Lumba-Lumba: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Ikan Lumba-Lumba

Arti hewan lumba-lumba pada hakekatnya merupakan bentuk hewan yang sangat terkenal kepandaiannya. Bahkan ketika nama hewan ini disebut, maka semua orang sudah pasti mengenalnya. Sebagai informasi bahwa lumba -lumba adalah binatang mamalia atau menyusui.

Biasanya makna ikan lumba-lumba akan hidup di laut dan sungai yang ada di seluruh perairan dunia. Selain itu hewan ini juga termasuk teman dekat dari ikan paus dan pesut. Perlu anda ketahui bahwa lumba-lumba pada umumnya memiliki banyak jenis atau spesies yaitu bisa lebih dari 40 jenis lumba-lumba.

Lumba-Lumba

Ikan lumba-lumba pada dasarnya merupakan hewan yang hidup bergerombol atau berkelompok disuatu wilayah. Bahkan hewan ini jugaa mempunyai keunikan tersendiri yaitu tidak dapat tidur nyenyak di bawah air. Lumba-lumba juga bisa tenggelam sampai kebawah air yang paling dalam.

Biasanya hewan lumba – lumba lebih menyukai makanan cumi dan ikan seperti ikan mullet yang berwarna abu – abu. Agar lumba-lumba bisa mendapatkan pakan lebih mudah, maka mereka memiliki cara yang cerdik yaitu menggiring kawanan ikan supaya mudah ditangkap.

Jenis Lumba-Lumba

Adapun untuk macam ikan lumba-lumba yang dijelaskan sebagai berikut;

  1. Lumba-Lumba Risso

Jenis hewan lumba-lumba yang pertama yaitu bernama lumba-lumba risso. Perlu anda ketahui bahwa lumba-lumba risso memiliki panjang pada tubuh yaitu sekitar 4 meter.

Ukuran ini pastinya bisa dikatakan cukup panjang, bahkan lumba-lumba juga bisa mencapai berat badan sekitar 500 kg. Sebagai tambahan informasi bahwa lumba-lumba risso mempunyai sirip punggung yang ukurannya sangat besar.

  1. Lumba-Lumba Totol

Lumba – lumba totol adalah jenis hewan lumba-lumba yang mempunyai panjang kurang lebih sampai dengan 2 meter dengan berat tubuh sekitar 114 kg. salah satu ciri morfologi dari lumba-lumba totol ini yaitu ada di bagian mulutnya yang moncong dan bentuknya ramping. Selain itu jenis lumba-lumba ini juga bisa melompat dengan tinggi.

  1. Lumba-lumba Elektra

Jenis lumba-lumba yang selanjutnya yaitu lumba -lumba Elektra. Jenis lumba-lumba ini sering dinamakan juga dengan istilah paus elektra. Selain itu lumba-lumba Elektra juga mempunya ukuran panjang pada tubuhnya sekitar 2,7 meter dengan berat badan yang mencapai angkai 210 kg untuk lumba-lumba yang umurnya sudah dewasa.

  1. Lumba-Lumba Moncong

Lumba-lumba moncong memiliki ciri morfologi yang sesuai dengan namanya yaitu memiliki moncong pada tubuhnya, dan ukuran moncongnya cukup panjang.

Selain itu jenis lumba-lumba ini juga mempunyai panjang yaitu antara 1,9 sampai dengan 2,5 meter. Untuk ukuran berat tubuhnya, ikan ini memiliki berat pada angka 80 hingga 235 kg dan ini termasuk ukuran yang ringan jika dibandingkan dengan jenis lumba-lumba yang lainnya.

  1. Lumba-Lumba Pemintal

Lumba-lumba pemintal adalah jenis hewan lumba-lumba yang ke 5 dan sangat terkenal dengan gaya melompatnya dengan sambil berputar. Gaya lompat lumba-lumba ini begitu mengagumkan sehingga sangat menarik hati seseorang yang melihatnya. Ukuran panjang lumba-lumba pemintal yaitu sekitar 2 meter dengan ebrat antara 59 sampai dengan 77 kg.

  1. Lumba-Lumba Gigi Kasar

Sesuai dengan namanya, maka jenis lumba-lumba ini mempunyai tekstur gigi yang kasar. Selain itu lumba-lumba gigi kasar juga memounyai panjang tubuh sekitar 2,6 meter dengan berat badan yang mencapai angka 160 kg. ciri morfologi lain pada hewan ini yaitu di bagian kepalanya memiliki bentuk setengah bulat. Sedangkan moncongnya berukuran cukup panjang dengan sirip yang bentuknya sama persis dengan hiu.

  1. Lumba-Lumba Hidung Botol

Jenis lumba-lumba yang berikutnya yaitu bernama lumba-lumba hidung botol. Jenis hewan ini adalah lumba-lumba yang paling terkenal dan ukuran tubuhnya cukup panjang yaitu bisa mencapai 4 meter dngan berat badan kurang lebih 655 kg.

Ciri lain dari lumba-lumba hidung botol yaitu di bagian tubuhya berwarna abu-abu terang namun ada pula sebagain yang berwarna hitam.

  1. Lumba-Lumba Hidung Botol Indo-Pasifik

Jenis lumba-lumba yang terakhir yaitu bernama lumba-lumba hidung botol indo pasifik. Ukuran jenis lumba-lumba ini yaitu bisa mencapai ukuran 2,6 meter dengan berat sekitar 230 kg.

Biasanya spesies lumba-lumba yang satu ini sering ditemukan pada perairan India, Australia bagian utara, dan Laut Cina Selatan, serta perairan Indonesia. Sedangkan untuk urusan warna kulit, maka lumba-lumba ini mempunyai warna abu-abu gelap dan bagian perutnya berwarna putih.

Klasifikasi Lumba-Lumba

Klasifikasi yang dimiliki ikan lumba-lumba yang diuraikan sebagai berikut;

Kingdom Animalia
Filum Chordata
Kelas Mammalia
Ordo Cetacea
Sub Ordo Odontoceti
Familia Delphinidae

Ciri Morfologi Lumba-Lumba

Sedangkan ciri morfologi lumba-lumba yang dijelaskan sebagai berikut;

  1. Tubuh

Bagian morfologi pertama yang akan kita bahas yaitu tubuhnya. Arti tubuh lumba-lumba pada umumnya memiliki panjang rata-rata sekitar 1.9 sampai dengan 3.9 meter dengan bobot 150 hingga sampai dengan 650 Kg. Selain itu tubuh hewan lumba-lumba juga mempunyai warna abu-abu dan tubuhnya juga disebutkan sebagai hewan laut yang tegap.

  1. Sirip

Ciri morfologi yang kedua dari lumba-lumba yaitu bagian siripnya. Lumba-lumba memiliki sirip pada punggung dan dinamakan juga sebagai sirip dorsal yang bentuknya sabit seperti sirip ikan paus.

  1. Moncong

Karakteristik ketiga dari lumba-lumba yang paling terkenal yaitu ada dibagian moncongnya. Moncong pada lumba-lumba ada yang berukuran panjang maupun pendek dengan pemisah yang berupa lipatan.

Cara Budidaya Lumba-Lumba

Teknik dalam arti budidaya hewan lumba-lumba, antara lain;

  1. Mengawinkan Lumba-Lumba

Cara untuk membudidayakan hewan lumba-lumba pastinya yaitu dengan mengawinkan hewan tersebut dengan jenisnya. Cara ini nantinya kan membuatlumba-lumba memiliki anakan lumba-lumba yang bisa tumbuh membesar dan menambah keturunan dari hewan tersebut. Sehingga hal ini tidak akan membuat lumba-lumba punah.

Sebagai informasi, bahkan lumba-lumba ini pada dasarnya akan mengandung anaknya dengan jangka waktu yang bisa dikatakan lama yaitu selama 12 bulan hingga akhirnya bisa melahirkan bayinya. Pada saat proses pengawinan hewan ini maka pastikan bahwa antara lumba-lumba jantan dan betina sama-sama sehat dan memiliki kualitas baik, agar anakan lumba-lumba bisa lahir dengan baik pula.

  1. Pakan Lumba-Lumba

Proses pengawinan yang berhasil akan membuat lumba-lumba memiliki anakan yang umurnya akan terus berkembang. Selama proses perawatan anak lumba-lumba yang masih bayi ini maka anda bisa melakukan cara-cara yang unggul salah satunya dengan memperhatikan pakan pada hewan tersebut.

Makanan yang masih hidup biasanya akan mempunyai kandungan gizi yang lebih lengkap. Oleh karena itu sebaiknya lumba-lumba diberi pakan berupa ikan-ikanan yang masih kecil atau bisa juga dengan memberinya cumi-cumi. Pastikan bahwa pakan selalu anda berikan tepat pada waktunya yaitu dalam satu hari bisa diberikan 3 kali jatah makan.

  1. Perawatan Kolam

Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan agar lumba-lumba bisa terus tumbuh dan berkembang maka cara selanjutnya yaitu melakukan perawatan kolam. Kebersihan kolam sangat mempengaruhi kenyamanan dari hewan tersebut, hal ini dikarenakan lumba-lumba lebih sering hidup diperairan atau laut yang rata-rata mempunyai tingkat kejernihan yang bagus.

Sehingga dengan begitu usahakan bahwa habitat baru dari lumba-lumba merupakan kolam yang airnya selalu bersih, memiliki pencahayaan yang pas, volume air disesuaikan dengan kadarnya dan lain sebagainya.

Pada saat kolam dirasa kurang bersih dan tidak memberikan kenyaman pada lumba-lumba maka segera ganti airnya. Namun saat air tetap terkontrol dengan baik maka tidak perlu melakukan penggantian air.

Itulah tadi artikel yang bisa diberikan pada semua kalangan berkenaan dengan deskripsi ikan lumba-lumba, macam, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, dan teknik pembudidayaanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *