Manfaat Pupuk Organik dan Jenisnya

Diposting pada

Jenis Pupuk Organik

Dunia saat ini sudah mulai mengembangkan sistem pertanian terpadu konvensional dengan istilah pertanian berkelanjutan hingga ke fase pertanian organik. Pertanian organik sendiri melibatkan setiap hal di dalamnya memanfaatkan segala teknis budidaya menggunakan metode organik.

Pertanain organik sebenarnya sudah diterapkan oleh petani-petani terdahulu karena lebih mudah dan masih seadanya. Namun, setelah mengetahui cara konvensional dalam meningkatkan produksi para petani mulai menggunakan pupuk kimia. Setelah mengetahui dampak dari pupuk kimia, masyarakat mulai memahami bahwa kerusakan perlu diminimalisasi dengan cara bertani organik.

Budidaya peertanian secara organik adalah bagaimana menghindari sebisa mungkin penggunaan bahan kimia. Salah satu upaya yang dapat diterapkan adalah dengan menggunakan pupuk organik. Pupuk organik memiliki pernanan penting dalam perngelolaan pertanian organik.

Pupuk Organik

Pupuk organik merupakan pupuk yang dihasilkan dengan cara memanfaatkan sisa jasad hayati baik itu tanaman, maupun hewan dengan memanfaatkan mikrooganisme sebagai agen hayati yang berguna dalam pematangan bahan. Bahan didiamkan pada kondisi anaerob agar terjadi fermentasi pada bahan. Bahan dalam pertanian organik dinyatakan sudah memenuhi syarat apabila kondisi pupuk sudah tidak berbau, tidak hangat, dan berwarna hampir sepeti tanah.

Pupuk organik selain bahan yang dibuat dan kandungan di dalamnya, pupuk organik memiliki kandungan unsur hara lebih kompleks daripada pupuk anorganik. Pupuk anorganik memiliki unsur yang lebih komplek dan biasanya hanya terdiri dari beberapa hara. Kandungan pupuk organik yang lebih beragam memberikan kelebihan dalam kebutuhan hara yang diperlukan bagi tanaman

Pengertian Pupuk Organik

Pupuk organik memiliki definisi sebagai pupuk yang dibuat dari sisa-sisa hayati berupa jasad, kotoran, baik sebagian maupun keseluruhan melalui proses rekaysaa. Proses rekayasa ini dapat berupa penyimpanan pada kondisi anaerob maupun aerob, tergantung kebutuhan pembuatan pupuk.

Pupuk organik merupakan bahan-bahan organik seperti limbah kotoran ternak yang sudah teruai (dirombak) maupun tanaman-tanaman yang sudah kering (humus) yang didekomposisi oleh mikroba hingga dapat menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Manfaat Pupuk Organik

Berikut ini manfaat pupuk organik yang bisa dilakukan dalam beragam jenis tanaman. Antara lain sebagai berikut;

  1. Mampu mengikat air

Pupuk organik memiliki kemampuan dalam mengikat partikel lapisan tanah atau agregat yang lebih kecil menjadi lebih besar oleh karena itu air pada tanah juga akan ikut terikat. Pemberian bahan organik pada lapisan atas akan memperbaiki struktur tanah dan porositas tanah menjadi lebih baik.

Strukur tanah dan porositas menyebabkan adanya infiltrasi pada lapisan top soil sehingga adanya kemungkinan untuk kandungan air berada pada top soil atau tanah lapisan atas. Hal ini yang menyebabkan tanah yang menggunakan pupuk organik lebih subur karena kebutuhan air relatif terpenuhi.

  1. Mengurangi pencemaran lingkungan

Penggunanan pupuk organik mampu mencegah maupun meminimalisasi dampak pencemaran lingkungan. Pupuk organik berbeda dengan pupuk kimia dalam hal akumulasi bahan kimia yang susah terurai. Apabila bahan kimia yang terakumulasi sudah melewati batasan toleransi lingkungan, maka dapat membahayakan ekosistem.

  1. Mudah didapat

Pupuk organik secara alamiah mudah didapatkan karena segala sumber daya alam hayati dapat dimanfaatkan sebagai bahan dari pupuk organik. Bahan dari pupuk organik dapat berasal dari sisa daun, sisa tanaman, kotoran ternak, dan hasil dari pembusukan hayati dari sisa rumah tangga.

Sumber daya hayati yang melimpah memberikan keuntungan bahwa pengolahan pupuk organik menjadi lenih mudah. Bahkan petani sendiri dapat membuat pupuk organik.

  1. Hemat energi

Pembuatan pupuk organik pada dasarnya berbeda dengan pembuatan pupuk kimia. Pembuatan pupuk kimia dalam pembuatannya memerlukan energi yang lebih besar karena perlu adanya proses mekanisasi dan bahan-bahan tambahan kimia lainnya. Sementara, pembuatan pupuk organik hanya dilakukan pembusukan dengan memanfaatkan mikroorganisme tanpa perlunya penambahan bahan-bahan lainnya.

Selain tanpa perlunya penambahan bahan-bahan, bahan yang didapatkan merupakan sisa hasil dari limbah pertanian baik berupa kotoran ataupun sisa dedaunan yang dapat diolah ulang atau recycle untuk dijadikan sebuah produk yang lebih bermanfaat.

  1. Menggemburkan tanah

Teksur tanah yang kompak atau padat perlu diberikan pupuk organik. Pupuk organik berbeda dengan pupuk anorganik yang dapat membuat tanah menjadi keras karena reaksi kimia pada tanah. Pupuk organik memiliki karakterisitik yang unik yaitu dapat memberikan pori-pori pada lapisan atas tanah sehingga tanah yang ditambahkan pupuk organik menjadi lebih gembur.

  1. Memperbaiki aerasi

Pertumbuhan akar tidak hanya bergantung pada kondisi kebutuhan air tercukupi, tetapi juga aerasi yang memadai. Aerasi yang baik adalah adanya keseimangan pori-pori pada tanah dalam mengikat air maupun oksigen.

Pupuk organik pada dasarnya memiliki tekstur yang porous sehingga menghasilkan pori yang lebih besar daripada tanah tanpa pupuk organik. Adanya pori pada tanah dapat menghasilkan aerasi yang baik sehingga oksigen dapat terikat untuk menunjang keperluan pertumbuhan akar.

  1. Meningkatkan produktivitas tanaman

Pupuk organik memiliki kesamaan dengan pupuk lainnya yaitu meningkatkan unsur hara pada tanah. Unsur hara pada tanah apabila terpenuhi maka produktivitas tanaman juga akan meningkat. Kandungan hara yang kompleks pada pupuk organik memiliki kelebihan dalam menyediakan unsur hara baik unsur hara makro maupun mikro.

  1. Meningkatkan aktivitas mikroba tanah

Mikroba tidak hanya ada di permukaan tanah, tetap juga ada beberapa mikroba pada tanah. Mikroba pada tanah memiliki peranan sebagai dekompositor agar sisa-sisa bahan organik teruari. Pupuk organik dimanfaatkan oleh mikroba tanah sebagai sumber energi dalam melakukan aktivitas dekomposisi.

Aktivitas mikroba akan meningkat sebanding dengan tingginya energi yang disediakan oleh bahan organik, jika bahan organik sebagai sumber energi mikroba banyak maka tingkat aktivitas mikroba sebagai dekompositor juga akan meningkat.

  1. Meningkatkan KTK pada lahan pertanian

Pupuk organik pada dasarnya memiliki sifat masam sehingga pemberian pupuk organik dapat meningkatkan nilai pertukaran kation pada tanah. Pertukaran kation memberikan kemamapuan tanah dalam mengikat mineral yang berhubungan dengan ketersediaan hara pada tanah.

Beberapa hara dengan muatan ion negatif akan terikat dengan hara bermuatan positif dan menyebabkan keseimbangan. Apabila terjadi keseimbangan maka mineral akan saling mengikat dan meningkatkan kesuburan tanah.

  1. Hemat biaya

Dalam usaha tani perlu juga diperhatikan faktor ekonomi dalam menjalankan bisnis untuk arti pertanian. Penggunaan pupuk organik memiliki kelebihan secara ekonomis yaitu murah karena selain bahan yang melimpah juga mudah dibuat. Memanfaatkan bahan hayati dan melakukan daur ulang selain mengurangi dampak pencemaran, juga menekan angka pembelian pupuk baru.

Jenis Pupuk Organik

Beberapa macam pupuk organik yang bisa ditemukan, antara lain:

  1. Pupuk hijau

Pupuk hijau merupakan pupuk yang diperoleh dari seresah tanaman. Seresah atau daun yang berguguran akan jatuh ke tanah dan mengalami pencucian.

Proses pencucian ini akan menghasilkan unsur N pada tanah dan dapat menyuburkan tanah. Jadi, apabila kalian membersihkan daun-daun tak perlu dibuang, cukup taruh pada sekitaran tanaman dan biarkan pada proses pembusukan sebagai pupuk.

  1. Pupuk kompos

Pupuk kompos adalah salah satu pupuk organik yang berasal dari sisa-sisa tanaman hasil dari pelapukan biologis dengan bantuan dekomposer seperti mikroba dan cacing. Salah satu contoh dari pupuk kompos adalah pupuk organik cair hasil dari rendaman air hasil olahan sisa tanaman dan vermikompos hasil dari olahan serabut kelapa dan dibantu dengan aktivitas cacing.

  1. Pupuk kandang

Pupuk kandang merupakan salah satu jenis dari pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak seperti feses maupun urine. Pupuk kandang dalam pembutaannya berebda dengan pupuk kompos karena lebih mudah dan waktu yang dibutuhkan relatif lebih cepat daripada pembuatan pupuk kompos.

Dalam pembuatan pupuk kandang biasanya kotoran hanya didiamkan hingga suhu olahan pupuk sudah menurun, tekstur remah dan tidak berbau, maka pupuk siap diaplikasikan.

  1. Pupuk hayati

Pupuk hayati atau biofertilizer merupakan pupuk yang mengandung mikroba yang dapat memfiksasi unsur hara seperti unsur N maupun pelarut hara P dan K. Pengaruh mikroba selain sebagai pemfiksasi unsur juga berperan sebagai fungisida tanaman karena bermutualisme dengan akar dan menghasilkan selubung yang melindungi arti akar tanaman sehingga tahan terhadap fungi.

Kelebihan pupuk hayati di antara pupuk organik lainnya adalah pengendali efektifitas pathogen dan juga menginduksi akar agar lebih tahan terhadap penyakit.

Contoh pupuk hayati seperti pupukmyang mnengandung Trichoderma spp, Aspergillus sp, dan mikoriza sebagai agen hayati.

Maka, itulah tadi penjelasan dan pengulasan lengkap yang bisa kami uraikan kepada pembaca sekalian, terkait dengan beragam manfaat-manfaat pupuk organik, jenis, dan contohnya. Semoga memberika edukasi ya seputar pertanian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *