Macam Model Vertikultur pada Tanaman

Diposting pada

Jenis Model Vertikultur Tanaman

Beragam jenis lahan pertanian yang semakin hari semakin berkurang seiring bertambahnya penduduk di Indonesia. Lahan yang dikhususkan sebagai lahan pertaniann dalam skala luasan juga mengalami penuruan. Hal ini yang menjadikan tantang dan permasalahan yang sering dihadapi oleh petani di Indonesia.

Lahan-lahan yang digunakan saat ini bahkan merupakan lahan yang tidak kondusif untuk ditanami suatu komoditas atau biasa disebut dengan lahan marjinal. Lahan marjianl sendiri merupakan lahan yang kurang cocok untuk ditanami tanaman pertanian karena tanah miskin akan kandungan suplai unsur hara pada tanaman. Solusi dalam mengetasinya kerapkali masyarakat mempergunakan berbagai model vertikulur untuk kebutuhan syaur mayur dalam keserainnya.

Vertikulur

Vertikulur untuk saat ini banyak dijumpai di kawasan perkotaan sebagai solusi urban farming atau pertanian perkotaan yang tidak terdapat lahan pertanian. Hal ini dipicu oleh semakin sadar bahwa pertanian bukan hanya dapat dilakukan di pedesaan tetapi dapat juga dilakukan di perkotaan.

Banyak masyarakat yang menggunakan arti vertikultur hanya sebagai hobi maupun dengan tujuan produksi. Namun, dengan perencanaan tata letak yang baik dan benar akan memberikan efisiensi lahan dan penggunaan letak yang optimal.

Macam Vertikultur

Dari banyaknya teknik vertikultur yang ada. Maka berikut contoh dari beragam jenis teknik vertikultur yang banyak diterapkan di Indonesia. Antara lain yaitu:

  1. Model Bertingkat

Teknik vertikultur bertingkat memiliki konsep penanaman dengan cara bertingkat. Teknik bertingkat biasanya menggunakan tangga dengan model zig-zag agar pencahayaan dapat mengenai semua tanaman.

Metode kultur bertingkat biasanya merupakan modifikasi dari beberapa teknik budidaya seperti teknik NFT dan sistem DFT. Pada sistem hidroponik DFT maupun sistem NFT terdapat penyangga pada masing-masing saluran dan disusun bertingkat.

Biasanya sistem ini dibuat untuk mempermudah penempatan susunan wadah media penanaman sekaligus mempermudah ketika pemanenan.

  1. Model Gantung

Teknik vertikultur gantung merupakan istilah dengan budidaya tanaman dengan wadah media yang digantungkan. Media budidaya digantungkan pada suatu tempat semisal tembok, tiang, ataupun di pagar-pagar rumah. Metode gantung pada penerapannya menggunakan tali yang diikat pada pot tanaman ataupun suatu wadah media yang sudah disiapkan kemudian digantungkan di tempat-tempat tertentu.

Vertikultur model gantung biasanya diterapkan pada tanaman hias dengan tujuan mempercantik ruangan atau sebagai hiasan interior.

  1. Model Rak Bersusun

Model rak bersusun hampir memiliki konsep yang sama dengan konsep model vertikultur bertingkat, namun terdapat sedikit perbedaan pada penerapannya dalam pengaplikasian di lapangan. Rak bersusun biasanya pada pembuatannya tidak menerapkan konsep zig-zag, namun berupa rak yang disusun vertikal ke atas. Rak dimanfaatkan sebagai pengganti tempat untuk media budidaya.

Bahkan penerapan vertikultur model rak bersusun dapat dilakukan dengan skala industri. Teknik produksi tanaman sudah dilengkapi dengan teknologi modern seperti plant light LED, thermohigrometer, dan nutrient sensoric untuk mempercepat pertumbuhan tanaman agar cepat panen.

  1. Model Tegak

Vertikultur sendiri sejatinya adalah membudidayakan dengan memanfaatkan ruang ke atas untuk budidaya. Dan salah satu metode penerapannya adalah dengan menggunkan vertikultur model tegak.

Model tegak biasanya media atau wadah tumbuh berupa media yang dibentuk secara tegak lurus tanpa bantuan penopang atau penyangga dalam penerapannya. Secara garis besar metode tersebut hampir sama seperti model bersusun atau bertingkat.

Model tegak sendiri memiliki prinisp memanfaatkan gravitasi untuk aliran penyebaran pupuk seperti sistem vertikultur paralon yang dibuat lubang bersusun dan sistem hidroponik karpet dengan memanfaatkan kapilaritas untuk mengalirkan pupuk.

  1. Model Tempel

Vertikultur model tempet sering digunakan dengan menggunakan media-media bekas seperti botol bekal, gelas bekas, bahkan dengan media kain atau karpet. Selain media bekas anorganik, media yang digunakan juga dapat berupa media organik seperti serabut tanaman kelapa yang digunakan sebagai media tumbuh pada contoh tanaman vertikultur pada bunga anggrek.

Model tempel merupakan metode vertikultur paling mudah dibuat karena dalam penerapannya hanya memanfaatkan media dan biasanya hanya dipaku pada dinding atau direkatkan pagar-pagar rumah.

Itulah tadi ulasan yang lengkap kami berikan pada segenap pembaca yang berkaitan dengan macam-macam model vertikultur pada tanaman yang lazim kita dengar. Semoga memberi wawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *