Manfaat Umbi Akar, Lapis, dan Batang

Diposting pada

Manfaat Umbi

Banyak dari kita hanya mengetahui bahwa umbi umbian adalah bagian tanaman yang biasanya berada di dalam tanah sebagai hasil dari cadangan makanan yang disimpan oleh tanaman. Bahkan beberapa orang beranggapan bahwa umbi merupakan salah satu bagian dari arti akar tanaman yang berubah bentuk dan fungsi.

Pernyataan tersebut tidaklah salah, namun beberapa hal yang perlu ditekankan adalah bahwa umbi dapat berasal dari beragam bagian tanaman salah satunya adalah daun, lapis, batang, dan akar. Bagian-bagian tanaman ini akan beralih fungsi sesuai dengan modifikasi tanaman itu sendiri.

Umbi Akar, Lapis, dan Batang

Dari banyaknya jenis umbi setidaknya memiliki masing-masing manfaat baik untuk tanaman itu sendiri maupun untuk kehidupan manusia. Dengan adanya umbi ini manusia bahkan dapat memanfaatkan, mengolah maupun membudidaya tanaman sebagai penunjang kebutuhan pokok sehari-hari. Meski pada dasrnya tanaman berjenis umbi-umbian diolah dan dimanfaatkan sebagai bahan makanan pendamping.

Umbi-umbi tanaman pada dasarnya dapat diolah tergantung dari kandungan apa yang dimiliki oleh umbi tersebut. Namun, beberapa kajian selain untuk dikonsumsi, umbi pada tanaman banyak dijadikan sebagai alternatif tanaman pangan masyarakat.

Selain itu, bahkan digunakan untuk produk kesehatan yang bisa digunakan untuk memperbaiki kemampuan tubuh maupun meningkatkan daya tahan tubuh.

Manfaat Umbi Akar, Lapis, dan Batang

Dan dari banyaknya macam umbi berikut manfaat yang dapat diambil dari umbi akar, umbi lapis, maupun umbi batang, antara lain;

  1. Sebagai cadangan makanan

Fungsi utama dari umbi adalah sebagai penyimpanan atau storage hasil dari fotosintat tumbuhan. Dengan kata lain fungsi dari umbi adalah sebagai cadangan makanan pada tumbuhan. Cadangan makanana atau hasil fotosintat yang tersimpan disimpan baik pada akar, batang, maupun pada modifikasi bagian tumbuhan lainnya.

Dan biasanya umbi pada beragam tanaman biasanya kandungan utamanya adalah pati atau karbohidrat karena merupakan hasil fotosintat yang disimpan. Biasanya umbi akan digunakan untuk pertumbuhan apabila tanaman mulai meraskaan cekaman dan pada saat itu ukuran umbi akan mulai mengecil karena contoh karbohidrat yang disimpan akan diolah kembali untuk kebutuhan tanaman.

  1. Alat Perbanyakan Vegetatif

Umbi pada tanaman meski memiliki memiliki fungsi utama sebagai bahan penyimpanan atau cadanagan makanan tetapi bagian dari tanaman ini mampu dimanfaatkan sebagai bahan perbanyakan vegetatif tanaman. Salah satunya adalah dengan tujuan kultur jaringan. Tanaman dapat dilakukan perbanyak dengan kultur jaringan dengan memanfaatkan bagian tanaman atau disebut dengan totipotensi.

Setiap sel memiliki potensi untuk tumbuh menjadi tanaman utuh, dengan konsep tersebut penggunaan umbi tanaman dapat digunakann sebagai alat perbanyakan vegtatif tanaman untuk dijadikan beragam klon. Klon-klon ini bahkan memiliki kelebihan daripada tumbuhan hasil biji atau perkawinan tanaman yang memiliki sifat yang beragam., daya tumbuh yang serempak dan juga tahan serangan OPT.

Selain dengan kultur jaringan bahkan terdapat beberapa tanaman menggunakan bibit dari umbi seperti tanaman bawang-bawang, kentang dan sebagainya. Penggunaan umbi sebagai bibit memiliki keunggulan seperti pertumbuhan tunas yang cepat sehingga waktu budidaya dapat lebih cepat untuk dilakukan pemanenan.

  1. Bahan Makanan

Beberapa tanaman bahkan sengaja dibudidayakan untuk dimanfaatkan umbinya sebagai bahan makanan. Salah satunya adalah kentang diolah sebagai bahan makanan, umbi pada ketela digunakan sebagai bahan makanan utama dibeberapa daerah, kemudian talas yang dimanfaatkan umbinya untk dijadikan sayur atau bahkan keripik sebagai camilan.

Meski umbi dapat diolah sebagai makanan, namun ada sebagian umbi tanaman yang memerlukan pengolahan khusus untuk menghilangkan racungan dikandung pada umbi tersebut. Apabila pengolahan pada umbi tersebut kurang tepat maka dapat membahayakan bagi pengonsumsi umbi.

  1. Zat Perangsang Tanaman

Zat perangsang tanaman dapat diperoleh dari zat kimiawi, namun ada juga zat perangsang alami yang berasal dari tumbuhan yaitu dari umbi bawang merah. Umbi pada bawang merah merupakan umbi hasil dari modifikasi daun yang merpaat kemudian menyatu. Umbi dari bawang merah terdiri dari beberapa lapisan sehingga diberi nama menjadi umbi lapis.

Kandungan yang terdapat di dalam umbi lapis pada bawang putih adalah hormon auksin. Hormon auksin merupakan hormon yang mampu merrangsang pertumbuhan akar pada tanaman. Untuk mempercepat laju pertumbuhan umbi bawang merah diolehkan pada bagian ujung tanaman untuk pembentukan baik tunas maupun akar pada tanaman.

  1. Antibiotik

Beberapa umbi pada tanaman memeiliki senyawa aktif sebagai bahan antibiotik salah satunya umbi pada bawang putih. Bawang putih adalah salah satu tanaman yang memiliki umbi lapis. Umbi pada tanaman ini mengandung senyawa allisin yang mampu menjadi antimikroba. Senyawa ini merupakan senyawa fitokimia atau bahan kimia yang berasal dari tumbuhan.

Cara penggunaakan bawang putih sebagai antibiotik atau antimikroba adalah dengan mengekstrak bawang putih dengan cara penghalusan umbi lapis kemudian direndam pada air kemudian didiamkan. Setelah itu ekstrak dari larutan tersebut dilakukan difusi untuk memisahan etanol dengan dengan larutan. Dan ekstrak etanol bawang putih siap diaplikasikan.

  1. Pemenuhan Nutrisi

Umbi meski pada dasarnya banyak mengandung pati atau karbohidrat, namun bagian umbi juga mengandung berbagai nutrisi maupun zat gizi lainnya. Salah satunya adalah vitamin maupun senyawa antioksidan yang bermanfaat pada peningkatan kekebalan tubuh dan menjaga kebugaran tubuh. Bahkan beberapa umbi dapat dimakan secara langsung tanpa diolah.

Tanaman umbi yang mengandung vitamin salah satu contoh antara lain adalah wortel. Tanaman ini mengandung banyak vitamain A yang mampu menjaga kesehatan mata. Selain itu, beberapa tanaman umbi juga memiliki kandungan vitamin lainnya seperti B kompleks yang mampu membantu proses metabolisme pada tubuh ketika memecah karbohidrat sebagai sumber energi.

  1. Bahan Produk Kesehatan

Tanaman umbi dibudidayakan dalam skala produksi adalah tanaman yang biasanya digunakan sebagai bahan baku untuk produksi barang-barang kecantikan seperti masker, bedak dan sebagainya. Karena seain mengandung karbohidrat tanaman umbi juga mengandung senyawa aktif lainnya yang baik untuk menjaga maupun merawat kesehatan tubuh.

Contoh dari tanaman umbi untuk bahan produk kesehatan antara lain adalah tanaman bengkuang yang dimanfaatkan sebagai bahan baku produk kecantikan karena bengkuang dapat menjaga dan merawat kulit untuk tamapak lebih muda karena mengandung senyawa antioksidan pada umbi tanaman ini. Selain itu, konsumsi bengkuang juga dapat digunakan sebagai suplemen untuk mendetoksifikasi racun di dalam  tubuh.

  1. Memperlancar Pencernaan

Konsumsi umbi dengan jumlah yang cukup mampu memperbaiki sistem pencernaan. Hal ini dikarenakan umbi mengandung serat yang dimiliki umbi baik untuk memperlancar dan memperbaiki siklus pencernaan manusia hal ini juga baik untuk dikonsumsi berkala dan setiap hari.

Mekanisme serat adalah kemampuannya dalam menyerap air sehingga proses BAB dapat menjadi lancar. Hal ini mampu menjaga kesehatan sistem pencernaan manusia. Selain itu, serat yang tidak mampu diserap oleh tumbuh mengurangi waktu transit pada saluran pencernaan dan inilah yang menjadikan kandungan serat dapat membantu memperlancar proses pencernaan di dalam tubuh.

  1. Menjaga kesehatan tulang

Tanamana yang mengandung umbi biasanya memiliki kandungan unsur lain yang baik untuk kesehatana anatara lain adalah kandungan magnesium. Magnesium merupakan salah satu unsur yang dapat diolah tubuh untuk membantu merangsang penyerapan kalsium dan mengikat vitamin D. Hal ini yang dapat memabntu tubuh untuk menjaga

  1. Mencegah Diabetes

Beberapa umbi tanaman mnegandung karbohidrat (pati) atau gula kompleks dimana tumbuh akan mengolahnya menjadi energi dalam waktu yang lama. Tubuh akan memecah gula komplek atau karbohidrat menjadi gula simplek seperti sukrosa dalam waktu yang cukup lama untuk diolah menjadi energi. Dengan pemecahan gula secara bertahap maka kadar gula dalam darah akan mudah terkontrol.

Kadar guka darah yang cukup mampu mengurangi resiko terjadinya penyakit diabetes. Penyakit ini banyak dialami oleh kalangan dewasa hingga manula karena penumpukan gula dalam darah. Selain itu, kadar gula yang tinggi tanpa dibarengi dengan olahraga dapat mengakibatan penumpukan secara bertahap dan ini cukup berbahaya pada kesehatan.

Jenis umbi yang biasanya digunakan untuk dikonsumsi sebagai cara untuk pengendalian atau kontrol gula darah adalah dengan mengkonsumsi ubi jalar yang sebagai makanan pendamping. Selain itu terdapat umbi tanaman kentang yang memiliki kandungan gula yang cukup rendah sehingga aman dikonsumsi untuk tujuan kesehatan. Selain itu, kandungan gula alami dapat merangsang pembentukan insulin yang dapat mengatur gula darah dalam tubuh manusia.

Itulah tadi artikel yang bisa kami selesaikan pada semua pembaca berkenaan dengan manfaat yang ada dalam umbi akar, lapis, dan batang. Semoga bisa memberikan edukasi, referensi, serta menambah pengetahuan bagi kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *