Contoh Limbah Pertanian Organik

Diposting pada

Limbah pertanian mengacu pada limbah yang dihasilkan dari lahan pertanian, termasuk limbah dari kegiatan peternakan. Selain berpotensi merusak lingkungan, limbah pertanian dapat membuat para pekerja yang berkecimpung dalam bidang ini terpapar bahan biologis berbahaya (biohazard). Menyimpan limbah pertanian dapat melipatgandakan bahaya yang terkait dengannya karena limbah yang disimpan dapat melepaskan gas berbahaya. Biohazard spesifik yang terkait dengan limbah pertanian meliputi Jamur, Bakteri, Virus, Penyakit yang ditularkan melalui binatang (zoonosis).

Akan teteapi, banyak juga jenis limbah pertanian yang merupakan sumber daya produktif secara ekonomi. Limbah pertanian tersebut ada yang bersifat organik, yaitu bersumber dari makhluk hidup yang bisa diuraikan kembali, dan bersifat anorganik yang tidak dapat terurai.

Limbah Pertanian Organik

Limbah pertanian organik adalah limbah yang masih dapat diuraikan kembali oleh suatu bakteri. Secara umum, limbah organik dapat diartikan sebagai limbah yang berasal dari berbagai macam sisa aktivitas manusia, hewan, ataupun tumbuhan.

Sedangkan menurut ahli, definisi limbah pertanian ialah limbah yang tidak diinginkan yang dihasilkan sebagai hasil dari kegiatan pertanian organik, yaitu kotoran ternak, minyak, plastik silase, pupuk, pestisida dan herbisida (Phytomanagement of Polluted Sites, 2019).

Contoh Limbah Organik

Adapun untuk beragam contoh-contoh limbah organik ini dapat dihasilkan dari berbagai kegiatan pertanian. Termasuk kotoran ternak dan limbah lain dari peternakan, kandang unggas, rumah jagal, limbah panen yang kesemuanya dapat dijadikan sebagai salah satu alaternatif pembuatan Pupuk Kompos.

  1. Dedaunan

Limbah Dedaunan

Limbah dedaunan merupakan limbah yang berasal dari daun-daun yang telah kering dan berjatuhan di tanah. Limbah dedaunan tersebut bisa dimanfaatkan untuk membuat popok kompos, yaitu salah satu pupuk organik yang dibuat dari proses pembusukan sisa-sisa bahan organik, salah satunya dedaunan.

Selain untuk pupuk organik, daun-daun kering bisa digunakan untuk menggemburkan tanah yang disebut dengan mulch (penggembur tanah). Caranya yaitu dengan membasahi dedaunan yang kering sehingga menjadi agak lembab, kemudian tuangkan sedikit demi sedikit dedaunan yang lembab tersebut di atas tanah.

  1. Kulit Telur

Kulit Telur

Limbah yang berasal dari kulit telur memiliki kegunaan yang cukup beragam, diantaranya yaitu untuk membasmi kecoa, senut, dan hama. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menjemur kulit telur hingga kering.

Kemudian menghaluskannya sampai menjadi bubuk. Setelah itu, taburkan kulit telur di sarang semut, kecoa, atau sekitar hama, yang akan mengakibatkan semut, kecoa, dan hama akan sulit untuk bergerak dan pada akhirnya akan mati.

Selain itu, kulit telur juga bisa digunakan untuk membuat pupuk organik. Kandungan kalsium yang terdapat pada telur dapat diserap tanaman untuk membantu penyuburan. Kita hanya perlu menimbun kulit telur pada pot, atau menyebar kulit telur disekitar tanaman, hal itu sama dengan memberikan pupuk dari kulit telur. Usahakan kulit telur yang disebar atau ditimbun berbentuk kecil sehingga mudah terurai.

  1. Kulit Pohon (Limbah kayu)

Limbah Kulit Pohon

Limbah kayu tanpa bahan kimia bisa digunakan sebagai media tanam. Limbah kayu yang digunakan sebagai media tanam kebanyakan berupa serbuk gergaji atau saw dust. Serbuk gergaji bisa dijadikan media tanam karna mengandung hara dan bisa menyerap atau menyimpan air secara optimal.

  1. Kotoran Hewan

Limbah Kotoran Hewan

Kotoran ternak bisa menghasilkan metana dan ammonia, sehingga baunya tak sedap. Oleh karena itu, kotoran sapi sebaiknya diolah terlebih dahulu dan tidak dibiarkan begitu saja di lingkungan. Kotoran hewan ternak, misalnya sapi bisa digunakan untuk membuat biogas, biourine, dan pupuk organik padat.

  1. Sisa Sayuran/buah-buahan

Limbah buah-buahan

Sisa sayuran atau buah-buahan juga termasuk limbah organik yang bisa digunakan untuk membuat pupuk berupa pupuk organik cair, yaitu larutan dari pembusukan bahan-bahan organik yang beasal dari sisa tanaman, kotoran hewan, dan kotoran manusia yang memiliki kandungan unsur lebih dari satu.

Pembuatan pupuk cair alami membutuhkan waktu sekitar enam bulan hingga setahun (tergantung bahan yang digunakan). Oleh sebab itu, saat ini sudah telah banyak dikembangkan produk bioaktifator/agen dekomposer yang diproduksi secara komersial untuk meningkatkan kecepatan dekomposisi, meningkatkan penguraian materi organik,dan dapat meningkatkan kualitas produk akhir. 

  1. Jerami padi

Jerami ialah hasil samping usaha pertanian yang berupa tangkai dan batang tanaman serealia yang telah kering, setelah biji-bijiannya dipisahkan.

Jerami padi banyak dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak ruminansia, yaitu sebesar 30%. Akan tetapi, pengaplikasiannya kini lebih banyak dimanfaatkan untuk keperluan indutri dan dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam membuat pupuk organik.

  1. Jerami Kacang-kacangan

Bukan hanya jerami padi, jerami kacang-kacangan juga telah banyak digunakan untuk pakan ternak ruminansia. Jenis jerami tanaman kacang yang paling banyak digunakan sebagai pakan ternak yaitu jerami kedelai, jerami kacang hijau, jerami kacang tanah.

  1. Gaplek/Onggok

Gaplek merupakan contoh umbi batang dari tanaman singkong yang telah dikupas dan dikeringkam sebagai bahan baku tapioka. Gaplek biasanya digunakan sebagai bahan pakan ternak rumansia.

Seperti halnya singkong, gaplek juga memiliki kandungan energi yang tinggi, hamper menyamai jagung, tapi rendah protein, dan kandungan sianidanya cukup tinggi. Oleh sebab itu, ketika akan diberikan pada ternak harus diolah secara khusus terlebih dahulu.

  1. Pelepah Sawit

Limbah pertanian dari kebun kelapa sawit yang bisa digunakan sebagai pakan ternak yaitu berupa daun dan pelepah sawit. Untuk melakukan pengolahan pelepah sawit, bisa dilakukan dengan cara fermentasi. Hewan ternak yang biasanya diberi makan limbah sawit adalah kambing.

  1. Ampas Kelapa

Limbah pertanian yang berasal dari ampas kelapa yaitu bungkil kelapa dan daging kelapa yang biasanya dibuang begitu saja. Kandungan dari daging kelapa yaitu 18% protein kasar, 12% serat kasar, dan 8% minyak.

  1. Ampas Tahu

Ampas tahu merupakan zat buangan yang diperoleh selama proses produksi tahu. Ampas tahu bisa diolah menjadi beberapa jenis makanan karena memiliki kandungan nutrisi diantaranya yaitu protein, karbohidrat, lemak, kalsium, zat besi, fosfor, dan lain-lain.

Tapi tak jarang pula ampas tahu juga digunakan sebagai pakan ternak sapi dan unggas, sumber pakan ikan, dan digunakan sebagai bahan pupuk organik.

  1. Kulit Kopi

Limbah Kulit Kopi

Kulit kopi bisa dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ternak. Kandungan nutrisi yang terdapat dalam kulit kopi diantaranya yaitu CP 9,94 %, SK 18,17 %, Lemak 1,97 %, Abu 11,28 %, Ca 0,68 %, P 0,20 %, GE 3306 Kkal dan TDN 50,6 % (Budiari, 2009).

Untuk bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, limbah kulit kopi sebaiknya difermentasi terlebih dahulu untuk meningkatkan kandungan nutrisinya. Fermentasi kulit kopi biasanya dilakukan dengan menggunakan larutan Aspergillus Niger.

Nah, itulah tadi serangkain artikel yang sudah kami bagikan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan jenis-jenis limbah pertanian organik dan contohnya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan mendalam. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *