kanker, dan HIV/AIDS

Selain manfaat yang telah disebutkan diatas, lidah buaya juga berfungsi sebagai alat untuk menolong tubuh saat terjadi pergantian sel, mengontrol darah bagi penderita diabetes, mengontrol tekanan darah, merangsang system kekebalan tubuh untuk mencegah dan mengobati penyakit kanker, juga mendukung sebagai pelengkap nutrisi bagi penderita kanker, dan media pengobatan bagi penderita HIV/AIDS.

Cara Budidaya Lidah Buaya

Berikut ini merupakan tahapan steep by steep dari tanaman lidah budaya, diantaranya sebagai berikut;

Persiapan Lahan Budidaya Lidah Buaya

Lidah buaya ditanam pada lahan model tegalan atau sistim ladang yang datar, lahan diolah pada musim hujan agar tanaman subur. Lidah buaya ditanam pada awal musim hujan dengan kapasitas air yang cukup dengan sistim drainase yang baik dan dekat dengan sumber mata air.

Suhu yang dibutuhkan untuk menumbuhkan tanaman lidah buaya sekitar 30 derajat celcius dengan pH 4,5 sampai 5,5 dan ketinggian 100-700 diatas permukaan laut. Lahan diolah dengan kedalaman 30-40 cm pada permuakan top soil, selanjutnya didiamkan terlebih dahulu selama kurang lebih 15 hari, setelah 15 hari buat tugalan sedalam 20-30 cm.

Pembibitan dan Penanaman Lidah Buaya

Bibit lidah buaya dapat diambil dari anakan yang menempel pada indukannya dengan cara dicongkel. Umur bibit untuk dapat dipindah tanam sekitar 3-4 bulan, ditanam pada polybag kecil atau dapat langsung tanam dilahan terbuka dengan kedalaman tanam sekitar 10 cm atau lebih agar tanaman tidak roboh saat diterjang angin.

Perawatan Lidah Buaya

Pemupukan dilakukan setelah tanaman berumur 3-4 bulan menggunakan urea, KCL, TSP dengan dosis 1, ½, dan 1 atau disesuaikan dengan besaran polibagnya. Selain pupuk yang telah disebutkan, penggunaan pupuk kompos lebih diutamakan agar tanaman lebih subur dan kandungan vitamin serta zat yang bermanfaat bagi tubuh tidak terpengaruh dengan zat kimia yang ada didalam pupuk kimia.

Waktu yang tepat untuk melakukan pembumbunan pada tanaman lidah buaya yaitu setelah tanaman berumur sekitar 3 bulan dengan cara ditinggikan guludan tanah yang mengelilingi batang tanaman. Pada saat pembumbunan inilah waktu yang tepat juga untuk melakukan pemupukan.

Selain proses pemupukan dan pembumbunan, dalam proses perawatan juga penting untuk mengetahui cara pengendalian gulma dan pengendalian hama penyakit (OPT). gulma dapat dikendalikan dengan cara dikoret atau menggunakan herbisida, sedangkan untuk pengendalian hama penyakit menggunakan insektisida atau fungisida.

Penyakit yang biasa menyerang tanaman lidah buaya adalah penyakit jamur Fusarium Sp. Penyakit ini dapat menyerang bagian pangkal batang dan pangkal daun yang pada akhirnya membusuk dan mati. Fungisida yang digunakan untuk membunuh penyakit jamur ini berbahan aktif captafol atau dazomete. Baca juga; Jenis Tanaman Lidah Buaya dan Kandungannya

Nah, itulah tadi deskripsi singkatnya mengenai penjelasan tentang pengertian lidah buaya, klasifikasi, ciri morfologi, manfaat, dan cara budidayanya. Semoga artikel ini memberikan wawasan serta menambah pengetahun bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *