Manfaat Dolomit di Pertanian dan Perindustrian

Diposting pada

Manfaat Dolomit dalam Pertanian

Dolomit, sejenis batu kapur, yang bisa bermanfaat dalam memberikan nutrisi yang berharga dari beragam jenis tanaman hias, tumbuhan obat, atau dapat membantu mengubah pH tanah dengan menaikkannya agar sesuai dengan kebutuhan tanaman. Dolomite adalah senyawa batu kapur yang mengandung kalsium dan magnesium.

Campuran terbaik mengandung 8 hingga 12 persen magnesium dan 18 hingga 22 persen kalsium. Dolomit sering mengandung sodium, tetapi seharusnya hanya 0,2 persen sodium atau kurang. Lebih banyak natrium dapat mengubah salinitas tanah, yang dapat membunuh banyak tanaman. Kita dapat menambahkan dolomit ke pekarangan, hamparan bunga, dan kebun sayur kapan saja, tetapi yang terbaik adalah menambahkannya di musim semi atau musim gugur. Pilih satu hari ketika tidak ada prediksi hujan, sehingga tidak akan membasuh tanah sebelum dolomit diserap.

Dolomit

Sejarahnya penemuan arti dolomit ini terjadi pada tahun 1795 oleh de Dolomieu di daerah Tyrol, Perancis Selatan ketika dia sedang menganalisis batu gamping dan ternyata ditemukan bahwa batuan tersebut memiliki kandungan magnesium yang sangat tinggi.

Jika kita menambahkannya ke taman kosong yang berencana kita tanami bunga atau sayuran, untuk mengubah pH tanah, tentukan berapa banyak dolomit yang dibutuhkan dan sebarkan di atas tanah.

Misalnya, jika tanah memiliki pH 5,5 dan kita ingin menaikkannya menjadi lebih dekat ke 6,5, tambahkan 10 pon dolomit per 100 kaki persegi ruang – yang setara dengan tempat tidur 10-kali-10-kaki atau tempat tidur 5-kali-20 kaki.

Manfaat Dolomit

Berikut ini beragam manfaat dolomit dalam bidang pertanian, antara lain:

Untuk mengubah derajat keasaman (pH) tanah

Dolomit paling baik digunakan untuk mengubah keasaman atau pH, tanah. Mulailah dengan tes pH tanah, untuk menentukan pH yang ada. Sebagian besar tanaman bisa tumbuh dengan baik pada pH 6,0 hingga 7,4.

Jika tanah memiliki pH 5,9 atau lebih rendah, kapur dolomit dapat membantu menaikkan pH untuk membuat tanah lebih ramah tanaman. Beberapa tanaman lebih suka tanah asam, di mana pH lebih rendah, jadi periksalah kebutuhan tanaman spesifik sebelum menambahkan dolomit.

Menggemburkan tanah liat

Di tanah liat, kapur dolomit akan memungkinkan partikel-partikel tanah liat pecah dan menjadi lebih gembur, memungkinkan drainase air yang lebih baik. Ini juga memungkinkan nutrisi yang terikat oleh pH dilepaskan untuk digunakan oleh tanaman.

Menetralisir kejenuhan zat pada tanaman

Dolomit bermanfaat untuk menetralisir kejenuhan zat-zat yang berlebihan dan berpotensi untuk meracuni tanah dan tanaman, seperti zat Alumunium (Al), zat besi (Fe), tembaga (Cu). Zat-zat tersebut dalam jumlah berlebihan justru akan menimbulkan efek buruk pada tanah dan tanaman.

Membuat struktur dan porositas tanah menjadi lebih baik

Dolomit bermanfaat untuk membuat struktur dan porositas tanah menjadi lebih baik. Selain itu ini juga membantu mikrobiologi dan kimiawi tanah bekerja dengan baik, sehingga tanah menjadi gembur, sirkulasi udara di dalam tanah menjadi lancar. Dengan demikian, akar yang disemaikan akan bebas menyerap unsur hara dari dalam tanah.

Membantu unsur pembentuk klorofil 

Dolomit dapat berperan dalam membantu unsur pembentuk warna daun (klorofil) menjadi lebih baik, sehingga warna daun bisa hijau sempurna.

Menambah asupan kalsium pada tanaman

Kalsium (Ca) termasuk salah satu unsur hara makro yang diperlukan tanaman, khususnya saat masa pertumbuhan. Manfaat kalisum diantaranya yaitu untuk mendorong pembentukan dan pertumbuhan akar lebih dini, mempengaruhi pengangkutan air dan hara-hara lain, berperan pembentukan sel-sel baru bagi tananam, pemanjangan sel-sel, sintesis protein dan pembelahan sel.

Kekurangan kalsium pada tanaman akan menyebabkan tunas dan akar tidak tumbuh karena pembelahan sel terganggu, akar menjadi pendek dan rusak, kuncup tanaman muda yang baru muncuk tidak akan tumbuh dan mati, tepi daun mengalami klorosis atau perubahan warna dan menjalar ke bagian tulang daun serta tengah daun, pembentukan dinding sel buah tidak sempurna pada tanaman.

Beberapa tanaman, terutama sayuran yang memiliki banyak biji di dalamnya, seperti tomat (Lycopersicon esculentum), membutuhkan kalsium ekstra saat tumbuh, dan menambahkan dolomit adalah cara terbaik untuk menyediakan nutrisi tersebut.

Tomat yang kekurangan kalsium dapat menyebabkan terjadinya pembusukan pada ujung bunga, sehingga untuk mengatasi ini taburkan kapur dolomit bersama dengan kompos yang cukup di atas tanah.

Menambah asupan magnesium pada tanaman

Magnesium (Mg) merupakan unsur hara makro esensial yang sangat dibutuhkan tanaman. Magnesium (Mg) berperan sebagai aktivator yang dalam transportasi energi beberapa enzim dalam tanaman. Magnesium juga berperan dalam pembentukan klorofil dan membantu dalam proses metabolisme tanaman seperti proses fotosintesis.

Selain itu, magnesium juga berperan dalam membantu pembentukan sel, pembentukan protein, pembentukan pati, dan transfer energi. Kekurangan unsur hara magnesium (Mg) mengakibatkan sejumlah unsur tidak terserap tanaman dan tidak terangkut karena tidak adanya energi.

Sebagai sumber magnesium dan kalsium pada pakan ternak 

Dolomit lama telah digunakan sebagai sumber kalsium dan magnesium untuk pakan beragam jenis arti ternak. Dolomite sekarang tersedia dalam beberapa bentuk, termasuk tablet dan wafer kunyah, untuk dikonsumsi sebagai suplemen makanan. Selain bermanfaat dalam bidang pertanian, dolomit juga bermanfaat dalam bidang industri.

Baca juga;

  1. Contoh Ternak Hewan Besar
  2. Contoh Ternak Hewan Kecil
  3. Contoh Ternak Hewan Unggas

Pemanfaatan dolomit dalam bidang industri, antara lain:

Sebagai bahan pembuatan semen.

Dolomit bisa dimanfaatkan sebagai salah satu bahan dasar pembuatan semen yang bisa dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut; 

  • Semen magnesium oksikloridadi (semen sorel)

Yaitu jenis semen yang biasanya dimanfaatkan untuk lantai gerbong kereta api, lantai dapur, lantai kamar mandi, maupun dimanfaatkan dalam industri polister. Semen ini tidak tahan terhadap air. Oleh sebab itu, untuk melindunginya agar tetap awet biasanya dipoles dengan menggunakan terpentin.

  • Semen magnesium oksisulfat

Yaitu jenis semen yang cepat kering (hanya memerlukan waktu +/- 10 menit saja). Semen jenis ini biasanya digunakan untuk perbaikan retakan-retakan di jalan raya.

  • Semen klinker mortar

Yaitu semen yang pembuatannya dilakukan dengan cara menambahkan sekitar 40% dolomit ke dalam semen. Hal ini bisa membantu mempercepat hidrasi semen.

Menetralisasi asam dalam industri kimia

Terjadinya reaksi dolomit terhadap zat asam juga bisa membuatnya bermanfaat untuk menetralkan zat asam dalam industri kimia, misalnya dalam proyek restorasi sungai ataupun sebagai kondisioner tanah.

Fluks dalam industri pengolahan logam

Dolomit bisa berfungsi sebagai batuan induk bagi banyak logan yang mengandung senyawa timbal, seng, dan tembaga.

Kandungan senyawa tersebut terbentuk saat terjadi panas, solusi hidrotermal asam bergerak ke atas dari kedalaman melalui sistem fraktur yang bertemu unit batu dolomiti. Hal tersebut bisa mengakibatkan penurunan pH yang memicu pengendapan logam dari larutan.

Bahan dasar pembuatan kaca

Tujuan penambahan dolomit pada home industri seperti pembuatan kaca yaitu untuk memudahkan campuran kaca ketika proses peleburan, untuk mencegah detrisifikasi, serta untuk memperpanjang umur kaca.

Bahan dasar pembuatan keramik

Tujuan penambahan dolomit dalam industri pembuatan keramik adalah untuk menurunkan suhu pemuaian panas massa setelah proses pembakaran yang nantinya keramik tidak mudah lepas ataupun retak saat dipasang.

Untuk dempul rekahan kayu

Bukan hanya batu gamping, dolomit juga dapat digunakan sebagai dempul untuk penyemenan rekahan-rekahan kayu. Hal tersebut juga dapat dilakukan secara bersama-sama dengan batu gamping.

Dalam industri farmasi

Dolomit murni (MgCO3) yang telah mengalami proses pengolahan dapat ditambahkan pada obat dengan konsentrasi sekitar 45% sebagai eksipien atau pengencer.

Itulah tadi penjelasan serta pengulasan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan manfaat dolomit dalam petanian dan perindustrian. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan mendalam bagi segenap pembaca, ya. Trimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *