Manfaat Sistem Monokultur dan Contohnya

Diposting pada

Kegunaan Sistem Pertanian Monokultur

Mungkin kita sudah tidak asing dalam dunia pertanian dengan istilah pola tanam monokultur (pertanaman tunggal/ satu jenis tanaman pada lahan pertanian dan waktu yang sama) dan tumpang sari (penanaman dua jenis tanaman atau lebih pada satu waktu dan lahan yang sama). Biasanya di Indonesia para petani sering menggunakan sistem monokultur dibandingkan sistem polikultur (tumpang sari).

Penanaman dengan pola monokultur dan tumpang sari memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing baik dari segi internal maupun eksternal. Artikel ini akan membahas mengenai manfaat sistem monokultur beserta contohnya.

Monokultur

Monokultur atau dikenal penanaman tunggal merupakan salah satu teknik dalam arti budidaya di lahan pertanian produktif yang menggunakan satu jenis tanaman pada areal lahan dan periode yang sama. Pemanfaatan berbagai macam lahan pertanian efisien sebab dapat memungkinkan pemeliharaan dan pemanenan secara cepat melalui bantun mesin pertanian dan dapat menekan biaya tenaga kerja sebab permukaan lahan menjadi seragam.

Monokultur telah meluas praktiknya sejak setengah kedua abad ke-20 an di dunia. Monokultur dijadikan sebagai ciri pertanian yang intensif dan industrial. Kelemahan pokok pada monokultur adalah jenis tanaman yang ditanam seragam sehingga menyebabkan penyebaran organisme pengganggu tanaman (OPT) menjadi lebih cepat seperti hama ataupun penyakit tanaman.

Pengertian Sistem Monokultur

Monokultur atau penanaman satu jenis tanaman yaitu penanaman yang dilakukan pada areal pertanian dengan satu komoditas tanaman. Penanaman dengan teknik ini telah berkembang praktiknya sejak abad ke 20 di dunia dan teknik penanaman ini menandakan bahwa pertanian industrial ataupun intensif.

Monokultur pengelolaan lahannya tertata dan terawat atau efisien sehingga memudahkan dalam perawatan dan mempercepat panen melalui alat pendukung pertanian. Biaya yang dikeluarkan seperti tenaga kerja dan alat pendukung dapat ditekan karena lahan yang seragama. Dalam teknik monokultur terdapat kelemahan yaitu keseragaman kultivar yang memperluas dan berkembangnya organisme penganggu tanaman baik hama ataupun penyakit.

Sistem Monokultur Menurut Ahli

Definisi monokultur menurut para ahli, antara lain;

Mejaya (2008)

Penanaman secara monokultur atau tunggal yaitu teknik budidaya tanaman di lahan yang menanam satu jenis tanaman pada areal lahan dan waktu yang sama. Pada monokultur membudidayakan komoditas tanaman seperti jagung, padi ataupun gandum yang memudahkan dalam perawatan. Dalam setahun, areal lahan persawahan hanya ditanami komoditas padi tanpa adanya variasi tanaman apa pun.

Penggunaan monokultur memungkinkan adanya hama atau penyakit yang menyerang tanaman dan bersintas pada periode penanaman selanjutnya. Akan tetapi, pada era kini pertanian biasanya menggunakan monokultur sebagian tetapi areal lahan pertanian yang ditanami oleh tanaman lain pada periode musim tanam selanjutnya mampu memutus siklus hidup dari OPT (hama atau penyakit) dan menjaga kesehatan tanah.

Munir (2006)

Monokultur adalah pola tanam pada budidaya di lahan pertanian dengan menanam satu jenis tanaman saja pada lahan dan periode yang sama. Monokultur menandakan untuk pertanian yang intensif dan industrial. Penggunaan lahan pada monokultur lebih efisien sebab perawatan dan pemanenan lebih cepat melalui alat pertanian dan komoditas yang seragam mampu menekan biaya tenaga kerja.

Wirosoedarmo (1985)

Monokultur merupakan kegiatan penanaman satu jenis tanaman pada lahan dan periode penanaman yang sama. Monokultur memungkinkan perawatan lebih terjaga dan pemanenan lebih cepat karena bantuan alat pertanian serta dapat menekan biaya tenaga kerja karena keseragaman komoditas tanaman yang dibudidayakan. Kelemahan pada monokultur adalah keseragaman komoditas yang menyebabkan penyebaran OPT meluas dan cepat.

Monokultur adalah sistem tanam yang hanya membudidayakan satu jenis tanaman saja selama satu tahun dalam lahan pertanian yang sama. Contohnya pada lahan persawahan hanya ditanami komoditas padi dan penanaman tersebut dilaksanakan hingga tiga musim tana (selama satu tahun).

Manfaat Sistem Monokultur

Sistem monokultur memiliki beberapa manfaat, antara lain

  1. Lahan lebih seragam

Monokultur prinsip utamanya adalah menanam dengan komoditas hanya satu tanaman saja tanpa ada variasi tanaman apa pun. Oleh karena itu, lahan pertanian yang dibudidayakan dapat bercirikan dan mudah dicari karena keseragaman komoditas tanaman yang ditanam. Keseragaman pada lahan pertanian menandakan pertanian yang industrial misalny perkebunan kelapa sawit.

  1. Bernilai komersil

Sistem monokultur dapat dilaksanakan melalui kegiatan intesifan komoditas tanaman yang memiliki prospek atau bernilai ekonomi cukup tinggi sehingga hasil produksi yang diperoleh akan tinggi pula. Misalnya lahan hanya ditanami tanaman serealia saja untuk memenuhi sumber karbohidrat utama yang menjadi produk utama kebutuhan pangan manusia.

  1. Biaya perawatan relatif murah

Sistem monokultur yang hanya menanam satu jenis tanaman memudahkan dalam perawatan atau pemeliharaan dan tenaga kerja yang dibutuhkan tidak banyak sehingga dapat menekan biaya untuk tenaga kerja dan biaya perawatan sehingga biaya yang dikeluarkan relatif murah.

Kemudahan dan kemurahan tersebut dapat mengefisienkan dan mengefektifkan proses produksi tanaman sehingga dapat meningkatkan benefit (keuntungan) pada usaha tani.

  1. Hasil panen seragam

Penanaman dengan satu jenis tanaman akan menghasilkan panen yang seragam. Panen yang seragam memudahkan dalam kegiatan pasca panen sehingga biaya alat dan tenaga kerja yang dikeluarkan tidak terlalu banyak. Hasil panen biasanya dalam skala yang besar dengan satu komodita tanamannya saja mampu memaksimalkan hasil pertumbuhan dan tidak memberikan peluang persaingan dengan komoditas tanaman lain.

Penanaman yang menggunakan satu tanaman saja akan memudahkan dan fokus pengelolaan pada satu komoditas saja sehingga hasi panen yang diproduksi akan maksimal. Monokultur cukup memberikan manfaat dalam hal produksi kebutuhan pangan.

  1. Terdapat irigasi yang memadai

Areal pertanian dengan irigasi teknis yang mencukupi dapat dikatakan bahwa sistem tanam pada areal yang digunakan yaitu monokultur tanaman padi. Padi adalah komoditas utama di Indonesia karena sebagai makanan pokok bagi lebih dari tiga perempat masyarakat di Indonesia. Padi merupakan komoditas yang harganya tidak terlalu fluktuatif dibanding komoditas lainnya.

Penanaman berbagai jenis tanaman padi dengan monokultur pada lahan dengan irigasi yang memadai akan menjamin kehidupan para petani. Padi adalah komoditas yang tahan terhadap genangan sehingga pada lahan sawah yang irigasinya baik akan menjadi primadona dan air yang tersedia sepanjang tahun.

  1. Lahan kehutanan

Lahan pertanian bukan hanya terdapat di pekarangan, ladang ataupun persawahan namun juga bisa di perkebunan dan kehutanan. Monokultur dapat diaplikasikan di lahan kehutanan. Lahan kehutanan sanat cocok ditanam dengan sistem monokultur karena hanya satu jenis pohon saja yang ditanam pada areal kehutanan.

Dengan adanya sistem monokultur hutan dapat homogen (sejenis) yang dapat memberikan hasil optimal dan memuaskan apabila dibandingkan dengan penanaman yang menggunakan teknik hutan campuran.

Pohon akan membuahkan hasil yang besar karena penyerapan nutrisi pada pohon dapat terjadi secara optimal. Selain itu, kualitas dari hasil yang diproduksi dari hutan sangat bagus karena pertumbuhannya yang baik tanpa ada kompetisi antar jenis pohon lainnya.

  1. Tidak ada persaingan

Pemanfaatan monokultur dengan satu jenis tanaman dapat memungkinkan tidak ada perebutan nutrisi karena tidak ada jenis komoditas lain yang bersaing dengan komoditas yang dibudidayakan sehingga penyerapan nutrisi oleh tanaman yang dibudidayakan lebih maksimal.

  1. Mengurangi serangan Organisme Penganggu Tanaman (OPT)

Apabila areal pertanian dibudidayakan dengan berbagai komoditas tanaman maka mungkin akan banyak serangan hama dan penyakit sehingga sulit untuk dikendalikan. Monokultur dapat mengurangi serangan OPT dan siklus hidup berbagai jenis hama tanaman atau penyakit tersebut.

Contoh Sistem Monokultur

Sebagai penjelasan untuk contoh tanaman dengan sistem monokultur. Yaitu;

Padi-Padi-Padi

Contoh Budidaya monokultur padi
tanaman padi

Pada lahan persawahan biasanya menggunakan sistem monokultur yang hanya menanam satu jenis tanaman yaitu padi. Penanaman padi dilakukan hingga tiga musim (ssatu tahun). Apabila air mengalami defisit dapat dilakukan penanaman padi selama setahun.

Namun apabila ketersediaan air sulit maka tetap memungkinkan dalam penanaman padi selama setahun tetapi dengan beberapa kriteria.

Apabila dalam setahun akan ditanami padi sebanyak tiga kali maka harus menggunakan varietas genjah supaya umurnya lebih pendek sehingga saat penanaman hingga panen dapat terjadi karena adanya surplus air.

Awal bulan Nopember adalah awal musim hujan tetapi pada dekade pertama tetap terjadi defisit air. Oleh karena itu, penanaman padi pertama dapat dimulai. Apabila persiapan hingga panen telah tercapai hingga empat bulan lamanya maka penanaman padi yang kedua dapat dimulai biasanya pada bulan maret.

Pada bulan itu masih ada air namun saat bulan april sampai juni akan terjadi defisit air. Sebab itu varietas padi yang harus ditanam memanfaatkan varietas padi lahan kering. Kegiatan penanaman yang ketiga terjadi pada bulan juli namun apabila tidak dapat diupayakan pengairan maka padi yang ditanam adalah varietas pertanian lahan kering.

Itulah tadi uraian lengkap yang bisa kami sebutkan pada semua pembaca. Berkaitan dengan manfaat sistem monokultur dan contohnya teknik budidaya yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Semoga berguna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *