3 Manfaat Organisme Penganggu Tanaman

Diposting pada

Kegunaan Organisme Penganggu Tanaman

Tanaman adalah salah satu yang rentan mengalami serangan organisme pengganggu. Contoh dari ogrnisme pengganggu tanaman (OTP) adalah gulma. Gulma adalah organisme yang tentunya memberikan dampak yang buruk terhadap tanaman, dampak yang ditimbulkan seperti menurunnya kualitas hasil tanaman atau bahkan dapat membunuh tanaman itu sendiri. Dengan demikian kita harus mengetahui manfaat dari mengetahui OPT ini untuk menjaga tanaman kita.

Organisme Penganggu Tanaman (OPT)

Organisme pengganggu tanaman (OPT) merupakan hewan atau tumbuhan baik yang memiliki ukuran mikro ataupun makro dan dapat mengganggu, menghambat, bahkan hingga mematikan sebatang tanaman yang sedang dibudidayakan. Organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat dibagi berdasarkan dengan jenis serangannya yang terdapat 3 kelompok, yaitu hama, gulma dan vektor penyakit.

Pada intinya, yang dimaksud dengan organisme pengganggu tanaman (OPT) merupakan semua organisme yang dapat menyebabkan penurunan potensi hasil dari tanaman yang secara langsung karena menimbulkan kerusakan fisik, gangguan fisiologi dan biokimia, atau kompetisi hara terhadap tanaman budidaya. Fungsi pengendalian OPT ini berupaya untuk meningkatkan sumberdaya alam serta memanfaatkan proses-proses alami yang terjadi di alam.

Manfaat Organisme Penganggu Tanaman (OPT)

Berikut manfaat dari mengenali jenis organisme penganggu tanaman antara lain:

  1. Dapat mengidentifikasi jenis organisme penganggu tanaman seperti hama, penyakit, dan gulma.
  2. Dapat mempermudah dalam penanganan organisme penganggu tanaman.
  3. Dapat mengoptimalkan dalam pencegahan terjadinya serangan organisme pengaggu tanaman.

Teknik Pengendalian Organisme Penganggu Tanaman (OPT)

Beberapa teknik pengendalian OPT yang dapat dilakukan antara lain :

  1. Pengendalian secara Kultur Teknik (Preventif)

Pengendalian dengan cara kultur teknik adalah pengendalian yang dilakukan sebelum terjadinya serangan hama. Hama adalah salah satu OTP yang sering menyerang tanaman yang tentunya harus segera dikendalikan. Tujuan dari pengendalian dengan cara ini adalah agar populasi dari OPT tidak mengalami peningkatan yang melebihi dari ambang kendalinya. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan jika menggunakana teknik ini yang pertama adalah dengan pemangkasan dan penjarangan, dan yang kedua adalah dengan cara pemupukan.

  1. Pengendalian Secara Hayati (Biological Methods)

Pengendalian secara hayati merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk pengelolaan hama. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan musuh alami dari hama itu sendiri. Sehingga secara bertahap hama tersebut akan dimakan oleh musuh alaminya.

  1. Pengendalian Secara Kimiawi

Pengendalian hama dengan cara pemberian kimia adalah salah satu yang menjadi altertif terkhir. Pemberian kimia ini dapat mengendalikan hama namun juga dapat menimbulkan efek samping. Namun, pada dasarnya pengendalian OPT dengan cara pemberian bahan kimia ini tidak serta merta membasmi seluruh dari OPT dengan membunuhnya.

Jenis-jenis pestisida yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhannya. Seperti penggunaan herbisida untuk pengendalian gulma, moluskisida untuk pengendalian keong, bakterisida digunakan untuk pengendalian bakteri, nematisida digunakan untuk pengendalian nematoda,  rodentisida untuk pengendalian tikus, akarisida untuk pengendalian tungau dan yang terakhir adalah insektisida untuk pengendalian serangga.

Demikianlah artikel yang dapat dibagikan kepada seluruh kalangan terkait dengan manfaat organisme penganggu tanaman (OPT). Semoga saja dapat menambah wawasan dan menjadi referensi bagi kalian semua yang sedang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.