Manfaat Tanaman Sambiloto dalam Berbagai Bidang

Diposting pada

Manfaat Sambiloto

Sambiloto merupakan salah satu jenis tanaman herbal tahunan, yang aslinya dari India dan Sri Lanka yang kemudian dibudidayakan secara luas di Asia Selatan dan Tenggara. Tanaman sambiloto biasanya tumbuh di dataran rendah, dengan habitat seperti kebun, ladang, atau hutan. Tanaman yang satu ini secara tradisional dimanfaatkan untuk mengobati infeksi dan beberapa penyakit.

Dalam pengobatan tradisional India, sambiloto juga telah digunakan untuk terapi penyakit kuning. Kandungan andrografolida dalam daun, batang, bunga, dan akar sambiloto yang membuatnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Senyawa ini memiliki rasa pahit, tapi memiliki khasiat sebagai anti diabetes, antioksidan, dan antiatherosclerosis, bahkan bermanfaat juga untuk kecantikan.

Sambiloto

Sambiloto adalah tanaman obat berupa terna tegak yang tingginya bisa mencapai 90 sentimeter. Sambiloto memiliki nama yang beragam tergantung masing-masing daerah, seperti: sambilata (Melayu); ampadu tanah (Sumatera Barat); sambiloto, ki pait, bidara, andiloto (Jawa Tengah); ki oray (Sunda); pepaitan (Madura), sedangkan nama asingnya Chuan xin lien (Cina).

Tanaman sambiloto memiliki beberapa ciri, diantaranya yaitu:

  1. Mempunyai jenis daun tunggal dengan letak daun yang berhadapan dan bersilang dan tangkai daun yang pendek.
  2. Daun berbentuk lanset dengan pangkal dan ujung daun yang meruncing.
  3. Tepian daun rata dan permukaan daun bagian atas memiliki warna hijau tua.
  4. Bunga sambiloto ini secara spesifik berjenis rosemoda yang bercabang membentuk malai.
  5. Bunga sambiloto keluar dari ketiak daun atau ujung batang.
  6. Bunga mempunyai kelopak berbentuk tabung yang berwarna putih.
  7. Buah dari tanaman obat sambiloto berbentuk kapsul corong yang memiliki panjang sekitar 1.5 cm dengan lebar 0.5 cm dan pada panggal serta ujung buahnya berbentuk tajam.

Pengertian Sambiloto

Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees) adalah tanaman yang dikenal dengan sebutan “King of Bitters”, ini merupakan tanaman yang efektif digunakan sebagai obat tradisional pada negara-negara di Asia. Semua bagian tanaman sambiloto (daun, batang, bunga, dan akar) dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional.

Klasifikasi ilmiah tanaman sambiloto, yaitu:

  • Kingdom         : Plantae
  • Divisi               : Spermatophyta
  • Sub Divisi       : Angiospermae
  • Kelas               : Dicotyledoneae
  • Ordo                : Solanaceae
  • Famili              : Acanthaceae
  • Genus              : Andrographis
  • Spesies            : Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees

Pengertian Sambiloto Menurut Para Ahli

Adapun definsi sambiloto menurut para ahli, antara lain:

  1. Talei et al., (2014), Sambiloto ialah salah satu jenis tanaman herbal dari keluarga acanthaceae yang memiliki beragam manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, antara lain sebagai anti kanker, anti bakteri dan anti virus.
  2. Hariana (2006), Tanaman sambiloto (Andrographis paniculata Nees) adalah salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional. Bagian tanaman yang berkhasiat sebagai antiradang, antiinflamasi, dan antipiretik ialah daunnya.

Manfaat Sambiloto

Berikut ini beragam manfaat yang ada di dalam kandungan tanaman sambiloto, antara lain sebagai berikut;

Mengurangi demam

Sambiloto mengandung antiseptik yang sangat efektif untuk mengurangi peningkatan suhu tubuh. Kita bisa membuatnya untuk Jamu Pahitan atau mengikuti membuat minuman sambiloto untuk demam dengan cara berikut:

  • Rebus 10 gram daun sambiloto kering, 25 gram kunyit kering dan 200 cc air;
  • Saring cairannya, dan saat masih hangat, tambahkan 100 cc madu dan aduk rata;
  • Bagilah menjadi 3 bagian dan konsumsi tiga kali sehari.

Membersihkan limfatik

Bagi seorang perokok atau perokok pasif, sambiloto dapat membantu sebagai pelindung terhadap polutan dari rokok. Melalui konsumsi jus sambiloto atau Jamu Pahitan, perokok dan mereka yang menghirup asap rokok dapat melindungi diri terhadap bahaya kesehatan yang terkait dengan kebiasaan tersebut.

Mencegah kanker

Daun pahit dapat mengobati penyakit seperti mola hidatisoda, dan penyakit trofoblas ganas (tumor trofoblas) serta tumor paru-paru yang merupakan cikal bakal kanker. Salah satu pemicu terjadinya kanker ialah radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Daun sambiloto mengandung senyawa antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas sehingga bisa menjadi salah satu agen antikanker.

Menurunkan tekanan darah

Kandungan senyawa kalium memberikan khasiat untuk menurunkan tekanan darah. Hasil eksperimen farmakologis menunjukkan bahwa rebusan air daun pahit 10% dengan dosis 0,3 ml/kg bisa menurunkan kadar gula darah yang sebanding dengan pemberian suspensi glibenclamide.

Mengatasi diabetes

Diabetes sekarang tidak hanya menyerang mereka yang berusia 40 atau 50 tahun ke atas. Ada juga mereka yang berusia 20-an yang sudah terserang diabetes. Gaya hidup yang tidak sehat dan kurang olahraga bisa menjadi pemicu timbulnya diabetes. Sambiloto bisa bermanfaat untuk mengatasi penyakit ini.

Siapkan segenggam daun sambiloto lalu cuci bersih. Rebus 3 gelas air hingga mendidih, dan biarkan sisa air menjadi sekitar 2 gelas. Saring menggunakan saringan teh, minum setelah makan.

Menurunkan kolestrol

Selain bisa bermanfaat untuk menurunkan gula darah, pdaun sambiloto juga bisa menurunkan kolesterol jahat dalam darah. Menjaga kadar kolesterol dalam darah merupakan hal yang sangat penting sebab penumpukan kolesterol dalam darah dapat memicu terbentuknya plak dalam pembuluh darah dan memicu penyumbatan pembuluh darah.

Anti Malaria

Malaria merupakan jenis penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Plasmodium. Parasit ini ditemukan di negara-negara dengan iklim tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Sebenarnya, ada lima jenis Plasmodium yang berpotensi menyerang manusia. Namun, Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax dan Plasmodium falciparum adalah yang paling berbahaya, karena bisa mengakibatkan kematian.

Rebusan daun sambiloto bisa digunakan untuk mengobati malaria dengan cara berikut. Siapkan segenggam daun sambiloto, lalu rebus dengan empat gelas air, dan biarkan mendidih hingga 2 gelas. Setelah itu saring dan minum secara teratur (3 kali sehari sebanyak ½ gelas) hingga kondisi penderita membaik.

Mengatasi Pneumonia (Radang Paru-paru)

Pneumonia bisa disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur. Penyakit ini sangat berbahaya karena, di Indonesia, pneumonia adalah penyakit penyebab kematian ketiga setelah penyakit kardiovaskular dan TBC.

Pneumonia dapat terjadi karena menghirup mikroorganisme dari udara yang terkontaminasi, bisa jadi karena aliran darah dari infeksi yang terjadi pada organ tubuh lain, atau perpindahan organisme langsung dari infeksi yang terjadi di dekat paru-paru.

Berkenaan dengan pengobatan pneumonia, daun sambiloto dapat diproses dengan cara yaitu rebus 9 hingga 15 g daun sambiloto kering dengan 3 gelas air, didihkan hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan minum air dua kali sehari (1/2 gelas setiap kali minum).

Meringankan sakit tenggorokan

Secara umum, penyebab sakit tenggorokan dibagi menjadi dua yaitu penyebab infeksi  yang dikarenakan oleh virus dan bakteri, serta penyebab tidak menular yang dikarenakan oleh alergi, iritasi, atau tumor.

Tetapi yang paling umum adalah infeksi karena virus. Terkena radang tenggorokan pasti akan menimbulkan perasaan sakit dan tidak nyaman; merasakan panas dalam, rasa sakit dan sesekali merasa pusing.

Untuk meringankan sakit tengggorokan dengan menggunakan sambiloto caranya yaitu siapkan 1 gram daun sambiloto yang sudah dalam bentuk bubuk untuk diseduh dengan air panas. Minumlah saat dingin. Konsumsi 3 hingga 4 kali sehari jika perlu.

Pencegahan asam urat

Penyakit asam urat (gout) merupakan penyakit yang ditandai dengan terjadinya pembengkakan dan panas pada bagian persendian.

Kondisi tersebut biasanya mengakibatkan rasa sakit yang tak tertahankan. Sebenarnya semua sendi dalam tubuh manusia bisa terkena asam urat, tetapi bagian tubuh yang paling sering terserang adalah sendi jari, pergelangan kaki, lutut, dan jari kaki.

Daun sambiloto bisa dijadikan ramuan untuk mengobati penyakit ini. Caranya, Sediakan beberapa daun sambiloto dan beberapa bagian kunyit. Rebus keduanya dengan segelas air, didihkan dan biarkan dingin. Minum secara teratur agar asam urat tidak kambuh lagi.

Menyembuhkan tifus

Tifoid atau di Indonesia dikenal dengan istilah “tifus”, juga disebut demam tifoid adalah penyakit yang terjadi akibat infeksi bakteri Salmonella typhi. Bakteri ini biasanya terinfeksi melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Penderita demam tipus biasanya menunjukkan gejala setelah 1 hingga 3 minggu terinfeksi. Gejala yang muncul biasanya demam tinggi, diare atau sembelit, sakit kepala, dan sakit perut.

Cara pengobatan tifus dengan menggunakan daun sambiloto yaitu dengan menyiapkan 10 sampai 15 lembar daun sambiloto untuk direbus dengan dua gelas air hingga mendidih. Didihkan hingga air berkurang setengahnya. Minum air rebusan selagi hangat.

Menyembuhkan sakit gigi

Sakit gigi memang sangat menyiksa. Seluruh gigi sakit, kepala ikut sakit. Belum lagi suasana hati yang ikutan yang berantakan karena gigi yang sakit. Rajinlah menyikat gigi dan secara teratur memeriksakan kondisi gigi ke dokter gigi.

Tetapi jika sudah sakit, ramuan daun sambiloto bisa digunakan untuk menghilangkan rasa sakit hingga sembuh. Caranya yaitu dengan merebus 9 sampai 15 g daun sambiloto dengan 3 gelas air. Didihkan sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan minum 2 kali sehari.

Mengobati batuk rejan

Batuk rejan (pertusis) adalah batuk yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri di paru-paru dan saluran pernapasan. Karakteristik batuk rejan adalah batuk yang keras dan berlangsung terus menerus. Biasanya dimulai dengan napas panjang melalui mulut. Kadang batuk bisa menyerang seseorang hingga tiga bulan.

Daun sambiloto bisa juga digunakan untuk mengobati batuk rejan. Caranya, sediakan daun sambiloto segar sebanyak 5 hingga 7 lembar, kemudian dengan gelas 1/2 gelas air panas. Setelah itu, tambahkan madu secukupnya sambil diaduk. Minum segera setelah musim dingin. Jika perlu minum 3 kali sehari.

Mengobati jerawat

Daun sambiloto mempunyai sifat antibakteri yang bisa mencegah terjadinya pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Kita bisa menggunakan daun sambiloto sebagai obat luar sambiloto atau obat dalam.

Untuk menggunakannya sebagai obat keluar, kita harus membuat ekstrak terlebih dahulu. Caranya yaitu siapkan beberapa helai daun sambiloto lalu cuci hingga bersih. Setelah itu, haluskan untuk membuat ekstrak daun sambiloto yang bisa langsung dioleskan sebagai obat jerawat di wajah. Sedangkan untuk digunakan sebagai obat dalam, bisa dengan meminum rebusan daun sambiloto.

Mengatasi keputihan

Daun sambiloto juga bisa dimanfaatkan untuk kesehatan organ intim wanita, terutama untuk mengatasi masalah keputihan.

Caranya yaitu dengan merebus dalam 3 gelas air, 30 g daun sambiloto kering. Masak hingga mendidih lalu biarkan dingin. Gunakan solusi untuk membersihkan area kewanitaan dua kali sehari untuk menjaga kesehatan dan menghindari keputihan berlebih.

Itulah tadi serangkain artikel yang sudah kami selesaikan dengan tuntas terkait dengan beragam khasiat tanaman sambiloto dalam berbagai bidang pengobatan untuk kesehatan manusia. Semoga melalui materi ini bisa menambah wawasan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *