Manfaat Cangkang Biji Karet Secara Umum

Diposting pada

Cangkang Biji Karet

Karet yang mempunyai nama latin hevea brasiliensis muell. Arg merupakan komoditas pertanian penting di Indonesia. Negara Indonesia merupakan negara penghasil karet terbesar kedua di dunia. Selain menghasilkan lateks, perkebunan karet juga menghasilkan biji karet yang dapat dimanfaatkan menjadi minyak, hal ini lantaran kandungan minyak dalam biji yang cukup tinggi.

Selain daging pada biji karet, cangkang biji karet yang merupakan limbah pertanian dari pembuatan minyak biji karet ternyata juga mempunyai banyak manfaat.

Manfaat Cangkang Biji Karet

Adapun pemanfaat cangkang biji karet berdasarkan dengan kanduangannya, secara umum adalah sebagai berikut;

Bahan Pencampur Obat Nyamuk Bakar

Cangkang biji karet belum dapat dimanfaatkan secara optimal dan menjadi limbah dari pemanfaatan olahan biji karet. Meskipun cangkang biji karet mempunyai bentuk fisik keras dan mengandung lignin ternyata dapat dimanfaatkan sebagai campuran obat nyamuk bakar dengan cara dibuat menjadi arang.

Obat nyamuk bakar yang telah dikomersilkan dapat berinovasi dengan memanfaatkan penggunaan cangkang biji karet. Cangkang biji karet dapat diubah menjadi arang terlebih dahulu sebelum dicampurkan dengan bahan obat nyamuk bakar lainnya.

Arang dari cangkang biji karet kemudian dicampurkan dan direkatkan lalu dicetak sehingga menjadi obat nyamuk bakar. Kandungan dalam cangkang biji karet yang berupa senyawa fenol dan aromatik tidak disenangi oleh nyamuk sehingga pemanfaatan cangkang ini dapat menjadi inovasi yang baik.

Briket

Briket merupakan bahan bakar padat yang dapat digunakan sebagai sumber energi   alternative yang mempunyai bentuk tertentu. Secara fisik cangkang biji karet mempunyai tekstur  keras dan berlignin yang berfungsi sebagai pelindung biji.

Bagian cangkang mempunyai kandungan lignin yang cukup banyak sehingga bagian ini cukup potensial untuk dimanfaatkan sebagai produk briket sebagai bahan bakar alternatif yang menjadi campuran batubara. Hal tersebut membuat cangkang biji karet lebih termanfaatkan.

Asap Cair

Asap cair merupakan hasil dari proses kondensasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran secara langsung maupun tidak langsung dengan bahan baku yang mengandung selulosa, hemiselulosa, lignin dan senyawa karbon lainnya.

Senyawa yang terdapat dalam asap cair adalah fenol, asam dan karbonil. Dalam pembuatan asap cair terdapat beberapa tahap yaitu kondensasi atau pengembunan, distilasi dan lateks. Cangkang buah karet dapat dibersikan terlebih dahulu kemudian ditumbuk dan dipecah lalu dijemur dan ditumbuk kembali menjadi pecahan yang lebih kecil.

Langkah pembuatan selanjutnya yaitu menyiapkan kondensor dan memasukan potongan cangkang ke reaktor kemudian menghubungkan corong asap ke kondensor lalu menyalakan kompor sampai suhu yang dikehendaki tercapai sehingga dihasilkan asap yang ditampung dalam wadah yang disediakan. Asap akan mengalami kondensasi dalam wadah dan dapat dimanfaatkan.

Papan Partikel

Papam partikel umumnya terbuat dari serpihan atau partikel kayu atau serbuk. Selain kayu karet, biji karet juga dapat dimanfaatkan dalam pembuatan papan partikel. Cangkang buah karet mempunyai tekstur yang keras dan cukup kuat dengan kandungan lignin yang tinggi sehingga dapat digunakan dalam komposisi papan partikel.

Langkah awal yang dapat dilakukan dengan cara merubah cangkang karet menjadi partikel kecil melalui penumbukan atau dipecahkan. Setelah terbentuk partikel kemudian dicampurkan dengan perekat dan bahan penyusun papan partikel lainnya lalu dicetak.

Biosorben

Air merupakan komponen penting dalam kehidupan. Pencemaran air yang semakin banyak terjadi dapat menimbulkan kerugian terhdap lingkungan dan makhluk hidup sekitarnya. Salah satu upaya untuk mengurangi pencemaran air dapat dilakukan melalui absorbsi senyawa merugikan didalam air sehingga pencemaran dapat berkurang.

Cangkang buah karet yang merupakan limbah perkebunan karet dapat dimanfaatkan sebagai biosorben untuk mengabsorbsi atau menyerap senyawa yang merugikan dalam air.

Dalam pembuatan biosorben langkah awalnya yaitu melalui proses karbonisasi dan aktivasi cangkang buah sehingga dihasilkan arang aktif dari cangkang buah karet yang selanjutnya dicampurkan dengan larutan asam sulfat (H2SO4) dengan konsentrasi yang berbeda selama beberapa waktu lalu arang disaring, dicuci dan dikeringkan dalam oven. Setelah itu dianalisis dan dapat digunakan sebagai biosorben.

Karbon Aktif

Karbon aktif dapat digunakan dalam proses pemurnian air, katalis dan dalam bidang pengobatan. Karbon aktif dapat terbuat dari cangkang buah karet. Komposisi kimia berupa selulosa, lignin, pentosa, kadar abu dan kadar silika cukup potensial untuk diolah menjadi produk karbon aktif yang bermanfaat dan bernial jual tinggi.

Hal tersebut juga membuat cangkang buah karet menjadi lebih bermanfaat. Pembuatan karbon aktif menggunakan bahan baku dari cangkang buah karet menggunakan dua proses yaitu proses karbonisasi dan aktivasi. Proses karbonisasi dapat dilakukan dengan mengeringkan cangkang buah dan dikarbonisasi dalam furnace dengan suhu yang beberapa variasi suhu setelah itu proses ini akan menghasilkan karbon yang kemudian dihaluskan lalu diayak.

Proses yang kedua yaitu aktivasi dilakukand engan cara karbon direndam dalam larutan aktivator selama 24 jam kemudian karbon dicuci dan disaring. Selanjutnya karbon dikeringkan pada suhu tertentu sehingga dihasilkan karbon aktif.

Biobriket

Briket merupakan bahan bakar alternatif yang menyerupai arang tetapi terbuat dari bahan non kayu. Berbeda dengan briket, biobriket merupakan bentuk briket yang tersusun dari bahan baku organik atau limbah tanaman seperti sekam padi, jerami padi, tempurung kelapa, serbuk gergaji dan lainnya.

Cangkang buah karet dapat dikomposisikan dengan salah satu limbah tanaman lainnya untuk diolah menjadi biobriket yang dapat dicampurkan dengan material batubara sehingga menjadi bahan bakar alternatif.

Pembuatan biobriket dengan mengkarbonisasi bahan baku yang berupa cangkang dan bahan lainnya kemudian setelah dihasilkan arang dilakukan pencampuran dengan bahan lainnya dan ditambahkan perekat. Tahap selanjutnya yaitu dicetak dan dioven sampai berat cetakan biobriket konstan.

Koagulan Lateks

Lateks merupakan getah kental yang keluar dari tanaman karet yang disadap pada perkebunan karet. Lateks dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan berbagai macam barang yang terbuat dari karet seperti ban. Lateks sebelum dapat dimanfaatkan harus diolah sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk membuat produk.

Pada banyak tumbuhan lateks biasanya mempunyai warna putih, kuning, merah atau jingga. Dalam lateks terdapat dua komponen yaitu serum dan butir karet yang dikelilingi lapisan protein tipis.

Proses koagulasi lateks diperlukan untuk menggumpalkan lateks sehingga dapat diolah dengan baik untuk menghasilkan produk. Cangkang biji karet dapat digunakan sebagai koagulan lateks yang berfungsi mempercepat proses penggumpalan pada lateks.

Kaligrafi dari Cangkang Biji Karet

Cangkang biji karet belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Salah satu pemanfaatan sederhana yang mudah dilakukan yaitu dengan membuat kerajinan tangan dari cangkang biji karet. Kaligrafi dari cangkang biji karet dapat menjadi kerajian yang cukup menarik dan berdaya jual tinggi ditambah dengan corak yang biasanya terdapat pada cangkang sehingga memberikan warna yang unik pada kaligrafi tersebut.

Antimikroba

Cangkang biji karet dapat selain dapat dimanfaatkan dalam industri perkebunan juga dapat digunakan untuk melindungi bahan pada industri pangan karena mempunyai sifat antimikroba yang memberikan perlindungan dari mikroba sehingga produk atau bahan tersebut tidak mudah rusak.

Gantungan Kunci

Cangkang biji karet juga dapat dimanfaatkan untuk membuat gantungan kunci yang cantik dan menarik. Pada pembuatan gantungan kunci dari cangkang biji karet dapat dikombinasikan dengan bahan lainnya seperti aksesoris bulu maupun payet yang mempunyai warna cerah sehingga lebih menarik dan berdaya jual tinggi.

Rangkaian Bunga dari Cangkang Biji Karet

Untuk membuat rangkaian bunga dapat digunakan bahan lain seperti kulit kayu atau bahan lainnya dan untuk bagian bunganya dapat memanfaatkan cangkang dari biji karet dengan corak unik sehingga menimbulkan kesan yang menarik pada rangkaian bunga yang dibentuk.

Pengawet

Cangkang biji karet sebelumnya dapat diolah dan melalui proses karbonisasi dan lainnya sehingga dapat digunakan sebagai pengawet. Cangkang biji karet yang telah diolah dapat dimanfaatkan untuk mengolesi kayu sehingga kayu mempunyai ketahanan terhadap serangan rayap dan menjadi lebih awet dibandingan kayu yang tidak dioles.

Antioksidan

Cangkang biji karet yang telah diolah dapat digunakan sebagai antioksidan pada industri pangan. Senyawa fenol yang terkandung dalam cangkang biji karet yang telah diolah bersifat antioksidan sehingga dapat mengahmbat kerusakan pangan dengan cara mendonorkan hidrogen serta menghambat autooksidasi lemak.

Mengurangi Pencemaran Udara

Kandungan senyawa fenol dan senayawa aromatik lainnya pada cangkang biji karet dapat digunakan sebagai bahan untuk menghilangkan bau karet yang sudah dibekukan sehingga dapat mengurangi terjadinya pencemaran udara karena adanya penguraian senyawa kimia dari proses pembuatan lateks dan proses lainnya pada industri perkebunan karet.

Nah, itulah tadi pengulasan yang dapat diberikan terkait dengan pemanfaat cangkang biji karet secara umum bagi masyarakat dalam keseharian. Semoga melalui artikel ini dapat memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Berikan Nilai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *